
Seluruh tanah langsung retak dan tebing Gunung Pohon Persik juga mulai runtuh saat Fang An dan Ziao Zi beradu serangan mereka. Dengan pedang besarnya, serangan demi serangan terus Fang An lancarkan, namun Fang An juga memiliki pertahanan yang cukup cepat setelah rantai-rantai milik Ziao Zi menyerang ke arahnya.
"Tebasan Bayangan Pedang."
Dengan Teknik yang dipelajari dari Wang Lao Yi, Fang An melepaskan beberapa bayangan Pedangnya ke arah Ziao Zi, sedangkan Ziao Zi menciptakan lingkaran Rantai Merahnya menahan seluruh serangan dari Fang An.
Ledakan demi ledakan terus tercipta, namun Ziao Zi tidak begitu terkena dampak dari serangan beruntun yang datang dari berbagai arah itu.
"Teknik ini memang cukup kuat, andai dia benar-benar sudah mencapai tahap Xu Hun, aku pasti tidak akan bisa bertahan cukup lama dari serangan ini," gumam Ziao Zi yang merasakan kekuatan dari tebasan Bayangan Pedang.
Melihat Ziao Zi yang mampu bertahan dari serangannya, Fang An merubah serangannya menjadi serangan Pedang Langit yang melepaskan energi pedang yang dialiri Petir.
Namun Ziao Zi yang sudah mengetahui teknik itu sebelumnya segera menahan serangan itu dengan Rantai merahnya. Walau rantai itu harus hancur saat menahan serangan dari Fang An, Ziao Zi masih terlihat baik-baik saja dan sama sekali tidak terkena aliran dari Petir Fang An yang menjalar melewati Rantainya.
"Apakah hanya itu saja kemampuanmu?" kata Ziao Zi dengan setengah menyindir.
Fang An hanya diam saja, sejak awal dia memang sengaja memberikan beberapa serangannya yang mungkin tidak akan begitu berpengaruh kepada Ziao Zi, namun sebenarnya Fang An sedang memperhatikan sesuatu dari cara bertarung dan pertahanan Ziao Zi.
Ziao Zi merentangkan kedua telapak tangannya dan kemudian rantai-rantai yang masih menyerang para anggota Sekte Gunung Pohon Persik berbalik arah lalu melesat ke arah Fang An.
"Teknik Rantai Darah Langit."
Rantai-rantai itu bergerak bagai ular menuju ke arah Fang An, hal itu jelas mengejutkan para Ketua Akademi karena rantai-rantai yang sebelumnya mereka hadapi kini bergerak ke arah Fang An.
Fang An menyimpan pedangnya dan kemudian dia menciptakan segel tangan setelah itu Pilar energi petir melesat ke atas hingga menembus awan sedangkan tubuh Fang An tertutupi oleh elemen petir.
Fang An memfokuskan petir itu kejarinya lalu dia melepaskan Sambaran Petir Suci ke setiap rantai-rantai yang datang hingga rantai-rantai itu hancur sebelum menyerang Fang An.
Jelas saja Ziao Zi merasa kesal karena Fang An masih mampu menghancurkan rantai-rantainya, hal itu membuatnya kehilangan kesabarannya sehingga dia mulai melepaskan energi merahnya lalu dia memunculkan sebuah lubang energi di udara.
Fang An melihat empat lubang besar di udara itu dengan semakin waspada, dan setelah itu muncul empat rantai besar dari dalam lubang itu, dan disetiap Rantai nya ada paku besar yang sangat tajam.
"Terima ini!"
"Segel Rantai Kurungan Jiwa."
Keempat Rantai yang memiliki ujung seperti mata tombak itu melesat ke arah Fang An dengan membawa energi yang sangat besar.
Fang An segera mengulurkan tangannya dan kemudian dia menyatukan Petir Merah dan Putih serta Petir birunya sehingga membentuk sebuah bola petir yang sangat terang dan memiliki energi sangat besar.
Semua orang-orang yang sedang sibuk bertarung dengan lawan mereka masing-masing seketika itu juga menghentikan pertarungan mereka saat merasakan energi penghancur serta cahaya terang dari percikan cahaya kilatan petir di tangan Fang An.
"Inikah hasil latihannya selama hampir tiga tahun di akademi itu?"
__ADS_1
Semuanya memperhatikan kedua energi penghancur itu hingga sama-sama tidak lagi berniat untuk bertarung, namun tetap masih ada saja yang melanjutkan pertarungan, mereka adalah Bing Chen yang masih tetap bertarung melawan Hung Zhai, dan kedua jiwa Spiritual yang masih bertarung dengan lawannya serta Gu Yao He yang terlihat mendapat beberapa luka di tubuhnya, namun dia masih terus melanjutkan pertarungannya.
Hanya saja sesekali mereka melihat ke arah Fang An serta Rantai besar yang bergerak turun ke arah Fang An.
Wang Lao Yi dan Feng Huang yang masih bertarung juga melihat Fang An, mereka berdua sama sekali tidak terlihat khawatir, karena mereka sangat mengetahui teknik yang akan Fang An gunakan.
Badai angin berhembus sangat kencang, dan sambaran petir baik dari awan maupun dari bola petir membuat semua mata orang yang melihatnya akan langsung silau.
Fang An menarik tangannya lalu dia melemparkan Bola Petir itu ke udara sehingga Bola Petir itu melesat ke tengah-tengah rantai besar lalu meledak di udara dengan ledakan yang besar serta membentuk sebuah energi ledakan bola petir raksasa.
Ledakan itu tidak hanya melepaskan gelombang kejut yang sangat besar, namun efek ledakannya membuat semua orang segera pergi sejauh mungkin agar tidak terkena imbas dari ledakan tersebut.
Bola energi dari ledakan gabungan antara Bola Petir Dewa Penghancur dengan Rantai besar itu berubah menjadi Energi Bola ledakan berwarna hitam yang melepaskan sambaran petir yang sangat besar.
Ledakan imbasnya sampai membuat para Pelindung dan para Ahli yang bertarung dengan terpaksa membuat Perisai pelindung mereka masing-masing dan setelah itu puncak ledakan yang kedua langsung melepaskan gelongbang energi yang lebih besar.
Ziao Zi langsung terhempas terkena gelombang kejut yang sangat besar, sedangkan Fang An yang sudah lebih dulu menjauh setelah melemparkan Bola Petir nya itu juga masih terkena dampak dari gelombang kejut itu, hanya saja tidak sampai membuatnya terluka.
Fang An juga merasa heran, selama ini Bola Petir Dewa Penghancur nya tidak memiliki dampak sebesar itu, namun setelah di perhatikan lagi, ternyata yang membuat ledakan besar serta efeknya yang hampir sebanding dengan Bola Petir Api Dewa Penghancur itu karena gabungan dua ledakan dari dua energi Penghancur yang meledak secara bersamaan.
Ziao Zi sendiri yang terkena gelongbang kejut paling dekat langsung muntah darah dengan beberapa luka di tubuhnya, hanya saja lukanya tidak begitu parah karena Ziao Zi adalah seorang Ahli.
"Aku sudah pernah mendengar kedahsyatan dari Teknik Bola Petir itu, hanya saja aku tidak menyangka jika dia benar-benar mampu menahan seranganku!" gumam Ziao Zi lalu dia melihat kearah Fang An yang sudah berada cukup jauh dari ledakan itu.
Fang An yang menyadari jika Bola Petir Dewa Penghancur biasa kemungkinan besar tidak akan mampu untuk mengalahkan Ziao Zi, akhirnya memutuskan untuk menggunakan Teknik paling mematikan yang selalu menjadi kartu terakhirnya.
Tanpa mengulur-ulur waktu lagi, Fang An segera mengalirkan ketiga Petir nya yang akan digabung dengan Elemen Api nya sehingga energi yang lebih besar segera meledak saat Fang An mulai membentuk Bola Petir Api Dewa Penghancurnya.
Ziao Zi yang juga merasakan energi Penghancur yang lebih besar lagi segera berhenti sebelum tiba di hadapan Fang An.
"Bukankah itu adalah Teknik yang sudah melenyapkan aset berhargaku di Markas Pita Merah?"
Hung Zhai segera mengetahui teknik yang akan Fang An gunakan, sedangkan Ziao Zi yang juga mengetahui hal itu dari Hung Zhai sebelum mereka datang ke tempat pertarungan itu juga terlihat kusut melihat benda di tangan Fang An.
"Sialan, tenyata dia benar-benar akan menggunakan teknik sialan itu! Sebaiknya aku tidak melawannya," batin Ziao Zi yang mulai ragu.
Ziao Zi melihat ke sekelilingnya dan kemudian dia berbalik dan mengepakkan sayapnya untuk menjauhi Fang An, sedangkan Fang An yang melihat Ziao Zi yang ingin kabur tentu tidak akan membiarkannya lolos sehingga dia juga mengepakkan sayapnya dan melesat mengejar Ziao Zi.
"Tidak akan aku biarkan kamu lolos begitu saja dariku!" seru Fang An dengan Bola Petir Api Dewa Penghancurnya yang mulai terbentuk.
Raut wajah Ziao Zi langsung menjadi buruk saat melihat Fang An yang mengejarnya dengan Bola Petir aneh itu yang sudah terbentuk di tangannya.
Hung Zhai yang juga melihat Fang An mengejar Ziao Zi jelas tidak bisa membiarkan Fang An, dia segera memberikan serangan teknik pamungkasnya kepada Bing Chen.
__ADS_1
Serangan berupa Tangan Merah raksasa segera melesat ke arah Bing Chen, sedangkan Bing Chen dengan perisai es nya menahan serangan itu, serangan itu terlalu kuat sehingga tubuh Bing Chen terdorong hingga menabrak beberapa bebatuan tinggi hingga hancur.
"Para anggota Iblis Lembah Darah, bantu aku menggunakan Formasi Darah Hitam kearah Pemuda itu!" seru Hung Zhai.
Semua anggota Iblis Lembah Darah baik yang terluka maupun yang masih sibuk menghadapi lawan-lawan yang sebanding dengan mereka tiba-tiba saja berubah menjadi asap merah, tubuh mereka tiba-tiba saja menghilang sehingga membuat semuanya kebingungan, namun setelah itu mereka melihat para Anggota Iblis Lembah Darah ternyata muncul di tempat yang jauh, dan mereka semua mengejar Fang An yang masih mengejar Ziao Zi.
"Kejar mereka..!" seru Gu Yao He yang terluka lalu dia dengan cepat melesat mengejar para Anggota Iblis Lembah Darah.
Chang Hanzi, Mu Zhi Tian Bing Zao Ling dan para Yu Jing serta para Yu Jing dari pihak Sekte Gunung Pohon Persik segera terbang menyusul Gu Yao He.
Fang An yang menyadari jika dirinya saat ini sedang dikejar oleh 14 anggota Iblis Lembah Darah di belakangnya segera berbalik arah lalu dia dengan cepat memutar Bola Petir nya agar secepatnya terbentuk dengan sempurna.
"Fang An, kami akan menggunakan energi kami untuk membantu menyempurnakan Teknik mu itu!" kata Feng Huang dan Wang Lao Yi yang muncul di samping Fang An.
Bola Petir Api Dewa Penghancur akan lebih besar dampaknya jika ditambah dengan energi lain, apalagi energi yang mendukungnya adalah Petir Ungu yang akan menambah kekuatan penghancur serta Angin yang akan memperbesar Api nya.
Tanpa menunggu persetujuan dari Fang An, kedua gurunya itu langsung mengalirkan energi mereka berdua dan menyatukannya dengan Bola Petir Api Dewa Penghancur di tangan Fang An.
Bola Petir itu kini tidak hanya semakin besar, bahkan ada pusaran angin kencang yang membawa hawa panas serta sambaran dari empat petir yang berbeda membuat seluruh bebatuan dan pohon-pohon terangkat ke udara.
"Fang An, kami serahkan sisanya padamu!" kata Feng Huang dan Wang Lao Yi.
Feng Huang dan Wang Lao Yi yang sudah menyalurkan seluruh energi mereka ke Bola Petir itu sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi di dunia luar, dan mereka pastinya akan segera tertidur untuk mengisi energi spiritual mereka kembali.
Fang An juga menyadari akan hal itu, dan tentunya yang paling dia khawatirkan adalah Feng Huang, namun saat ini dia tidak bisa membatalkan tekniknya karena musuh yang begitu banyak di hadapannya kini sudah bersatu dengan membuat sebuah Formasi serangan.
"Terima kasih guru, setelah semua ini selesai, aku akan segera melaksanakan janjiku kepada kalian!" gumam Fang An dan kemudian dia menggunakan seluruh energinya untuk melepaskan Bola Petir nya.
"Semuanya lepaskan Formasi Darah Hitam!" seru Hung Zhai.
Ziao Zi yang sudah kembali bergabung dengan keempat belas rekannya juga melepaskan Formasi serangannya kearah Fang An.
"Formasi Darah Hitam."
Semuanya segera mengangkat tangan mereka, dan energi merah darah berkumpul di tubuh Hung Zhai lalu Hung Zhai menciptakan awan merah hitam setelah itu dia melepaskannya ke arah Fang An.
Fang An juga mengayunkan tangannya, dia menggunakan seluruh energinya untuk melepaskan serangannya serta harus bisa dengan cepat pergi dari sana sebelum terkena dampak oleh serangannya sendiri.
"Teknik Petir Api Dewa Penghancur."
Bola Petir itu segera melesat dengan melepaskan banyak sambaran petir ke segala arah menuju ke arah serangan awan merah kehitaman yang di lepaskan oleh Hung Zhai.
"Kalian semua…! Cepat pergi sejauh mungkin dari sana!" seru Bing Chen kepada para Yu Jing dan juga Gu Yao He yang ingin mengejar Fang An.
__ADS_1
Mereka semua segera berhenti lalu dengan cepat berbalik untuk pergi sejauh mungkin sebelum kedua serangan itu bertabrakan, sedangkan Fang An menggunakan kecepatan tertingginya untuk pergi sejauh mungkin dari sana, sedangkan kedua serangan besar itupun akhirnya bertabrakan yang membuat cahaya putih terang segera tercipta yang diikuti dengan ledakan paling besar sehingga mengguncang hampir seluruh Benua Daratan Hijau.