
Fang An beristirahat sejenak untuk mengembalikan kondisinya seperti semula, untuk saat ini energinya sudah berkurang lebih dari setengahnya.
Tidak jauh dari tempat Fang An yang sedang melakukan pemulihan diri, Mai Xixi yang masih dalam posisi terikat hanya bisa menatap pemuda itu dalam diam.
Saat ini hidupnya ada di tangan pemuda itu, jika sampai dia melakukan sedikit saja kesalahan, maka nyawanya akan langsung dicabut tanpa ada kesempatan lagi untuk meminta pengampunannya.
"Fang An, kamu akui saja pada wanita itu jika kamu memang adalah muridku, tanyakan padanya tentang kabar Sekte Pedang Langit saat ini!" kata Wang Lao Yi.
Fang An yang masih menutup matanya mengangguk mendengar perkataan Wang Lao Yi, dia secara perlahan-lahan membuka matanya dan kemudian dia melirik ke arah Mai Xixi yang langsung menjadi pucat saat mata Fang An tertuju ke arahnya.
Dibawah cahaya remang-remang dari tali petir ungu yang mengikat tubuh Mai Xixi, Fang An bangkit kemudian dia melangkahkan kakinya mendekati Mai Xixi.
Jelas Mai Xixi semakin ketakutan melihat Fang An yang semakin mendekatinya, dia takut Fang An akan langsung membunuhnya begitu dia tiba di hadapannya.
"Senior Mai, aku ingin bertanya sesuatu padamu, aku harap kamu bisa memberikan jawaban yang ingin aku ketahui!" kata Fang An sehingga membuat Mai Xixi kebingungan karena pemuda itu tiba-tiba saja berbicara sopan padanya.
"Tu, tuan muda mau bertanya apa?" tanya Mai Xixi dengan nada takut.
"Aku ingin tahu kabar tentang Sekte Pedang Langit saat ini, apakah Sekte itu semakin berkembang semenjak ditinggalkan oleh guruku atau justru melemah?" tanya Fang An.
"Gurumu? Apakah maksudmu Sang Penguasa Bayangan Pedang itu adalah Gurumu?" tanya Mai Xixi yang hampir tidak percaya, walau sebelumnya dia sudah melihat sendiri Pedang Biru di tangan Fang An serta dia juga menguasai gerakan teknik Sekte Pedang Langit.
"Aku rasa aku tidak perlu menjawabnya! Lebih baik kamu jawab saja apa yang ingin aku ketahui," kata Fang An dengan tatapan dingin.
Mai Xixi menelan seteguk air liurnya saat melihat tatapan dingin Fang An, dia lupa jika saat ini dirinya adalah tawanan pemuda yang ada di hadapannya.
Dibawah tekanan serta ancaman mata Fang An, Mai Xixi mulai menceritakan akan kabar Sekte Pedang Langit saat ini.
Sekte Pedang Langit adalah salah satu dari tiga Sekte besar yang pernah ada di Benua Daratan Tandus, tentu saja yang membuat Sekte Pedang Langit sangat disegani adalah kekuatan pendiri Sekte tersebut, yaitu Wang Lao Yi Sang Penguasa Bayangan Pedang.
Setelah terdengar kabar akan pergantian Penatua Sekte Pedang Langit, beberapa sekte lain berdatangan untuk mengucapkan selamat kepada Penatua yang baru, tentu saja mereka ingin membangun relasi dengan Sekte Pedang Langit.
Setelah lebih dari 20 tahun sejak Sekte Pedang Langit berganti Penatua, salah satu Sekte besar yang sejak dulu menjadi saingan Sekte Pedang Langit mengetahui jika Sang Penguasa Bayangan Pedang sudah tidak ada di Sekte.
__ADS_1
Kabar tersebut segera diketahui oleh sekte yang lain, dan sekte-sekte yang sebelumnya sudah membangun relasi tiba-tiba saja memutuskan hubungan mereka karena Wang Lao Yi tidak ada disana.
Setelah kejadian itu, pengaruh Sekte Pedang Langit yang dulunya besar dan sangat disegani langsung menurun secara drastis.
Jika sebelumnya Sekte Pedang Langit adalah salah satu dari tiga Sekte besar dan kuat, kini sudah berubah menjadi Sekte paling lemah walau tidak sepenuhnya turun kebawah.
Walau Sekte Pedang Langit sudah menurun dengan sangat drastis, namun teknik-teknik nya masih tetap kuat seperti dulu, bahkan saat ini yang menjadi Penatua adalah generasi kelima sekaligus masih termasuk keturunan dari cicit Wang Lao Yi.
Wang Lao Yi terdengar menghela nafas panjang setelah mendengar cerita akan kabar serta kondisi Sektenya, walau sekarang Sektenya sudah tidak sebesar dan setenar dulu, Wang Lao Yi masih bisa bernafas lega sebab Sektenya tidak mendapatkan serangan dari kedua Sekte besar lainnya.
"Berarti saingan Sekte Pedang Langit sama sekali tidak mengusik Sekte guruku walau sudah tahu jika guruku tidak ada di tempat!" pikir Fang An seraya bergumam.
"Memang tidak, namun akhir-akhir ini ketegangan antar Sekte sudah dimulai!" kata Mai Xixi.
Wang Lao Yi jelas terkejut mendengarnya lalu dia menyuruh Fang An untuk menanyakan maksudnya. "Apa maksudmu?" tanya Fang An.
"Sekte yang menggantikan posisi Sekte Pedang Langit adalah Sekte Gurun Pasir, namun sekte Gurun Pasir sangat akrab dengan Sekte Pedang Langit, hal itu membuat kedua sekte besar lainnya merasa kesal sehingga perseteruan di antara mereka mulai memanas," kata Mai Xixi.
"Sekte Gurun Pasir, apa mungkin itu adalah Ho Liu Tang?" gumam Wang Lao Yi.
"Dia adalah sahabatku sejak kecil, kami hidup bersama menjalani kerasnya dunia ini, suka dan duka kami jalani hingga akhirnya kami menemukan guru kami masing-masing yang membuat kami berpisah selama lebih dari 20 tahun, dan setelah itu kami bertemu kembali dimana kami berdua sudah sama-sama memiliki Kultivasi, aku memiliki Spirit Root Elemen Angin, sedangkan Ho Liu Tang memiliki Spirit Root Elemen Tanah serta bisa memanipulasi pasir!" jawabnya yang menjelaskan akan sahabat lamanya.
"Lalu dua Sekte lainnya itu siapa saja?" tanya Fang An.
"Sekte Teratai Putih, dan Sekte Cahaya Matahari, kedua Sekte itu sama-sama memiliki Penatua yang memiliki kemampuan yang sama denganku, begitu juga dengan sahabat lamaku Ho Liu Tang!" jawab Wang Lao Yi.
"Nama kedua Sekte itu sangat bagus!" gumam Fang An.
"Nama bukanlah sebuah patokan jika sekte itu baik, contohnya seperti Sekte Gunung Pohon Persik itu, mereka hanya menyembunyikan sisi gelap mereka di balik sebuah nama, namun sebenarnya mereka lebih jahat dari pada kelompok terjahat!" kata Wang Lao Yi.
Fang An mengangguk setuju mendengar ucapan Wang Lao Yi, tentu dia sependapat dengan itu, sebab Sekte Gunung Pohon Persik yang katanya baik ternyata memiliki ambisi besar serta jahat.
Berbeda dengan Kelompok Lembah Hantu dan Kelompok Pisau Terbang, nama serta kerja mereka terkenal netral namun lebih condong ke arah kejahatan, namun nyatanya mereka memiliki sisi baik serta setia dalam mempertahankan hubungan.
__ADS_1
"Fang An, kamu harus berlatih dengan keras, aku berharap suatu saat nanti kamu bisa mengembalikan kejayaan Sekte Pedang Langit ku!" kata Wang Lao Yi.
"Apakah guru masih ingin menanyakan informasi lain lagi dari wanita ini? Jika tidak ada, aku akan segera membunuhnya!" kata Fang An.
"Kamu ini benar-benar sudah kecanduan untuk membunuh! Sebaiknya jangan kamu bunuh dia, aku ingin dia kembali ke Benua Daratan Tandus sekaligus mengantarkan pesan kepada Penatua Sekte Pedang Langit dan juga sahabat ku Ho Liu Tang!" kata Wang Lao Yi.
Fang An terlihat sangat keberatan atas keputusan Wang Lao Yi, dia jelas tidak ingin membiarkan musuh yang sudah di tangkapnya dibiarkan tetap hidup, sebab dia khawatir jika suatu saat nanti dia akan membuat masalah yang lebih besar, sedangkan dirinya tidak ada disana.
"Hahaha.. kamu tidak perlu memasang wajah kesal seperti itu, aku akan meminta Feng Huang untuk menyiapkan segel petir di tubuh wanita itu! Jika nanti dia berani mengabaikan tugasnya, maka tubuhnya akan langsung hancur oleh sambaran petir dari dalam tubuhnya, namun jika dia berhasil menyelesaikan tugasnya, maka segel itu akan terlepas, hanya saja aku akan menulis pesan di surat itu nantinya agar menangkap wanita itu setelah segel petir di tubuhnya terlepas!" kata Wang Lao Yi.
Fang An akhirnya setuju akan keputusan dari gurunya, dia segera mengeluarkan dua Kertas lalu dengan arahan dari Wang Lao Yi, dia menulis pesan surat untuk dikirimkan kepada Penatua Sekte Pedang Langit serta Penatua Sekte Gurun Pasir, surat itu lebih dulu di kirim ke Cincin Ruang dimensi untuk disegel oleh Wang Lao Yi, dan segel surat itu hanya bisa di buka oleh Penatua Sekte Pedang Langit serta satu segel lagi khusus untuk sahabatnya.
"Jika kamu tidak ingin ku bunuh, maka kamu harus melaksanakan dua tugas dari ku, yaitu mengantar dua surat ke Sekte Pedang Langit serta Sekte Gurun Pasir, bagaimana apakah kamu mau?" tanya Fang An.
Mai Xixi tidak perlu berpikir lagi mendengar pertanyaan Fang An, dia langsung mengangguk setuju karena yang paling penting adalah tetap hidup.
"Bagus, sekarang ulurkan tanganmu!" kata Fang An seraya melepaskan tali petir ungunya.
Tanpa merasakan curiga apapun, Mai Xixi langsung mengulurkan tangan kanannya ke pada Fang An dan kemudian Fang An menyentuh telapak tangan Mai Xixi seraya berkata kepada gurunya, "Lakukanlah guru!" kata Fang An lalu petir ungu langsung menyelimuti telapak tangan wanita itu.
Mai Xixi berteriak kesakitan selama beberapa saat, namun setelah itu rasa sakit itu berubah menjadi panas, dan setelah dia membalikkan telapak tangannya, sebuah gambar lingkaran kecil berwarna ungu sekaligus ada gambar petir di tengahnya terukir tepat di telapak tangan Mai Xixi.
"Apa ini?" tanya Mai Xixi seraya menahan rasa panas di tangannya.
"Itu adalah segel petir untuk mu, jika kamu berani mengabaikan tugas dariku, maka segel petir akan terbuka dan tubuhmu akan langsung hancur oleh petir itu, kecuali kamu benar-benar menyelesaikan semua tugas dariku, maka segel ini akan menghilang dengan sendirinya!" kata Fang An.
"Mustahil, segel ini hanya bisa di buat oleh seorang Xu Hun, mana mungkin anak ini mampu melakukannya?" batin Mai Xixi.
Baru saja dia berpikir seperti itu, tiba-tiba saja segel itu bereaksi dan Mai Xixi langsung merasakan sakit yang luar biasa yang menjalar di dalam tubuhnya.
"A, ampun Tuan muda! Baik-baik aku akan melaksanakan tugas itu!" kata Mai Xixi yang mengerang kesakitan.
Fang An tersenyum lebar melihat reaksi segel tersebut, dia tidak menyangka jika segel itu benar-benar akan bereaksi jika Mai Xixi memiliki pikiran untuk menyimpang.
__ADS_1
Fang An segera menyerahkan kedua gulungan surat itu kepada Mai Xixi, dan setelah Mai Xixi memasukkan kedua surat itu ke dalam Cincin penyimpanan nya, dia segera keluar dari dalam goa, dan malam itu juga Mai Xixi kembali pulang ke Benua Daratan Tandus.
"Baiklah sekarang aku akan memulai latihanku serta mengumpulkan energi Alam untuk melakukan Retret!" kata Fang An lalu dia memulai latihan.