SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Petir Api Dewa Penghancur


__ADS_3

***


Bertarung menghadapi seekor Anim Beast Bumi 3, itu sama saja dengan bertarung melawan seorang Yu Zhu elit hingga Yu Jing, jadi wajar jika Fang An dan Luo Ying tidak mampu untuk melawannya.


Untung saja ada Singa Es yang membantunya sehingga mereka masih bisa selamat, hanya saja Singa Es sendiri tidak akan mampu jika kembali beradu kekuatan serta bertarung dengan Ular Batu Sayap Naga.


Sisa-sisa petir masih terlihat di bekas ledakan itu, baik Fang An dan Luo Ying sama-sama terhempas dan Singa Es sempat terseret mundur akibat ledakan besar itu.


Ular Batu Sayap Naga masih terlihat di tempatnya, dia tidak menerima dampak apapun dari ledakan besar tersebut, dia hanya mendesis dan dengan sekali kepakan sayapnya, seluruh debu dan kabut langsung menghilang terbawa angin.


Fang An memegang dadanya yang terasa sakit setelah terkena hantaman ledakan itu, nafasnya sedikit memburu dan dia segera bangkit lalu menghampiri Luo Ying.


"Apakah kakak baik-baik saja?" tanya Fang An.


"Aku tidak apa-apa! Seperti yang kamu katakan tadi, dia benar-benar sangat kuat, bahkan dengan serangan tiga gabungan kita saja, itu tidak menimbulkan efek apapun padanya," kata Luo Ying namun dia sendiri juga merasakan sakit di dadanya.


"Bukankah sudah ku bilang, aku akan menarik perhatiannya dan kamu lari secepat mungkin dari sini," kata Fang An.


Luo Ying tetap teguh dengan pendiriannya sehingga membuat Fang An tidak tahu lagi harus meyakinkan Luo Ying dengan cara apa.


Singa Es meraung keras kemudian dia melesat maju menyerang Ular itu dengan cakaran serta gerakan yang sangat gesit.


Dengan sengitnya, Singa Es melakukan serangannya walau semuanya dapat dihindari dengan mudah oleh sang Ular.


Melihat Singa Es yang berusaha melawan Ular itu dengan seluruh kemampuannya, Fang An dan Luo Ying langsung ikut bergabung.


Fang An menggunakan Teknik Pukulan Inti Api dan Petir nya yang sudah diperkuat, sedangkan Luo Ying menggunakan Pedang Spiritual nya yang sudah dialiri energi Api menyerang ular itu.


Sang Ular yang memiliki tubuh lebih besar dari pohon kelapa itu mengibaskan ekornya kepada Singa Es, namun Singa Es dengan cepat juga melompat lalu mencakar sisik ular yang sangat tebal itu, dan cakarannya sama sekali tidak bisa melukainya selain memberikan bekas goresan yang membeku.


Pukulan Fang An juga sama sekali tidak memberikan kerusakan apapun di sisik ular itu, yang ada seluruh serangan Fang An hanya menyisakan asap saja.


Luo Ying sendiri menyerang mata dan hidung sanga ular dengan Pedang Spiritual api nya, dan ternyata Ular itu


menghindari serangan tersebut.


Tidak seperti sebelumnya saat Ular tersebut membiarkan tubuhnya di serang oleh Singa Es dan Fang An, kali ini dia justru menghindari serangan Luo Ying yang mengarah ke mata serta hidungnya.


Melihat hal itu, Fang An baru tahu jika kelemahan ular itu ada pada mata dan hidungnya, namun dia juga heran karena saat itu dia sempat menyerang ular itu dengan Petir Dewa Penghancur nya ke arah wajahnya, namun tidak terjadi apa-apa saat itu.


Setelah di ingat-ingat lagi dia baru sadar jika saat itu ada semacam pelindung di wajah Ular itu, sehingga serangannya tidak mempan.


"Sepertinya ada cara untuk mengalahkan ular itu Fang An!" kata Feng Huang.

__ADS_1


"Tapi bagaimana caranya? Dia itu bisa membuat pelindung di tubuh serta wajahnya!" kata Fang An yang saat ini juga berfokus menyerang wajah sang Ular dan dibantu oleh Singa Es.


"Ular itu menggunakan perisainya saat dia dalam posisi bertarung, namun saat dia melakukan pelepasan energi seperti tadi, dia pasti sudah membuka perisainya, hanya saja ini sangat berisiko," kata Feng Huang.


Di saat yang bersamaan, Ular itu sudah menggerakkan ekornya dan menghantam tubuh Singa Es hingga Singa Es terhempas menabrak pohon, lalu sayapnya di kibaskan kepada Luo Ying sehingga Luo Ying juga ikut terhempas.


Fang An berniat untuk mundur, namun Ular itu sudah lebih dulu memberikan serangan ekornya sehingga Fang An juga ikut terhempas.


Singa Es, Luo Ying dan Fang An benar-benar dibuat babak belur oleh Ular itu, dan mereka sama-sama mengalami luka dalam yang cukup parah, bahkan Luo Ying sampai tidak sadarkan diri.


Melihat Luo Ying yang tidak sadarkan diri dan Singa Es yang terluka, Fang An kembali bangkit setelah selesai memuntahkan seteguk darah segar, dia menghampiri Singa Es lalu berbicara padanya.


"Singa Es, tolong bawa pergi kakak Luo dari sini, aku akan mengalihkan perhatiannya," kata Fang An dengan suara berat karena nafasnya sesak akibat dadanya yang terasa sakit.


Singa Es jelas tidak mau meninggalkan Fang An sehingga dia mengeluskan kepalanya ke tubuh Fang An.


"Jangan membantah lagi Singa Es, lagipula aku juga tidak berniat mati dibunuh oleh ular itu, jadi dengarkan perintahku!" kata Fang An menegaskan.


Melihat Fang An yang menatapnya dengan serius, Singa Es akhirnya luluh dan mau menuruti perintah Fang An, dia menghampiri Luo Ying lalu dengan ekornya dia mengangkat Luo Ying ke pundaknya.


Singa Es menatap Fang An dengan pandangan sayu serta ragu, namun Fang An mengangguk padanya agar dia tidak perlu mengkhawatirkannya sehingga Singa Es segera berlari membawa Luo Ying yang tidak sadar diri.


Ular Batu Sayap Naga itu meraung keras saat melihat Singa Es kabur membawa Luo Ying, dia berniat mengejarnya karena dia tidak ingin ada satupun yang boleh kabur darinya, hanya saja Fang An menghadangnya.


"Beri aku sedikit energi mu guru," kata Fang An.


"Baik, terimalah Energi Petir Ungu ku ini Fang An," kata Feng Huang.


Seluruh tubuh Fang An memancarkan aura merah dan biru, setelah itu aura ungu juga muncul melapisi kedua aura sebelumnya.


Seluruh tanah bergetar saat tiga aura itu berubah menjadi tiga energi besar, yaitu Api, Petir biru Alami dan Petir Ungu.


Fang An akan mencoba menggabungkan Api dan dua petir itu dalam satu Bola Petir Dewa Penghancur nya, siapa tahu itu akan memiliki daya hancur yang bisa mengalahkan Ular tersebut.


Sang Ular dapat merasakan lonjakan besar dari tubuh Fang An, walau itu adalah kekuatan pinjaman, namun energinya cukup membuat Ular itu merasakan tanda bahaya.


Fang An mengulurkan tangannya dan kemudian Bola Petir Biru dan Ungu langsung terbentuk, kali ini kedua petir itu sama-sama menunjukkan kekuatan yang sama.


Begitu Bola Petir berhasil terbentuk sempurna, Fang An langsung mengalirkan Energi Apinya sehingga Bola Petir itu menyala menjadi Bola Petir Api yang begitu kuat.


Aura hawa Panas menyebar ke segala arah membentuk sebuah gelombang energi yang sangat panas, bahkan para binatang yang berada cukup jauh termasuk Singa Es merasakan hawa panas itu.


Belum lagi Petir yang keluar menyambar udara juga memancarkan kekuatan penghancur yang membuat Ular Batu Sayap Naga juga merasa terancam.

__ADS_1


Langit menjadi mendung, dan saat yang bersamaan Fu Lie Wei tiba di tempat pertarungan, dia melihat kedua sosok yang saling berhadapan, dan alangkah terkejutnya dia saat melihat Fang An yang sedang berhadapan dengan Ular itu.


"Huang An? Tapi kenapa bisa?" gumam Fu Lie Wei.


Fu Lie Wei juga terkejut dengan Bola Petir Api di tangan Fang An, dia juga merasakan jika yang ada di tangan Fang An itu sangatlah berbahaya, bahkan dirinya yang memiliki kemampuan Yu Zhu elit sangat yakin jika dia sendiri juga tidak akan mampu menahannya jika sampai Fang An melemparkan bola itu padanya.


Fu Lie Wei terpaksa sedikit menjauh karena kali ini badai panas mulai menerpanya.


Sang Ular langsung melebarkan kedua sayapnya dan dia membuka mulutnya lebar-lebar dan benar saja, begitu dia membuka mulutnya dan memunculkan cahaya biru itu, perisai yang melindungi wajahnya juga menghilang.


"Fang An, ini terlalu berisiko! Energi yang kamu ciptakan ini memiliki daya hancur yang sangat besar, kita belum tahu dampaknya, bisa saja nanti kamu akan terluka oleh energi mu sendiri!" kata Feng Huang yang tidak menduga jika Fang An begitu nekad menciptakan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh dirinya terdahulu.


"Untuk menghadapi kekuatan besar, harus dengan kekuatan yang besar juga guru," ucap Fang An kemudian dia melesat ke arah wajah sang Ular.


Kali ini dia tidak lagi melemparkan Bola itu, namun dia akan langsung mengkhatamkannya ke wajah sang Ular dari jarak dekat.


"Tidak jangan lakukan itu…!" teriak Fu Lie Wei yang menyadari maksud Fang An.


Fu Lie Wei mengumpulkan energi lebih besar ke kakinya lalu melesat menerobos panasnya badai yang tercipta dari Bola Petir Api di tangan Fang An, dia berniat menolong Fang An.


Fang An sendiri tidak menunggu Ular itu melepaskan Energinya, sebab hanya itu satu-satunya kesempatan untuk menyerang wajahnya.


Dengan menggunakan Teknik Langkah Petir nya, dia dengan cepat muncul di depan Ular itu sehingga membuat ular itu terkejut.


"Terimalah ini..!"


"Petir Api Dewa Penghancur."


Tanpa memikirkan akibatnya, Fang An langsung mengarahkan serangannya itu ke mulut Ular yang masih menganga, namun ular itu tidak sempat untuk melepaskan serangannya karena belum terkumpul.


Begitu Bola Biru dan Ungu serta ada api yang menutupinya menyentuh mulut sanga Ular, seluruh energi alam langsung terhisap ke bola itu, bahkan Fu Lie Wei yang melesat langsung menghentikan gerakannya karena merasa tidak akan sempat lagi untuk menolong Fang An, hanya saja tubuhnya langsung ditarik oleh energi yang muncul dari Bola aneh itu.


Bola tersebut berubah menjadi bola besar berwarna merah serta sambaran Petir Biru dan Ungu menyambar dari luar bola hingga di dalam bola, sedangkan Feng Huang segera menampakkan dirinya dan dia langsung melepaskan energi pelindungnya untuk melindungi Fang An yang kini juga terkena efek dari energi besar itu.


Beberapa saat kemudian Bola itu mengecil kembali ke mulut sang Ular lalu langsung meledak dengan daya ledak yang sangat dahsyat sehingga membuat seluruh hutan berguncang hebat, bahkan guncangannya sampai ke puncak Gunung Hunsu.


Fu Lie Wei langsung terhempas terkena ledakan besar itu, namun dia segera membuat perisai untuk menahan panas serta sambaran petir yang sangat besar.


Gu Yao He dan Shin He keluar dan mereka melihat asap hitam dari kejauhan yang membumbung tinggi menyerupai sebuah jamur awan, belum lagi kilatan petir dan awan hitam di atas hutan yang membuat Gu Yao He merasa merinding.


"Apa yang sebenarnya terjadi di sana?" batin Gu Yao He sedangkan Shin He merasa takjub melihat jamur awan yang semakin tinggi sebelum akhirnya sebuah gelombang kejut menghantam mereka.


Gu Yao He segera menciptakan perisai untuk melindungi seluruh gubuknya sehingga semuanya dapat terkendali tanpa menimbulkan kerusakan sedikitpun.

__ADS_1


"Energi ini….!?" Gu Yao He sedikit merasakan aura yang seperti dia kenal, namun hanya samar-samar saja dan pada akhirnya dia mulai mengkhawatirkan keadaan Fang An dan Luo Ying yang berada di dalam Hutan Sesat.


__ADS_2