SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Mengejar Bola kehidupan


__ADS_3

"Ehem, maaf jika kami sedikit terlambat! Sebelum kami memberikan latihan kepada kalian semuanya, kami ingin memperkenalkan para murid baru kepada kalian! Sebenarnya kalian sudah melihat sendiri kemampuan mereka terutama kemampuan yang dimiliki oleh Murid Fang!"


Fang An mengerutkan alisnya mendengar tetua diatas yang ingin menyambut dirinya serta anggotanya. "Apa yang ingin para tetua sampaikan sebenarnya?" batin Fang An.


"Untuk pertama kalinya Akademi ini kedatangan murid baru yang sudah mencapai tahap Yu Zha, ini sungguh mengejutkan sekaligus bisa juga dijadikan sebagai panutan untuk diri kalian sendiri, aku yakin sedikit banyaknya para murid baru pasti sudah mengetahui beberapa informasi lain mengenai murid-murid yang ada di akademi ini, jadi aku harap kalian terus berlatih agar semakin kuat!" kata Xhang Gugu.


Xhang Gugu memperhatikan semua murid-murid yang berdiri dengan tertib dibawah, dan setelah itu dia mulai mengumumkan akan latihan apa yang harus mereka kerjakan hari ini.


"Hari ini latihan yang akan kalian pelajari adalah, melakukan pengejaran terhadap ini!"


Semua murid termasuk Fang An melihat Xhang Gugu yang mengeluarkan bola-bola cahaya yang jumlahnya sangat banyak, belum lagi ukuran bola itu hanya sebesar batu kerikil atau setara dengan sebiji buah anggur.


"Ini adalah bola kehidupan yang masing-masing menyimpan Teknik beraneka ragam, dan tentunya teknik di dalam Bola bola kehidupan bukan Teknik biasa, jadi tugas kalian hanyalah menangkap bola yang cocok untuk mendapatkan teknik yang kalian inginkan, dan waktu kalian hanya setengah hari saja!" kata Xhang Gugu.


Setiap bola memang memiliki warna yang berbeda-beda, dan warna tersebut menunjukkan jika itu adalah teknik yang cocok dengan Spirit Root Elemen milik mereka masing-masing.


Hanya saja kendalanya adalah waktu yang hanya setengah hari saja, tujuan tersebut sebenarnya ingin melatih para murid agar berusaha untuk menggapai apa yang mereka inginkan serta harus tepat waktu, hasil dari semuanya akan terbayarkan dengan memperoleh Teknik baru.


"Itu adalah Bola kehidupan dari perpustakaan Akademi, di perpustakaan Akademi terdapat banyak jenis Teknik dari berbagai wilayah serta Benua, jadi kamu harus berusaha untuk menemukan Teknik yang cocok dengan mengejar bola itu sampai dapat!" kata Yang Qing.


"Bola kehidupan dan Teknik tersembunyi di dalam bola itu! Jika sampai satu Bola diminati oleh dua atau tiga murid lainnya, mereka pasti akan saling berebut dan mungkin akan ada pertarungan," kata Fang An.


"Itu sudah biasa sering terjadi, sebab persaingan disini terlalu keras! Kalian juga harus berhati-hati nantinya jika sampai terjadi pertarungan karena merebut bola yang sama, jika merasa melawan seorang diri tidak mampu, segeralah meminta bantuan kepada kelompok kalian!" kata Yang Qing.


"Kalian semua segera bersiap!" kata Lao Yang He.


Han Yuwei membuat segel tangan dan kemudian muncul pintu sihir aneh yang di dalamnya berwarna biru, setelah itu Xhang Gugu melepaskan seluruh bola-bola yang berjumlah sangat banyak kedalam pintu itu.


"Apa itu?" Fang An kebingungan melihat pintu tersebut.


"Jangan bengong saja, ayo cepat masuk dan kejar bola itu!" kata Yang Qing yang berlari dengan kelompoknya untuk memasuki pintu sihir tersebut.


Melihat semua murid berebut untuk memasuki pintu sihir aneh itu, Fang An dan kelompoknya bergegas kesana, hanya saja jumlah murid yang terlalu banyak membuat jalan masuknya sangat sesak.


"Menyingkirlah..!" kata salah seorang gadis yang memegang cambuk seraya melepaskan cambukannya ke arah para murid yang berdesak-desakan.


Gelombang tanah langsung tercipta dari cambukan itu, dan beberapa murid langsung terhempas begitu saja setelah itu sang gadis beserta kelompoknya itu bergegas memasuki pintu Sihir.


Tidak hanya gadis itu saja yang melakukan serangan agar mendapatkan jalan, beberapa sosok murid yang memiliki aura sangat kuat juga melakukan hal yang sama, dan salah satunya adalah Hun Wang.


"Jadi cara seperti ini juga diperbolehkan?"


Fang An tidak mau ambil pusing lagi, dia langsung mengumpulkan energinya di tenggorokannya dan kemudian dia melepaskan tekniknya kearah murid-murid yang kembali memenuhi pintu masuk.


"Teknik Suara Seribu Guntur."


Fang An melepaskan suaranya sehingga membuat murid-murid yang ada di depannya terhempas serta pendengaran mereka mendengung keras, bahkan banyak yang berhasil berdiri dengan posisi tidak stabil karena merasa pusing.


"Ayo kita segera masuk!" kata Fang An kepada anggotanya.


Fang An menerobos murid-murid yang masih terbaring dan juga ada yang masih pusing, kesempatan itu membuat kelompok Petir Langit bisa mendapatkan jalan tanpa harus berdesak-desakan.


Apa yang dilakukan oleh Fang An berhasil menarik perhatian beberapa kelompok yang tidak terkena dampak dari Suara Seribu Guntur yang dilepaskan oleh Fang An, bahkan beberapa kelompok mengambil keuntungan tersebut untuk memasuki pintu sihir.


Kebanyakan para kelompok senior masih belum bereaksi saat melihat kelompok baru yang memiliki kemampuan besar bisa melepaskan teknik unik seperti itu, tidak sedikit juga yang menanyakan akan siapa sosok tersebut dan dari anggota kelompok mana sosok itu berasal.

__ADS_1


Bagi yang belum melihat sosok Fang An di Batu Segitiga, tentu mereka tidak mengetahui sosok tersebut, namun bagi yang sudah pernah melihatnya di Batu Segitiga, mereka terlihat hanya bisa saling berpandangan.


***


Fang An dan kelompoknya yang sudah berada di dalam terkejut saat melihat ke sekeliling mereka, ternyata pintu sihir itu mengarah ke sebuah hutan aneh, dimana hutan tersebut terlihat seperti hutan rekayasa, karena pepohonan yang ada tidak tumbuh di atas tanah, melainkan tergantung di udara.


"Dunia macam apa ini?" tanya Yan Hang.


"Tidak perlu memikirkan akan dunia apa ini, sebaiknya kita segera mengejar bola-bola yang terbang itu!" ucap Fang An dan kemudian dia memimpin anggotanya untuk mengejar beberapa bola yang beterbangan.


Karena pohon-pohon di dunia tersebut terbalik, jadi akar-akarnya juga terlihat tergantung di udara, dan banyak murid-murid yang berlari melompati setiap akar untuk mengejar Bola Kehidupan.


"Kalian semua berpencar dan cari bola kalian masing-masing, jika ada lawan yang lebih kuat yang tidak bisa kalian hadapi, segera panggil anggota yang lainnya untuk membantu!" kata Fang An.


Mereka semua segera berpencar mengejar bola-bola yang beterbangan, sedangkan Fang An saat ini sedang menatap bola berwarna putih yang terkadang mengeluarkan sambaran petir kecil.


"Sepertinya Bola itu menyimpan Teknik dari elemen Petir!" gumam Fang An dan kemudian dia mengumpulkan Qi di kedua kakinya lalu dengan cepat dia terbang mengejar Bola Kehidupan berwarna putih itu.


Karena semua murid sedang sibuk mengejar Bola mereka masing-masing, jadi tidak ada yang sempat memperhatikan Fang An yang sedang terbang mengejar bola nya.


Tidak butuh waktu lama bagi Fang An untuk mendapatkan bola yang diincarnya itu, karena dia bisa terbang di udara, Fang An merasa tidak kesulitan untuk menangkap bola incarannya.


Fang An memegang Bola putih itu dan kemudian dia mengalirkan Elemen Petir nya untuk membelah bola tersebut, dan begitu bola itu terbuka, sebuah gulungan kecil langsung keluar dan kemudian berubah menjadi gulungan besar.


"Teknik Sambaran Petir Suci, teknik ini berasal dari Sekte Awan Petir Langit! Apakah guru mengetahui teknik ini?" tanya Fang An.


"Guru?"


Fang An kebingungan karena Feng Huang sama sekali tidak menjawab, bahkan sejak dia pertama kali bertemu dengan keempat Tetua hingga saat ini, baik Feng Huang dan Wang Lao Yi sama sekali tidak bersuara.


Karena tidak ada respon sama sekali, Fang An langsung memasukkan gulungan tersebut ke dalam Cincin penyimpanan bumi nya, setelah itu dia melihat bola petir lainnya yang berwarna hitam.


Bola hitam itu terlihat seperti langit malam, hanya saja Fang An melihat bola itu sesekali melepaskan sambaran petir kecil berwarna hitam, karena itu Fang An kebingungan melihatnya.


"Sebaiknya aku menangkapnya dulu!" batin Fang An dan kemudian dia berniat untuk mengejar Bola hitam tersebut, namun seorang pemuda berwajah tampan mendahuluinya.


Melihat pemuda itu juga berniat untuk menangkap Bola hitam aneh tersebut, Fang An tidak tinggal diam, dia segera melesat dengan kecepatan tinggi, dan dalam sekejap saja, dia sudah muncul di samping pemuda itu yang juga hampir meraih Bola hitam.


Pemuda itu sontak terkejut, namun dia juga tidak mau mengalah sehingga dia melepaskan serangan tangan untuk menyingkirkan tangan Fang An yang juga ingin meraih Bola hitam.


Ternyata serangan pemuda itu mampu ditepis oleh Fang An, lalu pemuda tersebut kembali mengejar Bola hitam seraya bertarung dengan Fang An.


"Junior, sebaiknya kamu jangan memaksa diriku untuk berbuat kasar padamu!" ucap pemuda itu yang berusia 17 tahun.


"Maaf Senior, tapi aku juga menginginkan Bola hitam itu!" jawab Fang An.


Pemuda itu semakin kesal setelah mendengar jawaban Fang An, dia langsung melepaskan energi Qi nya sehingga gelombang kejut serta hembusan angin menyebar ke segala arah.


"Yu Zha Tingkat 4 ternyata!" gumam Fang An dan kemudian dia mengaktifkan Langkah Petir nya lalu mengabaikan pemuda itu dengan melesat meninggalkannya untuk menangkap Bola hitam.


"Cepat sekali anak muda itu!"


Pemuda tersebut jelas terkejut melihat kecepatan yang ditunjukkan oleh Fang An, tidak hanya dia yang merasa kesal karena diabaikan oleh Fang An, pemuda itu hanya bisa mengumpat saat melihat Fang An yang berhasil meraih Bola hitam tersebut dalam satu kali gerakan.


Walau Fang An sudah mendapatkan Bola hitam tersebut, namun pemuda itu tetap bersikeras untuk merebutnya dari tangan Fang An.

__ADS_1


Pemuda itu mempercepat pengejarannya dan kemudian dia berhenti tepat di hadapan Fang An yang sudah berhasil menggenggam Bola hitam nya, dan dengan wajah memerah, pemuda itu mengulurkan tangannya meminta Bola hitam tersebut kepada Fang An.


"Serahkan Bola hitam itu padaku! Jika kamu menyerahkannya, maka aku tidak akan menyimpan dendam apapun kepadamu di masa depan," ucap pemuda tersebut.


"Senior ini bagaimana? Bukankah aku yang sudah mendapatkan Bola ini terlebih dahulu, apakah senior tidak malu jika meminta barang yang sudah dimiliki oleh orang lain dengan kata ancaman?" kata Fang An.


"Junior, apakah kamu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa? Aku adalah Lin Ying dari kelompok Pedang Bintang yang menduduki Rangking kedua!" kata Pemuda tersebut.


"Hem! Aku adalah murid baru, jadi aku tidak tahu dan tidak mengenal senior!" jawab Fang An, namun Fang An sempat terkejut karena ternyata sosok pemuda di hadapannya itu adalah anggota kelompok yang menduduki posisi kedua Ranking teratas.


Hanya saja Fang An merasa aneh, sebab sosok pemuda yang bernama Lin Ying itu memiliki kemampuan Yu Zha Tingkat 4, seharusnya kelompok yang menduduki posisi kedua Ranking teratas setidaknya memiliki kemampuan Yu Zha Tingkat 8 atau mungkin 9.


"Kamu benar-benar mencari kematian! Untuk memberikan pelajaran padamu, aku tidak perlu memanggil kakak ku, aku sendiri sudah lebih dari cukup untuk memberimu pelajaran agar kamu tahu seperti apa itu kekuatan Kelompok Pedang Bintang," kata Lin Ying seraya mengulurkan tangannya dan kemudian sebilah pedang berwarna hitam berkilauan muncul di tangannya.


Fang An hanya bisa menatap pemuda itu dalam diam, setelah memperhatikan Lin Ying yang sepertinya bersungguh-sungguh ingin bertarung dengannya, Fang An hanya bisa menghela nafas panjang dan kemudian dia juga melepaskan Energinya.


Tubuh Fang An di selimuti oleh dua aura merah dan biru, bahkan percikan petir yang mulai menjalar di sekujur tubuhnya membuat sebuah retakan di kulit Fang An yang menyebar hingga sampai ke lehernya.


"Heh! Kemampuan Yu Zha Tingkat 1 saja, kalau begitu terimalah ini!"


"Teknik Cahaya Pedang Bintang."


Lin Ying tanpa ragu menyerang Fang An dengan Pedang Hitam nya, satu kali tebasan pedang yang ia lepaskan membentuk sebuah energi pedang hitam yang melesat jauh hingga memotong kayu besar.


Setiap tebasannya yang dihindari oleh Fang An membuat banyak pepohonan yang terpotong, belum lagi setiap tebasannya hampir mengenai beberapa murid yang sedang mengejar Bola kehidupan.


Fang An yang sudah mengaktifkan tubuh Bertarungnya dapat dengan mudah menghindari setiap serangan yang mematikan tersebut, dengan mata bercahaya birunya, dia mampu melihat gerakan Lin Ying yang sangat cepat.


Bagi orang lain dan Lin Ying sendiri, serangannya sangatlah cepat, hanya saja Fang An yang menggunakan Mata Cahaya Petir nya melihat gerakan Lin Ying menjadi sangatlah lambat.


Ini adalah pertama kalinya Fang An melihat gerakan lawannya seperti melambat, sejak mencapai tahap Yu Zha, Fang An belum pernah menggunakan Mata Cahaya Petir nya, begitu dia menggunakannya dalam bentuk Tubuh bertarungnya, ternyata Mata Cahaya Petir nya memiliki kemampuan untuk melihat gerakan apapun menjadi sangat lambat.


"Jika begini, aku bisa mengalahkannya hanya dengan menggunakan Teknik Pukulan Inti Api dan Petir saja!" batin Fang An dan kemudian dia mengumpulkan kedua elemennya di kepalan tangannya.


Lin Ying yang semakin terbakar amarah merubah teknik serangannya menjadi serangan jarak jauh, hanya saja Fang An dengan Teknik Langkah Petir nya tidak memberikan jarak bagi Lin Ying.


Saat Lin Ying berusaha memfokuskan diri untuk mendapatkan jaraknya agar bisa melepaskan Teknik serangan jarak jauhnya, tiba-tiba saja Fang An sudah kembali muncul dengan kepalan tangan yang ditutupi oleh cahaya merah dan biru.


Mata Lin Ying melotot menatap kepalan tangan Fang An yang memiliki hawa panas serta ada sambaran petir kecilnya, sedangkan Fang An dengan gerakan cepat melepaskan pukulannya.


"Pukulan Inti Api dan Petir."


Fang An segera meluncurkan pukulannya itu ke dada Lin Ying, namun saat hampir mengenai dada Lin Ying, tubuh Lin Ying tiba-tiba saja ada yang menarik dan kemudian sebuah energi hitam muncul menjadi perisai pelindung.


"Bamm!"


Suara ledakan redam menciptakan gelombang kejut yang membawa angin menyebar ke segala arah, dan semua murid yang berhenti sejak pertarungan Lin Ying melawan Fang An di mulai kini menatap sosok bertubuh tinggi serta penampilannya yang juga ideal.


"Lin Hang!"


Para murid berteriak histeris saat melihat sosok bertubuh tinggi dengan penampilan yang ideal tersebut, yang berteriak-teriak rata-rata adalah para gadis-gadis.


"Lin Ying! Kenapa kamu membuat keributan seperti ini?" tanya sosok tersebut yang bernama Lin Hang.


"Kakak! Murid baru itu telah berani merebut Bola Kehidupan hitam yang seharusnya menjadi milikku!" jawab Lin Ying.

__ADS_1


Fang An mengukur kemampuan sosok yang bernama Lin Hang yang berada di samping Lin Ying, Fang An tidak menyangka jika pria berusia 20 tahunan itu memiliki kemampuan Puncak Yu Zha.


"Orang ini pasti adalah Ketua Kelompok Pedang Bintang!" batin Fang An yang langsung mengetahui akan identitas Lin Hang dari kemampuan yang dimilikinya.


__ADS_2