
"Ayo kakak hajar anak itu..!"
"Jangan beri ampun anak Klan kecil itu kakak!"
Dua anak teman Mu Xao Tang terus menyemangatinya agar menghajar Fang An, sedangkan Mu Xao Tang terus berusaha menyerang Fang An dengan tangan kosongnya.
Karena masih tidak mengerti akan alasan Mu Xao Tang menyerangnya, Fang An sama sekali tidak memberikan pembalasan apapun, dia hanya menghindari serangan Mu Xao Tang dengan mudahnya.
Setiap serangan yang dilepaskan oleh Mu Xao Tang mampu membuat goresan di batu, itu pertanda Mu Xao Tang sudah bisa mengontrol energinya yang digabungkan dengan serangannya yang sangat berbahaya.
Cara ini sama seperti Fang An saat menggunakan Teknik Pukulan Inti Api dan Petir, hanya saja setiap serangan Mu Xao Tang selalu bisa ditebak sehingga Fang An dengan mudahnya menghindar sekaligus menepis setiap serangan Mu Xao Tang.
"Apakah kamu hanya bisa menghindar saja?" tanya Mu Xao Tang dengan suara geram dan penuh emosi sebab Fang An selalu berhasil menghindari serangannya dengan mudah.
"Aku tidak memiliki dendam apapun padamu, kenapa aku harus bertarung melawanmu?" jawab Fang An seraya bertanya.
Mu Xao Tang menekuk jari telunjuknya seraya berkata, "Aku tidak akan membiarkan mu merebutnya dariku, hanya aku yang pantas menjadi penerus ketua Klan Mu, dan bukan dirimu yang berasal dari Klan luar!" ucap Mu Xao Tang seraya melepaskan serangannya kembali.
Fang An melompat kesamping menghindari serangan jari Mu Xao Tang seraya berkata, "Aku tidak berniat untuk menjadi calon ketua Klan kalian, aku memiliki Klan sendiri, jadi untuk apa aku harus merebut posisi ketua Klan mu? Sepertinya kamu sudah salah paham padaku!" kata Fang An lalu dia berputar hingga berada tepat di belakang Mu Xao Tang dan mendorong punggung Mu Xao Tang ke arah kedua temannya berada.
Mu Xao Tang berhasil ditahan oleh kedua temannya agar tidak jatuh tersungkur ke tanah, dia berbalik dan menatap Fang An dengan penuh amarah.
"Lepaskan aku!" bentak Mu Xao Tang kepada kedua temannya yang memegangi dirinya lalu dia maju kembali ke hadapan Fang An.
"Kau bilang tidak berniat untuk menjadi calon ketua Klan kami dimasa depan, tapi kamu terlihat sangat dekat dengan Nona Muda, bukankah itu sudah cukup jelas jika kamu mengincar Nona muda dan ingin menjadi menantu Klan Mu supaya bisa mewarisi jabatan bukan? Aku akan menghajar siapa yang berani mendekati Nona muda, karena hanya akulah yang pantas untuk menjadi pendampingnya di masa depan, dan bukan kamu yang berasal dari Klan lemah!" kata Mu Xao Tang dengan mata melotot penuh dengan kecemburuan yang mengakibatkan dirinya menjadi sangat emosional.
Mendengar perkataan Mu Xao Tang, akhirnya Fang An mengerti jika sebenarnya Mu Xao Tang cemburu padanya dan mengira jika dirinya dan Mu Yi Ling memiliki hubungan.
"Jadi itu masalah mu? Hem..! Perlu kamu tahu aku dan Mu Yi Ling hanya berteman saja tidak lebih dari itu!" kata Fang An.
"Jangan membodohi ku! Sebaiknya kamu lawan aku agar aku tahu seberapa kuatnya dirimu, jika kamu menang melawanku, itu artinya kamu memang pantas untuk menjadi calon bagi Nona Muda ku, jika tidak maka kamu dan ayahmu harus pergi dari kediaman Klan kami!" ucap Mu Xao Tang.
__ADS_1
"Anak muda ini benar-benar sudah kehilangan akal, apa dia tidak bisa mengukur kemampuan lawannya?" kata Feng Huang yang sejak tadi mendengarkan obrolan keduanya.
"Sepertinya memang begitu! Dia mungkin tidak bisa merasakan kemampuan orang lain, tapi aneh kenapa dia bisa mencapai Tahap Yu Zhe Tingkat 9 namun tidak bisa mengukur kemampuan lawannya?" Fang An juga ikut bingung.
"Inilah contoh jika menaikkan tingkat Praktik dengan bantuan Pil tidak akan memiliki kemampuan yang sebenarnya, dia itu sebenarnya cacat dalam berkultivasi!" kata Feng Huang.
Kemampuan Mu Xao Tang bisa di ibaratkan dengan kekuatan tanpa isi, walau memiliki kemampuan yang sangat baik, namun isi di dalam tubuhnya masih kosong.
"Bersiaplah menerima serangan ku!"
Mu Xao Tang mengeluarkan Pedang Spiritual nya lalu mengelirkan Qi nya sehingga pedang kayu itu berubah menjadi hitam legam seperti logam.
"Tebasan Angin Kelelawar."
Mu Xao Tang melompat lalu menebas ke arah Pundak Fang An, hanya saja Fang An memiringkan badannya sehingga tebasan itu meleset.
Energi pedang angin yang meleset keluar dan menghujam tanah hingga menciptakan sebuah goresan besar, dan pedang di tebas ke samping mengarah ke perut Fang An.
Tangan Mu Xao Tang sangat kesemutan setelah terkena aliran sambaran petir kecil Fang An, padahal Fang An sudah meminimalkan energinya sekecil mungkin agar tidak menyakiti Mu Xao Tang.
"Kakak!"
Kedua temannya langsung menghampiri Mu Xao Tang yang tangannya terasa sedikit sakit, dia menatap Fang An dengan penuh amarah sedangkan Fang An berbalik badan seraya berkata, "Maaf, aku tidak ada waktu untuk meladeni mu," ucapnya kemudian dia berniat pergi menyusul orang-orang yang sudah sangat jauh menyusul Gu Yao He dan Taring Penghisap Darah yang sudah sampai di Kota.
"Dasar Klan Fang lemah, kalian selalu saja merepotkan Klan Mu, pantas saja Klan Fang hancur, itu karena kalian lemah!" kata Mu Xao Tang.
Fang An menghentikan langkahnya sesaat seraya mengepalkan kedua tangannya erat-erat, namun dia berusaha untuk tetap tenang dan berniat pergi, namun perkataan Mu Xao Tang yang terus berlanjut membuat Fang An benar-benar tidak bisa lagi menahannya.
"Kenapa? Apakah kamu tahu jika ayahmu itu sangat bodoh, belum lagi ibumu! Aku yakin ibumu berpura-pura jadi tahanan agar dia bisa mendapatkan kehangatan banyak orang di sana, sebab aku yakin ibumu adalah wanita nakal!" kata Mu Xao Tang kemudian dia dan kedua temannya tertawa terbahak-bahak.
Fang An yang menundukkan kepalanya mengeluarkan aliran petir dan apinya yang menyala di kedua kepalan tangannya, matanya mulai memancarkan cahaya putih terang dan kemudian dia menatap ketiga pemuda itu dengan tatapan dingin.
__ADS_1
"Berani sekali kalian menghina ibuku! Walau kalian adalah anggota Klan Mu yang telah berjasa membantu Klan ku, tapi kali ini kalian sudah melewati batasan!"
Ucap Fang An lalu retakan tiga warna muncul di leher hingga sampai ke dagunya, kali ini amarahnya benar-benar memuncak dan dia langsung melepaskan gelombang energi yang membuat Mu Xao Tang dan kedua temannya hampir terlempar.
"Energi ini…!?"
Mu Xao Tang langsung bisa merasakan kekuatan Yu Zhi yang keluar dari dalam tubuh Fang An, sebelumnya dia sama sekali tidak mengukur kemampuan pemuda di hadapannya itu, karena menurutnya Fang An pasti masih berada di Tahap Yu Zhe yang sama dengan dirinya.
Namun sekarang dia baru tahu jika pemuda di hadapannya itu memiliki kemampuan Yu Zhi, hal ini membuat Mu Xao Tang dan kedua temannya saling berpandangan satu sama lain.
Fang An menarik kepalan tangannya lalu dia bersiap melesat dengan menyiapkan Teknik Pukulan Inti Api dan Petir nya kepada Mu Xao Tang, namun belum sempat dia menghentakkan kakinya, Mu Yi Ling datang dan menahan Fang An agar tidak menyerang Mu Xao Tang.
"Fang An tahan seranganmu! Kalian bertiga cepat minta maaf sekarang juga pada Fang An, jika tidak aku akan mengadukan kalian kepada Ayah atas penghinaan serta kelakuan buruk kalian kepada Fang An!" kata Mu Yi Ling.
Mu Xao Tang dan kedua temannya terkejut serta tidak menduga jika Mu Yi Ling sudah mengetahui semuanya, mereka tidak tahu jika sejak awal Mu Yi Ling sudah mengamati mereka dan tentunya saja Mu Yi Ling mengetahui semuanya.
Nyatanya Fang An sama sekali tidak menghiraukan Mu Yi Ling, dia yang sudah dibakar api amarah segera melesat bagai kilat ke arah Mu Xao Tang, hal itu membuat Mu Yi Ling terkejut sebab kecepatan Fang An lebih dari yang ia pikirkan.
"Pukulan Inti Api dan Petir."
Suara teriakan keras Mu Xao Tang dengan kedua temannya tertutupi oleh suara ledakan dari serangan Fang An, mereka bertiga sama-sama jongkok dengan mengangkat tangan mereka masing-masing menutupi kepala karena takut terhadap serangan Fang An.
Ternyata Fang An tidak mengarahkan pukulannya kepada Mu Xao Tang, dia memukul tembok ke samping Mu Xao Tang sehingga pukulan mengenai tembok hingga jebol.
Mu Xao Tang dengan tubuh gemetar melihat sisa kilatan petir di tembok menelan seteguk air liurnya, begitu juga dengan kedua temannya, mereka tidak bisa membayangkan andai terkena pukulan itu.
"Andai tidak mengingat jasa Paman Mu kepada Klan ku, aku pastikan kepala kalian hancur seperti tembok itu!" ucap Fang An dengan nada dingin.
Mu Yi Ling menghela nafas lega setelah melihat Fang An yang tidak melukai Mu Xao Tang, walau Mu Xao Tang adalah anak yang menyebalkan, namun tetap saja Mu Xao Tang adalah pemuda harapan Klan nya.
Fang An berbalik kemudian dia melompat meninggalkan mereka semuanya menyusul yang lainnya, sedangkan Mu Yi Ling mendekati mereka dengan tatapan kesal.
__ADS_1
"Kalian bertiga sungguh membuat Klan Mu malu besar, andai Fang An tidak memandang ayahku, kalian bertiga pasti sudah mati!" ucap Mu Yi Ling lalu dia pergi berlalu meninggalkan Mu Xao Tang yang hanya bisa diam ketakutan.