
***
"Ayo Singa Es, kita pergi menyusul Tuan mu!" kata Luo Ying.
Sudah dua malam mereka beristirahat sekaligus mengobati diri, berkat Luo Ying sekarang Singa Es sudah pulih sepenuhnya, dan sudah tiba waktunya untuk menyusul Fang An di dalam hutan.
Kali ini tidak akan sulit lagi untuk mencari Fang An, karena Singa Es ada bersama Luo Ying. Saat mereka berjalan melewati bekas pertarungan, alangkah terkejutnya Luo Ying melihat hutan bekas pertarungan itu sudah menjadi arang, bahkan terlihat seperti lingkaran hutan gundul yang memiliki luas lingkaran 10 meter sekelilingnya.
"Apakah ini murni pertarungan antara Adik Fang melawan Ular itu?" tanya Luo Ying kepada dirinya sendiri seraya menatap jasad ular itu yang saat ini di kerumuni oleh Anim Beast lain.
Tubuh Ular itu hampir habis di makam Anim Beast lain, dan begitu Luo Ying dan Singa Es tiba, mereka semua lari berhamburan karena kemunculan Singa Es.
Singa Es juga tidak bisa menahan diri lagi, dia langsung menghampiri tubuh Ular itu yang masih tersisa lalu memakannya dengan rakus.
Melihat itu perut Luo Ying ikut berbunyi, dia juga merasa lapar sehingga hanya bisa menelan ludah saat melihat Singa Es yang makan dengan sangat rakus.
Daging Anim Beast memang bisa dimakan, selain dapat mengenyangkan perut, daging Anim Beast juga memiliki khasiat memulihkan stamina serta menambah pusaran Qi.
Mengingat Ular itu adalah Anim Beast Bumi 3, tentu saja Luo Ying tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut, dua segera menghampiri Singa Es lalu memotong dagingnya dan kemudian membakarnya dengan elemen apinya.
Mereka berdua makan hingga merasa sangat kenyang, bahkan mereka juga tidak mampu menghabiskan sisa daging Ular itu sehingga Luo Ying memotong-motong daging itu kecil-kecil lalu menyimpannya di dalam cincin penyimpanan Bumi nya.
Ketika akan melanjutkan perjalanan mereka, Luo Ying dan Singa Es merasakan hangat dari dalam tubuh mereka.
"Ini…!?" Luo Ying merasakan Qi nya bertambah beberapa pusaran bahkan Qi nya mulai keluar dan berputar mengelilingi tubuhnya.
Begitu juga dengan Singa Es, kabut dingin juga keluar sehingga mereka berdua sadar jika mereka akan naik tingkat.
Ini tidak seperti biasanya, Luo Ying sudah pernah memakan daging Anim Beast, namun kali ini rasanya sangat berbeda, belum perna dia merasakan lonjakan seperti saat ini, biasanya dia memiliki tambahan pusaran Qi sebanyak dua pusaran setelah memakan daging Anim Beast, namun kali ini Qi nya melebihi batas Dantian nya sehingga dia akan segera naik ke tingkat 5 hanya dengan memakan daging ular itu sekali.
Luo Ying segera duduk bermeditasi untuk menaikkan tingkat Kultivasinya, begitu juga dengan Singa Es, keduanya sama-sama terdiam dan setelah hampir setengah hari, ledakan energi keduanya langsung menyebar.
Luo Ying berhasil naik tingkat dari Yu Zhi Tingkat 3 naik ke Yu Zhi Tingkat 5, itu artinya dia naik dua tingkat sekaligus sehingga Luo Ying merasa sangat senang.
Singa Es sendiri juga semakin kuat, walau dia masih belum naik ke Bumi 3, namun tambahan Energinya setidaknya sudah bisa melawan seekor Anim Beast Bumi 3, hanya saja Singa Es belum tentu bisa membunuhnya sebab jaraknya masih jauh untuk bisa mengalahkan Anim Beast Bumi 3.
"Jika aku memberikan Adik Fang daging ini, dia pasti akan langsung menerobos ke Yu Zhi! Aku harus menyisakan ini untuknya," gumam Luo Ying yang ingin agar Fang An nanti juga memakannya supaya dia bisa naik ke Tahap Yu Zhi.
Keduanya kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju ke arah Fang An berada, dan setelah sore hari, mereka melihat Goa itu, sedangkan Singa Es sudah pernah memasukinya sehingga tanpa ragu lagi dia bergegas berlari ke arah Goa dan susul oleh Luo Ying.
Ketika sampai di mulut Goa, Luo Ying melihat Fang An sedang duduk bersama seorang wanita cantik, namun Luo Ying bukan terkejut karena ada wanita cantik yang menemani Fang An, namun dia terkejut karena merasakan kekuatan wanita itu.
"Seorang Yu Zhu elit..!" gumam Luo Ying.
***
Fu Lie Wei kembali dari perburuannya dengan membawa dua ekor kelinci bertanduk sebesar angsa, setelah itu dia langsung membuat api dan membakar dua kelinci bertanduk itu untuk di makan.
Setelah masak, nyatanya mereka berdua hanya memakan satu ekor saja, sebab itu sudah cukup mengenyangkan, bahkan masih ada sisa, dan satu lagi untuk cadangan makan malam.
"Huang An, Teknik apa yang kamu gunakan untuk membunuh Ular itu? Baru kali ini aku melihat Teknik aneh seperti itu!" tanya Fu Lie Wei.
__ADS_1
"Itu teknik yang baru aku buat, namanya Teknik Petir Dewa Penghancur yang aku Kombinasikan dengan elemen api, jadi namanya adalah Teknik Petir Api Dewa Penghancur," jawab Fang An.
"Teknik itu sangat mengerikan sekali, daya hancurnya sangat besar, dari mana kamu mempelajarinya?" tanya lagi Fu Lie Wei.
"Iya dari guruku!" jawab Fang An.
"Owh!" Fu Lie Wei hanya mengangguk pelan lalu memeriksa kembali luka bakar di punggung Fang An yang mulai menghilang.
"Sangat mujarab sekali daun itu!" kata Fu Lie Wei.
Fang An nyatanya tidak pelit untuk memberitahukan nama tanaman tersebut kepada Fu Lie Wei, dia juga menjelaskan khasiat yang terkandung di dalam Rumput Daun Trisula itu.
Semakin lama hubungan keduanya semakin akrab, bahkan sudah mulai bercanda, hanya saja mereka masih belum memperkenalkan jati diri mereka masing-masing.
Fu Lie Wei terus merawat Fang An hingga mereka sudah dua malam berada di dalam goa, dan sekarang luka bakar itu hampir menghilang, dan mereka yakin Fang An akan sembuh sepenuhnya esok hari karena keajaiban Rumput Daun Trisula.
Seperti biasanya keduanya saling bercanda, dan ketika mereka sedang asik bersenda gurau, tiba-tiba saja Singa Es muncul dan berlari menghampiri Fang An.
"Singa Es..!" Fang An langsung memanggilnya dan Singa Es langsung menghampirinya lalu mengelus-eluskan kepalanya kepada Fang An seraya menjilatinya.
"Hahaha.. Hentikan Singa Es, kamu membuatku geli, hahaha..!"
Fu Lie Wei tertawa kecil melihat Singa Es yang seperti sangat merindukan tuannya, setelah itu dia merasakan kehadiran seseorang dan menoleh ke arah mulut Goa.
"Siapa kamu?" tanya Fu Lie Wei seraya menatap tajam.
"Kakak Luo!" Fang An langsung memanggilnya setelah melihat ke hadiran Luo Ying di mulut Goa.
"Iya!" jawab Fang An.
Luo Ying segera menghampiri mereka lalu dia menyapa Fu Lie Wei, "Maafkan saya karena tidak langsung memperkenalkan diri kepada Senior, nama saya Luo Ying," kata Luo Ying yang memperkenalkan diri dengan sopan.
"Aku juga minta maaf karena sudah mencurigai mu, namaku Lie Wei!" kata Fu Lie Wei.
"Senior Lie, terima kasih karena telah menyelamatkan adik saya, jika tidak mungkin adik saya sudah di makan oleh Anim Beast Bumi 3 itu!" kata Luo Ying yang mengira jika yang membunuh Ular itu adalah Fu Lie Wei.
"Aku hanya menolongnya saja, dan aku tiba di sana saat Ular itu sudah mati di bunuh oleh nya!" ucap Fu Lie Wei.
Luo Ying merasa tidak percaya, tidak mungkin Ular itu mati di bunuh oleh Fang An, dia yakin jika wanita cantik di hadapannya itulah yang sudah membunuhnya namun dia tidak mengakuinya.
"Kakak, sepertinya tingkat Kultivasi mu sudah naik!" kata Fang An yang menyadari jika Luo Ying sudah naik dua tingkat.
"Owh iya, aku berhasil naik dua tingkat setelah memakan daging ular itu tadi, aku juga membawakannya untukmu!" jawab Luo Ying.
"Kalian berdua apa benar masuk Hutan ini hanya untuk mencari Tikus Api?" tanya Fu Lie Wei.
"Iya, guru kami menyuruh kami untuk berburu dan menangkap Tikus Api, hanya saja kami tidak menemukannya," jawab Luo Ying.
"Sebenarnya siapa guru kalian?" tanya lagi Fu Lie Wei.
"Kami adalah murid Gu Yao He," jawab Luo Ying.
__ADS_1
Fu Lie Wei terkejut mendengarnya lalu dia menatap Fang An dan dari sini dia paham kenapa Fang An sangat ahli dalam bidang pengobatan.
"Ternyata kamu adalah murid Sesepuh Raja Pil? Kenapa kamu tidak memberitahukan itu padaku?" tanya Fu Lie Wei kepada Fang An.
"Kamu sendiri yang tidak bertanya!" jawab Fang An.
"Kenapa aku harus bertanya dulu? Jika sejak awal kamu memberi tahuku jika kamu murid si Raja Pil, aku tidak akan menuduhmu yang bukan-bukan!" celoteh Fu Lie Wei.
"Hah..! Kamu sendiri yang langsung melabrak dan menuduhku yang bukan-bukan!"
Keduanya langsung berdebat dengan pertengkaran yang membuat Luo Ying menatap keduanya secara bergantian.
Melihat keduanya yang terlihat sangat akrab, Luo Ying merasa keduanya seperti sudah lama saling kenal, dan mungkin keduanya memiliki hubungan rahasia yang tidak di ketahui oleh Luo Ying.
"Eee,, maaf jika aku mengganggu, tapi apakah kalian bisa diam dulu? Aku ingin membicarakan hal yang penting dengan adik!" kata Luo Ying yang berusaha memotong pertengkaran mereka.
"Tidak! Nanti saja," jawab keduanya secara bersamaan sekaligus membentak Luo Ying.
Luo Ying langsung terdiam dan hanya bisa mengumpat dalam hati, dia hanya ingin melerai keduanya sekaligus ingin membicarakan soal Tikus Api dengan Fang An, namun yang ia dapat justru semprotan amarah dari keduanya, hal ini membuat Luo Ying semakin yakin jika keduanya memiliki hubungan yang tidak biasa.
Setelah keduanya sudah mulai tenang, kini suasana jadi lebih hening, Fu Lie Wei hanya duduk membelakangi Fang An, begitu juga dengan Fang An.
Hal ini membuat Luo Ying semakin bingung harus berbuat apa, mau bicara kepada Fang An takutnya nanti kena semprot lagi, jadi mereka hanya diam dengan perasaan canggung.
Singa Es saja yang seperti tidak memperdulikan suasana canggung tersebut, dia malah terlihat asik menggaruk-garuk bulunya sendiri sehingga menciptakan suara yang mengisi keheningan.
"Maaf atas sikapku tadi!" kata Fang An yang lebih dulu bersuara dan berbicara kepada Fu Lie Wei.
Fu Lie Wei hanya diam, dia duduk menatap Singa Es yang masih asik menggaruk-garuk tubuhnya sendiri.
Fang An mengira jika Fu Lie Wei masih marah padanya karena pertengkaran tadi, dia berbalik dan menatap Fu Lie Wei kemudian kembali berbicara.
"Sekali lagi aku minta maaf!" kata Fang An dengan singkat.
Fu Lie Wei meliriknya setelah itu mengabaikannya, hal ini membuat Fang An merasa sangat bersalah, dia bangkit dan berpindah di hadapan Fu Lie Wei lalu menatap wajahnya.
Fu Lie Wei berpikir jika Fang An ingin melakukan itu lagi, mengingat ada Luo Ying dan Singa Es disitu, Fu Lie Wei langsung ingin bangkit karena dia tidak mau Fang An melakukan ciuman itu lagi di hadapan Luo Ying.
"Kamu mau kemana?" tanya Fang An seraya memegang pundak Fu Lie Wei.
Secara refleks Fu Lie Wei menepis tangan Fang An lalu tidak sengaja mendorong Fang An hingga Fang An terjungkal dan jatuh terlentang.
"Argh.. sakit..! Kamu kenapa sebenarnya?" gerutu Fang An seraya bertanya dan juga menahan sakit di lukanya yang belum sepenuhnya sembuh.
Fu Lie Wei langsung tersadar jika dirinya telah melakukan kesalahan, dia buru-buru menolong Fang An dengan wajah terlihat merasa sangat bersalah.
"Maaf aku tidak sengaja! Bagaimana apa itu sangat sakit?" tanya Fu Lie Wei dengan sangat khawatir.
"Tidak apa-apa, hanya perih sedikit saja!" jawab Fang An.
Luo Ying hanya di buat bengong oleh mereka berdua, dia benar-benar tidak habis pikir jika mereka berdua bisa semesrah itu, sekarang Luo Ying yakin jika mereka berdua memang memiliki hubungan, padahal usia keduanya terlihat berbeda.
__ADS_1