
Kemunculan ketujuh sosok yang menggantung di langit itu membuat keempat Ketua Pilar mulai goyah untuk mempertahankan segelnya, padahal ketujuh sosok belum sepenuhnya menghancurkan Segel Kubus Energi tersebut.
"Lima orang berkemampuan Yu Zhu elit dan Tiga orang berkemampuan Yu Jing elit, kelompok manakah yang memiliki kekuatan sebanyak ini?" tanya Fu Wang.
Fu Xiali hanya menggelengkan kepalanya sebab dia juga tidak tahu akan dari kelompok mana para sosok di atas mereka itu berasal, yang jelas kekuatan mereka sangat besar jika dibandingkan dengan kekuatan Sekte Gunung Pohon Persik, itupun jika tidak memasukkan Fu Jianzi ke dalam nya.
Untung saja Sekte Gunung Pohon Persik masih memiliki Fu Jianzi yang memiliki kemampuan Xu Hun, jika tidak kemampuan Sekte secara alami tidak akan cukup mampu jika harus berhadapan dengan kelompok asing tersebut.
"Aku Fu Jianzi orang paling kuat di wilayah Benua Daratan Hijau ini, aku ingin tahu siapa kalian dan dari mana asal kalian?" tanya Fu Jianzi.
Fu Jianzi sangat yakin jika kemampuan mereka semua masih mampu untuk dia hadapi, hanya saja Fu Jianzi khawatir jika sampai Mao Lin, Mu Zhi Tian dan Chang Hanzi juga ikut bergabung dengan mereka, maka sekuat apapun Fu Jianzi pastinya tidak akan mampu untuk menahan para gabungan Yu Jing itu.
Fu Jianzi berharap kedatangan mereka bukan untuk ikut campur urusannya dengan Klan Fang termasuk urusannya dengan pemuda yang hampir saja akan dia bunuh.
"Saya mengenali anda, bukankah anda adalah Penatua Sekte Gunung Pohon Persik yang memiliki julukan Si Pedang Merah Matahari itu bukan? Tidak saya duga ternyata anda sudah mencapai tahap Xu Hun!" kata Wanita cantik yang usianya hampir sama dengan Fu Lie Wei.
"Owh ternyata kamu sudah mengenalku, jadi kamu sudah pasti tahu jika kekuatan ku ini mampu untuk menundukkan siapapun bukan? Lalu untuk apa kalian datang ke wilayah ku ini? Apakah kalian ingin membantuku atau justru datang ingin menolong Klan Fang dan melawan Sang Ahli ini?" tanya Fu Hai.
Sang Ahli dalam arti bahasa isyarat sebagai tingkat kekuatan para Xu Hun, biasanya itu diucapkan sebagai alamat yang menjelaskan jika dirinya adalah Sang Ahli Xu Hun, namun yang di ambil adalah bagian belakangnya Hun, jika di urutkan akan seperti ini Hun-Jiwa- Ahli- Linghun- (魂).
"Penatua Pedang Merah Matahari! Mengapa anda terlalu percaya diri dan menganggap diri anda adalah yang terkuat? Kemampuan anda ini masih berada di tingkat 1, apakah anda berpikir Kekuatan di Tingkat 1 masih pantas disebut sebagai Sang Ahli?"
"Kau..!?" Fu Jianzi langsung melotot kepada wanita tersebut, dia merasa tidak terima akan penghinaan dari seorang wanita yang masih berada di tahap Yu Zhu elit.
"Baiklah jika ternyata kalian ingin merasakan kekuatan ku, walau aku tidak tahu akan siapa kalian ini dan juga dari mana kalian berasal, karena kalian sudah datang dan ingin ikut campur masalah urusan ku, maka kedatangan kalian akan aku sambut dengan tanah pemakaman!" kata Fu Jianzi lalu dia mengeluarkan sayap merahnya kembali seraya meledakkan energinya.
"Suamiku, itu dia anak yang aku maksud, keluarkan dia dari dalam benda itu!" kata wanita itu kepada seorang pria paruh baya yang berada di sampingnya.
"Hem, ciri-ciri fisiknya memang sama seperti gambaran cerita mu! Baiklah aku akan mengeluarkan pemuda itu, dan kalian urus ke-enam orang itu!" kata Pria tersebut yang memiliki kemampuan Yu Jing elit.
"Kurang ajar..!" Fu Jianzi semakin bertambah marah karena merasa seperti diabaikan oleh ke tujuh sosok tersebut, dia ingin maju menyerang wanita cantik itu namun pria paruh baya itu menahannya.
"Sabar dulu, lawan anda bukanlah kami! Sebaiknya anda lawan saja orang yang pantas dengan anda!" kata Pria tersebut.
__ADS_1
"Siapa yang pantas untuk aku lawan, suruh dia datang kesini, aku akan membuatnya sadar betapa kuatnya Sang Ahli ini!" jawab Fu Jianzi.
Pria tersebut tersenyum mendengar jawaban serta tantangan dari Fu Jianzi, dia mengangkat tangannya dan kemudian menunjuk ke arah atas.
Secara refleks Fu Jianzi juga menatap ke arah yang ditunjuk, dan kemudian dia melihat sosok pria tua berpenampilan seperti orang jaman dulu serta memiliki sayap es di punggungnya, belum lagi ada beberapa biji es yang juga melayang di belakang punggungnya.
Fu Jianzi terkejut mengetahui sosok berpenampilan kuno serta memiliki sayap es di belakangnya, dari sayap yang ditunjukkan sudah sangat jelas jika sosok itu juga adalah Sang Ahli Xu Hun, namun dalam tingkat elit.
Fang An juga melihat sosok pria tua kuno tersebut, dari bentuk fisik dan beberapa ciri-cirinya, semuanya sama seperti yang sudah di terangkan oleh Gu Yao He.
"Itukah orang yang katanya guru adalah teman Kakek gurunya?" gumam Fang An yang merasa takjub melihat sosok yang melayang di atasnya.
"Orang itu memiliki kemampuan puncak Xu Hun, kemampuannya jelas jauh lebih tinggi dari pada Fu Jianzi itu!" kata Wang Lao Yi.
Fang An mengangguk, dia merasa sangat bersyukur sekali karena bantuan yang diminta oleh gurunya akhirnya tiba juga, hanya saja dia tidak menduga jika ternyata bantuan tersebut berasal dari penguasa wilayah Utara, yaitu Sekte Teratai Bunga Es yang misterius.
Pria paruh baya tiba-tiba saja muncul di samping Fu Wang sehingga membuat Fu Wang terkejut, namun belum sempat dia bereaksi apapun, Pria tersebut langsung menyentuh jarinya ke dahi Fu Wang dan setelah itu sebuah hantaman energi besar langsung melemparkan tubuh Fu Wang cukup jauh.
Fu Jianzi menjadi murka melihat pria paruh baya itu yang sudah menghancurkan Segel nya, dia ingin melepaskan serangannya kepada pria paruh baya itu, namun pria sepuh yang memiliki sayap es itu langsung menepis tangan Fu Jianzi.
Gelombang kejut yang sangat kuat membuat tubuh Fu Jianzi terseret mundur beberapa meter kebelakang, dari sini dia dapat merasakan kekuatan kakek tua itu jauh lebih tinggi darinya, bahkan kekuatannya saat ini jika ingin dibandingkan dengan si kakek itu mungkin hanya seujung kukunya saja.
"Senior, saya harap senior tidak ikut campur urusan kami, Klan Fang adalah faksi lemah yang harus dilenyapkan dari wilayah kami ini!" kata Fu Jianzi dengan tangannya yang masih gemetar setelah terkena satu tepisan ringan.
"Hem.. aku juga tidak tertarik untuk ikut campur urusan orang lain, hanya saja saat ini Klan yang ingin kamu lenyapkan sudah berada di bawah perlindungan ku, jika kamu masih memaksakan diri untuk menyerangnya, maka kamu harus melewati ku dulu," kata Kakek tua itu.
Keraguan mulai menyelimuti hati Fu Jianzi, dia memang tidak takut terhadap ketujuh sosok yang baru datang itu, hanya saja sosok yang terakhir benar-benar tidak bisa dia lawan.
"Maaf tapi siapakah senior ini, dan kenapa senior ikut campur masalah di wilayah Benua Daratan Hijau kami ini?" tanya Fu Jianzi.
"Jika kamu benar-benar ingin tahu siapa diriku serta mereka semuanya, kamu bisa datang ke wilayah Utara, disanalah kami tinggal!" jawab Kakek tua itu kemudian dia turun secara perlahan dan menghampiri Fang An yang baru dibebaskan oleh pria paruh baya yang ada di sampingnya.
Fang An merasakan hawa yang sangat dingin keluar dari tubuh kakek tersebut, dia juga memperhatikan penampilan kakek itu yang memang terlihat sangat kuno, dan dibelakang punggungnya tidak hanya ada sayap es yang membentang, melainkan ada beberapa bongkahan es yang melayang seperti terikat dengan tubuh si Kakek itu.
__ADS_1
"Terima kasih atas pertolongan senior dan juga Sesepuh..eeee!?" Fang An menghentikan kalimatnya karena dia tidak tahu nama para sosok yang baru datang itu, sebab yang dia kenal hanyalah Bing Rong.
"Anak muda, apakah kamu memiliki potongan surat ini?" tanya kakek itu.
Fang An segera teringat akan sobekan surat yang dititipkan oleh gurunya sebelum dia pergi, dia segera mengeluarkan sobekan surat itu dan kemudian dia menyerahkannya kepada kakek tua itu.
Kakek tua langsung membuka sobekan surat itu dan kemudian mencocokkannya dengan sobekan surat yang dia miliki, setelah selesai mencocokkannya, kakek tua itu membekukan surat itu lalu menghancurkannya sampai halus seperti salju.
"Kamu memang mirip seperti yang diceritakan oleh cucuku Bing Rong, hari ini aku Bing Chen dari Sekte Teratai Bunga Es akan melindungi seluruh Klan Fang, siapapun yang mengusik Klan Fang akan menjadi musuh Sekte Teratai Bunga Es!" kata Bing Chen.
"Sekte Teratai Bunga Es Bing Chen? Sepertinya aku pernah mendengar nama sekte ini dan juga nama kakek itu, tapi dimana dan siapa?" gumam Fu Jianzi.
Walau Fu Jianzi sudah hidup cukup lama, namun dia tidak terlalu mengetahui sesuatu hal lain yang berada di luar wilayah Benua Daratan Hijau, namun dia merasa seperti pernah mendengar nama Sekte Teratai Bunga Es.
"Penatua, Sekte Teratai Bunga Es berada di luar wilayah Benua Daratan Hijau, tepatnya di bagian Utara, dan kakek itu adalah Penguasa Wilayah Utara!" kata salah satu Ketua Pilar.
"Penguasa Wilayah Utara, Bing Chen? Tunggu dulu jangan-jangan mereka ini adalah anggota Sekte misterius itu?" tanya Fu Jianzi.
"Tepat sekali, mereka adalah orang-orang dari Sekte Misterius yang jarang sekali terlihat, hanya saja aku tidak tahu jika di Sekte itu juga ada laki-lakinya!" kata Ketua Pilar seraya menatap pria paruh baya yang sudah menghancurkan Segel nya.
"Sepertinya untuk saat ini kita tidak akan bisa melakukan apa-apa, Klan Fang saat ini masih beruntung karena ada yang bersedia untuk melindunginya, tapi kita lihat saja nanti, Ketua Agung pasti akan mendatangi Sekte itu, aku pastikan jika Penguasa Wilayah Utara itu tidak akan mampu untuk menghadapi kekuatan yang akan dibawa oleh Ketua Agung!" kata Fu Jianzi.
Obrolan Fu Jianzi ternyata didengar oleh Bing Chen, dia menatapnya dan kemudian berbicara kepada Fu Jianzi. "Ketua Agung siapa? Apakah yang kamu panggil Ketua Agung itu adalah anggota Sekte Iblis Lembah Darah dari Benua Bintang Terang? Kalau begitu suruh dia datang ke Sekte ku karena aku juga ingin menagih hutang lama dengan Sekte Iblis Lembah Darah!" kata Bing Chen sehingga membuat Fu Jianzi terkejut mendengarnya.
"Da da dari mana anda bisa tahu semua itu?" tanya Fu Jianzi.
"Dari auramu serta energi merah darah yang kamu miliki itu!" jawab Bing Chen.
***
Saya hanya berencana, namun saya tidak akan tahu akan ada hal apa yang menunggu saya di masa depan, alasan pertama saya kembali update satu bab karena ada beberapa masalah, dari sini saya minta bantuan kalian semua para pembaca, saya hanya ingin meminta doa kalian semua untuk keponakan saya yang baru habis di Aqiqah yang bernama Alvia Puji Lestari, kemarin dia masuk rumah sakit karena paradangan paru-paru, bahkan kondisi semakin kritis, saya tidak meminta dana bantuan apapun dari kalian, yang saya minta do'a kalian semua, terima kasih banyak untuk semuanya.
__ADS_1