
***
"Kemana perginya si gendut ini?" tanya Fang An yang saat ini sedang berkumpul di depan Rumah Zhang Wei.
"Dia masih belum selesai makan di dalam!" jawab Xia Longli.
Mata Fang An melotot, dia hanya bisa menghela nafas kemudian menyuruh Wo Shian untuk segera memanggil Yan Hang.
"Saudara Fang, apakah suatu hari nanti kamu akan datang mengunjungi rumah kami?" tanya Zhang Wei.
Fang An tersenyum kemudian dia menoleh ke arah Xia Longli lalu berkata, "Aku pasti akan datang mengunjungi kalian! Saudara Zhang, aku percayakan masa depan Longli padamu, jaga dia dan bahagiakan dia, aku tidak ingin dia menderita seperti dulu saat aku baru bertemu dengannya," kata Fang An.
"Aku pasti akan membahagiakannya, lagi pula aku tidak mungkin berani macam-macam karena disini ada kakak Xia Feihu, bisa-bisa aku dihajarnya jika aku berani menyakiti adiknya!" kata Zhang Wei.
"Hahaha! Itu pasti akan aku lakukan," ucap Xia Feihu.
Yan Hang akhirnya keluar dari dalam setelah Wo Shian menjemputnya, namun di tangannya masih memegang beberapa makanan serta dia masih mengunyah makanan yang belum habis.
"Fang An, kenapa begitu terburu-buru? Aku ini masih belum selesai makan! Sayang kalau makanan ini tidak dihabiskan," kata Yan Hang.
"Apa perutmu tidak memiliki batas untuk menampung makanan sebegitu banyaknya Yan Hang? Sudahlah kita ini sudah kesiangan!" kata Fang An.
"Kamu ini benar-benar tidak mau mengerti akan diriku! Lagi pula ini kesiangan yang bagaimana? Mau jalan secepat apapun juga tidak akan mungkin tiba di Benua Daratan Hijau hari ini juga!" ucap Yan Hang dengan muka terlipat.
"Hai gendut, coba lihat dirimu! Ukur-ukur kalau makan, lihat tubuhmu seperti penuh dengan angin saja!" kata Cia Ling.
"Biar aku gendut begini, banyak gadis-gadis yang naksir padaku, termasuk dirimu!" jawab Yan Hang.
"Ihh, siapa juga yang mau sama laki-laki yang tubuhnya dipenuhi angin!" jawab Cia Ling seraya mendengus pelan.
"Sudahlah jangan berdebat lagi! Karena semuanya sudah berkumpul, sudah saatnya kita berangkat," kata Fang An lalu dia berpamitan kepada Zhang Wei dan Xia Longli serta seluruh keluarga keduanya lalu mereka semuanya segera pergi menuju ke Desa Handi lalu akan lanjut menuju ke perbatasan.
Karena rata-rata yang mengikuti Fang An adalah orang-orang yang sudah memiliki kemampuan untuk bergerak dengan kecepatan tinggi, setelah melewati Desa Handi, mereka segera bergerak dengan kecepatan tinggi melewati Tanah tandus yang gersang serta panas.
Seseorang yang memiliki kemampuan Yu Zhu memang bisa terbang, namun mereka tidak bisa terbang begitu jauh karena energi mereka tidak sebesar energi milik seorang Yu Jing, karena itulah mereka semua memilih bergerak lewat darat karena itu tidak akan terlalu menguras banyak energi.
Yang memiliki energi lebih banyak hanyalah Fang An yang mampu terbang sangat lama, dan Fang An lebih dulu melesat dan akan menunggu mereka semua di Pintu Perbatasan.
__ADS_1
Kemampuan yang paling rendah adalah Yu Zha Tingkat 7, mereka bisa melewati Padang Tanah Gersang itu dalam waktu setengah hari, dan kini mereka sudah tiba di pintu gerbang perbatasan.
Fang An menghela nafas panjang melihat ke arah sisi sebelah pintu gerbang, dia tahu setelah kakinya melangkah ke sisi sebelah, maka dia akan kembali menginjak tanah kelahirannya.
Melihat Fang An yang diam menatap ke arah sisi sebelah pintu, Bing Xuyue meraih tangan Fang An seraya berkata, "Apa yang kamu pikirkan?" tanya Bing Xuyue.
"Sudah dua tahun lebih aku pergi, dan kini aku akan kembali dengan membawa harapan seluruh anggota Klan ku! Jantungku berdegup kencang, aku tidak tahu apakah aku bisa memenuhi harapan itu atau tidak!" kata Fang An.
"Aku yakin kamu bisa! Selama ini kamu sudah melewati banyak hal, bertarung melawan musuh-musuh yang kuat, hingga kamu hampir mati, lagipula kamu juga memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh semua orang, yaitu teman! Kami semua disini adalah teman-temanmu yang akan selalu membantumu! Percayalah dengan kemampuanmu," kata Bing Xuyue.
Fang An mengangguk kepada Bing Xuyue, sejak awal dia memang tidak takut untuk berhadapan dengan Fu Jianzi, hanya saja setelah dia tahu jika ternyata Sekte Gunung Pohon Persik mendapatkan bantuan dari dari sosok yang berasal dari Benua Bintang Terang, Fang An yakin orang-orang dari Iblis Lembah Darah pasti akan muncul disana.
"Ayo!" kata Fang An kepada Bing Xuyue dan kemudian mereka berdua melangkah keluar dan diikuti oleh teman-temannya.
"Ayah! Ibu, dan semuanya! Bersabarlah sedikit lagi, aku pasti akan membebaskan Klan kita!" batin Fang An.
Setelah mereka melewati pintu perbatasan, Tang Chin dan Yan Hang melihat ke arah tempat pertama kali dia dan Fang An bertemu saat sama-sama akan menuju ke Akademi.
"Baru kali ini aku pergi ke tempat ini!" kata Sao Yi Feng.
Lin Hang dan semuanya melihat bangunan yang begitu banyak, mereka berpikir setelah melewati Pintu perbatasan, mereka akan menyeberangi tanah gersang lagi, tapi ternyata yang mereka lihat justru melihat kota.
"Jalur khusus? Aku tidak pernah tahu jika ada jalur khusus di dalam Hutan Hitam, dari mana kamu bisa mengetahuinya?" tanya Fang An.
"Apakah kamu lupa jika aku juga asli orang Benua Daratan Hijau ini, jadi sebelum aku dan adikku berangkat melewati Hutan Hitam, kedua guru kami sudah membeli peta khusus untuk melewati Hutan Hitam ini!" kata Tang Chin lalu dia mengeluarkan sebuah peta.
"Bagus-bagus! Kamu memang sangat hebat saudara Tang," puji Fang An.
"Sebelum kita berangkat, sebaiknya kita membeli perbekalan dulu, sebab perjalanan ke Pusat Benua Daratan Hijau masih jauh!" kata Fang An.
Semuanya mengangguk dan kemudian mereka melakukan kesepakatan untuk bertemu kembali di tempat itu, mereka segera berpencar dimana para gadis pergi antar sesama gadis, begitu juga sebaliknya.
Fang An juga mulai mencari perbekalan yang dia butuhkan, dan saat dirinya sedang berjalan cukup jauh, Fang An segera berhenti bergerak saat merasakan aroma yang seperti dia kenal.
"Aroma ini..!? Lie Wei!"
Fang An segera mengingat aroma itu, dia segera mengeluarkan sebuah sapu tangan berwarna biru dengan gambar bunga di tengahnya, sapu tangan itu juga memiliki aroma yang sama dengan aroma yang dia rasa.
__ADS_1
Mata Fang An segera menjelajahi semua orang, dia yakin jika aroma itu adalah milik Lie Wei. Yang Fang An ingat terakhir kali, Lie Wei berada di tahap Yu Zhu elit, kini sudah hampir lima tahun tidak bertemu seat terakhir kali dia berpisah dengan Lie Wei sewaktu berada di Hutan Sesat, Fang An yakin jika kemungkinan besar Lie Wei sudah mencapai tahap Yu Jing.
Setelah mencari beberapa saat, dia melihat seorang wanita memakai gaun berwarna biru dengan desain logam di bahunya, ciri-ciri pakaian sama dengan pakaian yang digunakan oleh Lie Wei.
Fang An segera mengejarnya dan setelah cukup dekat, Fang An pun memanggil nya, "Lie Wei, apakah itu dirimu?" tanya Fang An.
Wanita tersebut segera menoleh kebelakang dan ternyata itu memang Lie Wei atau Fu Lie Wei, wakil Penatua Sekte Gunung Pohon Persik.
"Kau?" Lie Wei juga sama terkejutnya melihat pemuda berambut putih yang ada di hadapannya itu.
Walau penampilan pemuda itu sangat berbeda serta wajahnya yang juga terlihat lebih dewasa, namun Lie Wei langsung mengingatnya.
"Hu. Huang An!" Lie Wei menatap Fang An dengan seksama untuk memastikan jika pemuda itu adalah pemuda yang sama dengan anak muda yang pernah menolongnya di Hutan Sesat.
Setelah keduanya sama-sama yakin jika mereka tidak salah orang, keduanya saling tatap dengan tatapan mata yang seperti mengirim sebuah kalimat pesan yang tak terdengar dan terkirim lewat tatapan mata mereka.
"Huang An! Setelah tidak bertemu denganmu selama hampir lima tahun, sekarang kamu sudah bertambah dewasa, bahkan kemampuanmu juga naik dengan pesat," kata Fu Lie Wei.
"Kamu juga masih cantik seperti dulu, tidak ada tanda-tanda perubahan sedikitpun dari wajahmu," kata Fang An dan dia bergerak ingin menghampiri Lie Wei.
Lie Wei melangkah mundur karena dia khawatir Fang An akan menciumnya seperti yang pernah mereka lakukan saat berada di dalam goa.
"Huang An, jangan melakukan hal bodoh di tempat ini!" kata Lie Wei.
"Apa yang kamu bicarakan? Aku tidak ingin melakukan hal itu, apalagi ini di tempat umum, apakah kamu pikir aku masih sama seperti yang dulu?"
Lie Wei tersenyum malu sendiri karena merasa sudah berburuk sangka terhadap pemuda itu, dia akhirnya tidak lagi berjalan mundur dan kemudian dia bertanya kepada Fang An.
"Kenapa kamu berada di tempat ini?" tanya Lie Wei.
"Aku baru kembali dari Akademi Puncak Angin Surga," jawab Fang An.
"Akademi Puncak Angin Surga? Jadi kamu berlatih di sana? Pantas saja kemampuanmu meningkat dengan pesat!" kata Fu Lie Wei.
"Kamu sendiri juga sudah menjadi seorang Yu Jing, bukankah itu juga termasuk pencapaian yang besar! Lalu kamu sendiri kenapa berada disini?" tanya balik Fang An.
"Sudah dua tahun aku berada disini, setelah aku berhasil menembus ke Tahap Yu Jing berkat Darah Ular Sayap Batu itu, aku segera pergi ke Hutan Hitam untuk mendapatkan Spirit Core mereka sekaligus meningkatkan tingkat kemampuanku!" jawab Lie Wei.
__ADS_1
Fang An mengangguk, dia kembali menatap Lie Wei dan kenangan masa lalu kembali terbayang oleh Fang An, begitu juga dengan Lie Wei, siapa sangka mereka akan bertemu kembali di perbatasan setelah cukup lama berpisah, walau demikian Fang An saat ini sudah bisa berpikir jernih, dia ingat jika sekarang dia sudah memiliki Bing Xuyue, hal itu membuat Fang An mampu menahan diri walau sesekali kenangan itu terkadang muncul di ingatannya.