
Pemuda itu melihat ke arah Fang Zui lalu menatap ke arah Fang Xian yang berada di tangan seorang pria yang menutupi wajahnya dengan kain hitam.
"Lepaskan dia!" kata pemuda itu dengan nada dingin.
"Melepaskannya?" pimpinan itu menatap pemuda itu lalu menatap Fang Xian secara bergantian setelah itu dia kembali berbicara, "Jika kamu ingin aku melapaskannya, lebih baik kamu sendiri yang datang kesini untuk menolongnya, itupun jika kamu memiliki kemampuan," ucapnya.
Tatapan Pemuda itu semakin tajam setelah mendengar jawaban sekaligus tantangan dari pimpinan kelompok penyerang.
Dia mengangkat telapak tangannya lalu berkata, "Aku akan menyelamatkannya hanya dalam lima tarikan nafas saja, jadi bersiaplah!" ucapnya kemudian seluruh tubuh pemuda itu melepaskan aura putih lalu ledakan gelombang Qi langsung menyebar ke segala arah.
Pimpinan kelompok penyerangan itu terkejut setelah merasakan kekuatan yang terpancar dari tubuh pemuda itu, namun dia terlambat untuk bereaksi karena pemuda itu sudah menghilang dari pandangannya.
"Kenapa bisa ada seorang pemuda yang memiliki kemampuan Puncak Yu Zha Tingkat 9?" gumam pimpinan itu kemudian dia mencengkeram leher Fang Xian dan berniat mematahkan lehernya.
"Terlambat!" sebuah bisikan suara tiba-tiba saja terdengar di telinganya, dan saat akan menoleh, tiba-tiba saja lengannya terpotong begitu saja sehingga Fang Xian terjatuh.
"Matilah..!"
"Api Membakar Langit."
Pemuda itu kembali berbicara dari samping pimpinan itu yang baru saja merasakan rasa sakit di lengannya yang terpotong, dan pemuda itu mengarahkan telapak tangannya lalu memunculkan Api yang sangat besar membakar seluruh tubuh pimpinan itu.
Suara pekikan teriakan kesakitan terdengar meraung-raung, dengan tubuh yang terbakar, pimpinan itu berlari tak tentu arah lalu dia terjatuh dan menggelepar di tanah dengan api yang semakin besar.
Semua anggota penyerangan yang lain terkejut saat melihat pimpinan mereka mati di tangan pemuda berpakaian biru itu hanya dalam waktu singkat saja, dan tanpa mempedulikan pimpinan mereka yang sudah tidak bergerak, dengan sangat cepat, mereka semua langsung melarikan diri.
Pemuda itu tidak mengejarnya, sebab target utamanya adalah pimpinan mereka yang memiliki kemampuan seorang Yu Zha Tingkat 2.
"Tuan Fang, telanlah Pil ini agar kondisimu sedikit membaik," kata Pemuda itu seraya memberikan sebutir Pil kepada Fang Xian.
Fang Xian segera menerima Pil itu, dan tanpa merasa curiga apapun dia langsung menelannya.
"Terima kasih Tuan Gu, jika anda tidak datang tepat waktu, mungkin kami berdua sudah berada di tangan mereka!" kata Fang Zui yang datang menghampiri pemuda itu yang tidak lain adalah Gu Fei Ming.
"Aku minta maaf karena tidak ikut menemani mengantarkan Pil pesanan kalian, sebab saat mereka bertiga berangkat, aku masih menyelesaikan beberapa Pil lagi, setelah itu barulah aku bergegas mengejar mereka, namun ternyata aku terlambat karena mereka bertiga sudah mati terbunuh," kata Gu Fei Ming kemudian mengeluarkan beberapa Pil dan memberinya kepada Fang Zui.
"Minumlah Pil ini dan berikan ini kepada mereka juga!" ucapnya.
Fang Zui langsung menerimanya lalu segera berlari untuk memberikan Pil itu kepada empat orang yang selamat, dua orang Yu Zhi yang mengalami luka serius dan dua orang Yu Zhe yang sudah sekarat namun masih hidup.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, kondisi Fang Xian berangsur-angsur membaik, walau tidak pulih sepenuhnya, namun dia sudah memiliki energi lagi.
"Tuan Gu, terima kasih banyak karena sudah menyelamatkan kami!" kata Fang Xian.
"Tuan Fang, jangan panggil aku tuan, lagi pula aku sedikit terlambat datang, andai aku datang lebih awal, mungkin ini semua tidak akan terjadi," kata Gu Fei Ming.
Fang Xian mengangguk dengan tersenyum pahit, dia berpikir seharusnya semua ini adalah murni karena kesalahannya, sebab karena dia empat anggota Klan Fang harus gugur.
"Kita akan membawa jenazah saudara-saudara kita dan kita makamkan di makam keluarga!" kata Fang Zui.
"Tuan Gu, mari ikutlah dengan kami ke kota," ajak Fang Xian.
Gu Fei Ming mengangguk kemudian mereka semua kembali ke kota dengan membawa tiga jenazah yang diletakkan di atas kuda masing-masing.
***
Gu Fei Ming adalah seorang Alkemis Kelas 4, dia adalah Alkemis muda berbakat sekaligus cucu dari Gu Yao He.
Sudah lima tahun dia turun gunung untuk mengasah wawasannya agar semakin berkembang, dan kali ini dia tertarik untuk melakukan bisnis kerja sama dengan Klan Fang untuk menjual Pil yang ia buat, bahkan dia mempekerjakan beberapa orang untuk mengantarkan Pil pesanan.
Di samping Gu Fei Ming seorang Alkemis berbakat seperti kakeknya, dia juga memiliki tingkat Kultivasi yang sangat tinggi, bahkan Mu Yuan Penatua dari Klan Mu saja masih berada di bawahnya.
Jika dibandingkan dengan Sekte Gunung Pohon Persik, mungkin perkembangan Gu Fei Ming hampir sama, yang membedakannya adalah, Sekte Gunung Pohon Persik adalah sebuah Sekte besar yang memang memiliki sumber daya melimpah, namun semua itu akan terbagi ke beberapa murid Sekte.
Sedangkan Gu Fei Ming bukan dari Sekte, dia hanya seorang Alkemis yang tidak bergabung dengan Faksi manapun, jadi harta yang dimiliki oleh kakeknya hanya difokuskan padanya, walau Gu Yao He memiliki murid lain, tetap saja Gu Fei Ming yang paling diutamakan.
Saat ini Fang Zui dan Fang Xian sedang ikut membantu memakamkan empat anggotanya yang gugur, suara tangisan dari pihak keluarga korban mengiris hati Fang Xian dan semua orang yang hadir di sana.
Begitu acara pemakaman selesai, Fang Xian dan Fang Zui langsung mengadakan rencana pertemuan besar, mereka berencana akan memanggil para pendukung di pihaknya untuk mendiskusikan masalah beberapa Faksi yang telah menyerangnya, dan topik yang pasti akan mereka bahas tentunya mengenai Sekte Gunung Pohon Persik yang terus berusaha ingin menangkap Fang Xian.
Dan sudah ditetapkan rencana pertemuan akan dilaksanakan keesokan harinya setelah matahari terbenam, sedangkan tempat pertemuannya adalah tempat pelelangan Klan Chang.
Beberapa Faksi yang akan dipanggil adalah Klan Mu, Klan Chang, Kelompok Lembah Hantu, Kelompok Pisau Terbang, serta beberapa Faksi kecil serta perorangan yang berada di pihak Klan Fang, dan salah satunya adalah Gu Fei Ming.
Di tempat lain sebuah kelompok misterius juga mengadakan pertemuan, mereka adalah anggota yang tergabung dari beberapa Faksi dan kelompok dari pihak lain, kelompok inilah yang sudah menyerang Fang Xian serta membunuh tiga orang pekerja Gu Fei Ming.
"Siapa pemuda itu? Aku harus mengetahuinya untuk membalas kematian Fu Liang!" kata seorang pria paruh baya dengan penuh amarah.
"Ketua Fu Wang tenangkan dirimu, kita tidak bisa gegabah dalam bertindak!" ucap salah satu wanita paruh baya.
__ADS_1
Fu Wang mengepalkan kedua tangannya menahan emosi, saat ini yang ada di dalam pikirannya hanya ingin balas dendam.
"Tuan, apakah kita akan terus bekerja seperti ini? Jika kita hanya bergerak secara sembunyi-sembunyi, kapan tujuan Tuan kita bisa tercapai?"
Seorang pria paruh baya berbadan kurus berbicara kepada sosok misterius yang sedang duduk di atas sebuah kursi mirip kursi penatua, tidak satupun dari mereka yang mengetahui identitas asli sosok tersebut, terlebih lagi sosok tersebutlah yang telah membentuk kelompok mereka ini.
"Sebenarnya aku juga memiliki rencana! Walau ini terdengar sulit, namun aku sangat yakin jika rencana ini pasti akan berhasil," kata sosok tersebut.
"Rencana apa yang tuan maksud?" tanya seorang pria paruh baya lainnya.
"Tuan kita memberi perintah agar besok saat matahari tenggelam, enam orang dari kalian harus pergi ke kediaman Klan Fang, habisi Klan Fang sebanyak mungkin, dan tangkap anggota Klan Fang yang paling berpengaruh, terutama keluarga Fang Xian," kata sosok tersebut.
"Enam orang? Tapi siapa saja yang akan pergi kesana?" tanya Fu Wang.
"Tuan kita sudah mengaturnya, dan ini daftar orang yang ditugaskan untuk melaksanakan tugas besar ini!" kata sosok tersebut seraya merapalkan mantra dan kemudian sebuah daftar tulisan nama enam orang langsung muncul di atas semua orang.
"Fu Wang dari Sekte Gunung Pohon Persik, Hun Gao dari Klan Hun, Ziao Zhin dari Pembunuh Kepala Ular, Tao Yoan dari Bayangan Bulan, Han Kang dari Lembah Tengkorak, dan Siu Yin dari Sekte Pedang Bulan."
Semua orang hanya bisa saling berpandangan saat membaca daftar orang-orang yang akan dikirim untuk melaksanakan tugas mereka.
"Sungguh hebat sekali pemikiran Tuan kita, dengan mengirim tiga Yu Zha dan Tiga Zhu, maka Klan Fang tidak akan bisa bertahan walau mereka dilindungi oleh seorang Yu Zhu elit," kata seorang wanita tua.
"Jika tidak ada lagi yang ingin dibahas, kita akhiri pertemuan ini, dan untuk keenam orang yang tertulis di atas, segera kalian bersiap untuk berangkat besok siang," kata sosok tersebut kemudian dia bangkit dan diikuti oleh yang lainnya.
***
Keesokan harinya di wilayah Klan Fang, semua orang kembali ke pekerjaan mereka masing-masing, sedangkan Fang Yin mempersiapkan pakaian untuk Fang Xian yang akan pergi ke tengah kota untuk melakukan pertemuan.
"Apakah kalian berencana akan mendatangi Sekte Gunung Pohon Persik?" tanya Fang Yin.
Fang Yin hanya menebak saja jika pertemuan itu pasti akan membahas Sekte Gunung Pohon Persik, bisa jadi akan membuat kesepakatan untuk mendatangi Sekte besar itu.
"Aku juga tidak bisa memastikan, hanya saja besar kemungkinan itu bisa terjadi," jawab Fang Xian.
"Apakah kali ini kita akan benar-benar melakukan permusuhan secara terbuka dengan Sekte itu? Aku berharap semoga saja tidak!" gumam Fang Yin.
"Aku juga tidak ingin bermusuhan dengan mereka," kata Fang Xian seraya menghela nafas panjang kemudian kembali berkata, "Tapi semua ini bisa diketahui di pertemuan nanti," ucapnya kemudian dia mengenakan pakaian yang di siapakah oleh istrinya.
"Yin'er, aku pergi dulu!" kata Fang Xian berpamitan kepada istrinya setelah itu dia pergi keluar dan pergi ke rumah Fang Zui yang berada di luar wilayah pemukiman Klan Fang.
__ADS_1
Fang Yin menutup pintu rumah lalu dia masuk untuk memasak makan malam, dia dengan dibantu oleh satu pelayannya memasak makanan favorit yang disukai oleh Fang Xian, sedangkan matahari sudah hampir terbenam.