
Setelah saling berkenalan, Xia Feihu mengucapkan rasa terima kasih nya kepada Fang An, begitu juga dengan para budak di belakang Fang An.
Karena Kota Tianyang tidak sebesar Kota Chang Lan, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk tiba di rumah Xia Longli.
Fang An menatap tempat tinggal Xia Longli, rumahnya kecil tersebut itu tidak pantas untuk disebut sebagai rumah, lebih cocoknya disebut sebagai gubuk.
Dinding sampingnya terbuat dari papan kayu yang sudah lapuk sehingga banyak lobang besar di beberapa dinding kayu tersebut, belum lagi atapnya yang terbuat dari anyaman rumput ilalang yang sudah sangat hancur dan tidak layak untuk dipakai, jika terjadi hujan, rumah kecil tak layak huni itu pasti akan bocor.
"Saudara Xia Feihu, aku ingin melihat kondisi ibumu!" kata Fang An.
Xia Feihu mengangguk dan kemudian dia masuk ke dalam kamar yang tidak memiliki daun pintu, dan kamar tersebut adalah kamar satu-satunya di rumah itu.
Xia Feihu keluar dengan seorang wanita yang sedikit lebih tua dari Ibunya Fang An, penampilannya sangat berantakan karena tak terurus, dia adalah Jing Chiyi, ibu Xia Longli dan Xia Feihu.
Chiyi terus berbicara sendiri, saat melihat Fang An, dia tertawa sembari menunjuk rambut Fang An yang berwarna putih seraya berbicara, "Kakek tua, kamu terlihat masih sangat muda sekali," kata Chiyi sekaligus tertawa.
Fang An tersenyum lembut kemudian dia menghampiri Chiyi, melihat wanita itu, dia seperti sedang melihat sosok ibunya.
"Ijinkan aku memeriksa pergelangan tanganmu!" kata Fang An.
"Untuk apa kakek ingin memeriksa tanganku? Jangan bilang kakek suka padaku!" kata Chiyi.
"Aku hanya ingin memegang tanganmu saja!" kata Fang An.
"Tapi kamu janji ya tidak akan berbuat yang macam-macam padaku kan?" tanya Chiyi.
Fang An tersenyum seraya menggelengkan kepalanya dan kemudian dia meraih pergelangan tangan Chiyi lalu memeriksanya.
"Tidak ada penyakit apapun di dalam tubuh ibumu, dia murni kehilangan akal karena merasa tertekan, hal itu membuat ibumu tidak mampu lagi menahannya hingga dia lupa akan siapa dirinya sendiri," kata Fang An.
"Apakah Tuan muda bisa mengobati ibu kami?" tanya Xia Longli.
"Sebenarnya sangat sulit, namun jika kalian membawanya ke tempat-tempat yang dulu pernah dia kunjungi dan memiliki kesan kisah indah di masa lalunya, itu mungkin bisa membantunya," kata Fang An.
"Sudah hampir sepuluh tahun ibu menderita sakit jiwa seperti ini, kami sudah tidak tahu lagi bagaimana cara untuk menyembuhkan ibuku kembali!" kata Xia Feihu.
Fang An terdiam sejenak memikirkan cara untuk menolong Chiyi, kali ini dia baru mendapatkan kasus seperti ini, sebab dia tidak pernah mempelajari cara menyembuhkan orang yang menderita sakit jiwa.
"Benar juga, mungkin cara itu akan bisa memicu ingatannya kembali!" gumam Fang An.
Xia Longli dan Xia Feihu saling berpandangan karena sama sekali tidak mengerti akan maksud dari ucapan Fang An.
"Maaf maksud Tuan muda apa?" tanya Fang An.
"Jika mendengar kisah dari Nona Xia Longli, penyebab ibumu seperti ini karena dia tidak mendapatkan keadilan serta tidak kuat menanggung rasa malu, namun jika kita membawanya ke tempat yang membuat ibumu seperti ini, bisa jadi ingatannya akan kembali pulih, dimana tragedi itu akan mampu memicu kenangan terakhirnya," jawab Fang An.
"Apakah maksud Tuan Muda ibuku harus bertemu dengan Tuan Ma Yufang?" tanya Xia Feihu.
"Itu salah satunya! Hanya saja saat ini aku ingin pergi ke penginapan tempat ibumu bekerja dulu, kita bawa dia kesana, siapa tahu sedikit demi sedikit ingatan masa lalunya bisa kembali!" kata Fang An.
Xia Longli dan Xia Feihu kembali saling berpandangan, selama ini mereka tidak pernah memikirkan cara seperti itu.
"Apakah anda yakin?" tanya Xia Feihu.
"Entahlah! Namun hanya itu yang aku pikirkan saat ini, dan tidak ada salahnya untuk dicoba!" jawab Fang An.
"Kalau begitu kita kesana sekarang saja!" kata Xia Feihu yang sudah tidak sabar.
"Iya, tapi tunggu sampai dua wanita yang menjemput anak-anak yang lain tiba disini!" jawab Fang An.
Kedua kakak beradik itu sama-sama mengangguk, dan mereka semua tetap berada disana hingga anak-anak yang di pekerjakan oleh Organisasi Palu Hitam.
__ADS_1
***
"Selamat datang di Penginapan Bunga kami Tuan muda, mari silahkan memesan kamar jika ingin menginap, kami menyediakan pelayanan lengkap untuk tamu pelanggan kami!" kata pelayan wanita berusia 28 tahun.
"Aku memang berencana untuk memesan kamar yang paling bagus dan paling mahal, namun aku ingin Nyonya Wei Baixi yang melayani ku langsung!" kata Fang An yang datang bersama Xia Longli.
Fang An dan Xia Longli datang langsung ke Penginapan tempat Chiyi bekerja dulu, walau Xia Longli adalah anak Chiyi, hanya saja tidak akan ada satu orangpun pekerja di penginapan itu yang akan mengenalinya, sebab dari dulu Xia Longli tidak pernah ikut dengan ibunya.
Saat ini Xia Longli sudah terlihat sangat cantik dan anggun setelah Fang An membelikannya gaun cantik, walau pakaiannya bukan pakaian mahal, namun pakaian berwarna biru tua dan cerah itu membuat aura kecantikan Xia Longli terpancar.
Tentu saja penampilan itu didukung oleh riasan yang didandani oleh keempat wanita mantan anggota Organisasi Palu Hitam, hasil dari semua itu ternyata tidak mengecewakan, dan penampilan Xia Longli benar-benar berubah drastis.
"Tuan muda mengenal Nyonya Wei Baixi? Kalau begitu tunggulah sebentar Tuan muda, saya akan memanggil majikan saya di dalam."
Fang An mengangguk seraya melambaikan tangannya kepada pelayan itu, gaya dan penampilan Fang An memang terlihat seperti anak seorang bangsawan, padahal dia hanyalah seorang Tuan muda dari Klan kecil yang hampir hancur.
Tidak butuh waktu lama bagi Fang An dan Xia Longli menunggu pelayan tersebut, mereka datang dengan tergesa-gesa bersama dengan seorang wanita paruh baya yang berlari menghampirinya.
"Tuan muda, maaf saya tidak tahu jika ada Tuan muda terpandang yang akan datang ke penginapan saya ini! Saya adalah pemilik penginapan Bunga ini, saya dengar Tuan muda ingin memesan kamar terbaik dan termahal, apa itu benar?" tanya wanita tersebut yang tidak lain adalah pemilik penginapan yang bernama Wei Baixi.
Fang An melihat ke arah Xia Longli, gadis cantik itu mengangguk sebagai petunjuk jika wanita di hadapan Fang An saat ini adalah wanita yang menjadi targetnya.
"Iya, aku memang ingin memesan kamar terbaik!" jawab Fang An.
Wei Baixi melirik Xia Longli lalu dia kembali menatap Fang An dengan tersenyum ramah seraya berkata, "Saya mengerti maksud Tuan muda!" kata Wei Baixi.
Wei Baixi yakin jika Pemuda itu ingin memesan kamar untuk menikmati keindahan masa muda, walau usia keduanya sama-sama masih remaja, namun di jaman sekarang anak muda seumuran mereka sudah biasa melakukan hal itu.
"Kami memiliki satu kamar terbaik serta pelayanannya sangat lengkap Tuan muda, satu malamnya harganya adalah dua Tael perak, bagaimana?" kata Wei Baixi.
Uang Tael adalah salah satu alat transaksi baru untuk meringkas jumlah uang koin dalam jumlah banyak menjadi satu bulatan, satu Tael setara dengan Seratus Kepingan, dan uang Tael tersebut biasanya hanya dimiliki oleh para pejabat dan saudagar kaya saja.
Tentu saja jumlah uang Tael tidak terlalu banyak, karena uang jenis Tael itu baru diluncurkan di beberapa benua, hal tersebutlah yang membuat jumlah uang Tael masih terbatas.
Fang An sendiri saat ini sudah memiliki Lima Ratus Keping Emas, dan uang itu adalah pemberian ayahnya, tentu saja itu bukan uang milik Fang Xian pribadi, melainkan uang pemberian Mu Yuan dan Chang Hanzi.
Dengan uang itu seharusnya cukup bagi Fang An untuk melakukan perjalanannya selama tiga bulan, dan seharusnya masih tersisa lebih.
Bagi Fang An koin sebanyak itu seperti orang kaya, apalagi jika yang memilikinya adalah keluar Xia Longli, sebab tidak mudah untuk bisa memiliki Koin Emas sebanyak itu, bahkan untuk yang Koin perak serta perunggu saja sangat sulit untuk mendapatkannya, kecuali mau bekerja keras hingga harus memeras keringat.
"Dua Tael Perak? Kalau begitu aku akan membayar dengan dua keping emas!" kata Fang An seraya mengeluarkan dua keping emas nya dari kantong kainnya.
Wei Baixi langsung menerima uang itu, sebab dua keping emas itu sama dengan dua Tael perak, dan setelah menerima dua keping koin emas itu, Wei Baixi langsung mengajak Fang An dan Xia Longli untuk naik ke lantai atas.
"Mari Tuan muda dan Nona muda, saya akan mengantarkan kalian ke kamar!" ucap Wei Baixi lalu dia berjalan lebih dulu dengan tersenyum bahagia.
Saat menaiki tangga, Fang An berbicara kepada Xia Longli, namun Fang An sengaja membesarkan suaranya agar terdengar oleh Wei Baixi.
"Adik Longli, aku pernah mendengar jika dulu ada kasus di penginapan ini, kalau tidak salah ada salah satu pelayan yang katanya pernah di lecehkan di penginapan ini, apa kamu pernah mendengarnya?"
"Iya, aku pernah mendengarnya!" jawab Xia Longli.
Wajah Wei Baixi yang awalnya ceria langsung berubah drastis saat mendengar percakapan dua pasangan di belakangnya, hal itu membuat dirinya berhenti dan berbalik seraya bertanya kepada mereka.
"Tuan muda mendengar kabar itu dari mana?" tanya Wei Baixi.
"Dari para warga tadi disana saat aku menanyakan penginapan ini," jawab Fang An.
"Tuan muda jangan terlalu percaya dengan cerita warga, mereka berbicara seperti itu agar Penginapan Bunga saya ini hancur, biasanya itu adalah orang-orang yang iri serta ingin menjatuhkan penginapan saya ini!" kata Wei Baixi.
Kedua tangan Xia Longli menggenggam erat seraya mengigit bibirnya menahan amarahnya, wajahnya terlihat lebih gelap dan dia menundukkan wajahnya.
__ADS_1
"Benarkah, apakah anda sama sekali tidak memiliki perasaan, anda pikir saya tidak tahu akan apa yang sebenarnya terjadi Nyonya Wei Baixi?"
Pertanyaan Xia Longli membuat Wei Baixi terkuat, dia menatap Xia Longli seraya bertanya, "Memangnya apa yang anda tahu Nona?" tanya Wei Baixi.
Wajah Xia Longli semakin gelap lalu dia mengangkat wajahnya dan menatap Wei Baixi dengan tatapan dingin seraya menjawab, "Saya tahu semuanya Nyonya, semuanya! Termasuk tentang anda yang tega menjual pekerjanya kepada Tuan Ma Yufang."
Tubuh Wei Baixi menjadi kaku dan dengan nada gemetar dia bertanya kepada Xia Longli. "Si si siapa kamu sebenarnya?" tanyanya.
"Namaku adalah Xia Longli, anak bungsu Jing Chiyi, wanita yang pernah kamu jual kepada Walikota sepuluh tahun yang lalu!" jawab Xia Longli.
"Anak Chiyi? Pantas aku seperti mengenali wajahmu, jadi kamu adalah anak wanita murahan itu!" kata Wei Baixi sehingga membuat Xia Longli naik pitam.
"Dasar Siluman tua busuk, akan aku cabik-cabik tubuhmu untuk penghinaan mu kepada ibuku," kata Xia Longli seraya maju dengan tangan yang berniat menjambak rambut Wei Baixi.
Satu hal yang tidak diketahui oleh Xia Longli tentang Wei Baixi, dia tidak tahu jika Wei Baixi adalah seorang praktisi yang berada di tahap Yu Zhe Tingkat 3.
Wei Baixi langsung menepis tangan Xia Longli, dan dengan tersenyum lebar dia berkata, "Memang benar, akulah yang sudah menjual ibumu, lalu kamu dan kekasihmu itu mau apa, apakah kamu mau mencarikannya keadilan? Walau kamu di lindungi oleh pemuda kaya itu, kamu tidak akan mendapatkan apa-apa, karena yang memiliki martabatlah yang memiliki hukum!" kata Wei Baixi lalu tangannya berayun untuk menampar wajah Wei Baixi.
"Dia hanya orang biasa Nyonya, kenapa nyonya tidak mencoba bermain kasar dengan orang yang juga memiliki kemampuan?" kata Fang An yang menangkap pergelangan tangan Wei Baixi sebelum tangan itu benar-benar mengenai wajah Xia Longli.
Wei Baixi berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman pemuda itu, namun cengkraman pemuda itu sangatlah kuat.
"Siapa kamu? Aku yakin kamu bukan berasal dari kota ini!" tanya Wei Baixi sembari berusaha melepaskan lengannya dengan susah payah.
"Aku memang bukan berasal dari kota ini, aku datang hanya untuk mengungkap perbuatan busukmu yang telah melakukan prostitusi, kamu mungkin telah dilindungi oleh hukum lewat bantuan iblis Ma Yufang, namun hukum itu tidak berlaku bagiku, dan pengakuanmu tadi sudah didengarkan oleh banyak orang yang akan menjadi saksi nanti di pengadilan kota," kata Fang An lalu dia kembali berseru keras, " Keluarlah kalian semua!" seru Fang An.
Wei Baixi terkejut ketika sembilan sosok muncul dan ternyata hampir semua pekerja nya juga berkumpul karena sudah mendengar sendiri pengakuan Wei Baixi.
Wei Baixi tentu tidak akan menduga jika dirinya telah terjebak, bahkan dia tidak menyadari jika pemuda yang awalnya dikira anak bangsawan atau saudagar kaya ternyata juga seorang praktisi.
Saat melihat ke tangga bawa, dia melotot saat melihat wanita yang sudah lama sekali tidak bertemu, tatapan wanita itu sangat tajam dengan penampilan yang sedikit berantakan, namun wajahnya masih bisa kenali.
"Chi Chi, Chiyi!" kata Wei Baixi dengan suara terbata-bata.
Chiyi yang awalnya masih seperti orang gila langsung berubah saat melihat wajah Wei Baixi, perlahan-lahan kenangan suram mulai mengisi ingatannya sebelum akhirnya dia berteriak histeris.
Chiyi seperti orang kesurupan, dia berlari ke arah Wei Baixi dengan tatapan penuh kebencian serta dendam yang sudah lama di pendamnya.
"Aku bunuh kamu! Akan aku bunuh kamu!" kata Chiyi lalu dia langsung mencakar wajah Wei Baixi sebanyak tiga kali sebelum akhirnya Fang An menghentikan gerakannya.
Wei Baixi mengerang kesakitan saat darah mulai menutupi wajahnya yang terluka oleh cakaran Chiyi, karena tangannya di tahan oleh Fang An, Wei Baixi tidak bisa berbuat apa-apa saat kuku Chiyi merobek-robek kulit wajahnya.
Chiyi hendak berbalik menyerang Fang An , namun tatapannya teralihkan kepada seorang gadis cantik yang berdiri di samping Fang An dan dia segera tersadar serta mengenali wajah gadis itu.
"Putriku!" kata Chiyi yang membuat mata Xia Longli langsung berkaca-kaca.
Tidak hanya Xia Longli saja, bahkan Xia Feihu langsung menghampiri ibunya, dan siapa sangka ternyata Chiyi langsung mengenali kedua anaknya.
"Longli, Feihu!" ucap Chiyi seraya merentangkan kedua tangannya untuk memeluk kedua anaknya.
"I i ibu..!"
Xia Longli langsung menangis sejadi-jadinya memeluk ibunya, sedangkan Xia Feihu berusaha untuk tidak menangis, namun apalah daya, sebab dia juga manusia yang sangat merindukan kebahagiaannya.
Xia Feihu langsung berlari memeluk ibunya dan tangisnya juga ikut pecah, jangankan mereka berdua bahkan semua orang termasuk Fang An juga mengeluarkan air matanya melihat mereka.
Hampir Sepuluh tahun lamanya Xia Longli dan Xia Feihu tidak pernah merasakan kehangatan pelukan dan kasih sayang dari ibunya karena hilang ingatan, dan selama hampir sepuluh tahun itu juga, mereka hidup dalam kesulitan.
Hari ini ingatan Chiyi kembali, ketika dia mengenali kedua anaknya dan memanggil namanya, disitulah rasa sedih serta haru dan bahagia pecah, hal itu membuat semua orang ikut meneteskan air mata mereka kecuali Wei Baixi, dia masih mengerang kesakitan dengan wajahnya yang berdarah, dan sudah di pastikan akan cacat seumur hidup.
__ADS_1