
"Murid Fang, aku ingin kamu mengerahkan seluruh kemampuanmu karena aku ini adalah orang yang tidak segan-segan untuk melukai kawanku! Jadi kamu jangan menyamakanku dengan Jian Kang!" kata Ying Huo.
Fang An hanya mengangguk pelan, dia sama sekali tidak terlalu menganggap serius permintaan Ying Huo, sebab jika dia mengabulkannya, yang terjadi justru Ying Huo yang tidak akan sanggup, sebab kemampuan Ying Huo berada di tahap Yu Zhi Tingkat 8.
Ying Huo mengeluarkan Pusaka Spiritualnya yang berbentuk palu besar, namun palu besar itu murni terbuat dari pohon langka yang memiliki aura kuat.
"Keluarkan Pusaka Spiritual mu!" kata Ying Huo.
Fang An menuruti keinginan Ying Huo, dia mengeluarkan Pedang Spiritual milik ayahnya dan kemudian dia mengalirkan Elemen Api nya ke pedang spiritual tersebut.
Ying Huo mengerutkan kedua alisnya saat melihat Fang An mengalirkan Elemen Api nya ke pedang spiritual nya, bukan karena Elemen nya yang membuat Ying Huo merasa heran, melainkan pancaran energinya yang kuat.
"Tanpa menggunakan Kertas Mantra Sihir, dia bisa meningkatkan Elemen Api nya di pedang itu hingga sebesar ini?" batin Ying Huo.
Tidak hanya Ying Huo saja yang terkejut saat merasakan pancaran energi yang kuat dari Pedang tersebut, energi yang menyebar bagai hembusan angin menyebar membawa hawa yang cukup panas.
Ying Huo segera mengeluarkan Kertas Mantra Sihir nya dan kemudian menempelkannya ke palu besarnya itu sehingga palu tersebut berubah menjadi palu logam berwarna perunggu.
Setelah mengalirkan elemen Logam nya ke Palu besarnya itu, dia langsung bergerak maju menyerang Fang An, dan dengan Palu besarnya itu, Ying Huo mulai melepaskan serangan-serangannya dengan sangat cepat seolah-olah palu ditangannya itu tidak membebaninya.
Ini untuk pertama kalinya Fang An menggunakan Pedang Spiritual milik ayahnya untuk bertarung, karena dia sudah terbiasa menggunakan Pedang Biru beratnya, hal ini membuat Fang An merasa aneh setelah menggunakan Pedang Spiritual.
Dengan Pedang Spiritual nya, Fang An menggunakan setiap jurus demi jurusnya berkali-kali lipat kecepatan serangannya dari pada menggunakan Pedang Langit.
Pedang yang diselimuti oleh Elemen Api itu seperti sebuah batang bara api yang digerakkan, dan setiap kali Fang An melepaskan serangannya, energi pedang yang sangat tajam membuat Ying Huo kesulitan untuk menyerangnya, hal itu membuat Ying Huo hanya kebanyakan bertahan daripada memberikan serangan.
"Permainan Pedangnya sangat cepat dan juga sangat berbahaya, jika aku terus memaksa, bisa-bisa akulah yang akan kalah!" batin Ying Huo yang menyadari jika Permainan Pedang milik Fang An sangat kuat, cepat dan juga mematikan.
Fang An sendiri hanya menatap Pedangnya dengan penuh keheranan, dia tidak menduga jika kemampuan permainan Pedangnya jauh lebih cepat saat menggunakan Pedang Kayu milik ayahnya.
"Apa karena pedang ini sangat ringan sehingga membuat ku bergerak lebih cepat dari biasanya?" gumam Fang An.
"Tepat sekali! Karena kamu sudah terbiasa menggunakan Pedang Langit itu, ketika kamu menggunakan Pedang seringan itu, maka gerakan permainan pedangmu akan berkali-kali lipat dan juga semakin kuat dan mematikan!" jawab Wang Lao Yi.
"Tapi lawanku hanyalah seorang Praktisi Yu Zhi Tingkat 8, jika aku menyerangnya dengan keterampilan ini lagi, aku khawatir akan melukainya!" kata Fang An.
"Aku tahu itu, hanya saja jika kamu tidak melepaskan kemampuanmu yang sebenarnya, maka mereka tetap akan menantangmu! Andaipun mereka tahu dan ingin bergandengan tangan melawanmu, namun kemampuan serta keterampilan mu lebih besar dari tingkat kemampuan mu, lebih baik kamu lakukan saja untuk memperingatkan semuanya agar tidak lagi menantangmu!" kata Feng Huang.
Fang An menoleh ke arah kursi penonton, dia memeriksa kemampuan mereka semua dan ternyata ada dua orang yang memiliki kemampuan Puncak Yu Zhi, yaitu si gadis yang tadinya ikut memprotes keputusan Ketua Fa Ling dan satu lagi adalah Tang Chin.
"Benar juga, lagipula Tang Chin tidak mungkin ikut untuk menantangku!" gumam Fang An kemudian dia kembali menatap kearah Ying Huo.
"Sekarang akan aku tunjukkan padamu kekuatan rahasia ku!" ucap Ying Huo lalu dia mengeluarkan selembar Kertas Mantra Sihir nya.
Semuanya terkejut saat melihat Kertas Mantra di tangan Ying Huo, bahkan Fang An juga sama terkejutnya.
"Kertas Mantra Sihir Zhi!"
Semuanya jelas mengetahui akan kemampuan dari Kertas Mantra Sihir Zhi, Kertas itu memiliki segel Mantra Elemen berkemampuan setara dengan Yu Zha, jika Ying Huo menggunakannya, itu sama saja bagi Fang An seperti melawan seorang Yu Zha.
"Sebelum terlambat, sebaiknya kamu akui kekalahan mu, aku masih ingin berbaik hati untuk mengampunimu!" kata Ying Huo.
"Senior Ying, aku akui kamu memiliki satu kartu yang mengejutkan ku, namun maaf saja, aku datang kesini bukan untuk menjadi seorang pecundang!" jawab Fang An.
__ADS_1
"Jadi kamu masih tidak mau mengakui kekalahanmu? Baiklah kalau begitu, jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu padamu!" ucap Ying Huo dan kemudian dia segera menempelkan Kertas Mantra Sihir Zhi ke Palu nya sekaligus membuka segelnya.
Seketika itu juga pancaran badai Qi langsung menyebar menekan pancaran energi panas milik Fang An, hal itu membuat semua para penonton berantusias ingin melihat kedahsyatan dari Kertas Mantra Sihir Zhi tersebut.
Pancaran energi badai Qi tersebut semakin meningkat hingga tekanannya setara dengan kemampuan seorang praktisi Yu Zha, dan setelah itu Ying Huo langsung menekan kakinya di lantai dan kemudian melesat dengan kecepatan tinggi menyerang Fang An.
"Pukulan Palu Kematian."
Ying Huo dengan Nafsu membunuhnya mengayunkan palunya ke arah Fang An, dengan penuh percaya diri dia tanpa ragu melepaskan ayunan palunya yang menciptakan gelombang energi kuat yang akan mampu menghancurkan apapun yang terkena pukulannya.
Fang An tersenyum tipis dan kemudian dia melepaskan Energinya sehingga menciptakan gelongbang energi yang lebih besar dari pada badai energi milik Ying Huo.
Ying Huo dan semua di kursi penonton terkejut saat merasakan pancaran yang sangat besar dari tubuh Fang An, hanya saja Ying Huo sudah terlambat untuk menarik diri sehingga dia tetap mengayunkan palunya.
Bamm!!
Suara dentuman keras yang disertai dengan gelombang kejut menyebar hingga keseluruh wilayah Arena Pertandingan, bahkan lantai arena tempat Fang An berdiri langsung hancur terkena ledakan kecil hingga debu berterbangan ke segala arah.
Kini semuanya hanya bisa menunggu untuk melihat apakah Fang An akan terluka setelah terkena serangan kuat Ying Huo, bahkan Yan Hang juga mulai dipenuhi kekhawatiran di hatinya.
Hanya saja setelah debu mulai menipis, samar-samar mulai terlihat dua sosok yang masih berdiri berhadap-hadapan, hanya saja salah satu sosok yang berdiri di tempat Fang An memancarkan kilatan-kilatan cahaya petir di tubuhnya.
Ying Huo yang sejak awal sudah terkejut kini hanya bisa diam dengan palunya yang ditahan oleh Pedang Spiritual milik Fang An, sedangkan tatapan semua di kursi penonton tertuju kepada Fang An.
"Di di dia memiliki kemampuan Yu Zha?"
"Ternyata Murid Fang itu seorang Praktisi Yu Zha? Pantas saja para tetua meloloskannya, ternyata memang tidak akan ada satupun disini yang akan cocok untuk bersaing dengannya!" kata murid-murid lainnya.
"Sekarang siapa yang pantas disebut sebagai pecundang?" gumam Tang Chin dengan senyuman setengah mengejek.
Tang Chin yang merasakan jika ada yang menatap dirinya segera berbalik menatap sepasang mata tersebut, dan ternyata tatapan itu berasal dari mata seorang gadis.
"Jangan terlalu berharap Nona! Aku tidak mau menanggung malu di banyaknya tatapan semua orang!" kata Tang Chin yang ditransmisikan ke telinga gadis tersebut.
Sudah jelas jika kemampuan Fang An berada di tahap yang berbeda dengan mereka semua, jika sampai masih ada yang ingin menantangnya dan pada akhirnya berakhir dengan kekalahan, itu sama saja dengan menjatuhkan wajah sendiri di hadapan semua murid serta para Tetua.
"Kamu sangat keren Fang An! Ayo hajar dan beri pelajaran pemuda tidak tahu diri itu," seru Yan Hang yang sekali lagi membuat semua tatapan mata terarah padanya.
Walau semua tatapan mata terarah padanya, Yan Hang sama sekali tidak merasa canggung, dia justru semakin merasa bangga karena akhirnya mereka harus menerima tamparan di wajah mereka sendiri, terutama bagi Jian Kang dan Ying Huo.
Fang An mengarahkan jarinya ke dahi Ying Huo dan kemudian sentilan jari yang melepaskan Elemen Petir langsung mengenai dahinya hingga membuat Ying Huo berteriak merasakan sakit seraya mundur kebelakang dan palunya terlepas dari tangannya.
"Senior, aku bukan bermaksud ingin memamerkan kemampuan ku padamu atau kepada semuanya!" kata Fang An lalu dia menatap ke semua calon murid seraya berseru keras, "Aku adalah Fang An dari Klan Fang yang berasal dari Benua Daratan Hijau! Sekarang kalian semua sudah mengetahui tingkat kemampuan ku, bukan aku ingin pamer atau bersikap sombong kepada kalian, namun aku terpaksa menunjukkannya karena kalian semua yang memaksa ku, sekarang jika masih ada yang ingin menantang ku, aku akan selalu siap menunggu kalian yang masih ingin memaksa bertarung denganku!" kata Fang An dengan suara yang dialiri Qi sehingga suara terdengar sangat jelas oleh mereka semua.
Semuanya hanya terdiam setelah mendengar tantangan dari Fang An, sedangkan para tetua berharap-harap cemas, mereka khawatir akan banyak murid-murid yang akan turun ke arena untuk menantang Fang An, dan tentu saja para Tetua tidak berharap kekacauan seperti itu terjadi.
Fang An mengambil palu milik Ying Huo dan dia mengembalikan palu tersebut kepada pemiliknya seraya berkata, "Aku harap kejadian ini tidak membuat kita saling bermusuhan!" ucap Fang An seraya mengulurkan tangannya untuk membantu Ying Huo agar bangun.
Ying Huo menerima uluran tangan Fang An yang ingin membantunya, dia bangkit kemudian mengambil palunya dan menyimpannya di dalam Cincin penyimpanannya seraya berkata, "Mana mungkin aku berani mencari permusuhan dengan mu, aku dan semua calon murid saja yang buta dan tidak mau mendengarkan peringatan dari Ketua Fa!" kata Ying Huo.
Fang An tersenyum dan kemudian dia menatap ke arah Jian Kang yang tertunduk malu saat Fang An menatapnya.
"Senior Jian, kemarilah!" panggil Fang An.
__ADS_1
Dengan perasaan malu dan ragu, Jian Kang bangkit dan kemudian dia melangkah memenuhi panggilan Fang An.
"Murid Fang, seharusnya kamilah yang memanggilmu Senior!" kata Ying Huo.
"Aih, usiaku masih lebih muda dari kalian!" jawab Fang An seraya melambaikan tangan di depan wajahnya.
Setelah Jian Kang tiba disana, Fang An mengulurkan tangannya kepada pemuda yang sudah dikalahkan olehnya itu seraya berkata, "Aku ingin menjalin persahabatan dengan kalian berdua, aku harap senior Jian tidak menyimpan dendam padaku dimasa depan!" kata Fang An yang menawarkan perdamaian.
Jian Kang jelas terkejut dan dengan senang hati dia menyambut uluran tangan persahabatan dari Fang An seraya menjawab, "Hanya orang bodoh yang mau menolak persahabatan dengan dirimu!" jawab Jian Kang.
Ketiganya tertawa bersama-sama di tengah-tengah arena, melihat ketiganya yang sebelumnya bermusuhan kini menjadi akur, Tang Chin segera berinisiatif untuk turun bergabung dan menghampiri Fang An.
"Senior Fang, jika tidak keberatan, aku juga ingin menjadi temanmu, dan sekaligus ingin meminta maaf atas kejadian di Desa Hundi!" kata Tang Chin.
"Senior Tang tidak perlu memanggilku senior, dan aku sama sekali tidak mempermasalahkan akan kejadian di Desa Hundi, pastinya aku dengan sangat senang hati menerima pertemanan ini!" jawab Fang An.
"Kalian berdua, namaku adalah Tang Chin dari Benua Daratan Hijau!" kata Tang Chin yang memperkenalkan diri kepada Ying Huo dan Jian Kang.
"Senior Tang! Namaku Jian Kang."
"Aku Ying Huo!"
Keduanya sama-sama memperkenalkan diri masing-masing, tentu saja Ying Huo da Jian Kang sangat senang karena memiliki teman baru sekuat Fang An dan juga Tang Chin.
Keempat pemuda itu akhirnya menjadi teman, walau berasal dari daerah dan wilayah yang berbeda, namun di Arena Pertandingan, persahabatan baru kini telah terjalin.
"Ketua Fa dan para tetua! Saya ingin meminta kepada kalian berdua untuk mencabut pernyataan mereka sebelumnya, biarkan pertandingan ini terus berlanjut!" ucap Fang An yang memohon kepada para tetua di atas.
Sebelumnya salah satu murid menyatakan jika sampai kalah dari Fang An akan bersedia untuk di eliminasi dan akan kembali ikut bertanding di Minggu depan, karena itulah Fang An ingin para Tetua untuk mencabut pernyataan tersebut.
"Ehem! Baiklah jika itu keinginanmu, aku akan mencabut pernyataan itu!" kata salah satu tetua.
"Terima kasih atas kebijaksanaan tetua!" kata Fang An lalu dia berbalik kepada ketiga teman barunya itu.
"Mulai sekarang kalian harus berjuang untuk bisa masuk ke dua puluh daftar calon murid akademi agar kita bisa bersama-sama memasuki Akademi!" kata Fang An.
"Kami akan berjuang semaksimal mungkin, jadi tunggulah kami!" kata Ying Huo.
Fang An memberikan dua Pil pemulihan kepada Ying Huo dan Jian Kang seraya berkata," Ini adalah Pil Pemulihan, sekarang kembalilah kalian ke tempat kalian masing-masing!" ucap Fang An.
"Kamu seorang apoteker?" Ying Huo bertanya dengan penuh keterkejutan.
Fang An mengangguk pelan seraya tersenyum, sedangkan mereka bertiga saling berpandangan sebelum akhirnya mereka bertiga juga ikut tersenyum bahagia lalu segera kembali ke kursi mereka masing-masing.
Kejadian tersebut membuat gadis yang memiliki kemampuan Yu Zhi Tingkat 9 itu merasa iri, namun dia hanya bisa menyesali dirinya sendiri yang tidak cukup cepat untuk ikut bergabung, namun apapun itu pada akhirnya dia nantinya akan berhadapan dengan salah satu dari tiga pemuda yang kini sudah menjadi teman bersama dengan Fang An.
"Murid Fang, aku memanggil mu turun ke arena hanya untuk mengumumkan jika kamu sudah lolos dan masuk ke salah satu dua puluh daftar calon murid akademi, jadi kamu tinggal menunggu para calon murid yang akan lolos masuk ke dua puluh daftar calon murid lainnya!" kata Fa Ling.
"Dimengerti Ketua Fa!" jawab Fang An seraya menangkupkan kedua tangannya kepada Fa Ling.
"Kembalilah kamu ke kursimu karena pertandingan murid di tahap Yu Zhi akan dilanjutkan!" ucap Fa Ling.
Fang An segera kembali ke tempat Yan Hang yang sudah menunggunya, begitu Fang An tiba, Yan Hang langsung memuji Fang An.
__ADS_1
Pertandingan antara murid yang memiliki kemampuan Yu Zhi akhirnya dilanjutkan, satu-persatu para murid yang memiliki keahlian beragam menunjukkan keahlian mereka masing-masing di arena, dan yang berhasil lolos ada lima belas orang, sedangkan gadis berkemampuan Yu Zhi itu juga lolos sekaligus dengan ketiga teman baru Fang An, yang artinya mereka sudah bisa memasuki babak penyisihan kedua untuk bisa masuk ke dua puluh daftar calon murid akademi.