SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
menyelesaikan janji


__ADS_3

"A a apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Ma Yufang kepada Chiyi dengan nada ketakutan.


Chiyi dengan tatapan penuh kebencian mengarahkan ujung pisaunya ke pada Ma Yufang seraya berkata, "Kau telah membuat hidupku dan juga kedua anakku menderita selama sepuluh tahun, hukuman mati masih belum cukup untuk menebus penderitaan keluarga ku! Aku ingin kamu juga merasakan penderitaan yang sama seperti yang kami alami!" kata Chiyi.


Raut wajah Ma Yufang langsung menjadi pucat, darahnya seperti berhenti mengalir, dia benar-benar tidak berdaya di bawah ancaman Wanita yang sudah dia lecehkan, belum lagi tekanan aura dari Fang An yang membuat dirinya seperti seekor tikus yang akan dimakan oleh kucing.


"Chiyi maafkan aku, aku mengaku salah dan akan memberikan kompensasi berapapun yang kamu inginkan, tapi aku mohon jangan hukum aku!"


"Kompensasi katamu, apa kamu pikir aku ini membutuhkan hartamu? Walau kamu memberikan seluruh kekayaanmu untuk meminta pengampunan dari ku, itu tidak akan pernah bisa mengubah keputusanku! Sekarang bersiaplah untuk menerima hukuman dariku!" kata Chiyi.


"Jika kamu mencelakaiku, maka Anakku yang sedang berlatih di Sekte Gunung Pohon Persik pasti akan mencari kalian semua!" kata Ma Yufang yang sudah tidak memiliki cara lain untuk menghentikan niat Chiyi.


"Anakmu menjadi murid di Sekte Gunung Pohon Persik?" tanya Fang An yang terkejut mendengar gertakan Ma Yufang.


Chiyi yang awalnya sudah bersiap untuk memberikan hukuman kepada Ma Yufang juga berhenti setelah mendengar gertakan Ma Yufang, dia mulai ragu karena dia juga tahu jika Sekte Gunung Pohon Persik adalah salah satu Faksi terkuat dan belum ada Faksi manapun di Benua Daratan Hijau yang mampu untuk bersaing dengan Sekte tersebut.


"Iya, anakku adalah anggota Sekte Gunung Pohon Persik! Kenapa, apakah kamu takut setelah mengetahui hal ini?" kata Ma Yufang.


Fang An tersenyum menanggapi ucapan Ma Yufang, dia menatap Chiyi lalu berbicara padanya. "Bibi tidak perlu takut, hukumlah dia seperti yang bibi inginkan! Mengenai Sekte Gunung Pohon Persik, itu adalah urusan ku!" kata Fang An yang membuat Ma Yufang terkejut.


"Apakah kamu yakin? Sekte Gunung Pohon Persik adalah Sekte besar dan kuat, aku takut jika aku menghukumnya anaknya justru akan menuntut balas dan menghancurkan Tianyang!" kata Chiyi.


Tidak hanya Chiyi, bahkan hampir semua orang juga takut jika Sekte Gunung Pohon Persik itu datang dan mencuci Kota Tianyang dengan darah.


"Jika memang anak Walikota ini datang dan ingin meminta keadilan untuk si biadab ini, katakan padanya jika yang menghukumnya adalah aku, Fang An dari Klan Fang!" kata Fang An dengan suara keras yang terdengar oleh semua orang.


"Klan Fang! Jadi dia berasal dari Klan Fang yang ada di Kota Chang Lan!"


Orang-orang mulai mengenali sosok pemuda itu, walau tidak semua orang tahu akan Klan Fang, namun sebagian juga sudah tahu akan siapa Klan Fang.


Klan Fang sempat masuk kesalah satu daftar dari lima Faksi besar di Benua Daratan Hijau, walau ketenaran Klan Fang hanya sesaat, setidaknya Klan Fang sempat memiliki nama besar di Benua Daratan Hijau.


Tentu saja kabar akan perseteruan antara Sekte Gunung Pohon Persik dan Klan Fang juga diketahui oleh beberapa orang, dan salah satunya adalah Ma Yufang.


"Kau berasal dari Klan Fang?" tanya Ma Yufang.


"Benar sekali, aku berasal dari Klan Fang, jika kamu ingin menakutiku dengan menggunakan nama Sekte Gunung Pohon Persik, itu tidak akan berpengaruh padaku!" kata Fang An.


"Bibi tidak perlu khawatir lagi, karena akulah yang akan bertanggung jawab akan masalah ini, jadi lakukanlah!" ucap Fang An.


Chiyi yang masih ragu-ragu akhirnya memantapkan hatinya untuk menghukum Ma Yufang, sebab laki-laki itu tetap harus menerima akibat dari ulah yang sudah pernah dia lakukan.


"Chiyi, Chiyi! Jangan Chiyi," kata Ma Yufang.


"Ma Yufang, hari ini kamu tidak akan bisa lagi merasakan kehangatan belaian wanita manapun!" kata Chiyi dan dia langsung menusuk ******** Ma Yufang sebanyak tiga kali.


Ma Yufang menjerit keras merasakan sakit yang luar biasa saat pisau Chiyi menebus pakaiannya hingga menusuk kejantanannya sebanyak tiga kali berturut-turut.


Darah langsung bercucuran membasahi lantai rumah, sedangkan semua orang hanya bisa menutup mata mereka melihat kekejaman Chiyi yang melampiaskan amarahnya.

__ADS_1


Ketiga Hakim juga tidak bisa menghentikan tindakan Chiyi, begitu juga dengan keempat pejabat yang ada di belakang Ma Yufang, mereka hanya bisa meringis ngilu membayangkan rasa sakit yang sedang dirasakan oleh Ma Yufang.


Seorang Kultivator berkemampuan Yu Zhi dianiaya oleh wanita yang tidak memiliki kemampuan praktik apapun, hal itu di dukung dengan tekanan kuat dari aura Fang An yang mengintimidasi Ma Yufang sehingga Chiyi dapat dengan mudahnya melampiaskan amarahnya.


Ma Yufang yang masih mengerang kesakitan karena alat vitalnya yang sudah putus dan hancur di dalam celananya, rasa sakit yang luar biasa itu membuat Ma Yufang langsung kehilangan kesadarannya dan jika dibiarkan, maka Ma Yufang akan mati karena kehabisan darah.


Fang An hanya menelan ludahnya saat melihat Chiyi mengkebiri Ma Yufang dengan cara yang sangat brutal, tentu dia tidak akan menduga jika Chiyi akan sebrutal itu.


"Dia memang pantas mendapatkannya!" kata Wang Lao Yi yang juga menyaksikan semua itu dari dalam Cincin nya.


Fang An segera mengeluarkan Pil nya dan kemudian dia memasukkannya kedalam mulut Ma Yufang yang sudah tidak sadarkan diri, Pil tersebut hanya untuk menghentikan pendarahan agar Ma Yufang tidak mati.


"Penderitaan mu baru saja dimulai Ma Yufang!" kata Chiyi yang kemudian dia melemparkan pisaunya di samping Ma Yufang yang terbaring tak sadarkan diri.


"Bawa Ma Yufang ke tempat pengobatan!" kata salah satu Hakim.


"Hakim, apakah anda akan tetap memberikan hukuman kepadanya?" tanya salah satu pejabat.


"Tentu saja, yang tadi itu adalah hukuman dari Chiyi, sedangkan hukuman yang ditetapkan oleh pemerintah akan tetap berlaku!" jawab Hakim tersebut.


Ketetapan hukum pemerintah adalah, jika ada salah satu pejabat melakukan tindak kejahatan ringan dalam bentuk apapun itu, maka hukumannya tidak hanya akan akan di turunkan dari jabatannya, melainkan seluruh hartanya akan disita hingga tersangka akan benar-benar menjadi orang yang paling miskin.


Jika seorang pejabat melakukan pelecehan, hukumannya adalah dikebiri, dan hukum Poin pertama akan tetap di jatuhkan.


Jika seorang pejabat melakukan pembunuhan tanpa alasan yang jelas apalagi pembunuhan berencana, maka hukumannya adalah mati dan hukuman poin pertama tetap akan dijatuhkan kepada keluarganya yang akan ditarik seluruh hartanya.


Jika seorang pejabat melakukan korupsi, maka hukumannya juga hukuman mati, dan harta yang ada di keluarganya akan tetap disita.


"Tuan muda Fang, terima kasih banyak atas bantuan Tuan muda yang telah mengungkapkan kebejatan Ma Yufang yang sudah sepuluh tahun di rahasiakan!" kata Hakim tersebut.


"Sama-sama Tuan Hakim, sudah tugas saya untuk membantu siapapun yang sedang kesusahan! Jika saya boleh meminta sesuatu, saya minta Tuan Hakim mengurangi hukuman kepada Nyonya Wei Baixi, setidaknya kurangi satu tahun, dan jika bisa!" Fang An menoleh ke arah keempat pejabat yang masih berada di depan pintu rumah Ma Yufang.


"Jika bisa, lakukan pembaruan dengan menghentikan para pejabat lama dan menggantikannya dengan yang baru!" kata Fang An yang sejak awal mencurigai keempat pejabat itu, Fang An merasa jika mereka bukanlah pejabat yang baik dan tidak jujur.


Semua itu bisa diketahui saat Ma Yufang mulai di tuduh, sebagai sesama pejabat satu angkatan yang sama, seharusnya mereka berempat harus berusaha membela walau pada akhirnya harus kalah, namun setidaknya mereka sudah menunjukkan kepedulian mereka, namun yang terlihat justru berbalik.


"Baik-baik, saran Tuan muda akan saya sampaikan kepada para dewan disini! Tapi bagaimana dengan para anggota Organisasi Palu Hitam itu?" tanya Hakim seraya menatap kesembilan mantan anggota Organisasi Palu Hitam.


"Bebaskan saja mereka, jika perlu rekrut mereka untuk bergabung dan bekerja sama dengan pemerintah untuk melindungi kota dari kejahatan!" kata Fang An.


"Jika itu yang Tuan muda inginkan, saya akan melakukannya setelah berkonsultasi dengan para Dewan kota!" ucap Hakim itu.


"Oh iya, aku harap para Dewan kota juga mau memberikan sedikit harta sitaan Ma Yufang kepada Bibi Chiyi, walau tidak banyak, setidaknya harta itu bisa diolah untuk dijadikan usaha mereka!"


Hakim menyetujui semua permintaan Fang An, sedangkan para masa mulai membubarkan diri meninggalkan kediaman Ma Yufang.


"Aku sudah menyelesaikan janji dan tugasku kepada Nona Xia Longli, jadi urusan ku di kota ini sudah selesai," ucap Fang An yang didengar oleh Xia Longli.


"Apakah kamu akan pergi hari ini?" tanya Xia Longli.

__ADS_1


"Iya, tapi aku masih harus membeli beberapa kebutuhan untuk penjualanku ku!" jawab Fang An.


Karena terlalu sibuk selama hampir satu hari, Fang An sampai tidak bisa pergi membeli kebutuhan untuk perjalanannya, sedangkan matahari sudah hampir tenggelam.


"Kalau begitu menginap dulu di Kota ini, dan besok kamu bisa membeli kebutuhan mu itu, bagaimana?"


"Maaf aku tidak bisa, aku tetap harus melanjutkan perjalanan ku!" jawab Fang An.


"Ibu dan kakak, aku mau menemani Tuan muda Fang untuk berbelanja dulu, kalian pulang duluan saja!" kata Xia Longli.


Fang An terkejut mendengarnya, dia tidak meminta Xia Longli untuk menemaninya membeli kebutuhan yang ia perlukan, namun Xia Longli justru mengatakannya sendiri.


"Eh, tidak perlu ikut denganku Nona Xia Longli, aku bisa pergi sendiri karena aku akan langsung pergi setelah semuanya sudah aku dapatkan!" kata Fang An.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin membalas jasa bantuanmu, hanya ini yang bisa aku lakukan, jadi tolong jangan menolak!" kata Xia Longli.


"Gadis ini lebih keras kepala dari pada Mu Yi Ling!" batin Fang An.


Fang An akhirnya tidak bisa menolak Xia Longli yang ingin menemaninya, mereka berdua segera pergi ke lokasi pasar yang agak jauh jaraknya.


Setelah hari sudah gelap, Fang An pun sudah membeli persediaan makanan untuk bekal perjalanan ke depan, hanya saja dia tidak menemukan penjual bahan-bahan untuk membuat Pil.


"Nona, sampaikan salam ku kepada Ibu dan kakakmu, maaf aku tidak bisa berpamitan kepada mereka!" kata Fang An.


Raut wajah Xia Longli sedikit sedih karena dia akan segera berpisah dengan pemuda yang telah menjadi penyelamatnya, walau baru satu hari bertemu, namun selama satu hari itu telah, Fang An telah meninggal kesan yang sangat istimewa di hati Xia Longli.


"Apakah kita akan bisa bertemu lagi?" tanya Xia Longli.


"Entahlah aku juga tidak yakin, sebab kita tidak tahu akan hal yang akan terjadi di masa depan, namun jika aku melewati tempat ini, aku akan mampir menemui kalian!" jawab Fang An.


Walau sudah mendapatkan jawabannya, Xia Longli masih merasa tidak puas akan jawaban tersebut, hanya saja dia mengerti jika pemuda di hadapannya juga memiliki urusannya sendiri, dan mengenai pertemuan di masa depan, Xia Longli hanya menyerahkannya kepada Takdir.


"Nona Xia Longli, aku ingin memberikan saran kepada mu dan juga kakakmu! Jika bisa cobalah untuk mencari guru agar kamu dan kakakmu bisa menjadi Kultivator, karena sekarang tidak hanya orang yang memiliki harta yang menjadi penguasa, orang yang memiliki kemampuan juga bisa menjadi penguasa dan kalian tidak perlu takut jika ditindas lagi di masa depan!" kata Fang An.


Xia Longli hanya mengangguk, sedangkan Fang An tersenyum hangat dan kemudian dia memberikan dua butir Pil kepada Xia Longli seraya berkata, "Jika kalian sudah berhasil menjadi seorang praktisi setidaknya di tahap Yu Zao Tingkat 1, gunakan Pil ini untuk membantu menambah jumlah pusaran Qi kalian dan kalian akan dengan cepat naik ketahap Yu Zao Tingkat 3!" kata Fang An seraya menyerahkan Pil berwarna putih seperti salju.


"Jaga diri baik-baik, kelak jika kita bertemu lagi, aku harap kamu sudah menjadi seorang Kultivator!" kata Fang An.


"Aku akan mengikuti saranmu!" jawab Xia Longli.


"Selamat Tinggal!" ucap Fang An dan kemudian tubuhnya melayang secara perlahan ke udara membuat Xia Longli terkejut melihatnya.


Fang An melambaikan tangannya dan kemudian tubuhnya berubah menjadi cahaya melesat jauh dan menghilang di kegelapan malam, sedangkan Xia Longli masih tertegun menatap ke arah menghilangnya cahaya tubuh Fang An.


"Dia bisa terbang seperti lima orang kuat yang diceritakan oleh orang-orang!" gumam Xia Longli.


Kelima orang yang di maksud Xia Longli adalah Kelima Yu Jing, yaitu Gu Yao He, Mao Lin, Fu Jianzi, Mu Zhi Tian dan Chang Hanzi.


"Aku harus menjadi seorang Kultivator juga agar kelak bisa bertemu lagi dengan penyelamat ku itu!" ucap Xia Longli yang memantapkan hatinya untuk menjadi seorang Kultivator.

__ADS_1


Xia Longli bergegas kembali ke rumahnya serta ingin menyampaikan pesan Fang An untuk kakaknya, sedangkan Fang An sendiri sudah berada di luar kota, dia sudah duduk di atas punggung Singa Es.


Fang An menatap ke arah Kota Tianyang selama beberapa saat, dia tersenyum sesaat sebelum akhirnya dia dan Singa Es terbang meninggalkan Kota, dan mereka berdua akan beristirahat saat sudah tengah malam.


__ADS_2