SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Membubarkan Organisasi Palu Hitam


__ADS_3

Mereka berdua sudah tiba di sebuah bangunan megah berlantai tiga, bangunan tersebut seperti penginapan, dan ada banyak orang yang keluar masuk di dalam bangunan itu.


"Apakah disini markas mereka?" tanya Fang An.


"Iya, disinilah Markas mereka! Mereka tinggal disini sebab tempat ini di bangun oleh Walikota dan dijadikan tempat untuk hiburan malam!" jawab Longli.


"Owh!"


Fang An mengira itu adalah penginapan, namun ternyata itu adalah rumah hiburan, dan Longli menjelaskan jika tempat hiburan di hadapannya itu adalah satu-satunya di Kota Tianyang.


"Kenapa Sesepuh Chang Hanzi tidak mengontrol penduduknya dengan baik!" batin Fang An.


"Chang Hanzi itu hanya mengurus yang ia tahu, dan seharusnya para penasehat dan juga petinggi-petinggi pemerintahan lah yang mengurusnya setelah itu melaporkannya kepada Raja mereka," kata Wang Lao Yi.


Fang An hanya menghela nafas panjang dan kemudian dia dan Longli berjalan untuk memasuki rumah hiburan itu.


Longli berjalan di belakang Fang An seraya memegang baju Fang An karena takut, sedangkan Fang An terus berjalan hingga sampai di depan pintu.


"Tuan muda, selamat datang di..!"


Seorang wanita paruh baya yang berdandan serta berpakaian anggun tersenyum menyambut Fang An, namun senyuman dan sambutan itu langsung menghilang saat wanita itu melihat Longli.


"Kau? Kenapa kamu kembali dengan orang lain, kemana Sio Fang dan yang lain nya!" tanya wanita itu dengan mata melotot serta nada membentak.


"Jadi kamu juga salah satu anggota Organisasi Palu Hitam itu? Kalau begitu suruh semua anggota Organisasi mu keluar dan bebaskan saudara Nona ini sekarang juga, jika tidak maka bangunan ini akan aku ratakan dengan tanah," kata Fang An yang membuat wanita itu terkejut.


"Apa kamu memiliki kemampuan untuk melakukan itu? Kamu ini hanyalah anak sapi yang mendatangi kandang Singa!" ucap wanita itu.


Longli semakin memegang baju Fang An dengan kuat, dia benar-benar sangat ketakutan sampai tidak berani untuk mengangkat wajahnya.


"Anak Sapi!?" Fang An tersenyum tipis dan kemudian dia melepaskan Energinya sehingga membuat seluruh bangunan bergetar.


Mulut wanita itu terbuka lebar dengan ekspresi yang tidak percaya jika pemuda di hadapannya ternyata memiliki energi yang sangat besar.


Akibat getaran tersebut, semua orang-orang yang ada didalam langsung berlarian keluar karena takut, sedangkan Wanita itu melepaskan gaun cantiknya dan diganti dengan pakaian hitam.


"Siapa kamu sebenarnya?" tanya wanita itu lagi.


"Seperti yang tadi kamu katakan, aku hanyalah Anak Sapi yang mendatangi sarang Singa," jawab Fang An dan kemudian dia berbicara kepada Longli. "Kamu menjauh lah dulu ke belakang, aku akan mengurus semua ini!" kata Fang An.


Longli segera mundur sejauh mungkin sedangkan Fang An mulai mengeluarkan petirnya yang menyelimuti seluruh tubuhnya.


Wanita paruh baya itu mundur beberapa langkah saat melihat sambaran petir kecil yang mulai menyambar dari tubuh Fang An ke segala arah, dan tidak berselang lama, sembilan sosok lain yang terdiri dari tiga wanita dan enam pria berbadan kekar turun dari tangga dan mereka langsung melompat ke samping wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"Apa yang sedang terjadi, dan siapa anak muda ini?" tanya pria berbadan kekar dengan palu besar yang ia letakkan di pundaknya.


"Aku juga tidak tahu, sepertinya anak muda itu adalah teman gadis yang ada disana, mereka menginginkan saudara gadis itu yang ditahan di atas," jawab Wanita itu.


"Ini sangat tidak baik, kemampuan anak itu berada di tahap Yu Zha, bahkan Pimpinan Organisasi kita sekalipun bukan tandingannya," kata seorang wanita yang juga memiliki palu hitam, namun ukurannya lebih kecil daripada palu milik para Pria berbadan kekar.


"Apakah kalian menungguku mengacak-acak tempat ini dulu agar kalian mau membebaskan saudara gadis itu?" kata Fang An.


"Sa sa sabar dulu Tuan muda, kita bicarakan ini secara baik-baik!" kata Pria besar yang berada paling depan.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, cepat keluarkan saudaranya sebelum aku benar-benar marah!" kata Fang An yang sama sekali tidak mau diajak bicara baik-baik.


"Baik-baik, tunggulah sebentar, saya akan melepaskannya!" ucap pria tersebut dan kemudian dia membawa dua rekannya pergi ke lantai atas.


Tidak lama kemudian pria kekar itu kembali membawa seorang pemuda kurus berusia 17 tahun, tubuhnya masih dililit tali, dan ada banyak lebam di tubuh serta wajahnya.


Namun di belakang pemuda itu ada pria bertubuh pendek sedang mengarahkan palunya ke punggung pemuda tawanan itu yang tidak lain adalah Xia Feihu.


"Anak muda, kamu datang dan membuat kekacauan di tempat ku hanya demi menyelamatkan Feihu bukan? Kalau kamu tidak ingin dia mati, sebaiknya kamu menyerah dan serahkan Longli padaku!" kata Pria pendek itu.


"Kakak…!"


Xia Longli langsung berlari ke arah kakak nya dengan teriakan serta tangisannya yang pecah.


"Apakah kamu pimpinan Organisasi ini?" tanya Fang An.


"Iya, akulah pimpinan disini!!" jawab pria pendek itu.


"Apakah kamu pikir ancamanmu itu berguna padaku! Aku tidak perlu melakukan sesuatu yang berarti untuk membebaskannya dari tanganmu!" ucap Fang An.


Pria paruh baya bertubuh pendek itu tersenyum licik dan kemudian dia mengayunkan palunya seraya berkata, "Selamatkan dia jika kamu bisa!" ucapnya yang berniat memukul punggung Feihu dengan palunya.


"Kakak, tidaaak!"


Xia Longli menjerit histeris melihat kakaknya yang akan dibunuh, sedangkan Fang An langsung menghentakkan kakinya dan kemudian dia melesat dengan menggunakan Langkah Petir nya sehingga tubuhnya menghilang.


Wuuus!!"


Palu pimpinan itu belum sempat terayun ke tubuh Feihu, tiba-tiba saja ada angin lewat yang disertai dengan cahaya kilatan yang sangat cepat, tiba-tiba saja tubuh pimpinan itu terlempar begitu saja menabrak tembok sehingga membuat dirinya tidak hanya terkejut, namun juga merasakan sakit serta panas di dadanya yang membuat dia kesulitan untuk bernafas.


"Uhuk uhuk! A apa yang, uhuk uhuk!"


Pimpinan itu ingin berkata akan apa yang telah terjadi, namun dia terus batuk dan muntah darah, bahkan untuk menarik nafas pun juga tidak bisa.

__ADS_1


"Pimpinan..!"


Mereka semua jelas terkejut karena tidak ada yang mengetahui apapun, yang mereka ketahui hanya suara benturan keras dari tubuh pimpinan mereka yang menghantam tembok dan dadanya sudah terkelupas dengan pakaian yang hangus terbakar di bagian dada.


Saat mereka menghampiri pimpinan mereka untuk menolongnya, ternyata pimpinan mereka telah tewas dengan mata masih terbuka.


"Kakak!"


Xia Longli langsung memeluk Xia Feihu yang tiba-tiba saja sudah berada di sampingnya, dia menangis sejadi-jadinya dengan tangisan takut, sedih bercampur bahagia.


"Jangan memelukku terlalu keras, tubuhku masih kesakitan!' kata Feihu.


Xia Longli langsung melepaskan pelukannya dan kemudian dengan sisa tangis nya yang masih terisak-isak, dia melepaskan tali yang mengikat tubuh kakaknya.


Fang An tersenyum melihat kedua kakak beradik itu sudah kembali bersama, dia berbalik dan menatap para anggota Organisasi Palu Hitam yang masih berkumpul di tempat jasad pimpinan mereka.


"Aku tahu jika di dalam masih ada anak-anak yang kalian tahan, kalian tinggal pilih, aku yang akan menjemput mereka sendiri sekaligus melenyapkan kalian, atau kalian sendiri yang mengeluarkan mereka dan kalian bisa hidup dengan syarat kalian harus membubarkan Organisasi Palu Hitam" kata Fang An.


Mereka semua saling berpandangan satu sama lain, karena pimpinan mereka sudah tewas, mereka juga tidak ingin ikut menyusul nya, dan mereka juga tidak memiliki alasan lagi untuk tetap berada di tempat itu.


Tiga wanita paruh baya segera naik ke lantai atas dan setelah beberapa saat, mereka turun dengan membawa tiga anak laki-laki berusia 10 tahun, dan satu pemuda berusia 16 tahun ditambah dua gadis seumuran dengan Xia Longli.


Pakaian mereka semua sama-sama lusuh, dan tubuh ketiga anak laki-laki itu dipenuhi dengan luka yang sepertinya sudah lama tak diobati.


"Ini semua yang ada disini, dan sisanya masih bekerja di luar, Longli pasti tahu akan berapa orang yang masih bekerja di luar!" kata salah satu wanita paruh baya itu dengan wajah terlihat takut.


"Tuan muda, kami ini hanyalah pekerja yang mematuhi perintah pimpinan kami, dan kami terpaksa ikut demi biaya kebutuhan agar bisa memberi anak-anak kami makan," kata wanita yang satunya.


"Aku mengerti, namun kalian harus tetap mempertanggung jawabkan perbuatan kalian ini, sebab kalian telah melakukan kejahatan! Aku mungkin bisa memberi kalian pengampunan asal kalian mau mengakui akan keterlibatan Walikota di hadapan semua orang, bagaimana?" tanya Fang An.


Wanita paruh baya yang sebelumnya menjadi penyambut tamu itu datang menghampiri ketiga wanita rekannya, dan disusul oleh para pria berbadan kekar itu.


Semuanya saling berpandangan satu sama lain dan akhirnya mereka semua sama-sama mengangguk, sebab saat ini mereka hanya ingin tetap hidup.


Mereka semua membuang palu mereka lalu salah satu pria berbadan kekar berbicara kepada Fang An. "Tuan muda, kapan anda ingin kami melakukan pengakuan itu?" tanyanya.


"Kalian semua ikut dulu denganku, dan bawa semua anak-anak ini, tapi dua orang dari kalian harus menjemput mereka yang masih berada di luar, setelah itu kalian semua berkumpul di rumah Nona Xia Longli, aku akan menunggu kalian disana! Ingat jangan coba-coba untuk kabur atau melakukan hal bodoh lainnya, jika salah satu dari kalian berani berbuat macam-macam, kalian akan menanggung konsekuensinya!" kata Fang An.


"Kami berdua yang akan menjemputnya, dan Tuan muda tidak perlu khawatir, kami tidak akan melakukan tindakan yang macam-macam, sebab kami semua disini hanyalah anggota biasa, kecuali Sio Fang dan kelima rekannya, Sio Fang adalah anak angkat Pimpinan dan kelima rekannya adalah sahabatnya, mereka berenam lah orang-orang yang paling keji dan sering memukuli anak-anak!" kata Wanita itu.


"Mereka berenam sudah tidak akan bisa melakukan apa-apa lagi, sebab aku sudah memotong kedua kaki mereka, kecuali satu orang yang sudah aku bunuh!" kata Fang An kemudian dia berbalik seraya kembali berbicara kepada kedua wanita yang bersedia untuk menjemput anak-anak yang tersisa." Pergilah jemput anak-anak yang masih bekerja, dan kalian semua ikutlah denganku ke rumah Nona Xia Longli!" kata Fang An yang tidak memperdulikan keterkejutan mereka saat dirinya menjelaskan jika sudah menebas kaki Sio Fang dan para rekannya.


Xia Longli dan Xia Feihu membawa Fang An dan semuanya ke rumahnya, sedangkan kedua wanita paruh baya itu segera berpisah untuk menjemput anak-anak yang dipekerjakan di beberapa tempat.

__ADS_1


"Walikota, kamu merasa kebal hukum dan juga sangat pintar berkelit, sekarang kamu harus bersiap-siap karena aku akan membuatmu menyesali perbuatan mu yang telah melecehkan ibu mereka berdua!" gumam Fang An yang berjalan di belakang Xia Longl.


__ADS_2