SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Buah Harapan Singa Es


__ADS_3

***


"Ketua, selamat datang kembali di Kelompok Petir Langit!"


Setelah Fang An mendapatkan Akar Pohon Magma dan juga Air Mata Bodhisatva dari Ji Xao Long, dia segera kembali ke Paviliun Petir Langit nya yang sudah lama dia tinggalkan.


Tang Chin dan semua anggota Petir Langit sudah lama menunggu kepulangan Ketua utama mereka sejak Fang An kembali dari dalam gunung, bahkan Kursi tempat duduk Tang Chin yang dikhususkan untuk Ketua Utama kini dikosongkan karena sekarang Ketua utama mereka sudah datang.


Fang An menatap keseluruh ruangan Paviliun yang sedikit berubah desainnya dari yang terakhir dia lihat, dan saat dia mengamati para anggotanya, tatapannya jatuh kepada beberapa sosok yang dikenalinya, dan dengan ekspresi terkejut Fang An bertanya kepada mereka. "Kenapa kalian berada di paviliun Petir Langit?" tanya Fang An.


"Kami juga Anggota Petir Langit mu Ketua Fang!" jawab Shin Han.


"Anggota Petir Langitku juga? Lalu bagaimana dengan Kelompok kalian sendiri?" tanya Fang An.


"Sudah digantikan oleh para wakil Ketua masing-masing kelompok kami, dan kami sengaja keluar dari kelompok agar bisa bergabung menjadi Anggota Kelompokmu!" jawab Yang Qing.


"Kalian ini benar-benar aneh!" gumam Fang An dan kemudian dia melihat kearah pemuda gendut yang memperhatikannya dengan tersenyum lebar.


"Sepertinya kamu tidak bermalas-malasan dan mementingkan makanan saja Yan Hang, aku senang kekuatanmu sudah meningkat jauh selama setahun ini!" kata Fang An.


"Ini semua karena dukungan semua anggota kelompok Petir Langit, jika tidak tanpa mereka, mungkin aku hanya akan mencapai tahap Yu Zha Tingkat 1 saja dalam setahun ini!" kata Yan Hang.


"Kekuatanmu memang semakin besar dan kuat, tapi kenapa ini juga ikut membesar? Apa tidak bisa kamu mengurangi angin di dalam perutmu itu?" tanya Fang An seraya menepuk perut Yan Hang yang buncit dan besar.


"Hahaha..!" Yan Hang hanya tertawa mendengar candaan Fang An.


"Selama setahun ini, siapa yang sudah bertanggung jawab penuh atas Petir Langit ini?" tanya Fang An.


"Tang Chin dan Yan Hang! Mereka berdualah yang selama setahun ini memimpin Kelompok hingga bisa berkembang sebesar ini!" jawab Gui Lang.


"Tidak juga, pencapaian ini bukan hanya karena kami berdua, kemajuan Petir Langit ini berkat kerja sama kita semua, dan aku hanya sebagai pengisi kursi ketua yang kosong, itupun mereka yang memintanya!" kata Tang Chin.


"Terima kasih atas kesabaran kalian selama setahun ini mempertahankan Kelompok Petir Langit ini, kinerja kalian semua sangat bagus, aku sangat bangga kepada kalian semua!" kata Fang An.

__ADS_1


"Karena kamu sudah kembali, maka kedudukan ketua utama aku kembalikan padamu!" kata Tang Chin.


"Tidak usah, kamu saja yang mendudukinya, lagi pula aku jarang sekali ikut campur masalah Kelompok ini!" jawab Fang An.


"Tapi Ketua, hanya kamu satu-satunya orang yang pantas menjadi ketua kami! Atau begini saja, kamu adalah ketua Petir Langit saat kamu berada di sini, dan Tang Chin akan tetap menjadi Ketua Petir Langit saat kamu tidak ada disini, bagaimana?" tanya Ying Huo.


"Aku setuju dengan usulmu!" kata Qiao Yi.


Semua anggota Petir Langit segera menyetujui usul Ying Huo, dan Fang An akhirnya hanya bisa menuruti keinginan semua anggotanya.


"Setelah penyerangan di Akademi ini selesai, apakah tidak ada masalah lain yang mengganggu kelompok kita ini? Misalnya gangguan dari kelompok lain atau yang lainnya!" tanya Fang An.


"Tidak ada Ketua, semua murid di akademi ini tidak ada yang berani mengganggu Petir langit, namun yang menyulitkan kami bukanlah situasi di dalam akademi ini, melainkan misi-misi yang kami kerjakan!" kata Tang Chin kemudian dia mulai menjelaskannya.


Karena Petir Langit sudah menduduki Ranking Pertama, jadi misi-misi yang diberikan juga bukan misi kecil, melainkan misi kelas 1.


Pekerjaan Misi di Akademi memiliki kelas tersendiri, dan yang paling tinggi adalah misi Kelas 1, misi itu sangatlah berat dan juga berisiko tinggi, terkadang beberapa anggota ada yang kembali dalam kondisi terluka, namun untung saja tidak pernah ada anggotanya yang meninggal, karena resiko di misi Kelas 1 antara terluka parah dan meninggal.


Untung saja kelompok Petir Langit sudah memiliki Shin Han dan beberapa mantan ketua kelompok lainnya yang saat ini sudah mencapai tahap Yu Zha Tingkat 7 hingga 8, jadi misi-misi yang dinilai memiliki resiko tertinggi akan mengirimkan satu atau dua orang dari para mantan Ketua Kelompok yang lain.


"Aku dengar dalam waktu dekat ini, para Tetua akan melakukan rencana penyerangan ke Selatan, apakah kamu sudah mendengarnya?" tanya Jian Kang.


"Iya, aku sudah diberitahu akan hal itu, dan besok kami akan berangkat kesana!" jawab Fang An.


"Besok katamu! Kenapa harus secepat itu?" tanya Tang Chin.


Fang An hanya tersenyum, semua rencana keberangkatan itu karena permintaan dari dirinya sendiri, karena Fang An sudah tidak sabar ingin membalas kematian Singa Es nya.


"Besok hanya murid-murid terpilih saja yang akan dibawa, mungkin kalian yang mencapai tahap Yu Zha Tingkat 7 keatas akan dibawa oleh para Tetua!" kata Fang An.


"Fang An, aku tahu kekuatanmu saat ini sudah mencapai tahap Yu Zhu, dan Sao Yi Feng serta keempat lainnya yang sudah menjadi guru pembimbing juga mencapai tahap Yu Zhu, jika boleh tahu, kamu berada di tahap Yu Zhu Tingkat berapa?" tanya Yan Hang.


"Eee, aku baru mencapai Tahap Yu Zhu Tingkat 8!" jawab Fang An dengan santainya.

__ADS_1


"Yu Zhu elit? Benar-benar luar biasa, hanya menghilang selama setahun saja mencapai tahap setinggi itu serta mencapai tingkat elit, bakatmu benar-benar membuatku semakin iri saja!" kata Wo Shian.


"Kekuatannya sudah jauh melebihi kelima mantan murid top di akademi ini, saat kamu berada di tahap Yu Zha saja sudah mampu membunuh seorang Yu Jing dan seorang Xu Hun, dengan kekuatan mu sekarang, mungkin kamu akan dengan mudah mengalahkan Ketua Sekte Gunung Pohon Persik itu!" kata Tang Chin.


"Iya jika dia masih berada di Tingkat 1, tapi kalau dia naik ke tingkat berikutnya, mungkin akan sedikit lebih sulit!" jawab Fang An.


"Ee, seharusnya kamu juga bisa mengalahkan seorang Ahli di tingkat 2 dan 3 bukan, apalagi kamu bisa meningkatkan kemampuan mu hingga ke tahap Ahli tingkat 1, Setidaknya sekarang kamu bisa meningkatkannya ke tingkat 3 dan 4 itu menurut pendapatku," kata Yan Hang.


Fang An hanya menanggapi ucapan Yan Hang dengan tersenyum, dia tentu tidak akan mengatakan jika sebenarnya saat itu yang dia gunakan bukan kekuatan miliknya sendiri, namun Fang An memilih untuk tidak menjawabnya.


"Sudahlah, aku harus pergi ke makam Singa Es dulu, dan setelah itu aku mau istirahat agar besok pagi kondisiku sudah sepenuhnya prima untuk bersiap pergi ke Wilayah Merah!" kata Fang An.


Setelah berpamitan, Fang An segera keluar dan kemudian tubuhnya melesat bagai kilat hingga mata semua anggota Petir Langit tidak bisa melihat sosok Fang An, dan Fang An melesat ke puncak gunung di tempat Singa Es meninggal.


Sesampainya disana, ada batu nisan yang terbuat dari Perak dengan bertuliskan Makam Sang Pahlawan Akademi Fang An, dan disampingnya juga ada batu nisan milik Singa Es, lalu di belakangnya ada Pedang Langit yang tetap berada di posisi saat Fang An meninggalkannya ketika dia jatuh kedalam Segel Inti Petir Merah.


Pedang tersebut sama sekali tidak bergeser dari tempatnya, dan Fang An tahu jika tidak akan ada satupun orang di akademi yang akan mampu mengangkat Pedang langitnya, termasuk Keempat Tetua Akademi.


"Singa es, maaf aku baru datang sekarang menjenguk mu, sebenarnya aku juga berniat untuk menyusul mu, namun Langit tidak mengijinkan ku pergi secepat itu, aku harap kamu bisa beristirahat dengan tenang, aku janji akan menghancurkan Kelompok Pita Merah untuk mu!" gumam Fang An lalu dia mengeluarkan sebiji buah yang sangat kecil dari dalam cincinnya.


"Ini adalah buah yang seharusnya bisa membuatmu berbicara seperti Singa Angin, sayangnya hingga saat ini aku belum tahu namanya, namun aku sudah memberikan nama buah ini sendiri, yaitu Buah Harapan Singa Es!" kata Fang An seraya meletakkan buah sekecil anggur berwarna merah itu di depan batu nisan Singa Es.


Buah itu berhasil berbuah saat Fang An mencoba menyiramnya dengan air yang dicampur dengan Air Mata Bodhisatva pemberian Ji Xao Long, dan benar saja, pohon aneh itu yang memiliki satu bunga saja langsung berbuah, dan begitu Fang An memetik buahnya, satu bunga lagi muncul.


Yang sangat di sayangkan oleh Fang An adalah, ketika dia berhasil menemukan cara agar pohon itu bisa berbuah lebih cepat, Singa Es sudah tidak ada, karena itu Fang An memberikan nama untuk buah itu dengan nama Buah Harapan Singa Es sebagai kenang-kenangannya kepada Singa Es.


"Singa Es, aku pergi dulu, setelah aku dan para anggota Akademi selesai menghancurkan Pita Merah, aku akan segera kembali kesini untuk memberikan kabar kehancuran kelompok yang sudah memisahkan kita!" ucap Fang An dan setelah itu dia bangkit dengan wajah gelap dan penuh dengan dendam.


Fang An mengambil Pedang Langit nya lalu dia memperhatikan batu nisan milik dirinya sendiri, walau terasa aneh saat melihat batu nisannya sendiri padahal dirinya masih hidup, namun Fang An tidak mempermasalahkannya.


"Pita Merah, aku akan segera datang untuk darah Singa Es ku!" kata Fang An dan kemudian tubuhnya bergetar lalu dia menghilang dari Puncak gunung itu.


***

__ADS_1


Semalam tidak Update karena ada tetangga ku yang meninggal dan dikubur setelah sholat tarawih, maaf ya, silahkan baca juga SS 2 nya.


__ADS_2