SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Hati yang terluka


__ADS_3

***


Sejak Balon Sayap Angin berangkat menuju ke Kota Chang Lan, yang bisa dilakukan oleh mereka hanyalah mengobrol, mondar-mandir dari depan ke belakang.


Jika perjalanan mereka melewati sebuah desa besar serta kota, mereka akan berhenti sejenak untuk membeli segala sesuatu yang dibutuhkan.


Untung saja mereka cukup banyak sehingga perjalanan tidak terasa jenuh, terlebih lagi Balon itu sudah dilengkapi dengan tempat tidur sederhana yang ditutupi oleh anyaman bambu, dan di dalamnya sudah ada tempat untuk memasak, kamar mandi dan kebutuhan-kebutuhan sederhana lainnya.


Itu sebabnya Balon itu juga perlu turun guna mengisi kembali air bersih dan segala macam yang dibutuhkan oleh Balon itu agar perjalanan terbangnya bisa berjalan dengan lancar.


Tanpa terasa setelah melewati beberapa bulan perjalanan, mereka sudah mulai dekat untuk tiba di Kota Chang Lan, walau jaraknya masih cukup jauh, namun setidaknya mereka sudah mulai memasuki wilayah Kota Chang Lan.


"Wilayah Benua Daratan Hijau ini benar-benar sangat subur sekali, ini sesuai dengan namanya. Sejak awal berangkat, warna daun membentang sepanjang perjalanan beberapa bulan ini, tidak seperti di Benteng putih yang terkadang terdapat tanah gersang dan panas!" kata Cia Ling.


"Apakah kamu merasa betah melihat pemandangan Hijau ini?" tanya Yan Hang.


"Tentu saja! Andai aku bisa tinggal di Benua ini, mungkin aku akan selalu pergi ke puncak yang paling tinggi untuk melihat kesuburan wilayah ini!" jawab Cia Ling.


"Kalau begitu menikahlah dengan Yan Hang, nanti kamu pasti bisa menikmati pemandangan disini setiap hari," kata Xang Wuhai yang menggoda Cia Ling.


"Memangnya di Wilayah ini tidak ada laki-laki yang lain selain laki-laki bertubuh angin itu? Hmp!" jawab Cia Ling.


"Siapa juga yang ingin menjadi suami wanita kasar sepertimu?" kata Yan Hang yang membuat mereka semua tertawa kecuali dua gadis yaitu Bing Xuyue dan Fu Lie Wei.


"Ketua! Sepertinya kita sudah dekat dengan Kota Chang Lan!" kata Tang Chin.


"Iya, namun pemukiman Klan ku sekarang berada di Desa Lianxai, jaraknya tidak begitu jauh dari kota!" kata Fang An.


Fang An melihat ke arah Bing Xuyue dan berpindah ke Fu Lie Wei, dalam perjalanan yang memakan waktu hampir empat bulan itu, kedua gadis itu sama sekali tidak mau saling berbicara bahkan bertegur sapa juga tidak.


Disatu sisi, sikap Fu Lie Wei sedikit berbeda dari sebelumnya kepada Fang An, dia seperti marah, namun Fang An tidak mengerti alasan Fu Lie Wei yang bersikap seperti itu.


"Sepertinya kalian sudah dekat dengan tujuan kalian! Nona Zang Mei dan semuanya! maafkan aku, karena aku tidak bisa ikut kalian, kita berpisah disini saja, " kata Fu Lie Wei


"Nona Lie Wei, kenapa nona tidak ikut saja bersama kami? Lagi pula aku juga ingin mengetahui rumahmu!" kata Qiao Yi.

__ADS_1


"Nanti kita pasti bertemu lagi, setelah itu barulah kamu akan mengetahui akan siapa diriku ini! Selamat tinggal!" kata Fu Lie Wei.


"Lie Wei! Sebenarnya ada apa denganmu, kenapa sikapmu sangat aneh sekali kepadaku?" tanya Fang An.


Fu Lie Wei menatap Fang An dengan tatapan sedikit berkaca-kaca, namun dia segera memalingkan wajahnya, dan tanpa menjawab pertanyaan Fang An, dia berbalik dan berbicara kepada kedua pengemudi Balon terbang itu.


"Jika kalian sudah kembali, sampaikan salamku kepada Tuan Li!" kata Fu Lie Wei.


"Akan kami sampaikan Nona!" jawab salah satu pengemudi tersebut.


"Terima kasih!" kata Fu Lie Wei dan kemudian tanpa menoleh lagi ke arah Fang An, Fu Lie Wei segera melompat menjauhi balon itu lalu dia terbang dengan kecepatan tinggi meninggalkan Balon udara tersebut.


Fang An tanpa berpikir panjang lagi juga keluar dari balon udara itu dan kemudian dia menggunakan kecepatan petir nya mengejar Fu Lie Wei untuk meminta penjelasan atas perubahan sikap Fu Lie Wei padanya.


"Fang An kembali..!" seru Bing Xuyue lalu dia berniat pergi menyusul Fang An, namun teman-temannya melarangnya.


"Nona Bing, tenanglah! Fang An pasti menyadari jika Nona Lie Wei telah bersikap aneh padanya sejak awal kita berangkat, aku yakin itu semua karena Lie Wei merasa tertipu atas nama Palsu Fang An yang mengaku bernama Huang An kepada Nona Lie Wei! Jadi biarkan mereka menyelesaikan kesalahpahaman mereka," kata Zang Mei.


Teman-teman yang lainnya juga berusaha menenangkan Bing Xuyue yang masih berniat mengejar Fang An, dan dengan segala cara, akhirnya Bing Xuyue bisa ditenangkan.


"Menyingkirlah dari jalanku!" kata Fu Lie Wei.


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi tanpa memberikan jawaban akan perubahan sikapmu padaku!" kata Fang An.


"Kamu mau menyingkir atau tidak? Jangan sampai aku menggunakan cara kasar agar kamu tidak menggangguku lagi!" kata Fu Lie Wei.


"Sebenarnya ada apa dengan mu?" kata Fang An yang merasa belum percaya jika Fu Lie Wei benar-benar berubah.


Fu Lie Wei yang merasa tidak memiliki pilihan lain akhirnya mencabut pedangnya lalu mengarahkan ujung pedangnya ke arah Fang An seraya berkata, "Jangan kamu pikir aku ini tidak tega untuk melukaimu!" kata Fu Lie Wei namun dengan perasaan ragu dan genggaman pedangnya sedikit goyah.


"Apakah jika kamu melukaiku kamu mau menjawab pertanyaanku?" tanya Fang An.


Fu Lie Wei menggigit bibirnya menahan perasaannya yang berkecamuk, dia sekali lagi berusaha untuk tetap tegar, namun saat melihat Fang An, ketegarannya langsung berubah menjadi lemah, dan dia akhirnya menurunkan Pedangnya seraya berkata, "Kenapa kamu tidak jujur sejak awal jika namamu adalah Fang An dan bukan Huang An? Apakah sejak awal kamu ini ingin mempermainkan ku?" kata Fu Lie Wei dengan suara sedikit pelan namun ada rasa kandungan emosional didalamnya.


"Jadi kamu sudah tahu akan namaku? Kalau begitu aku minta maaf, tapi jujur saja, aku sama sekali tidak bermaksud untuk mempermainkan mu! Saat itu aku terpaksa tidak mengenalkan nama asliku karena aku takut setelah kamu mengetahui jika aku berasal dari Klan yang hampir hancur, kamu akan membenciku karena statusku saat itu sebagai keturunan Klan Fang!" kata Fang An.

__ADS_1


Fu Lie Wei terdiam, sebenarnya dia juga mendengar jika Sektenya memiliki konflik dengan Klan Fang, walau Fu Lie Wei tidak sepenuhnya mengetahui akan apa yang sedang terjadi, namun masalah itu sudah tersebar luas, dan Fu Lie Wei baru mengetahuinya saat melakukan perjalanan ke Perbatasan Benua Daratan Hijau untuk berburu ke Hutan Hitam.


"Fang An! Sekarang kamu sudah memiliki gadis calon pendampingmu di masa depan, aku mohon lupakan semua yang pernah kita alami di Hutan Sesat itu, aku harap kamu bisa mengerti akan perasaan wanita!" kata Fu Lie Wei.


"Aku tahu itu, karena itulah aku berusaha untuk menjaga sikap demi kamu dan Yue Yue, aku juga sudah melupakan kejadian dimasa lalu, dan aku berharap kita masih bisa menjadi teman!" kata Fang An.


Sekali lagi Fu Lie Wei merasakan sakit dihatinya, sekarang dia sudah tahu jika Fang An lebih memilih Bing Xuyue daripada dirinya. Namun dia sudah siap akan semuanya, dan Fu Lie Wei akan berusaha untuk menerima kenyataan pahit tersebut walau dia sadar jika sebenarnya usia dirinya dengan Fang An sangat berbeda dimana dia jauh lebih tua dari Fang An, dan menurut Fu Lie Wei, Fang An memang pantas bersama dengan Bing Xuyue yang masih satu generasi.


Fu Lie Wei berusaha memaksakan diri untuk tersenyum, dia berusaha menutupi sakit dihatinya dengan sebuah senyuman hangat agar Fang An percaya jika dia juga rela untuk melepaskan pemuda tersebut untuk bersama dengan gadis pilihannya.


"Baiklah Fang An, aku menerima pertemanan ini!" kata Fu Lie Wei.


Fang An mengeluarkan Spirit Core Anim Beast yang sudah dia kumpulkan untuk diberikan kepada Fu Lie Wei. "Ini Spirit Core yang sengaja aku kumpulkan untuk mu, tolong terima ini sebagai permintaan maafku karena sudah tidak berterus terang padamu!" kata Fang An.


"Tentu aku akan menerimanya! Terima kasih banyak, dan mengenai masalalu, sebaiknya kita tidak perlu membahasnya lagi," kata Fu Lie Wei.


Fang An mengangguk lalu Fu Lie Wei menoleh ke balon udara seraya berkata, "Kembalilah kamu ke teman-temanmu!" kata Fu Lie Wei.


"Lalu kamu sendiri?"


Fu Lie Wei menggelengkan kepalanya seraya menjawab, "Aku harus segera kembali, karena sudah hampir tiga tahun aku tidak pulang!" kata Fu Lie Wei.


Fang An segera mengerti, dia sendiri juga harus pulang karena di rumahnya Ayah dan ibunya sudah menunggunya.


"Baiklah kalau begitu! Karena kamu sudah tahu akan siapa aku, jika ada waktu berkunjunglah ke tempatku!" kata Fang An.


"Iya!" jawab Fu Lie Wei.


"Kalau begitu aku kembali dulu!" ucap Fang An dan dijawab dengan anggukan serta senyuman paling hangat kepada Fang An.


Fang An juga tersenyum, namun diahatinya juga merasa sakit karena harus terpaksa melukai perasaan Fu Lie Wei, Fang An juga tahu jika sebenarnya senyuman hangat Fu Lie Wei adalah senyuman palsu dimana senyuman itu sebenarnya adalah senyuman kesedihan.


"Lie Wei, maafkan aku! Aku terpaksa harus menyakiti perasaanmu, semoga kelak kamu dapat menemukan laki-laki yang lebih baik dariku!" batin Fang An dan kemudian dia segera melesat meninggalkan Fu Lie Wei.


Setelah Fang An sudah pergi jauh, Fu Lie Wei yang berusaha menahan air matanya akhirnya tidak kuasa lagi, dia langsung menutup mulutnya lalu menangis mengeluarkan semua rasa sakitnya dengan tangis serta air mata yang sudah tidak terbendung lagi.

__ADS_1


Fu Lie Wei berbalik lalu dia terbang menuju ke Sekte nya dengan air mata yang tidak bisa berhenti, tidak peduli sekuat apa dia saat ini, Fu Lie Wei tetaplah seorang wanita yang juga tidak akan mampu menahan rasa sakit dengan hati yang terluka, rasa sakitnya melebihi rasa sakit tertusuk oleh sebilah pedang.


__ADS_2