
Toya yang panjangnya dua meter itu ditahan dengan sebelah tangan oleh Fang An, hal tersebut tidak hanya mengejutkan pemilik senjata tumpul itu, bahkan Xang Wuhai yang sudah menyerah juga sama terkejutnya.
"Kalian bantu yang lainnya, biar aku yang menghadapinya!" kata Fang An kepada Tang Chin dan dua lainnya.
Mereka bertiga segera mundur dan kemudian membantu Qian Yi dan Gui Lang, dan kini hanya ada Fang An yang berhadapan dengan pemuda yang memiliki senjata berupa Toya panjang.
"Aku sungguh terkesan padamu, tidak ku duga kabar itu ternyata memang benar!" kata pemuda itu.
"Aku tidak mengerti akan maksud ucapanmu!" kata Fang An.
"Perlu kamu tahu jika di akademi kemampuan Yu Zha hanya dimiliki oleh para murid yang sudah berlatih selama empat hingga Lima tahun, karena dari dulu kebanyakan para calon murid yang baru datang hanya memiliki kemampuan Yu Zao dan Yu Zhe saja, bahkan para senior yang akan memberikan ujian seperti kami ini biasanya hanya berada di tahap Yu Zhi!" kata pemuda tersebut.
"Lalu apa hubungannya dengan semua ini?" tanya Fang An.
"Para Tetua mendapatkan kiriman informasi dari tetua Fa Ling jika salah satu calon murid baru memiliki kemampuan Yu Zha, oleh karena itu para tetua di Akademi mengirim kami para Yu Zha untuk memberikan ujian kepada calon murid berkemampuan Yu Zha itu, dan ternyata itu adalah dirimu!"
Pemuda itu menarik Toyanya dan kemudian dia mengalirkan Energinya sehingga Toya itu ditutupi oleh lapisan energi Hijau, dan energi itu adalah Elemen Pohon dan air.
"Walau kamu memiliki kemampuan Yu Zha sekalipun, kamu harus tetap mengikuti prosedur serta aturan yang sudah ditetapkan oleh para Tetua Akademi, jadi kamu harus melewati kami para Anggota Kelompok Barisan pertama!" ucapnya dan kemudian dia langsung maju dengan menggunakan Toya panjangnya.
"Jangan membuang-buang waktu Fang An, cepat selesaikan semua ini agar kalian secepatnya tiba di Akademi!" kata Feng Huang.
Fang An mengangguk dan kemudian dia juga mengeluarkan Pedang Spiritualnya dan mengalir elemen Api nya sehingga membuat pedang itu menyala merah.
Pemuda itu mengayunkan Toyanya dan memukul tanah dengan keras, setelah itu dari dalam tanah bermunculan batang kayu yang cukup banyak sekaligus menyerang tubuh Fang An.
Fang An melepaskan tebasan pedangnya dengan sangat cepat hingga batang-batang kayu itu terpotong bahkan ada yang terbakar, hanya saja batang kayu itu yang terkadang memiliki daun tetap datang walau sudah di potong-potong oleh Fang An.
Pemuda itu kembali melepaskan serangan toyanya secara langsung ke arah Fang An, serangan kombinasi antara serangan Elemen Kayu dan serangan jarak dekat dari Toya itu membuat Fang An dengan terpaksa mengeluarkan pedang Spiritual nya yang satu lagi, dan sekarang Fang An akan menggunakan Teknik Dua Pedang Langit yang baru dikuasainya.
Tang Chin, Gui Lang, Qian Yi, Zang Mei dan Jian Kang serta semua anggotanya akhirnya berhasil membuat semua lawannya menyerah, semua itu tidak luput dari Fang An yang memilih menghadapi murid seniornya itu sehingga memberikan kesempatan kepada yang lainnya untuk bekerja sama mengalahkan anggota seniornya yang tersisa.
Kini hanya tersisa pertarungan Fang An melawan seniornya yang memiliki kemampuan Yu Zha Tingkat 1, dan semuanya kini sama-sama menunggu hasil dari pertarungan mereka berdua.
"Wo Shian Tidak akan bisa menang melawannya!" ucap Xang Wuhai.
"Itu belum bisa dipastikan, karena kita semua sudah tahu jika Wo Shian memiliki Teknik Gelembung Air Penghancur!" kata salah satu anggotanya.
"Kita tidak ditugaskan untuk membunuh para calon murid yang sudah lulus, tugas kita hanyalah memberikan mereka ujian serta merebut Token merah mereka! Jika sampai Wo Shian menggunakan Teknik Gelembung Air Penghancurannya, bisa-bisa dia akan dihukum oleh para tetua karena telah membunuh calon murid baru!" kata Xang Wuhai.
Xang Wuhai sendiri juga memiliki teknik yang mematikan, hanya saja dia masih sadar jika tugasnya bukan untuk membunuh, daripada dia mendapatkan hukuman dari para Tetua, Xang Wuhai lebih memilih untuk mengikuti aturan.
Ternyata yang menyaksikan pertarungan Fang An melawan pemuda bertoya itu yang bernama Wo Shian bukan hanya Xang Wuhai dan semua kelompok junior dan senior saja, di tempat lain tepatnya di sebuah halaman depan Akademi, ada batu kristal segitiga dengan bentuk kubus berada di atas batu.
Banyak sekali para murid Akademi yang berkumpul untuk melihat pertarungan murid baru yang melawan Wo Shian, dan ada empat sosok sepuh juga memperhatikan gambar pertarungan di Batu Kristal tersebut.
__ADS_1
"Itukah murid yang dikirim oleh Dewi Feniks Es itu?" tanya salah satu pria sepuh yang bernama Xhang Gugu.
"Dari ciri-cirinya sepertinya begitu!" jawab pria sepuh satunya yang bernama Ji Xao Long.
"Hem! Anak itu seharusnya sudah berada disini sekitar tiga tahun yang lalu, walau dia terlambat datang selama tiga tahun, aku sangat terkejut dengan kemampuannya itu!" kata wanita sepuh yang memegang Pena Besar seperti kuas, namanya adalah Han Yuwei.
"Sepertinya aku pernah melihat teknik pedang itu, Kalau tidak salah ingat itu seperti gerakan Pedang Langit yang berasal dari Benua Daratan Tandus!" ucap pria sepuh yang berada di paling pinggir kanan, namanya adalah Lao Yang He.
"Iya! Tidak salah lagi, itu memang Teknik Pedang Langit dari Benua Daratan Tandus, dia bahkan menguasai Teknik dari Benua lain dan kemampuannya juga sudah mencapai tahap Yu Zha, begitu sampai kesini nanti, anak itu sudah bisa bersaing dengan anggota Kelompok seniornya untuk mengejar Ranking Teratas Murid terkuat!" kata Ji Xao Long.
"Saat ini posisi Ranking terkuat masih dipegang oleh Kelompok Api Suci, hanya saja Kelompok Bunga Es juga semakin mengejarnya, mungkin di kompetisi perebutan Ranking, Kelompok Bunga Es bisa saja mendapatkan Ranking ke 3, mungkin saja 2, dan tidak menutup kemungkinan akan mampu mengalahkan Kelompok Api Suci hingga menduduki Ranking Pertama! Dengan kemunculan murid baru itu, semuanya pasti akan bersaing untuk merekrutnya!" ucap Han Yuwei.
"Kita lihat saja nanti, jika pemuda berambut putih itu bisa melewati Kelompok kedua dan ketiga, bisa saja persaingan ketat akan kembali terjadi," kata Xhang Gugu.
Disaat keempat Tetua masing-masing saling membicarakan akan sosok pemuda berambut putih itu, di ujung paling belakang para murid-murid, sosok gadis cantik berambut putih dengan bulu mata yang sangat indah dan mengenakan gaun putih juga memperhatikan sosok pemuda berambut putih yang muncul di Batu Kristal itu.
"Pemuda berambut putih! Apakah Pemuda itu yang pernah ibu ceritakan kepadaku?" batin gadis itu yang tidak lain adalah Bing Xuyue ketua utama dari Kelompok Bunga Es yang saat ini sudah berada di Ranking 4 teratas.
Bing Xuyue adalah murid yang baru masuk tiga tahun yang lalu, namun dalam waktu tiga tahun itu, dia berhasil membentuk kelompoknya sendiri yang bernama Kelompok Bunga Es.
Bing Xuyue memiliki bakat yang sangat tinggi, tidak hanya hebat dalam seni pertarungan dengan menggunakan senjata, bahkan dia sangat ahli dalam mengendalikan elemen es nya sehingga saat ini dia sudah berhasil mencapai tahap Yu Zha Tingkat 8.
Para Tetua tentu tidak terkejut dengan bakat tersebut, karena bakat itu pasti menurun dari ibunya yang dijuluki sebagai Dewi Feniks Es.
"Jadi anak itu yang katanya akan di jodohkan dengan Nona Muda Bing Xuyue? Apa yang istimewa dari anak itu? Kemampuannya saja baru mencapai Tahap Yu Zha Tingkat 1! Dia sama sekali tidak pantas untuk berdiri disamping Nona muda, hanya aku yang pantas untuk berdiri disamping Nona muda dan menjadi penerus Penatua Sekte!" batin Hun Wang dengan kedua tangan yang mengepal erat serta tatapan tajam mengarah ke gambar sosok pemuda yang sedang bertarung di jalur luar halaman Akademi.
Sudah lama kedatangan pemuda yang katanya akan dijodohkan dengan Bing Xuyue ditunggu oleh Hun Wang, dan sekarang yang sudah ditunggu-tunggu akan segera tiba.
Di Jalur luar halaman, tepatnya di tempat pertarungan Fang An melawan Wo Shian, pertarungan yang terlihat aneh di mata semua mata terus berlanjut.
Berbagai serangan yang dilepaskan oleh Wo Shian sama sekali tidak bisa menyentuh tubuh Fang An, yang ada justru dia yang mendapatkan goresan luka di lengannya akibat serangan dua pedang milik Fang An.
"Cukup sudah! Aku tidak lagi peduli dengan peraturan," kata Wo Shian yang sudah tidak tahan lagi dan kemudian tubuhnya memancarkan aura biru dan disertai dengan ledakan energi yang sangat besar.
Alis Xang Wuhai mengerut melihat hal itu, dia dapat merasakan pancaran aura biru yang semakin tua dan kemudian berubah agak sedikit gelap, dalam helaan nafas berat, Xang Wuhai hanya menggelengkan kepalanya seraya bergumam, "Kamu benar-benar sangat nekat Wo Shian! Kamu berani mengabaikan perintah para Tetua," gumam Xang Wuhai.
Angin berhembus dengan sangat kencang membuat semua anggota dari yang junior hingga senior harus melindungi kedua mata mereka dari debu yang berterbangan, sedangkan Fang An yang merasakan aura gelap dapat merasakan jika jumlah Qi Wo Shian menjadi semakin bertambah.
Tidak lama setelah itu, terlihat ada butiran air yang berdatangan dari atas kepala Wo Shian, butiran air kecil dalam jumlah yang sangat banyak itu bergerak ke ujung toyanya hingga akhirnya membentuk sebuah bola air besar yang mirip seperti gelembung.
"Wo Shian, jangan lakukan itu!" kata Xang Wuhai yang berusaha mengingatkan Wo Shian kembali.
"Jangan ikut campur Xang Wuhai, aku akan menghancurkan anak ini dengan Gelembung Air Penghancur ku! Bersiaplah untuk menerima kehancuranmu!" seru Wo Shian dan kemudian dia mengangkat Toyanya yang diikuti oleh gelembung airnya.
"Jadi dia memiliki Dua Spirit Root Elemen Air dan Kayu, dan sekarang dia berniat untuk membunuhku?" gumam Fang An yang tidak menduga jika Wo Shian akan melepaskan Teknik penghancurnya.
__ADS_1
"Aku tidak bisa melepaskan Teknik Petir Dewa Penghancur ku, yang ada dia akan mati! Jika begini aku akan menggunakan Langkah Petir ku yang dikombinasikan dengan Teknik Suara Seribu Guntur!" gumam Fang An dan kemudian tubuhnya diselimuti oleh petir biru dan petir itu berkumpul di kedua kakinya.
"Teknik Gelembung Air Penghancur."
Wo Shian mengayunkan Toyanya dengan sangat kuat, dan seketika itu juga, gelembung air tersebut terlempar ke arah Fang An dan melesat dengan kecepatan tinggi.
Tanah bergetar akibat suara gemuruh dari Gelembung yang melesat dengan kecepatan tinggi hingga membuat tanah yang dilewatinya hancur seperti dibajak, sedangkan Fang An sudah selesai mengumpulkan petir di kedua kakinya.
Begitu gelembung itu sudah sampai ditempat Fang An berada, tubuh Fang An langsung menghilang tanpa jejak, sedangkan gelembung tersebut berputar kencang sebelum akhirnya meledak.
Suara ledakan redam yang menggetarkan wilayah pertarungan membuat gelombang kejut yang sangat kuat, belum lagi butiran air yang melesat ternyata sangat mematikan hingga setiap butiran air halus itu mampu menembus kayu.
Wo Shian beranggapan jika Fang An pasti terkena ledakan kuat tersebut dan mengira jika Fang An pasti akan mengalami luka serius, bahkan bisa jadi dia akan mati.
Hanya saja Wo Shian tidak menyadari jika Fang An sebenarnya sudah berada di belakangnya dengan tubuh yang sepenuhnya diselimuti oleh Elemen Petir nya.
Kecepatan yang Fang An tunjukkan kali ini lebih cepat dari kecepatan sebelumnya, hal itu membuat Xang Wuhai benar-benar terkejut serta kagum dengan kecepatan yang dimiliki oleh Fang An.
Wo Shian yang belum menyadari jika Fang An berada di belakangnya kini mulai merasakan suara aneh seperti suara ratusan burung yang berkicau, dengan wajah tegang dan pucat, dia menguatkan dirinya untuk menoleh kebelakang, dan tepat saat berhasil menoleh, dia melihat pemuda berambut putih itu sudah membuka mulutnya dan kemudian pemuda itu melepaskan suara keras yang terdengar seperti suara Ribuan Guntur yang menggelegar.
Tubuh Wo Shian langsung terpental jauh ke belakang terkena gelongbang suara yang membuat semua yang ada disana menutup telinga mereka masing-masing, belum lagi gelombang suara itu membuat hembusan angin yang sangat kuat hingga beberapa pohon besar tumbang, bahkan ada beberapa pohon yang tercabut dengan akar-akarnya.
Tubuh Wo Shian jatuh menghantam salah satu kayu dengan sangat keras, dia mengerang keras merasakan sakit yang sangat luar biasa pada tubuhnya, belum lagi pendengarannya yang menghilang dan digantikan dengan suara dengungan keras, hal itu membuat kepalanya pusing dan Wo Shian sangat kesulitan untuk berdiri dengan sempurna.
"Yang tadi itu Teknik apa? Telingaku sangat sakit mendengarnya!" kata Xang Wuhai.
Tidak hanya Xang Wuhai saja, bahkan hampir semuanya tidak bisa mendengar apa-apa, padahal mereka sudah menutup kedua telinga mereka dengan rapat, namun suara gemuruh Guntur yang menggelegar itu masih mampu menembusnya.
Setelah beberapa saat, pendengaran Wo Shian dan yang lainnya mulai kembali, namun saat sudah merasa baikan dan ingin menoleh ke arah Fang An, ternyata ujung pedang Fang An sudah mengarah ke dahinya.
"Bagaimana senior, apakah masih mau dilanjutkan lagi?" tanya Fang An.
Wo Shian jelas tidak bisa lagi berbuat apa-apa, karena Energinya sudah sangat berkurang akibat menggunakan Teknik Gelembung Air Penghancur.
Teknik yang menguras Qi sangat banyak itu tidak hanya gagal dalam melaksanakan tugasnya, bahkan membuat Wo Shian benar-benar seperti seorang Yu Zao yang hanya memiliki sedikit Qi.
Dengan tersenyum kecut, Wo Shian mengangkat kedua tangannya seraya berkata, "Aku mengaku kalah!" ucapnya.
Mendengar Wo Shian yang sudah menyerah, Fang An segera menarik kembali pedangnya dan memasukkannya lagi ke dalam Cincin penyimpanan Bumi nya.
Fang An yang hanya memiliki empat butir Pil Pemulihan segera memberikannya satu kepada Wo Shian sekaligus memberikan satu pil tambahan untuk menyembuhkan luka-lukanya.
Dua token merah yang direbut dari kedua murid berkemampuan Yu Zao pun dikembalikan lagi sehingga tidak ada satu orangpun yang kehilangan token, dan sebelum melanjutkan perjalanan mereka kembali, mereka meminta informasi akan kekuatan dari Anggota Kelompok Barisan Kedua yang akan segera menghadang perjalanan mereka selanjutnya.
Setelah mendapatkan informasi dari Xang Wuhai dan Wo Shian, Fang An dan anggotanya serta Ketiga kelompok lainnya kembali bergerak melanjutkan perjalanan mereka, dan perjalanan mereka sudah hampir sampai di pintu masuk Akademi.
__ADS_1