
***
"Luo Ying, sudah waktunya kita meninggalkan Jurang ini!" kata Gu Yao He.
"Tunggulah sampai nanti sore guru, ini masih terlalu pagi untuk menyimpulkan apakah adik akan kembali atau tidak!" jawab Luo Ying.
"Aku mengerti akan rasa kekhawatiran mu, tapi saat ini Ming'er juga membutuhkan bantuan kita!" ucap Gu Yao He.
"Begini saja guru, kita tunggu sampai nanti siang, jika memang adik tidak juga keluar saat siang hari, maka aku akan pergi mengikuti guru!" kata Luo Ying.
Ini adalah hari ketiga dia dan gurunya serta Singa Es berada disana menunggu Fang An kembali, hanya saja Fang An tidak juga kunjung muncul, sedangkan batas waktu yang diputuskan oleh Gu Yao He hanya tiga hari, dan ini adalah hari terakhir.
Gu Yao He berpikir sejenak seraya menatap ke Jurang Tanpa Dasar kemudian dia menyetujui permintaan Luo Ying.
Singa Es sendiri hanya duduk di tepi Jurang menunggu tuannya datang, baik dia dan Luo Ying sama-sama mengharapkan Fang An cepat kembali.
Waktu terus berjalan dan hati sudah hampir siang, sedangkan Gu Yao He hanya menghela nafas panjang karena waktunya sudah hampir habis.
Gu Yao He dan Luo Ying melihat Singa Es yang tiba saja bangkit lalu menatap ke dalam jurang dengan mengibas-ngibaskan ekornya seperti sedang melihat sesuatu.
"Ada apa Singa Es?" tanya Luo Ying.
Singa Es terlihat seperti sangat bersemangat, lalu dia meraung dengan suara keras sehingga seluruh wilayah Jurang bergetar.
Luo Ying dan Gu Yao He sama-sama penasaran sehingga keduanya langsung menghampiri bibir jurang lalu melihat ke bawahnya.
Keduanya sama-sama melihat sebuah cahaya yang bergerak-gerak dari bawah jurang, setelah dilihat dengan seksama, cahaya itu seperti sebuah kilat yang bergerak-gerak dan semakin mendekat.
"Itu adik, iya itu adalah Adik Fang yang sedang menggunakan Teknik Langkah Petir menuju ke atas sini! Akhirnya dia kembali guru..!" seru Luo Ying yang juga merasa senang setelah mengetahui akan siapa pemilik cahaya itu.
Gu Yao He tersenyum senang melihatnya, dia sendiri tidak menduga jika Fang An ternyata berhasil selamat dan kini dia bisa kembali ke permukaan, ini untuk yang pertama kalinya terjadi, sebab semua orang sudah tahu jika Jurang Tanpa Dasar adalah sebuah jurang yang tidak diketahui seberapa dalamnya dan setelah jatuh pasti tidak akan bisa kembali lagi.
Hari ini semua itu dipatahkan oleh Fang An yang ternyata bisa kembali ke permukaan, dan ini pasti akan menjadi kabar yang bisa menggemparkan para Kultivator di wilayah Benua Daratan Hijau.
Kilatan cahaya itu semakin lama semakin terlihat jelas, dan setelah itu muncullah sesosok pemuda yang mengenakan pakaian biru serta memiliki rambut putih.
Pemuda itu langsung melesat ke udara lalu dengan cepat dia berputar dan langsung turun dengan berseru bahagia.
"Akhirnya aku berhasil keluar..!" seru pemuda itu yang tidak lain adalah Fang An.
Fang An menginjakkan kaki nya di atas tanah lalu dia merentangkan kedua tangannya seraya menghirup udara segar yang sudah lama dia rindukan.
"Adik akhirnya kamu kembali!"
__ADS_1
Fang An menoleh seraya tersenyum lalu matanya melihat gurunya yang menatapnya dengan memasang senyum lebar padanya.
"Guru, kenapa kamu berada di sini?" tanya Fang An.
Gu Yao He berjalan mendekati Fang An lalu dia memperhatikan tubuh Fang An yang mulai terlihat sedikit berubah, bahkan Gu Yao He dan Luo Ying sama-sama tidak percaya jika ternyata Fang An sudah berada di tahap Yu Zhi Tingkat 5.
"Aku sengaja datang untuk menjemput kalian, dan aku tidak menduga kamu akan berhasil naik kembali ke permukaan, kamu benar-benar sangat hebat!" jawab Gu Yao He.
"Terima kasih guru! Maaf jika murid telah membuat guru dan kakak sangat khawatir," kata Fang An lalu dia melihat ke arah Singa Es.
"Singa Es, kemarilah!" panggil Fang An lalu Singa Es dengan cepat berlari dan mengelus-eluskan kepalanya kepada Fang An sebagai rasa rindu dan bahagianya karena tuannya sudah kembali.
"Fang An, karena kamu sudah kembali, sebaiknya kita pulang dulu Gunung dan kamu segera membersihkan diri agar bau badanmu itu tidak enak," kata Gu Yao He.
Fang An tersenyum malu karena dia sendiri sangat menyadari akan bau badannya akibat berhari-hari berada di dasar jurang yang pengap.
Sebenarnya Gu Yao He dan Luo Ying sangat penasaran dan ingin tahu, apakah Fang An benar-benar tiba di dasar jurang atau tidak, dan seperti apa kondisi di dalam jurang yang menakutkan itu? Namun mereka tidak menanyakannya karena mereka tahu jika Fang An juga butuh istirahat.
"Tapi guru kita akan sampai lusa di Puncak Gunung, apakah ini tidak apa-apa?" tanya Luo Ying.
"Aku akan membawamu terbang agar lebih cepat, sedangkan Fang An bisa menaiki Singa Es, jadi kita bisa sampai nanti malam di rumah," kata Gu Yao He.
Dengan kemampuan Singa Es yang sudah mencapai tingkat Bumi 3, pasti dia akan bisa bergerak cepat dan mungkin juga bisa terbang, jadi mereka tidak akan membuang-buang waktu di dalam perjalanan.
"Hebat kamu Singa Es!" kata Fang An seraya memeluk leher Singa Es yang besar dan dingin itu.
"Fang An, sebaiknya kamu menaikinya saja agar bisa beristirahat di atas tubuh Singa Es," kata Feng Huang.
Fang An mengangguk setuju karena dia sendiri ingin beristirahat setelah berhasil mendaki tebing Jurang.
Setelah tidak ada lagi yang ditunggu, mereka berempat segera pergi meninggalkan Jurang Tanpa Dasar, sedangkan Fang An yang berada di punggung Singa Es melihat lagi ke lubang Jurang seraya tersenyum lebar, dia tidak akan melupakan pengalamannya saat berada di dasar jurang.
Fang An membaringkan tubuhnya untuk beristirahat, dan dia baru tahu saat dia tiduran di punggung Singa Es yang dingin itu, energinya terasa pulih dengan cepat.
Fang An memejamkan matanya lalu dia tertidur di puncak Singa Es yang sedang melesat mengejar Gu Yao He yang sedang terbang membawa Luo Ying.
Singa Es melompat-lompat kemudian dia langsung terbang di udara dan segera mengikuti Gu Yao He menuju puncak Gunung.
Mereka tiba di Puncak Gunung saat tengah malam, dan Fang An yang sempat terlelap langsung terbangun ketika Singa Es mendarat.
"Terima kasih Singa Es!" kata Fang An lalu dia turun dari Punggung Singa Es dan melangkah ke kediamannya untuk beristirahat.
Begitu juga dengan Gu Yao He dan Luo Ying, saat ini mereka hanya ingin beristirahat saja dan besok barulah mereka akan menanyakan pengalaman Fang An di dasar jurang.
__ADS_1
***
"Kakak Shin, aku membawakan Spirit Core Tikus Api untuk mu, ambillah!" kata Fang An sembari memberikan beberapa Spirit Core Tikus Api kepada Shin He.
Shin He jelas kaget dan merasa senang melihat Spirit Core berwarna merah seperti bara api itu lalu dia menerimanya.
"Te.. terima kasih adik!" kata Shin He dengan sedikit malu.
"Fang An, apakah kamu benar-benar berhasil sampai di Dasar jurang?" tanya Gu Yao He.
Fang An mengangguk kemudian dia menceritakan semua pengalamannya saat berada di dasar jurang serta memberikan gambaran akan kedalam dasar Jurang Tanpa Dasar.
Gu Yao He, Luo Ying dan Shin He dengan serius mendengarkan cerita Fang An sehingga Gu Yao He lupa untuk memberitahukan kepada Fang An akan kondisi Klan nya yang telah di serang.
"Owh, jadi aura ganas itu berasal dari Inti Petir Putih? Pantas saja aku tidak merasakannya lagi, jadi kamu yang telah berhasil mendapatkannya?" kata Gu Yao seraya bertanya.
Fang An mengangguk, walau semuanya sudah diceritakan, namun soal pertemuan dirinya dengan Wang Lao Yi tidak dia ceritakan kepada Gu Yao He apalagi soal dirinya yang sudah menjadi murid Wang Lao Yi.
"Owh iya aku lupa menyampaikan ini padamu!" ucap Gu Yao He saat kembali mengingat jika dia harus menyampaikan kabar Klan Fang kepada Fang An.
"Apa Guru?" tanya Fang An.
"Klan mu di serang oleh beberapa orang dan salah satunya adalah anggota Sekte Gunung Pohon Persik, sekarang kondisi Klan mu sangat lemah! Oleh sebab itu kamu harus pulang dan kami akan ikut denganmu karena disana ada kakak seperguruan mu Gu Fei Ming," kata Gu Yao He.
Fang An jelas terkejut mendengar kabar itu, kedua tangan menggenggam erat, sedangkan Gu Yao He kembali menceritakan kondisi Klan nya, dan tepat saat cerita Gu Yao He sampai ke pada Fang Yin yang dibawa oleh mereka, Fang An langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Adik..!" Luo Ying jelas terkejut melihat perubahan sikap Fang An.
"Guru dan kakak berdua, aku akan pergi duluan ke Kota Chang Lan!" kata Fang An.
"Kita sama-sama saja adik!"
"Tidak kak, aku harus pergi duluan untuk melihat kondisi Klan ku serta ingin menemui ayahku," jawab Fang An lalu dia menangkupkan tangan kepada Gu Yao He.
"Maafkan aku guru, aku akan pergi duluan!" ucap Fang An.
"Aku juga akan berangkat kesana sekarang, jadi kita akan pergi bersama-sama!" ucap Gu Yao He setelah itu dia juga bangun lalu meminta Shin He untuk tetap di rumah karena dia akan membawa Luo Ying ke Kota.
Fang An segera menaiki punggung Singa Es dan Luo Ying sudah di pegang oleh Gu Yao He, mereka berempat mulai melayang ke udara dan kemudian tubuh mereka semua melesat di udara terbang menuju ke arah Kota Chang Lan.
Walau Fang An sendiri juga sudah bisa terbang, namun dia juga tidak bisa terbang cukup lama karena Qi yang ia miliki tidak cukup, jadi dia memilih menghemat Qi nya dengan menaiki Spirit Beast nya.
"Ayah aku datang! Ibu tunggulah aku, aku pasti akan menyelamatkanmu!" ucap Fang An dengan menatap tajam ke arah timur.
__ADS_1