SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
melompat ke Jurang Tanpa Dasar


__ADS_3

***


Perjalanan mereka menuju ke Jurang Tanpa Dasar sama sekali tidak memiliki hambatan apapun, dan tepat saat matahari tenggelam, mereka akhirnya tiba di area tepi Jurang Tanpa Dasar.


"Tekanan ini..!?"


Fang An merasakan tekanan Aura yang sangat besar di sekitar Jurang, namun dia tahu jika tekanan tersebut berasal dari dalam Jurang.


"Aura yang sangat kuat, jadi Aura ini yang pernah kamu ceritakan itu padaku kakak?"


"Iy..a!" jawab Luo Ying dengan ekspresi sedikit ketakutan sebab Aura itu begitu kuat dan ada hawa ganas yang membuat dirinya gemetar.


Sebenarnya Fang An juga merasakan hal yang sama, hanya saja dia berusaha untuk tetap tenang sekaligus mengendalikan perasaannya agar tidak takut.


"Coba kamu aktifkan mode bertarung mu lalu lihat ke bawah dengan menggunakan Mata Cahaya Petir mu!" kata Feng Huang.


Fang An langsung menurut, dia segera melepaskan energinya sehingga menciptakan ledakan energi serta dua Aura yang muncul secara bersamaan dari tubuh Fang An.


Retakan cahaya merah dan biru juga muncul di lehernya dan kemudian kedua matanya memancarkan cahaya biru.


Luo Ying sempat terkejut saat Fang An melepaskan Aura bertarungnya, sedangkan Singa Es terlihat menjauh, namun bukan menjauh karena takut dengan Fang An, melainkan karena Aura kuat dari dalam Jurang.


Fang An berjalan ke tepi jurang lalu dengan Mata Cahaya Petir, dia menatap ke bawah, dia terkejut saat melihat sebuah benda seperti batu namun memancarkan cahaya putih, hanya saja jaraknya sangat jauh di bawah.


"Batu apa itu?" tanya Fang An.


"Sepertinya itu yang kita cari," jawab Feng Huang.


"Tapi kenapa orang-orang tidak bisa melihatnya, dan kenapa aku bisa melihatnya dengan jelas?" tanya Fang An.


"Petir mu dan Inti Petir Putih di bawah itu memiliki unsur yang sama, hal itu yang membuat kamu bisa melihatnya dengan jelas, sebab wujudnya hanya bisa terlihat jika menggunakan Mata Cahaya Petir," jawab Feng Huang.


Petir Fang An dan Inti Petir Putih memang memiliki ikatan serta elemen yang sama, itu sebabnya Fang An langsung bisa melihatnya karena kekuatannya dan Inti Petir Putih itu terhubung.


Luo Ying yang tidak tahu apa yang sedang Fang An lakukan tidak sengaja melihat ke arah lain, dan dia melihat sekumpulan cahaya api berjalan dengan cepat.

__ADS_1


"Itu…!?" Luo Ying memperhatikan lagi dengan seksama dan kemudian dia berseru, "Itu Tikus Api, mereka ada di sana!" kata Luo Ying sehingga membuat Fang An terkejut dan melihat ke arah yang Luo Ying lihat.


Sekitar belasan Tikus Api terlihat berlarian, mereka bergerombol serta bulu-bulu mereka semua bercahaya seperti bara api.


"Ayo kita tangkap kakak! Singa Es bantu kami," seru Fang An kemudian dia dan Luo Ying segera mengejar Tikus Api itu sekaligus di bantu oleh Singa Es.


Tikus Api memiliki ukuran tubuh yang lebih besar daripada tikus biasa pada umumnya, ukuran mereka hampir sama seperti ayam jantan, belum lagi mereka juga memiliki gigi tajam di depannya serta matanya yang juga merah menyala.


Kemampuan mereka semua rata-rata hanyalah di tahap Bumi 1, ini seharusnya sangat mudah bagi Fang An dan Luo Ying untuk menangkap mereka, apalagi Singa Es yang berada di Tahap Bumi 2.


Namun yang membuat mereka kesulitan untuk menangkap mereka, itu karena mereka sangatlah gesit.


Soal kecepatan, mereka tidak terlalu cepat, Singa Es dan Fang An jauh lebih cepat, namun soal kegesitan, Tikus Api lah yang paling gesit.


Semangat mereka saat ingin mengejar berubah jadi kegeraman serta emosi, sebab tidak satupun dari mereka yang berhasil menangkap walau hanya satu ekor saja.


Singa Es saja juga berkali-kali tersungkur serta menabrak pohon, begitu juga dengan Fang An dan Luo Ying.


Teknik Langkah Petir Fang An saja tidak cocok untuk saling kejar dengan Tikus Api itu, hal ini membuat Fang An harus menggunakan Petir birunya untuk menangkap mereka hidup atau mati.


Berbeda dengan Singa Es yang saat ini dibuat kesal oleh para tikus-tikus lincah itu, dia meraung keras kemudian melepaskan kabut tebal serta sangat dingin ke segala arah, setelah itu area dalam jangkauan kabut langsung membeku.


Akibatnya para tikus-tikus itu mulai jatuh karena jalan yang licin setelah menjadi es, bahkan api mereka mengecil saat tubuh mereka berguling di atas bekuan es yang terhampar di bawah kaki mereka.


"Cittt..citt…cittt!" salah satu dari mereka bersuara kemudian mereka semua berusaha saling merapat walau tubuh mereka masih belum bisa berdiri di atas es.


Setelah saling berdekatan, belasan Tikus itu langsung menyatukan api mereka sehingga kobaran api besar langsung melelehkan es.


Luo Ying dan Fang An tidak tinggal diam setelah melihat mereka berniat melelehkan es, Fang An dengan cepat melepaskan energi petirnya dan menyambar es itu hingga hancur.


Aliran petir yang menyebar di tanah yang membeku menjalar dan langsung membuat para tikus itu kejang-kejang lalu terhempas oleh ledakan.


Dengan cepat Fang An memegang satu ekor yang sudah tidak berdaya lalu dia segera menyerap api di tubuh Tikus Api sebelum tikus itu mati.


Luo Ying juga melakukan hal yang sama seperti Fang An, dia melakukan penyerapan yang sama seperti Fang An sehingga dengan cepat keduanya menyerap habis Elemen Api itu lalu Tikus itu mati dan mereka berdua mengambil Spirit Core nya.

__ADS_1


Satu persatu Fang An dan Luo Ying menangkap para Tikus itu lalu melakukan hal yang sama seperti terakhir kali mereka melakukannya, hanya saja tidak semua tikus berhasil ditangkap oleh mereka, karena beberapa dari mereka banyak yang kabur setelah sedikit bisa bergerak.


Fang An dan Luo Ying masing-masing sudah mendapatkan empat ekor, dan setelah berhasil menyerap elemen api tikus itu, Luo Ying akhirnya berhasil menaikkan tingkat Spirit Root Elemen Api nya ke Tingkat 4, sedangkan Fang An berhasil naik ke tingkat 3.


Luo Ying sendiri sudah merasa cukup, sebab Spirit Root Elemen Api nya sudah berada di tingkat 4, yang artinya dia sudah mampu mengendalikan elemen apinya serta bisa memurnikan Pil nya hingga ke Pemurnian 4.


Kini tinggal Fang An yang harus bisa mencapai Tingkat 4, dia membutuhkan empat ekor lagi agar bisa menyusul Luo Ying, namun masalahnya tikus-tikus itu sudah kembali kabur.


Fang An dan Luo Ying berniat kembali mengejarnya, namun mereka berhenti sebab para tikus itu lari dan turun ke dalam Jurang Tanpa Dasar dengan melewati tebing yang menakutkan.


"Bagaimana ini?" tanya Luo Ying.


Fang An terdiam melihat para Tikus Api itu menuruni tebing dengan sangat lihai, dia mulai curiga jika kemungkinan besar di dalam jurang ada sarang para Tikus Api itu.


"Kakak, aku akan mengejar mereka ke bawah, kakak dan Singa Es disini saja menunggu ku!" ucap Fang An.


"Apa kamu sudah gila? Kamu ingin turun mengejar mereka? Tidak, aku tidak akan mengijinkan mu!" ucap Luo Ying.


Alasan Fang An ingin turun bukan hanya karena ingin mengejar Tikus-tikus itu, melainkan karena ingin pergi ke dasar jurang untuk mengambil Inti Petir Putih yang sangat jauh di bawah.


"Tidak apa-apa kakak, lebih baik kakak tunggu saja, aku pasti berhasil dan akan segera kembali keatas!" ucap Fang An.


"Kamu terlalu berkhayal adik, seorang Yu Zhu elit saja tidak akan bisa naik kembali ke atas setelah mereka menuruni jurang ini, apalagi denganmu, sudah sebaiknya kita tunggu saja mereka disini, nanti mereka pasti akan naik kembali," kata Luo Ying.


"Tidak ada salahnya berusaha kakak, lagi pula masih belum diketahui apakah benar jurang ini sangat dalam? Jika aku tidak turun, maka kita tidak akan tahu akan apa yang ada dalam jurang ini, jadi aku sudah putuskan untuk turun," kata Fang An kemudian dia berbicara kepada Singa Es.


"Singa, jangan kemana-mana, tunggu aku disini bersama dengan kakak Luo!" kata Fang An.


Singa Es terkejut dan ingin segera menghampiri Fang An berniat untuk mencegahnya, namun Fang An tidak menghiraukannya apalagi dengan Luo Ying.


"Guru, aku akan melompat," kata Fang An.


"Lompat saja Fang An, kamu tidak perlu khawatir karena aku akan melindungimu supaya kamu bisa mendarat di dasar Jurang dengan selamat," kata Feng Huang.


Fang An mengangguk kemudian dia langsung melompat ke Jurang Tanpa Dasar sebelum Singa Es tiba untuk menghentikannya, namun Singa Es terlambat karena Fang An sudah melompat lebih dulu ke bawah.

__ADS_1


"Adik…!" Luo Ying berseru saat Fang An sudah melompat menuruni jurang, dia berlari ke tepi jurang untuk melihat Fang An, namun karena gelap, dia tidak bisa melihat dengan jelas dan tubuh Fang An sudah mulai menghilang di gelapnya jurang.


__ADS_2