SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Proses pembersihan sisa racun


__ADS_3

Setelah Fang An menelan Pil Hitam buatan Gu Yao He, dia mulai merasakan ada sesuatu yang pecah di dalam tubuhnya.


Gu Yao He sendiri juga ikut membantu menyalurkan Qi nya untuk membantu Fang An, mengingat Gu Yao He adalah seorang Yu Jing, tentu dia juga memiliki Qi murni yang sangat besar.


Hawa dingin mulai menyebar di dalam tubuh Fang An saat Qi Gu Yao He mulai mengalir dan menyatu dengan Khasiat Pil Hitam.


Rasa dingin yang Fang An rasakan tidak seperti hawa dingin yang ditimbulkan oleh Racun, melainkan rasanya seperti dingin namun juga sejuk.


Setelah beberapa saat Fang An mulai merasakan ada sesuatu dari dalam tubuhnya yang memaksa untuk keluar, dan setelah itu Fang An langsung memuntahkan seteguk darah Hitam yang memiliki bau busuk.


"Tahap pengeluaran Racun sudah selesai, namun kamu masih belum sembuh sepenuhnya karena masih ada racun yang tersisa di beberapa titik Meridian mu, seperti yang aku katakan, butuh tiga hari untuk membersihkan seluruh racun itu, jadi kamu bersabar dulu!" kata Gu Yao He.


Fang An memang merasakan nafasnya sedikit lega setelah memuntahkan darah hitam yang bau busuk itu, dia memperhatikan muntahan darahnya yang mulai membeku.


"Itu adalah Racun yang selama ini menghambatmu, oleh sebab itu baunya busuk karena racun itu telah bercampur dengan darahmu," kata Gu Yao He menjelaskan.


"Apakah tadi guru menyalurkan energi Es ke dalam tubuhku?" tanya Fang An.


"Tidak! Aku hanya memiliki satu Spirit Root Elemen Api saja. Jika kamu tadi merasakan dingin yang sejuk, itu karena Pil yang aku buat memang mengandung energi Es, sebab salah satu bahan yang aku gunakan adalah Biji Bunga Buah Salju," jawab Gu Yao He.


"Memangnya salju memiliki pohon? Baru kali ini aku mendengarnya," kata Fang An.


"Tentu saja Salju tidak memiliki pohon, hanya saja nama bahannya memang seperti itu, sebab Bunga Salju ini hanya bisa tumbuh di tempat-tempat yang sangat dingin serta beku, nanti kamu juga akan mempelajari bahan-bahan yang ada dalam catatan ku, jadi nanti kamu perbanyak mempelajari semua itu agar kamu dapat memahaminya," ucap Gu Yao He.


"Baik guru," jawab Fang An.


Gu Yao He tersenyum lembut lalu dia membuka sebuah peti dan mengeluarkan beberapa kertas tua lalu menyerahkan kepada Fang An.


"Pelajari semua yang ada di dalam buku ini, hafalkan sekaligus pahamilah, aku memberimu waktu satu tahun untuk menghafal seluruh bahan-bahan yang ada di dalamnya sekaligus mempraktikkan cara membuat Pil nya, sebab di dalam catatan ku ini semua resep sudah lengkap," kata Gu Yao He.


"Guru, apakah kakak Luo dan Kakak Shin serta kakak Gu sudah mempelajari ini?" tanya Fang An.


"Tentu saja sudah, mereka juga memiliki batas waktu yang sama denganmu, setelah setahun itu selesai, maka aku akan mengambil kembali buku ini, dan sisanya bisa kamu pelajari sesuai dengan ingatan, jika mampu kamu bisa mencoba membuat resep sendiri," jawab Gu Yao He.

__ADS_1


"Murid akan berusaha semaksimal mungkin guru," jawab Fang An.


"Bagus, aku yakin kamu juga pasti akan bisa menjadi seorang Alkemis di masa depan," kata Gu Yao He lalu dia mengajak Fang An keluar.


"Shin He, antarkan Fang An ke tempat Gu Fei Ming!" kata Gu Yao He.


"Baik guru! Ayo adik Fang, ikuti aku," kata Shin He.


Keduanya segera pergi menuju ke sebelah rumah Gu Yao He, di sana ada empat bangunan kecil mirip gubuk namun sangat bagus serta unik.


"Ini adalah tempat milik kakak Gu Fei Ming, sudah empat tahun dia turun gunung dan belum kembali hingga saat ini, karena itu tempat ini sedikit berantakan, karena guru sudah mengijinkan kamu untuk menempatinya, jadi tempat ini sekarang menjadi tanggung jawabmu," kata Shin He.


"Tanggung jawabku?" Fang An memiringkan kepalanya.


"Di halam belakang ada sebuah pekarangan kebun kecil milik kakak Gu Fei Ming, sejak dia turun gunung, aku dan adik Luo Ying yang bergantian merawat kebunnya serta tempat ini, sekarang semua ini kamu yang meneruskannya," jawab Shin He.


Fang An menggaruk kepalanya yang tidak gatal, selama ini dia tidak pernah berkebun atau menanam apapun, apalagi merawat sebuah rumah walau itu sekecil gubuk.


"Bagus, karena sekarang kita sudah menjadi saudara seperguruan, maka kamu jangan sungkan-sungkan jika membutuhkan bantuan ku maupun adik Luo!" kata Shin He.


"Tentu saja!" jawab Fang An.


Setelah selesai menjelaskan semuanya, Shin He pun meninggal Fang An agar beristirahat dulu, sebab dia belum beristirahat sejak baru tiba.


"Fang An, walau kamu akan mempelajari ilmu Alkemia, kamu jangan lupa untuk tetap berlatih," kata Feng Huang.


"Iya, aku akan tetap berlatih agar lebih kuat," jawab Fang An.


Fang An yang sudah menjadi murid si Raja Pil mulai beradaptasi dengan lingkungannya, saat sore hari Gu Yao He akan kembali memberikan Pil Hitam untuk Fang An.


Seperti yang sudah di janjikan oleh Gu Yao He, di hari ketiga Fang An sedang duduk di tengah-tengah halaman, disana sudah ada Luo Ying dan Shin He, sedangkan Gu Yao He duduk bersila di belakang Fang An.


"Hari ini aku akan membersihkan seluruh sisa racunnya, jadi persiapkan dirimu," kata Gu Yao He.

__ADS_1


Fang An mengangguk, dia merasa tidak sabar sebab ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh nya, begitu dia menelan Pil Hitam, Gu Yao He langsung membantunya menyalurkan Qi murni nya.


Hawa sejuk dan dingin yang dirasakan oleh Fang An tidak menghentikan keringat yang keluar dari pori-pori kulitnya.


Luo Ying dan Shin He memperhatikan gurunya yang membantu Fang An membersihkan sisa racun, mereka berdua melihat warna keringat Fang An yang berwarna kehijauan.


Walau jarak antara Fang An dan kedua kakak seperguruan nya agak berjauhan, namun Luo Ying dan Shin He merasakan aroma tidak sedap dari keringat Fang An.


Bau keringat yang keluar dari tubuh Fang An seperti bau bangkai, mereka tahu itu adalah racun yang tersisa yang sudah keluar dari dalam tubuh Fang An melalui keringat nya.


Proses pembersihan sisa racun membutuhkan waktu sedikit lebih lama, dan setelah itu Luo Ying, Shin He serta Gu Yao He terkejut ketika sebuah ledakan Qi dilepaskan oleh Fang An.


"Ada apa ini..!?" tanya Luo Ying.


"Entahlah," Shin He juga tidak tahu.


Gu Yao He segera memahami situasinya, dia melepaskan tangannya yang menempel di punggung Fang An lalu dengan secepat kilat berpindah tempat dan muncul di samping Luo Ying dan Shin He.


"Guru, apa yang terjadi padanya?" tanya Shin He.


"Dia akan naik tingkat, menurut asumsiku, kemungkinan ini adalah Qi yang telah lama tersimpan namun tertahan oleh racun yang menyumbat Meridian nya, dan begitu seluruh Meridian nya terbuka kembali, Qi yang sudah lama tersimpan akhirnya terlepas," kata Gu Yao He menjelaskan.


"Jadi seperti itu! Tidak ku duga jika adik Fang memiliki Qi sebanyak ini," kata Shin He.


Luo Ying hanya tersenyum samar, dia sendiri sudah pernah melihat Fang An melepaskan energi besar yang mampu memporak-porandakan Benteng para pemberontak, walau Fang An tidak menunjukkannya lagi, namun Luo Ying yakin jika Fang An memang memiliki kemampuan besar serta menguasai teknik penghancur yang sangat mengerikan.


Pusaran Qi serta aura biru menyebar menyerupai pusaran angin ****** beliung di sekitar tubuh Fang An.


Cahaya biru bagai kristal berbentuk butiran debu terus berputar, dan secara bersamaan tingkat praktik Fang An mulai naik.


"Fang An tahan jangan kamu biarkan tingkat praktikmu naik terlalu tinggi, kendalikan kekuatanmu!" kata Feng Huang dengan suara panik.


Hanya dalam waktu singkat saja tingkat Praktik Fang An naik secara signifikan, mulai dari Yu Zhe Tingkat 4 terus naik ke 5, 6 hingga akhirnya mencapai puncak Yu Zhe Tingkat 9.

__ADS_1


__ADS_2