
Kedua mata Fang An memancarkan kabut biru dan bagian kornea mata nya berubah dari hitam menjadi biru muda, hanya saja warnanya sedikit samar.
Pusaran Qi bagai tarian naga yang berputar samar-samar juga muncul memutari tubuh Fang An, bahkan aura merah samar hampir terlihat dengan jelas.
Wen Xixie mengerutkan keningnya saat melihat tarian pusaran Qi yang keluar dari tubuh Fang An, secara alami tidak ada peningkatan yang naik dalam tubuh Fang An, dia masih tetap berada di tahap Yu Zhe Tingkat 2, hanya saja pusaran Qi yang keluar sungguh sangat besar, mungkin setara dengan Yu Zhe Tingkat 9.
"Anak ini…!?" Wen Xixie dibuat bingung melihat semua itu, hanya saja kali ini dia tidak akan menganggap remeh bocah berambut putih di hadapannya.
Wen Xixie mengeluarkan Pedang Spiritual dari dalam Cincin penyimpanan Bumi nya setelah itu dia menempelkan Kertas Mantra Sihir Ling Kelas 1 yang memiliki sihir elemen angin.
"Aku tidak tahu metode apa yang kamu gunakan, yang jelas aku akan tetap menangkapmu hidup atau mati," ucap Wen Xixie setelah itu dia membuka segel Kertas Mantra Sihir nya.
"Tebasan Pedang Gelombang Angin."
Wen Xixie melepaskan satu serangan tebasan pedangnya yang sudah di tempelkan Kertas Mantra Sihir Ling berelemen angin, setelah itu gelongbang angin kuat menyapu semua benda yang dilewatinya serta menuju ke tempat Fang An berdiri.
Di sisi yang berlawanan, Qi yang berputar kuat di tubuh Fang An semakin memadat, dia menatap gelongbang angin yang menuju ke arahnya, kedua matanya langsung memancarkan asap kebiruan serta percikan petir halus mulai terlihat.
Dengan Qi yang sangat banyak, Fang An mengumpulkan Qi nya dalam satu titik di tenggorokannya, begitu gelombang angin itu sudah hampir dekat, Fang An langsung melepaskan teriakannya.
Gelongbang kejut yang sangat kuat serta suara keras yang sangat memekakkan telinga menerjang gelombang angin milik Wen Xixie, kekuatan pendorong yang kuat serta didukung oleh suara keras bagai guntur yang menggelegar mendorong gelombang angin itu dengan sangat kuat, setelah itu gelombang kejut milik Fang An langsung menghancurkan gelombang angin dan melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Wen Xixie.
"Apa..!? Bagaimana mungkin kemampuan ku bisa kalah oleh bocah yang baru berada di tahap Yu Zhe?"
Wen Xixie yang terkejut serta terlihat tidak percaya tidak sempat menghindari gelongbang kejut yang datang ke arah nya.
Suara keras seperti Guntur terdengar hingga ke dalam desa, dan Wen Xixie sendiri ternyata tidak mampu untuk menahan dorongan dari gelombang kejut sehingga tubuhnya terhempas ke belakang menabrak dinding rumahnya hingga jebol.
Rumah atau markas Bayangan Bulan juga rusak bagian depannya, sedangkan Wen Xixie langsung memuntahkan seteguk darah serta telinganya berdengung keras hingga Wen Xixie menjadi agak linglung.
"Arg..! Bo..bocah ini.. si..siapa dia sebenarnya?"
Wen Xixie memang masih mampu bangkit, hanya saja kepalanya terasa sakit dan pandangannya menjadi agak buram, yang paling parah adalah kedua telinganya yang tidak bisa mendengar suara apa-apa selain dengungan keras.
__ADS_1
"Pukulan Inti Api dan Petir."
Fang An tiba-tiba saja sudah berada di depan Wen Xixie yang masih memegangi kedua telinganya serta pandangan nya masih buram langsung mendapat pukulan telak di bagian dada nya.
Sebelumnya Wen Xixie bisa bertahan dari serangan Fang An, hanya saja saat ini seluruh pertahanan yang ia gunakan sama sekali tidak mampu menghentikan serta menahan serangan Fang An.
Kemampuan Fang An seharusnya hanya mampu mengalahkan seorang Yu Zao dan Yu Zhe yang setara dengannya, namun nyatanya Wen Xixie yang seorang Yu Zhi harus mengalami cedera serius setelah terkena pukulan Fang An yang sangat panas.
Wen Xixie terbaring dengan memegang dadanya yang melepuh, seteguk darah dia muntahkan dan saat ingin bangkit, dia merasakan seluruh organ dalam tubuhnya seperti rusak, terutama di daerah hati dan jantung serta ada tulang rusuk yang patah.
Saat melihat ke arah Fang An, nafas anak itu terlihat memburu seperti kelelahan atau mungkin mengalami luka, hanya saja Fang An masih menatap Wen Xixie dengan penuh kewaspadaan.
"Ke..kenapa di saat-saat begini racun ini kambuh lagi?" batin Fang An serta Qi pinjaman Feng Huang berangsur-angsur menghilang.
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan dia lagi Fang An, walau dia masih hidup, namun dia tidak akan mampu lagi bangkit karena seranganmu sudah melukai jantung dan merusak hatinya, jika dia bisa bertahan mungkin hanya satu hari saja! Sebaiknya kamu lekas keluarkan Kertas Mantra Sihir Zhi kelas 3 elemen Es untuk menghentikan efek racun itu," kata Feng Huang.
Fang An sendiri sebenarnya belum bisa membuka segel Kertas Mantra Sihir Zhi, sebab segel Kertas Mantra Sihir Zhi hanya bisa dibuka setidaknya minimal dirinya harus mencapai tahap Yu Zha dan Yu Zhu, karena itu Fang An hanya bisa diam.
"Kakak..!"
"Hai teman, kamu memang benar-benar hebat!"
Ke 13 anak segera menghampiri Fang An dan mengungkapkan rasa kagum mereka terhadap teman yang baru kemarin mereka kenal, rasa sukacita di wajah mereka semua karena telah berhasil terbebas dari cengkeraman Wen Xixie membuat mereka semua memeluk Fang An.
"Kamu kenapa?" salah satu anak menyadari kondisi Fang An yang tiba-tiba saja terdiam dan gigi yang bergetar bisa diketahui jika Fang An sedang kedinginan.
Saat racun kembali bereaksi, maka luka dalam yang diderita oleh Fang An juga ikut sakit, karena itu Fang An kesulitan untuk bicara dan memilih diam membisu, sedangkan pemicu racun di dalam tubuh Fang An kembali kambuh adalah penggunaan Qi yang terlalu besar.
Feng Huang sendiri tentunya tidak menyadari hal itu, sebab dia sendiri bukanlah ahli obat, maupun ahli racun, oleh sebab itu ketika Qi pinjaman memasuki tubuh Fang An dalam jumlah besar, saat itu Fang An pasti akan langsung menggunakannya, hal itu yang membuat racun yang sebelumnya dibekukan kembali mencair.
Tidak lama setelah itu, orang-orang dari berbagai arah datang ke tempat sisa pertarungan, mereka semua adalah para penduduk Desa Tinsang yang sebelumnya mendengar suara ribut, karena itu mereka datang.
"Ada apa ini?"
__ADS_1
"Hai lihat ada tiga mayat disini, sedangkan di sebelahnya ada dua orang yang masih hidup!"
"Disini juga ada satu wanita, tapi dia sedang terluka!"
"Sepertinya itu mayat lainnya, lihatlah di dekat meja yang hancur itu!"
Para penduduk yang kebingungan tetap berusaha untuk menolong mereka yang masih hidup, dan setelah itu seorang pria gemuk pendek berusia 40 tahun datang ke arah Fang An dan yang lainnya.
"Anak-anak, kalian semua sedang apa disini? Apakah sejak tadi kalian berada disini dan mengetahui akan apa yang sedang terjadi?" tanya pria paruh baya itu.
"Iya, sejak awal kami berada disini, dan mengenai semua ini sebenarnya mereka…!"
Pemuda yang paling tua agak ragu untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya, sebab kejadian ini terlihat aneh, bagaimana tidak, tujuh orang dewasa melawan seorang bocah hingga beberapa di antara mereka sampai meninggal, jika diceritakan mungkin para penduduk desa tidak akan percaya.
"Ceritakan saja padaku, dan kalian tidak perlu takut karena aku adalah kepala desa di Desa Tinsang ini!" kata pria gemuk itu yang ternyata adalah kepala desa.
Pemuda itu mengangguk kemudian mulai menceritakan kepada kepala desa di hadapannya, mengenai siapa dirinya serta anak-anak lainnya, dan juga orang-orang yang terbaring serta tujuan para penjahat itu, tidak lupa juga anak-anak itu menceritakan akan pertarungan Fang An melawan para penjahat itu seorang diri.
Semua orang awalnya hampir tidak percaya akan cerita anak-anak itu, namun saat melihat kondisi anak-anak yang kurus dan kurang gizi, mereka akhirnya percaya.
Kepala desa melihat Fang An yang terdiam, kepala desa melihat kulit Fang An yang mulai berubah hijau.
"Anak ini terkena racun? Cepat bantu aku untuk membawa anak ini ke rumah ku, dan kalian juga ikut aku ke rumah!" kata kepala desa.
"Bagaimana dengan mereka?" para penduduk menanyakan akan para anggota Kelompok Bayangan Bulan itu kepada kepala desa.
"Kubur saja yang sudah meninggal, dan yang masih hidup, kalian panggil tabib, tapi kalian jangan melepaskan mereka, sebab mereka adalah penjahat," kata kepala desa kemudian dia serta anak-anak di bawa ke rumahnya, dan Fang An dibantu oleh dua orang di bawa ke rumah kepala desa.
Kemenangan Fang An memang membuat anak-anak merasa lega, sedangkan Fang An sendiri harus berusaha menahan siksaan dari efek Racun Neraka yang mulai kambuh.
***
Maaf jika telat update tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, karena saat ini saya dan seluruh keluarga masih berada di rumah sakit menjaga keponakan saya yang baru habis operasi. terima kasih bagi yang masih setia menunggu, besok malam saya akan usaha untuk tetap update.
__ADS_1