
***
"Akar Pohon Magma?".
"Iya, apakah Kakek pernah mendengar atau mengetahuinya?"
"Sebentar aku akan coba ingat-ingat dulu!"
Fang An yang sudah berada di penginapan Bai Xiang segera menanyakan informasi akan keberadaan Akar Pohon Magma kepada Bai Xiang, siapa tahu Kakek tua itu mengetahuinya.
Sebelumnya Fang An sempat tidak mendapatkan ijin dari ibunya untuk pergi melakukan retret, namun Fang An melakukan segala cara untuk bisa meyakinkan ibunya agar mengijinkan dirinya pergi, sebab Fang An harus segera berlatih kembali agar semakin kuat.
Setelah berhasil meyakinkan Fang Yin, Fang An pun pergi saat siang hari untuk mencari tempat aman dalam melakukan retret nya, namun sebelum dia pergi, Fang An menyempatkan diri untuk menemui Bai Xiang guna menanyakan informasi tentang Akar Pohon Magma.
"Sepertinya aku pernah mendengarnya, namun itu sudah sangat lama sekali, jika aku tidak salah ingat Akar Pohon Magma itu tumbuh di wilayah Hutan Kematian!" jawab Bai Xiang.
Fang An melebarkan matanya mendengar hal itu, dengan penuh semangat Fang An menanyakan letak serta arah Hutan Kematian itu.
"Dimana Hutan Kematian itu kek?" tanya Fang An.
"Hutan Kematian berada di perbatasan wilayah Benua Daratan Hijau bagian selatan, namun untuk pergi kesana sangat jauh sekali, belum lagi di hutan itu banyak sekali Anim Beast yang memiliki kemampuan Bumi 3 keatas!" jawab Bai Xiang.
"Perbatasan di bagian selatan? Apakah itu adalah wilayah Akademi Puncak Angin Surga?" tanya Fang An.
"Akademi Puncak Angin Surga bukan sebuah Faksi maupun pemerintahan, namun Sekolah pelatihan itu juga memiliki kekuatan yang lebih kuat dari pada kekuatan disini, dan Akademi Puncak Angin Surga masih berada di wilayah Benteng Putih, dan Benteng Putih adalah sebuah pemerintahan besar disana!" jawab Bai Xiang.
Fang An benar-benar mendapatkan gambaran informasi dari Bai Xiang, dia tidak menduga jika kakek tua yang hanya memiliki kekuatan Yu Zao itu memiliki banyak pengetahuan hingga mencakup ke wilayah bagian Luar Benua Daratan Hijau.
"Jadi Hutan Kematian itu masih sangat jauh ternyata! Apa boleh buat, untuk saat ini aku lebih baik fokus untuk berlatih dulu, nanti aku bisa pergi ke Hutan Kematian sekaligus pergi ke Akademi Puncak Angin Surga," batin Fang An lalu dia kembali menanyakan sesuatu kepada Bai Xiang.
"Kakek, apakah kakek tahu dimana tempat paling aman untuk berlatih?" tanya Fang An.
"Kalau soal itu kamu menanyakan kepada orang yang tepat! Di wilayah sekitar sini ada satu tempat teraman untuk berlatih, kamu cukup pergi ke arah timur, nanti kamu akan melihat sebuah air terjun yang airnya berbau belerang, di dalam air terjun itu ada sebuah goa besar, namun tidak banyak orang yang mengetahui goa itu, jadi kamu bisa kesana jika ingin berlatih!" jawab Bai Xiang.
"Arah Timur? Arahnya sama dengan arah markas Kelompok Kapak Kematian! Baiklah itu bukan masalah!" batin Fang An lalu dia menangkupkan tangannya kepada Bai Xiang.
"Terima kasih atas infonya kek, sampaikan salamku kepada kakak Bai Lang, aku tidak bisa berlama-lama disini, jadi aku pamit dulu!" kata Fang An.
"Ini hanyalah informasi kecil yang tidak seberapa dibandingkan dengan jasamu, jadi jangan berterima kasih seperti itu padaku!" jawab Bai Xiang.
Fang An hanya tersenyum menanggapi ucapan Bai Xiang, dia segera membungkukkan badan lalu keluar dari dalam penginapan untuk pergi ke arah Timur.
"Apa sebaiknya aku mampir ke Markas Kelompok Kapak Kematian terlebih dahulu?" batin Fang An.
__ADS_1
Saat ini Singa Es tidak sedang bersama dirinya, sebab dia menugaskan Singa Es untuk ikut melindungi Klan nya yang sudah mendapatkan perlindungan dari Tiga Yu Jing, padahal kemampuan Singa Es sangat berguna untuk menemani perjalananya yang akan pergi melakukan retret nya.
Setelah berdiri di depan penginapan yang agak sepi orang itu, Fang An segera pergi menuju ke arah Timur, tentu saja Fang An menyembunyikan dirinya dengan menggunakan pakaian jubah putih yang memiliki penutup kepalanya agar dirinya tidak di kenali oleh para penduduk desa, sebab jika sampai para penduduk desa mengetahui dirinya berada di dalam desa, mereka pasti akan mengerumuni Fang An sehingga akan memperlambat perjalanan Fang An.
***
Fang An tidak pergi dengan cara terbang, dia lebih memilih untuk berjalan kaki menuju ke Markas Kelompok Kapak Kematian, dan setelah matahari mulai rendah di arah barat, Fang An melihat ada perkemahan kecil tidak jauh di depannya.
"Apakah itu adalah Markas Kelompok Kapak Kematian?" batin Fang An lalu dia menggunakan Mata Cahaya Petir nya untuk bisa melihat lebih jelas.
"Ternyata benar itu adalah perkemahan Markas Kelompok Kapak Kematian!" gumam Fang An saat dia melihat ada puluhan Spirit Beast Laba-laba disana.
Seperti yang pernah di informasikan oleh pemimpin Kelompok Kapak Kematian di Desa Lianxai, Kelompok Kapak Kematian adalah kelompok kecil yang hanya memiliki anggota kurang dari 200 orang, dan mereka sering berpindah-pindah tempat, oleh karena itu mereka hanya membuat Perkemahan biasa saja agar mudah untuk berpindah tempat.
Fang An mengeluarkan Pedang Biru nya lalu menggantungkannya di pundaknya, setelah itu Fang An berjalan ke arah perkemahan Kelompok Kapak Kematian.
Perkemahan itu dijaga oleh banyak anggota dari manusia dan Spirit Beast, tidak hanya di perkemahan saja, bahkan kekuatan Spiritual Fang An dapat merasakan keberadaan beberapa orang yang memiliki kemampuan Yu Zhe dan Yu Zhi di jarak yang cukup jauh dari perkemahan itu.
"Siapa kamu?"
Tiga orang berkemampuan Yu Zhe menghadang Fang An yang terlihat mencurigakan di mata mereka, penampilan Fang An yang mengenakan jubah putih serta kepalanya yang tertutup di tambah dengan Pedang besar berwarna agak biru semakin membuat mereka sangat berhati-hati.
"Aku ingin bertemu dengan Mai Xixi!" jawab Fang An.
"Ada urusan apa kamu ingin bertemu dengan ketua kami?" tanya lagi mereka yang tetap mencurigai Fang An walau dia sudah menyebut nama Mai Xixi.
"Maaf, jika kamu tidak memperkenalkan dirimu dengan jelas serta tujuanmu ingin bertemu dengan ketua kami, maka kami tidak akan mengantarmu!" ucap salah satu dari mereka.
"Begitu rupanya, jadi kalian lebih memilih cara kasar agar mau menurut, kalau begitu!"
Fang An melepaskan energinya yang langsung meledak hingga menciptakan angin ribut di sekitarnya.
Aura merah menyala serta kilatan-kilatan cahaya petir mulai terlihat hingga akhirnya tubuh Fang An tertutupi oleh Energi yang sangat panas serta sambaran petir yang menyambar di sekitar kakinya.
Ketiga orang yang menahan Fang An terkejut saat merasakan kekuatan Fang An, mereka sadar jika pemuda tak dikenal itu memiliki kemampuan yang sangat tinggi.
Walau sudah mengetahui kekuatan Fang An yang jauh di atas mereka bertiga, namun mereka tidak mundur, justru salah satu dari mereka membunyikan sebuah peluit dari bambu kecil, setelah peluit menggema di udara, sekumpulan Spirit Beast mulai berdatangan mengelilingi Fang An.
Jumlah Spirit Beast Laba-laba itu yang rata-rata berkemampuan Bumi 2 terus berdatangan, belum lagi para anggota lainnya yang juga datang membuat Fang An di kepung tanpa ada celah sedikitpun untuk bisa kabur.
"Bagus, karena kalian berkumpul di satu tempat, ini hanya akan mempermudah bagiku untuk melenyapkan kalian semuanya sekaligus!" ucap Fang An lalu dia mengulurkan tangannya.
Percikan cahaya sambaran petir langsung membentuk sebuah bola kecil yang mulai memancarkan kekuatan yang sangat menakutkan.
__ADS_1
Mata Fang An juga memancarkan cahaya biru yang di sertai dengan kilatan petir, dan secara bersamaan, Bola Petir kecil di tangan Fang An mulai memunculkan dua jenis petir yang berbeda, yaitu biru dan ada beberapa kilatan ungu.
Merasakan tekanan kekuatan yang terpancar dari bola petir kecil itu, para Spirit Beast mulai bergerak mundur, sedangkan puluhan anggota Kelompok lainnya juga mulai ketakutan sendiri.
"Mundur semuanya!" seru salah satu dari mereka dan setelah mendengar seruan itu,. mereka langsung membubarkan diri.
Fang An tersenyum dingin melihat mereka yang lari kocar-kacir tidak tentu arah, matanya mencari target yang memiliki jumlah terbanyak untuk melemparkan bola petirnya, dan setelah melihat kelompok yang agak banyak jumlahnya, Fang An langsung melemparkan bola petirnya.
"Petir Dewa Penghancur."
Bola Petir itu langsung melesat ke arah kelompok yang masih berlarian, namun mereka masih membentuk satu kumpulan termasuk para Spirit Beast.
Begitu Bola Petir kecil itu sampai di tempat mereka, Bola kecil itu langsung membesar mengurung belasan orang serta beberapa Spirit Beast sekaligus.
Bola Petir itu seperti sebuah kurungan petir yang menyambarkan petirnya dari luar hingga di dalam bola, belum lagi bola itu seperti sebuah bola yang di putar kencang sehingga menciptakan pusaran angin di sekitarnya.
Anggota yang lainnya yang berada di luar bola hanya bisa menyaksikan belasan rekannya yang terkurung di dalam Bola mengerikan itu, dan setelah beberapa saat, bola itu kembali mengecil dan mereka semua bisa melihat rekan-rekan mereka yang terbaring dengan kondisi tubuh di penuhi banyak luka bakar.
Mereka beranggapan jika semuanya sudah selesai, namun mereka kembali di kejutkan oleh hisapan energi kuat dari bola petir yang sudah mengecil itu dan kemudian bola petir itu langsung meledak.
Gelombang kejut langsung menghempaskan siapapun yang berada dalam jarak jangkauan ledakan, belum lagi energi angin dari efek ledakan membuat tenda-tenda berterbangan ke segala arah, dan korban dari ledakan besar itu semakin bertambah banyak.
Hanya dalam waktu singkat saja, puluhan anggota Kelompok Kapak Kematian tewas dalam satu serangan, belum lagi beberapa Spirit Beast yang juga ikut mati dalam ledakan yang sangat kuat dan memiliki daya hancur di luar akal mereka.
"Siapa kamu dan kenapa kamu menyerang kami?"
Setelah ledakan itu berlalu selama beberapa saat, empat sosok berkemampuan Yu Zha muncul dan menatap Fang An dengan tatapan marah, terlebih lagi Fang An sangat asing di mata mereka, karena itu mereka sangat marah karena tidak mengerti kenapa Fang An menyerang Markas Kapak Kematian mereka.
Keempat sosok itu terdiri dari satu wanita berusia 40 tahunan, dan tiga lainnya adalah para pria berusia sekitar 50 tahun.
Fang An merasakan kemampuan salah satu dari mereka yang berada di tahap Yu Zha Tingkat 3, dan satu orang pria berada di tahap Yu Zha Tingkat 2, dan seorang lagi berada di tahap Yu Zha Tingkat 1.
Dengan mengetahui kemampuan masing-masing dari mereka, Fang An langsung bisa menebak jika wanita yang memiliki kemampuan Yu Zha Tingkat 3 itu adalah Mai Xixi.
"Kamu pasti yang bernama Mai Xixi dari wilayah Benua Daratan Tandus itu bukan?" kata Fang An.
"Dari mana kamu tahu akan diriku?" tanya wanita itu yang tidak lain adalah Ketua Kelompok Kapak Kematian.
"Tidak penting akan dari mana aku mengetahui akan jati dirimu, sebelum terlambat cepat kalian kembali ke Benua Daratan Tandus, jika tidak maka Benua Daratan Hijau ini akan menjadi tanah pemakaman untuk kalian berempat!" ucap Fang An tanpa terlihat rasa takut sedikitpun.
"Seorang anak kecil yang baru memiliki kemampuan Yu Zhi ingin membunuh kami berempat? Hah, kamu terlalu percaya diri anak kecil, aku saja sudah lebih dari cukup untuk melenyapkan mu dari dunia ini!" kata seorang pria yang memiliki kemampuan Yu Zha Tingkat 1.
"Kenapa tidak senior coba saja untuk melakukannya sekarang?" kata Fang An dengan pertanyaan memprovokasi.
__ADS_1
"Dasar bocah tengik, terimalah ajalmu!" pria itu mengeluarkan Kapak Hitam legam dan kemudian melesat ke arah Fang An.
Fang An meraih gagang pedang nya dan kemudian dia langsung melepaskan satu tebasan kuat yang menciptakan energi Pedang berwarna merah menyala melesat dan saling beradu dengan Kapak pria tersebut.