
***
Wajah Fang An sedikit suram setelah Zhang Wei menceritakan akan semua yang telah terjadi terhadap Jing Chiyi dan kedua anaknya. Fang An memperhatikan wajah sedih Xia Feihu dan Xia Longli, mereka berdua benar-benar di buat menderita oleh ayah kandungnya sendiri hanya demi sebuah jabatan.
"Kalian berdua, apakah kalian keberatan jika nanti aku sampai membunuh ayah kalian?" tanya Fang An.
"Lakukan saja Saudara Fang!" jawab Xia Feihu yang penuh kebencian terhadap ayahnya.
"Jangan Kakak Fang!" Xia Longli juga ikut menjawab, hanya saja jawabannya berbeda dengan kakaknya.
"Adik, dia itu bukan ayah kita! Kenapa kamu masih berharap dia akan menjadi ayah yang baik? Lihat yang dia lakukan terhadap kita, bahkan ibu juga akan dibunuh olehnya. Apakah kamu masih menganggapnya ayah?" tanya Xia Feihu.
"Aku tahu kakak, tapi seburuk apapun yang dia lakukan terhadap kita, dia tetaplah ayah kandung kita. Tidak peduli sejahat apapun dia, tidak ada alasan apapun yang bisa memutuskan jika dia bukan ayah kita," Xia Longli menjawab dengan penuh perasaan.
Zhang Wei hanya mendengarkan dengan menggelengkan kepalanya, begitu juga dengan semuanya yang ada disana termasuk Fang An.
"Yang kamu katakan memang benar, namun lihat juga dari sisi baik dan buruknya! Seorang ayah harusnya menjadi pelindung terhadap anak-anaknya, contohnya adalah binatang. Sebuas-buasnya binatang, mereka tidak akan pernah membiarkan anaknya dalam bahaya, akan tetapi ayah kalian itu memiliki sifat yang lebih hina daripada Binatang, jadi dia bukanlah manusia," kata Fang An.
Xia Longli hanya bisa membuka tutup mulutnya tanpa bisa menjawab apapun, dia hanya bisa menunduk dengan perasaan yang penuh dengan dilema.
"Jadi bagaimana kondisi di pusat kota saat ini?" tanya Bing Xuyue kepada Zhang Wei.
"Sangat kacau! Semua warga dihantui dengan ketakutan karena ketegangan dari kedua belah pihak! Saat ini kedua belah pihak masih saling berjaga-jaga dan peperangan bisa pecah kapan saja," jawab Zhang Wei.
"Lalu kapan Bibi Jing Chiyi akan di eksekusi mati?" tanya Fang An.
"Bibi Jing Chiyi akan di eksekusi tiga hari lagi di hadapan semua orang, tepatnya di taman kota," jawab Zhang Wei.
Sejak ibu Zhang Wei sakit, Zhang Wei memutuskan untuk ikut bergabung dengan Gubernur melawan Xia Ding. Semua itu dia lakukan bukan hanya karena dirinya yang memang tidak pernah mengakui Xia Ding sebagai ayah tirinya, namun juga demi menyelamatkan ibunya yang sedang sakit dan juga masih berada di tangan Xia Ding.
"Apakah kamu tahu kekuatan yang dimiliki oleh Xia Ding?" tanya Sao Yi Feng.
"Dia memiliki sepuluh pengawal berkemampuan Yu Zhu, Tiga orang berkemampuan Yu Jing dan seorang Xu Hun, belum lagi para prajuritnya yang lumayan banyak!"
"Sepuluh Yu Zhu ya? Ini benar-benar pertahanan yang sangat besar!" gumam Fang An.
"Seharusnya dengan kedatangan kalian, kekuatan di pihak gubernur harusnya sudah seimbang, karena Benteng Putih sudah mengirimkan 30 pasukan kuda hitam yang dipimpin oleh Jendral Jia Xang yang memiliki kemampuan Yu Zhu elit, belum lagi Gubernur mendapatkan bantuan dari kelompok Biru dengan mendatangkan 3 orang Yu Zhu. Sekarang ditambah dengan kekuatan Enam Yu Zhu dari kalian, maka kekuatan Yu Zhu di pihak kita sudah seimbang, hanya saja untuk ketiga Yu Jing dan seorang Ahli itu..?"
__ADS_1
"Aku yang akan melawan ketiga Yu Jing itu, untuk sosok yang memiliki kemampuan Xu Hun itu, sudah ada yang akan mengurusnya," kata Fang An.
"Apakah kamu sedang bercanda? Kamu ingin melawan tiga orang Yu Jing sendirian? Lagi pula siapa sosok yang akan menghadapi lawan yang berkemampuan Xu Hun itu?" tanya Zhang Wei.
Fang An tersenyum tipis mendengar pertanyaan Zhang Wei dan kemudian dia bangun seraya menjawab pertanyaan Zhang Wei, "Untuk apa aku harus bercanda? Dan mengenai sosok yang akan menghadapi musuh berkemampuan Xu Hun itu, nanti kamu akan mengetahuinya!"
Fang An berjalan ke arah pintu dan melihat Tang Chin dan semua Anggota Petir Langit yang sedang berjaga di luar, dia melirik Xia Feihu lalu berkata, "Tiga hari lagi, aku akan pergi ke Taman kota untuk menyelamatkan Bibi Jing Chiyi terlebih dahulu," ucapnya yang membuat Xia Feihu dan Xia Longli langsung bereaksi mendengarnya.
"Terima Kasih Saudara Fang, aku benar-benar tidak tahu lagi harus membalas kebaikanmu ini dengan apa!" kata Xia Feihu.
"Tidak perlu membayar apapun, karena kalian adalah teman-temanku, siapapun yang ingin mencelakai teman-temanku, maka dia akan berhadapan dengan ku," jawab Fang An lalu dia menghampiri Xia Longli dan membantunya untuk bangkit seraya berkata, "Sudah saatnya kalian berdua untuk keluar dari persembunyian ini, ayo ikutlah denganku menemui gubernur," ajak Fang An.
"Tapi Saudara Fang, bagaimana jika para prajurit Ayahku menemukan kami semua?" tanya Xia Feihu.
"Apa yang bisa mereka lakukan kepada kalian, selama masih ada kami yang melindungi kalian, bahkan jika ayahmu mengutus orang yang memiliki kemampuan Ahli itu, maka mereka harus bersiap untuk menemui Raja Akhirat," kata Fang An.
"Apakah dia itu serius?" Zhang Wei bergumam sendiri dengan penuh kekhawatiran.
"Bukankah kamu ini temanya Fang An? Kenapa kamu tidak yakin terhadap temanmu sendiri?" tanya Ling Hang.
"Itu..!?"
"Lebih baik kamu percaya saja padanya, aku yakin kamu tidak akan menyesal jika mempercayainya," kata Huang Yan.
"Ayo kita berangkat dan bergabung dengan yang lainnya di tempat Gubernur," ajak Fang An.
Zhang Wei, Xia Feihu, Xia Longli dan para Pengawal Zhang Wei sedikit ragu, namun mereka tetap mengikuti Fang An keluar, dan akhirnya mereka bersama-sama menuju ke tempat Gubernur dan para pasukannya di Pusat kota.
Dengan penuh kecemasan, Xia Feihu dan Xia Longli berjalan sembari memperhatikan situasi di sekitarnya, mereka takut ditangkap oleh para prajurit Xia Ding.
"Benar-benar sangat berubah sejak terakhir kali aku melewati tempat ini! Rumah-rumah itu seperti rumah yang tak berpenghuni saja," gumam Fang An seraya melihat rumah-rumah yang sepi dan pintu serta jendela tertutup rapat.
"Iya, waktu itu disini sangat ramai sekali, namun sekarang sangat sepi seperti kota Mati," kata Yan Hang.
"Jangankan orang yang terlihat berlalu-lalang, bahkan bayangan warga pun juga tidak ada," ucap Tang Chin.
"Mereka semua sebenarnya ada di dalam dan tidak berani keluar karena takut," Zhang Wei menjelaskan.
__ADS_1
Fang An hanya mengangguk pelan, dia tentu sudah tahu akan apa yang dirasakan oleh para warga yang ketakutan, menurutnya perang di dalam sebuah pemukiman hanya akan membuat orang jadi paranoid yang dihantui rasa ketakutan.
"Celaka, itu adalah anggota Jubah Kuning!" seru Zhang Wei.
"Anggota Jubah Kuning?" Fang An menaikan sebelah alisnya seraya bertanya kepada Zhang Wei.
"Iya, itu adalah salah satu anggota dari wilayah Kuning atau Wilayah Barat, mereka adalah sekutu Xia Ding!" jawab Zhang Wei.
Xia Feihu dan Xia Longli dengan cepat bersembunyi di belakang rombongan, padahal kelompok Jubah Kuning yang berjumlah tujuh orang jaraknya masih jauh, namun Xia Feihu dan Xia Longli sudah sangat ketakutan.
Fang An yang melihat kedua kakak beradik itu yang ketakutan langsung menghampiri keduanya seraya berkata, "Sudah kubilang mulai hari ini kalian tidak perlu bersembunyi lagi, ayo!" kata Fang An.
Bing Xuyue dan Meng Lin serta Qiao Yi dan Zang Mei ditambah dengan Cia Ling segera menghampiri Xia Longli dan Bing Xuyue dengan wajah penuh cahaya yang mempesona itu tersenyum lembut kepada Xia Longli seraya berkata, "Kami yang akan melindungimu, jika mereka berani menyentuhmu, maka mereka akan merasakan kemarahan para wanita," kata Bing Xuyue.
Xia Longli secara perlahan-lahan mulai menurut dan kemudian dia memberanikan diri ikut bergabung dengan kelima gadis pemberani itu, sedangkan Xia Feihu melawan rasa takutnya dan berjalan di samping Fang An.
Fang An menoleh ke salah satu pengumuman yang ternyata disana ada gambar sketsa wajah Xia Feihu dan Xia Longli dan Zhang Wei, dan di bawahnya tertulis, "Siapa saja yang bisa menangkap ketiga buronan ini hidup atau mati, Walikota akan memberikan hadiah berupa Koin Emas sebanyak 1000 keping emas per buronan dengan total jumlah 3000 koin emas, namun jika yang menangkapnya adalah seorang Kultivator, maka Walikota akan memberi 200 Ziyuan per kepala dengan total keseluruhan 600 Ziyuan untuk ketiga buronan."
"Benar-benar berhati Iblis!" Fang An segera meremas pengumuman tersebut dan tepat saat dirinya sedang emosi, ketujuh anggota Jubah Kuning yang melihat Xia Feihu dan Zhang Wei langsung mengejar rombongan Fang An seraya berseru menghentikan rombongan tersebut.
"Berhenti kalian!" seru salah satu dari mereka.
Semuanya segera berhenti dan kemudian ketujuh anggota Jubah Kuning itu mengelilingi rombongan Fang An seraya menghunuskan pedang mereka ke arah Zhang Wei.
"Akhirnya ketemu juga kalian disini! Cepat ikut dengan kami ke kediaman Tuan Xia Ding," kata salah satu dari mereka seraya memperhatikan semua rombongan itu dan tatapannya berhenti ketika melihat para gadis-gadis cantik.
"Hem! Benar-benar sekumpulan Dewi," ucapnya seraya menjilati air liurnya yang hampir menetes saat melihat wajah cantik para gadis-gadis itu apalagi saat melihat wajah Bing Xuyue.
"Tang Chin, Yan Hang, Wo Shian, Xang Wuhai! Jangan biarkan satupun dari mereka yang hidup," ucap Fang An yang sama sekali tidak melihat ke arah ketujuh anggota Jubah Kuning yang rata-rata hanya memiliki kemampuan Yu Zhi.
"Baik!" jawab mereka berempat dan kemudian mereka berempat segera melepaskan energi mereka yang mengejutkan ketujuh anggota Jubah Kuning itu.
"Kekuatan Yu Zha elit!?"
Energi angin segera berhembus kencang menghantam tubuh ketujuh anggota Jubah Kuning itu. Jelas kekuatan keempat Yu Zha bukanlah lawan mereka yang memiliki kemampuan Yu Zhi.
Mereka bertujuh dibantai hanya dalam waktu singkat oleh keempat Yu Zha, seperti yang sudah diperintahkan oleh Fang An, tidak satupun dari mereka yang dibiarkan hidup.
__ADS_1
"Zhang Wei, bawa Jubah mereka dan lemparkan di tempat Xia Ding, biar dia tahu jika sekarang dia akan segera berurusan dengan ku," kata Fang An.
Zhang Wei dengan agak ragu melakukan apa yang Fang An perintahkan, dia segera mengambil jubah ketujuh anggota Jubah Kuning yang sudah jadi mayat dan kemudian dia dengan ditemani oleh Sao Yi Feng dan Lin Hang serta Lin Ying pergi ke tempat kediaman Xia Ding.