
***
Keesokan harinya luka Fang An akhirnya benar-benar menghilang, berkat ketelatenan Fu Lie Wei dalam merawat dirinya, akhirnya Fang An bisa pulih seperti sedia kala.
"Ini ambillah Darah Ular Batu Sayap Naga, aku sengaja mengambil dua botol karena satunya untuk aku berikan padamu!" kata Fu Lie Wei sembari memberikan botol yang berisi darah Ular Batu Sayap Naga.
"Apakah kamu yakin ingin memberikan ini padaku? Lalu apakah sebotol itu cukup bagimu?" tanya Fang An.
"Lebih dari cukup! Owh iya, apakah kamu juga menginginkan Spirit Core nya? Karena kamu yang sudah berhasil membunuhnya, jadi Spirit Core ini memang selayaknya menjadi milikmu!" kata Fu Lie Wei yang mengeluarkan Spirit Core itu dari dalam cincinnya.
"Kamu ambil saja, aku cukup dengan darah ini saja!" jawab Fang An.
Fu Lie Wei merasa sangat senang, sebab Spirit Core milik Ular Batu Sayap Naga itu akan membuatnya mampu menerobos ke tahap Yu Jing, sedangkan Darah yang didapatkan akan mampu membuatnya meningkatkan tingkat Kultivasinya.
Luo Ying sendiri bersama Singa Es berada di luar mencari tanaman obat, mereka tidak tahu jika Fu Lie Wei akan pergi.
"Jika kamu ingin menemukan Tikus Api, cari saja di dekat Jurang Tanpa Dasar, tapi aku minta kamu jangan terlalu dekat ke tepi jurang!" kata Fu Lie Wei sebab dia takut Fang An akan jauh ke Jurang Tanpa Dasar.
"Jadi kamu tahu dimana Tikus Api itu berada?" tanya Fang An.
"Aku sempat melihat gerombolan mereka beberapa hari yang lalu, aku yakin Tikus Api itu yang kalian cari!" ucap Fu Lie Wei.
"Apakah kamu yakin ingin pergi sekarang?" tanya Fang An.
"Iya, aku masih memiliki tanggung jawab serta urusan yang tidak bisa aku tinggalkan terlalu lama!" jawab Fu Lie Wei.
Fang An terdiam, entah mengapa dia merasa berat hati untuk berpisah dengan Fu Lie Wei, padahal dia baru kenal beberapa hari dengan, namun ada perasaan aneh yang membuatnya sangat ingin selalu berada di sampingnya.
"Apakah kita akan bertemu lagi?" tanya Fang An.
"Aku tidak tahu, namun aku juga berharap bisa bertemu lagi di kemudian hari denganmu, mungkin saat kita bertemu lagi kamu sudah sangat kuat, dan mungkin sudah lebih dewasa," kata Fu Lie Wei lalu dia mengeluarkan sebuah sapu tangan berwarna biru dan ada ukiran bunga di tengahnya.
"Ini sebagai tanda pertemuan kita, simpanlah! Aku harap kamu tidak melupakanku," kata Fu Lie Wei sembari memberikan sapu tangan biru itu pada Fang An.
Fang An menerimanya namun dengan perasaan semakin berat sebab dirinya akan berpisah dengan Fu Lie Wei.
"Jaga dirimu baik-baik, selamat tinggal!" kata Fu Lie Wei kemudian dia berbalik dan berniat melangkah pergi ke luar.
"Tunggu..!" kata Fang An yang menghentikan langkah Fu Lie Wei.
Fu Lie Wei tidak berbalik, namun Fang An meraih tangan Fu Lie Wei sehingga memaksanya untuk berbalik lalu dengan cepat memeluknya.
Fu Lie Wei membalas pelukan tersebut lalu Fang An dengan berani mengangkat wajah Fu Lie Wei lalu menciumnya, dan tentu saja Fu Lie Wei membalas ciuman tersebut sehingga keduanya menjadi lengket.
Untung saja tidak ada Luo Ying di situ, dan setelah beberapa saat, barulah mereka saling melepaskan ciuman serta pelukan mereka.
Pikiran Fu Lie Wei semakin kacau saat menatap Fang An, karena ulahnya saat itu, akhirnya anak kecil itu sudah lebih berani bertindak dan melakukan seperti apa yang telah ia lakukan waktu itu, namun anehnya Fu Lie Wei juga merasa larut, dan dia berharap kelak setelah Fang An lebih dewasa, dia bisa bertemu lagi.
"Selamat tinggal!" kata Fu Lie Wei lalu dia melangkah pergi ke mulut goa.
Setelah berada di mulut Goa, Fu Lie Wei kembali menoleh kepada Fang An yang masih berdiri menatapnya.
Tatapan keduanya menggambarkan rasa keberatan mereka berdua untuk berpisah, namun Fu Lie Wei sadar jika dirinya masih memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai Wakil Penatua, jadi dia harus kembali ke Sekte nya.
__ADS_1
Fu Lie Wei mengumpulkan Qi di kakinya setelah itu dia melompat dan melesat ke udara lalu menghilang dan hanya menyisakan jejak gemuruh suara serta bekas tapak kakinya di mulut Goa.
Fang An memperhatikan sapu tangan biru itu dengan seksama setelah itu dia tersenyum lalu menyimpannya di dalam Cincin penyimpanan Bumi nya.
"Wanita yang cantik dan sangat baik! Aku harap tidak ada yang menangis karena perpisahan ini," kata Feng Huang.
"Guru mengatai ku?" tanya Fang An.
"Tidak! Aku mengatai bayangan mu," jawab Feng Huang.
"Guru tenang saja, aku tidak akan larut karena perpisahan ini," kata Fang An.
"Hehe..!" Feng Huang hanya terdengar tertawa sedikit lalu dia kembali diam.
Setelah beberapa saat Luo Ying dan Singa Es datang, mereka buru-buru kembali setelah mendengar suara gemuruh di langit.
"Adik, kemana senior Lie Wei?" tanya Luo Ying.
"Dia sudah pergi!" jawab Fang An.
"Pergi kemana?"
"Melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya!" jawab lagi Fang An.
Baru disini dia ingat jika dia masih belum tahu di mana Fu Lie Wei tinggal, namun dia sudah terlambat karena Fu Lie Wei sudah pergi.
"Kakak, perjalanan dari sini ke Jurang Tanpa Dasar apakah masih jauh?" tanya Fang An.
"Butuh waktu satu hari lagi untuk bisa sampai kesana! Memangnya kenapa kamu menanyakan itu?" tanya Luo Ying.
Luo Ying tidak menyangka jika Fang An bisa mendapatkan informasi tentang Tikus Api itu, hanya saja dia sedikit terkejut karena Tikus itu berada di dekat Jurang Tanpa Dasar.
"Adik, sebaiknya kamu makan daging ini, siapa tahu nanti kamu bisa menerobos ke tahap Yu Zhi!" kata Luo Ying sembari memberikan daging Ular kepada Fang An.
Fang An memperhatikan daging ular itu lalu memandangi Luo Ying seraya berkata, "Kakak saja yang memakannya, aku sudah memiliki Darah Ular itu, jadi aku akan menggunakan darah ini saja!" jawab Fang An seraya menunjukkan botol yang berisi darah Ular Batu Sayap Naga.
Luo Ying memperhatikan botol yang berisi darah hijau milik Ular Batu Sayap Naga, andai saat itu masih ada darah di daging sang Ular, mungkin dia juga akan mengambilnya.
"Baiklah kalau begitu, daging ini aku dan Singa Es yang akan memakannya!" kata Luo Ying kemudian dia memanggil Singa Es untuk makan.
"Kakak, malam ini aku akan melakukan retret disini, jadi tolong jaga pintu goa agar tidak ada yang menggangguku!" kata Fang An.
"Kamu serahkan saja pada kakak mu ini!" jawab Luo Ying dengan membusungkan dadanya.
Fang An mengangguk seraya tersenyum lebar kemudian dia duduk bersila sekaligus mengeluarkan Darah Ular Batu Sayap Naga pemberian Fu Lie Wei.
"Bukankah kamu bilang nanti malam? Kenapa kamu mau menggunakan itu sekarang?" tanya Luo Ying.
"Aku hanya tidak ingin membuang-buang waktu, apalagi harus menunggu sampai nanti malam!" jawab Fang An.
Karena sudah tidak ada yang mau dibicarakan lagi, Fang An mulai duduk bersila lalu dia berkomunikasi dengan gurunya.
"Aku sudah siap guru!" kata Fang An.
__ADS_1
"Kamu keluarkan dua tetes saja Fang An, itu sudah lebih dari cukup untuk membuatmu naik ke tahap Yu Zhi!" kata Feng Huang yang memberitahukan cara menggunakan Darah Ular Batu Sayap Naga itu dengan benar.
Fang An segera mengikuti arahan Feng Huang, dia mengeluarkan dua tetes darah itu dengan cara meneteskannya ke lidahnya, sisanya darah yang masih banyak itu dia kembalikan lagi ke dalam cincinnya agar tidak beku.
Setelah darah itu masuk ke dalam tubuhnya, Fang An langsung bermeditasi sekaligus memasuki Alam Jiwa nya.
Luo Ying melihat tubuh Fang An mulai melepaskan Qi nya yang terlihat menyerupai butiran kristal biru yang sangat halus.
Qi itu keluar bagai sebuah air yang tumpah dan mengalir di sekitar tubuh Fang An, sedangkan Fang An sendiri sudah terlihat seperti patung karena jiwa Spiritualnya sudah berada di Alam Jiwa bersama Feng Huang.
Jadi yang bisa dilakukan oleh Luo Ying saat ini hanya menjaga keamanan goa bersama dengan Singa Es.
Di alam jiwa, Fang An sedang menutup matanya dan Qi berbentuk Kristal biru halus menyebar di sekitar tubuh Fang An.
Feng Huang sendiri memperhatikan Fang An tanpa berani mengganggu Fang An yang akan segera menerobos ke tahap Yu Zhi, bahkan berkomentar pun juga tidak, dia tidak mau retret Fang An terganggu karena ini sangat berisiko.
Secara perlahan tapi pasti, Qi yang menyebar itu serta berputar-putar di sekitar Fang An mulai menciptakan kilatan-kilatan petir, bahkan tubuhnya yang ada di luar juga menciptakan kilatan petir biru.
Di samping itu muncul sebuah aura merah yang secara perlahan-lahan menyala lalu membesar menjadi kobaran api yang menyelimuti seluruh tubuh Fang An.
"Spirit Root Elemen Api nya juga ikut naik berkat Darah Ular itu, ini sangat bagus!" gumam Feng Huang.
Spirit Root Elemen Api Fang An kini naik ke Tingkat 2, belum lagi Spirit Root Elemen Petir nya yang juga naik ke Tingkat 3, dengan ini Fang An sudah bisa menyatukan Inti Petir Putih yang diyakini ada di dalam Jurang Tanpa Dasar.
Setelah hampir semalaman Fang An melakukan retret nya, Qi dan kedua Spirit Root nya mulai meningkat, apalagi Dantian nya yang semakin mengembang sehingga dia sudah siap untuk menyerap semua Qi yang sudah semakin banyak di sekitarnya.
Fang An mengubah bentuk segel tangannya lalu dengan cepat dia menyerap Qi yang sangat banyak itu masuk kedalam tubuhnya.
Qi milik Fang An yang berhasil menyerap Qi alam langsung berputar dan masuk ke dalam tubuh Fang An bagai sebuah pusaran hisap yang sangat kuat.
Dan tepat saat matahari terbit, seluruh Qi berhasil Fang An serap, baik itu Qi yang ada di Alam Jiwa, maupun Qi yang ada di dunia luar.
Luo Ying dan Singa Es sama-sama melihat perubahan di tubuh Fang An yang masih bermeditasi, mereka melihat kulit leher Fang An seperti pecah, pecahan itu memancarkan cahaya biru dan merah, belum lagi bentuk pecahan yang hampir mirip retakan itu seperti sebuah petir yang menyebar, dan di saat yang bersamaan, Fang An langsung membuka matanya kemudian dia melepaskan energi besar yang membuat seluruh ruangan Goa bergetar.
"Haaaa…!"
Fang An meraung keras membuat gelombang suaranya terdengar hingga keluar goa, dan setelah itu Fang An kembali tenang.
"Dia berhasil menerobos ke tahap Yu Zhi Tingkat 1!" gumam Luo Ying yang tersenyum lebar melihat Fang An.
Fang An menatap Luo Ying yang tersenyum padanya, dan kedua mata Fang An memancarkan cahaya biru tepat di kornea matanya, dan itu berlangsung selama beberapa tarikan nafas lalu cahaya itu menghilang.
"Seperti inikah kekuatan seorang Yu Zhi?" gumam Fang An sembari memeriksa energinya.
"Kamu sudah memiliki Qi sebanyak 30 Pusaran Fang An, biasanya jumlah sebanyak ini hanya bisa dimiliki oleh seorang Yu Zhi Tingkat 4," kata Feng Huang.
"Tapi kenapa leherku sangat panas?" tanya Fang An kemudian dia memeriksanya.
"Apa ini?" tanya Fang An.
"Itu adalah Elemen Petir yang sudah terbentuk! Kamu tidak perlu khawatir karena itu hanya akan muncul jika kamu mengaktifkan mode bertarung saja," kata Feng Huang.
Fang An memang tidak sadar jika saat ini dia ada di dalam Bentuk Mode Bertarung atau biasa dikenal sebagai Aura Petarung, oleh sebab itu Elemen Petir nya muncul, dan pastinya semakin tinggi kekuatannya, maka akan semakin besar retakan yang terlihat, namun itu tidak akan membuat kulit Fang An cacat.
__ADS_1
"Baiklah aku sudah siap untuk pergi menangkap Tikus Api dan juga turun ke Jurang Tanpa Dasar!" gumam Fang An.