
***
"Sekarang aku akan mengajarimu berlatih dengan menggunakan dua pedang!" kata Wang Lao Yi.
Mendengar hal itu Fang An sangat antusias dan ingin segera mempelajari Teknik dua pedang, terlebih lagi dia memang memiliki dua Pedang Spiritual milik ayah dan ibunya.
"Menggunakan Dua Pedang sedikit lebih sulit, sebab gerakan kedua tangan harus kompak dan saling bekerja sama dalam mengayunkan pedang!"
Fang An mengeluarkan kedua Pedang Spiritual nya dan kemudian dia mencoba memulai gerakannya. Seperti yang dikatakan oleh Wang Lao Yi, memainkan dua pedang dengan kedua tangan memang sedikit sulit.
Ketika Fang An mengayunkan pedang di tangan kanannya, tangan kirinya justru terlambat saat akan menyusul gerakan tangan kanannya, tidak hanya Fang An yang merasa gerakannya sangat kaku, bahkan Wang Lao Yi dan Feng Huang juga melihat gerakan Fang An yang sangat lambat dan juga kaku.
"Konsentrasikan pikiranmu kepada kedua tanganmu, setelah itu gerakan pedang di tangan kanan dalam posisi menyerang lalu ayunkan tangan kirimu dengan pikiran agar ayunan pedang di tangan kirimu bisa seirama!" kata Wang Lao Yi.
Walau sudah diberikan bimbingan secara lisan, namun saat di praktekkan ternyata sangat sulit, Padahal Fang An sudah memusatkan pikirannya agar kedua tangannya bisa bergerak secara bergantian, hanya saja kedua tangannya sepertinya tidak mau bekerjasama.
"Berhenti Fang An! Sekarang kamu coba membuat gambar lingkaran dengan kedua tanganmu," kata Feng Huang.
"Untuk apa guru?" tanya Fang An kepada Feng Huang.
"Untuk melatih kedua tanganmu agar bisa kompak!" jawab Feng Huang.
"Itu benar Fang An! Jika kamu bisa menggambar dua lingkaran sempurna dari kedua tanganmu, itu artinya kedua tanganmu sudah bisa menggunakan dua pedang dan bisa melakukan serangan sekaligus bertahan, jadi cobalah!" kata Wang Lao Yi.
Fang An memulai membuat lingkaran seperti yang diperintahkan oleh kedua gurunya, dia menggambar dua lingkaran dengan menggunakan kedua Pedangnya diatas tanah, dan hasilnya, dua lingkaran yang berbeda bentuk pun berhasil dia gambar.
"Ulangi lagi!"
Fang An kembali lagi menggambar, namun hasilnya tetap saja sama, yaitu berbeda bentuk gambarnya.
"Ulangi lagi!"
Fang An terus melakukannya berkali-kali, dan Wang Lao Yi serta Feng Huang berkali-kali juga menyuruh Fang An untuk mengulanginya.
Fang An yang terus berusaha dan selalu gagal saat ini sedang beristirahat sejenak sembari memikirkan cara agar dia bisa membuat gambar yang sama dari masing-masing kedua tangannya.
"Pedang Langit memiliki berat yang tidak bisa diangkat oleh sembarang orang! Apakah kamu pernah berpikir bagaimana jika sampai ada dua Pedang Langit yang memiliki berat yang sama? Kamu pasti akan kesulitan menggunakannya karena kamu belum bisa memainkan dua pedang sekaligus," kata Wang Lao Yi.
Fang An yang masih memikirkan cara agar bisa membuat gambar lingkaran menatap Wang Lao Yi dengan penuh tanda tanya. "Apakah Pedang Langit benar-benar ada dua?" tanya Fang An.
"Setiap sesuatu memiliki pasangannya masing-masing, begitu juga dengan sebuah pusaka, dan aku rasa kamu pasti memahami akan maksudku!" kata Wang Lao Yi.
"Jika memang Pedang Langit memiliki pasangan, lalu ada dimana pasangan Pedang Langit ku itu?" tanya Fang An.
"Pedang Langit adalah sebuah Pusaka yang sangat kuat dan banyak orang menginginkan pusaka itu, sebenarnya nama Pedang Langit diambil dari nama pusakanya, yaitu Pusaka Langit, sedangkan namanya sendiri adalah Pedang Angin."
Wang Lao Yi menceritakan jika Pedang Langit sebenarnya ada dua, dan kedua Pedang itu berada di tangan Wang Lao Yi.
Sebelum dirinya pergi untuk berburu Anim Beast, dia meninggalkan pasangan pedangnya itu di Sekte Pedang Langit.
Pasangan Pedang yang ada ditangan Fang An memiliki ukuran bentuk yang lebih kecil, namun beratnya sama seperti Pedang Langit milik Fang An.
Walau Pedang itu ditinggalkan di Sekte Pedang Langit, Wang Lao Yi sama sekali tidak khawatir, sebab tidak akan ada orang yang akan mampu untuk mengangkat Pedang itu, tidak peduli apakah dia adalah seorang Yu Jing, ataupun Xu Hun, Pedang itu tidak akan pernah bergeming dari tempat penyimpanannya.
Pedang itu hanya bisa diangkat oleh pemilik Pedang Langit yang dibawa oleh Wang Lao Yi yang sekarang sudah menjadi milik Fang An, artinya yang bisa mengangkat Pasangan Pedang Langit milik Fang An hanyalah Wang Lao Yi dan Fang An saja.
"Kenapa guru tidak mewariskan cara menyatukan Jiwa Pedang Langit kepada Penatua pengganti guru?" tanya Fang An.
"Murid-murid generasi baru terlalu lemah! Lagi pula aku sudah tahu jika Sekte ku akan menurun karena generasi baru tidak akan bisa mempertahankan kejayaan Sekte ku seperti dulu, karena itu aku ingin kamu kesana dan membantu mengembalikan kejayaan Sekte ku seperti dulu agar Sekte Teratai Putih dan Sekte Cahaya Matahari tidak lagi berani meremehkan Sekte ku beserta keturunanku, apalagi sahabat ku Ho Liu Tang pasti akan membantumu!" kata Wang Lao Yi.
"Wang Lao Yi, kamu tidak berencana untuk menjadikan Fang An sebagai Penatua Sekte mu bukan?" tanya Feng Huang.
__ADS_1
"Sebenarnya memang itu rencanaku, karena Fang An memiliki Pedang Langitku, jadi dia pantas untuk menjadi Penatua! Hanya saja semuanya kembali kepada Fang An," jawab Wang Lao Yi.
"Apakah kamu bersedia untuk menjadi Penatua di sana Fang An?" tanya Feng Huang.
Fang An hanya tersenyum tipis seraya menjawabnya, "Jujur saja aku lebih suka hidup bebas tanpa ikatan apapun!" jawab Fang An.
Mendengar jawaban Fang An, Wang Lao Yi sedikit kecewa, hanya saja dia tahu jika Fang An memang memiliki sifat Netral serta tidak suka dengan sebuah pengekangan ataupun keterikatan dengan hal apapun, sedangkan Feng Huang justru bernafas lega.
"Itu jawaban yang bagus Fang An, karena di tempat lain, masih ada yang menunggu kedatanganmu," kata Feng Huang.
Fang An hanya terdiam, dia tahu tempat lain yang di maksud oleh Feng Huang adalah Benua Bintang Terang, dan yang menunggu kedatangannya adalah Sekte Awan Petir Langit, itupun jika Sekte itu masih ada.
"Baiklah sudah cukup pembicaraannya, sekarang kamu lanjutkan lagi latihan mu agar lebih menghemat waktu," kata Wang Lao Yi.
Fang An kembali bangun dari tempat duduknya dan kemudian dia kembali melanjutkan pembuatan gambar lingkarannya, dan sudah seharian Fang An berada di dalam Ruang dimensi portal, dia tentu tidak tahu akan pertandingan yang pastinya sudah memasuki ke tahap akhir.
Tanpa memperdulikan akan bagaimana perkembangan di luar, Fang An terus melanjutkan latihannya hingga dia benar-benar bisa menyempurnakanya, dan setelah berusaha cukup lama hingga melewati tengah malam, akhirnya Fang An berhasil membuat dua gambar lingkaran dengan bentuk yang sama.
Tentu saja Fang An tidak menyembunyikan kebahagiaanya atas keberhasilannya itu, dan saat dia mengulanginya beberapa kali, akhirnya dia benar-benar bisa membuat dua lingkarannya.
"Bagus Fang An, sekarang kamu coba memperagakan kedua pedangmu!" kata Wang Lao Yi.
Fang An langsung mencobanya dengan memperagakan gerakan Teknik Pedang Langit, dan kali ini dia menggunakan dua pedang.
Tepat saat matahari pagi sudah muncul, Fang An sudah berhasil menguasai teknik permainan dua pedangnya, walau tidak sepenuhnya sempurna, namun itu adalah awal langkah untuk bisa menyempurnakan Teknik Dua Pedang Langit nya.
"Pil Pemulihan milikku tinggal sedikit, selama aku berada di Benteng Putih ini, aku belum membuat Pil sama sekali! Sebaiknya aku harus membuatnya jika ada waktu!" gumam Fang An saat melihat cadangan Pil pemulihannya tinggal beberapa butir saja.
Karena sudah tidak memiliki waktu lagi, Fang An segera keluar dari Ruang dimensi portal, setelah Jiwa Spiritualnya sudah kembali ke tubuhnya, dia segera bangkit lalu keluar dari kamarnya untuk mengetahui apakah Pertandingan sudah selesai atau belum.
"Senior Fang!"
Seorang pemuda berusia 18 tahun menyapa Fang An, pemuda itu bernama Gui Lang, pemuda yang sempat memprotes para tetua saat Fang An diluluskan tanpa bertanding.
"Pertandingan sudah usai, dan hari ini kedua puluh calon murid baru sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Akademi!" jawab Gui Lang.
"Siapa saja dari murid berkemampuan Yu Zhi yang menang itu?" tanya Fang An.
"Enam murid yang berkemampuan Yu Zhi adalah Tang Chin, Ying Huo, Jian Kang, Zang Mei, Qiao Yi, dan yang terakhir adalah aku!" jawab Gui Lang.
"Sudah kuduga jika mereka bertiga akan berhasil!" gumam Fang An.
Yang dimaksud oleh Fang An adalah Tang Chin, Ying Huo dan Jian Kang, karena mereka bertiga adalah teman barunya.
"Senior Fang, sebaiknya kita segera pergi ke halaman depan berkumpul dengan yang lainnya!" ajak Gui Lang.
Fang An dan Gui Lang segera keluar dari paviliun menuju ke halaman depan, dan ternyata disana semua murid sudah berkumpul bersama para tetua.
"Murid Fang, kemarilah!" Kata Ziang Yu yang sedang bersama dengan Tang Chin.
"Senior Ziang!" Fang An langsung memberikan hormat kepada Ziang Yu kemudian dia menyapa Tang Chin.
"Selamat atas keberhasilan mu, sekarang kita bisa pergi ke Akademi bersama-sama!" kata Fang An.
"Aku hanya beruntung saja, andai saja semalam aku tidak mengeluarkan Kertas Mantra Sihir Ling Kelas 3, mungkin aku akan kalah!" kata Tang Chin.
Lawan yang Tang Chin hadapi semalam adalah lawan yang memiliki tingkat Kultivasi yang sama dengannya, dia hampir saja kalah, untungnya dia masih memiliki Kertas Mantra Sihir Ling Kelas 3 sehingga dia segera menggunakannya.
Ziang Yu tersenyum mendengarnya, dia memperhatikan Fang An dengan sedikit menghela nafas panjang seraya berkata, "Murid Fang, sebenarnya sebagai pembimbing mu, aku merasa malu karena tidak menemanimu," kata Ziang Yu.
Fang An tersenyum lembut seraya menjawab, "Jangan dipikirkan Senior, lagi pula sejak kemarin aku sedang beristirahat penuh sehingga tidak keluar dari kamar!" jawab Fang An.
__ADS_1
Ziang Yu menggelengkan kepalanya, bagaimanapun juga dia memiliki tanggung jawab untuk memberikan bimbingan kepada calon murid yang menjadi tanggung jawabnya, namun karena Fang An tidak keluar dari dalam kamarnya, dia hanya bisa memberikan bimbingan kepada Tang Chin saja.
Saat sedang asik mengobrol, Ying Huo dan Jian Kang serta Yan Hang datang menghampiri Fang An, dan mereka segera bertegur sapa terutama Yan Hang yang sangat senang serta menyampaikan rasa kebahagian nya yang berhasil menang.
Para Spirit Beast saat ini juga dikumpulkan di satu barisan lain tidak jauh dari tuannya, untuk saat ini para Spirit Beast belum bisa bersama dengan tuan mereka.
"Karena semuanya sudah datang, hari ini aku akan melepaskan kalian untuk memasuki gerbang Dimensi portal menuju ke Akademi Puncak Angin Surga, namun sebelum itu aku ingin menyampaikan jika kalian akan dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok akan memiliki 5 anggota, dan setiap anggota yang sudah menemukan kelompok mereka bisa memilih sendiri akan siapa yang akan menjadi pemimpin kelompok!" kata Fa Ling.
"Lalu bagaimana denganku?" tanya Fang An.
Karena murid berjumlah 20 orang, ditambah dengan Fang An menjadi 21 orang, berarti Fang An belum dihitung oleh Fa Ling.
"Kamu memiliki kebebasan untuk memilih anggota mu sendiri, jadi kamu tinggal masuk ke salah satu kelompok dari empat kelompok!" jawab Fa Ling.
Mendengar hal itu jelas membuat para murid memiliki keinginan untuk bergabung bersama Fang An, sebab dia memiliki kemampuan paling tinggi dari mereka semuanya.
"Sekarang kalian pilih sendiri siapa yang ingin dijadikan anggota, tapi ingat dalam satu kelompok hanya ada satu murid yang memiliki kemampuan Yu Zhi, dan dua sisanya bebas seperti Fang An ingin memilih bergabung dengan kelompok yang mana!" kata Fa Ling.
Mereka semua segera berdiskusi untuk membentuk kelompok mereka masing-masing, walau mereka tidak mengerti kenapa mereka harus dipecah menjadi empat kelompok.
Tian Chin juga mengajak Yan Hang untuk bergabung dengan kelompoknya, sedangkan Ying Huo sudah berhasil mengumpulkan empat murid anggotanya.
Akhirnya hanya tersisa Jian Kang dan Gui Lang, dan mereka memiliki kebebasan untuk memilih sendiri kelompok mana yang akan mereka ikuti.
Jian Kang lebih memilih bergabung dengan Kelompok Ying Huo, sedangkan Gui Lang bergabung dengan kelompok Qiao Yi.
Kini hanya tersisa Fang An sendiri, tentu saja para kelompok tidak bisa meminta Fang An untuk bergabung dengan kelompoknya sehingga mereka hanya bisa berharap semoga Fang An memilih kelompok mereka masing-masing, itu yang ada di hati mereka masing-masing.
Saat ini kelompok yang memiliki dua murid Yu Zhi ada dua, yaitu kelompok Qian Yi yang bersama Gui Lang, dan Kelompok Jian Kang yang bersama dengan Ying Huo, jadi ada dua kelompok yang harus Fang An pilih, yaitu kelompok Tang Chin, dan kelompok Zang Mei.
Jika melihat dari segi pertemanan jelas Fang An akan memilih bergabung dengan kelompok Tang Chin, karena disana ada Yan Hang, hanya saja setelah itu yang di pilih oleh Fang An justru mengejutkan mereka semua.
Fang An melangkah ke arah kelompok Zang Mei, hal ini membuat anggota Kelompok Zang Mei merasa senang, terutama Zang Mei sendiri.
Zang Mei adalah gadis yang sempat memprotes keputusan para Tetua, dan dia juga yang pada akhirnya merasa menyesal karena terlambat turun ke arena menyusul Tang Chin yang ingin bergabung menjadi teman Fang An.
Dengan perasaan canggung dan malu, Zang Mei hanya tersenyum dengan pipi memerah saat Fang An sudah berada di sampingnya.
"Baiklah sekarang aku akan menjelaskan hal penting serta alasan kami memecah kalian menjadi empat kelompok, pertama, untuk bisa membuka gerbang Ruang dimensi portal Akademi Puncak Angin Surga."
Fa Ling menjelaskan jika mereka harus memasukkan Giok putih sebab Kunci energi ada di sepuluh titik cahaya di giok itu untuk bisa membuka gerbang nya.
Yang kedua mengenai alasan para tetua memecah para murid menjadi empat kelompok yaitu, agar mereka bisa mengecoh beberapa senior mereka yang ditugaskan untuk merebut Token Merah milik mereka.
Disini tidak hanya di butuhkan kerja sama antar kelompok, namun juga kerjasama antar anggota kelompok masing-masing, jika mereka harus berkumpul menjadi satu, yang ada mereka akan dicegat oleh para murid senior yang rata-rata memiliki kemampuan Yu Zhi serta Yu Zha.
Jika sampai Token Merah berhasil direbut oleh para murid senior, mereka yang tidak memiliki Token akan keluar dengan sendirinya dari Ruang dimensi portal, artinya mereka harus kembali bertanding di luar untuk bisa mendapatkan token merah.
Karena itu mereka dibentuk berkelompok agar jika satu Token diambil dari salah satu anggota kelompok, teman anggotanya yang tersisa masih bisa menjamin temannya agar tidak dikeluarkan dari Ruang dimensi portal, namun jika ternyata seluruh token anggota satu kelompok habis, maka kelompok tersebut akan ditarik keluar.
Mereka harus terus bergerak maju hingga sampai di depan halaman Akademi, dan perjalan mereka akan diberikan ujian dari para Tetua Akademi dengan mengutus Empat Anggota murid Senior Akademi untuk menguji kemampuan mereka.
"Owh, jadi kelompok ini adalah bentuk satu-kesatuan untuk menjamin anggota kelompoknya yang tidak memiliki Token! Baiklah aku mengerti," gumam Fang An.
"Apa kalian sudah mengerti?" tanya Fa Ling.
"Mengerti Tetua Fa!" jawab mereka semua secara serempak.
"Kalau begitu keluarkan Giok putih kalian dan pergilah kalian semua ke Akademi Puncak Angin Surga," seru Fa Ling.
Mereka semua segera mengeluarkan Giok putih mereka masing-masing lalu mereka mulai memasuki Gerbang yang sudah terbuka di hadapan mereka, saat gerbang terbuka, mereka hanya melihat dinding biru seperti air, begitu mereka memasukkan giok mereka ke salah satu patung batu, tubuh mereka secara langsung dihisap masuk ke dalam dinding biru yang beriak seperti air, dan disusul oleh Spirit Beast mereka masing-masing.
__ADS_1
Setelah berada di dalam Ruang dimensi portal, mereka sempat terpana melihat kesekelilingnya, namun mereka tidak memiliki waktu untuk terus larut dalam pemandangan itu sehingga mereka segera berdiskusi akan rencana berikutnya mengenai perjalanan mereka menuju ke Halaman depan Akademi.