SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Pesan perpisahan


__ADS_3

"Mundur lah Wang Lao Yi! Awan Darah itu terlalu berbahaya bagi jiwa Spiritualmu!" kata Feng Huang.


"Guru, kembalilah!" Fang An juga meminta Wang Lao Yi untuk kembali.


Awan Merah di langit membentuk sebuah wajah merah yang sangat besar, terciptanya Awan Darah membentuk wajah menyeramkan itu juga menciptakan badai Qi yang sangat kuat sehingga membuat para murid-murid tidak bisa menahan tekanan Awan Darah.


"Tidak kusangka kekuatan seorang pelindung memang se mengerikan dan sekuat ini!" kata Wang Lao Yi kemudian dia mengangkat pedangnya ke atas.


"Apa yang akan kamu lakukan? Lupakanlah, sebaiknya kamu lari atau kembali ke dalam cincin dulu," kata Feng Huang.


"Burung Tua, aku tahu apa yang harus aku lakukan, sebelum aku kembali ke dalam cincin ku, aku akan memberikan satu serangan terkuat ku untuk menahan efek serangan Awan Merah itu!" kata Wang Lao Yi kemudian dia mengalirkan seluruh Qi yang dia miliki.


Awan Darah yang sudah membentuk wajah menakutkan kini bergerak turun kearah Wang Lao Yi dengan mulut menganga, dan dari dalam mulutnya terlihat seperti ada rantai merah yang siap untuk menangkap tubuh Fang An serta akan menghisap Jiwa Spiritual Wang Lao Yi lalu akan menyegelnya.


"Serahkan Jiwa Spiritual mu itu!" seru Er Guo lalu dia menekan kedua tangannya hingga membuat Awan Merah itu melepaskan energi yang mampu mengguncang seluruh Akademi.


"Teknik Pedang Langit - Tebasan Membelah Langit."


Seluruh bebatuan tiba-tiba saja terangkat dan melesat ke arah pedang biru, begitu Wang Lao Yi melepaskan tebasan nya, seluruh tanah dibawah langsung retak dan kemudian bongkahan tanah serta batu melesat mengikuti energi pedang angin.


Pusaran Angin Tornado yang sangat besar terus naik mengikuti Energi Pedang tersebut, kemudian Energi Pedang itu langsung menghantam wajah awan merah yang menyeramkan.


Begitu energi itu bertabrakan, hebusan pecahan gelongbang kejut serta badai segera menghancurkan separuh puncak gunung, bahkan semua murid-murid harus mencari tempat perlindungan agar tidak terhempas oleh amukan badai.


"Semua serangan mu tidak akan berpengaruh apapun! Sekarang terimalah nasibmu," seru Er Guo dan kemudian wajah dari awan merah itu muncul setelah energi Pedang milik Wang Lao Yi hancur.


"Guru, kembalilah!" kata Fang An yang sangat khawatir akan keselamatan jiwa Spiritual gurunya.


Wang Lao Yi menghela nafas dan kemudian dia segera keluar dari dalam tubuh Fang An dan kembali lagi ke dalam cincinnya.


Sekarang Fang An lah yang mengambil alih tubuhnya kembali, setelah dia membuka mata, dia melihat wajah Awan Merah itu yang sudah siap untuk menelannya.


Fang An melepaskan elemen petir putih dan birunya dan kemudian sayap petir nya pun terbentuk di punggungnya, setelah sayap petirnya terbentuk, Fang An segera menggabungkan Teknik Langkah Petir nya dengan sayap petirnya.


Tubuh Fang An langsung melesat bagai kilat menghindari awan merah yang akan melahapnya, dengan kecepatan terbangnya saat ini, itu masih belum cukup untuk menghindari awan merah yang mengejarnya.


Mata Fao Zunzi melotot dengan tersenyum lebar saat merasakan kekuatan Fang An yang menurun, walau sayapnya sudah berubah menjadi sayap Petir dengan warna kemerahan, namun Energinya saat ini sudah menurun secara drastis, yang artinya kekuatan pinjaman dari jiwa misterius itu sudah keluar dari dalam tubuh Pemuda berambut putih itu.


"Teknik Tanah - Amarah Bodhisatva."


Ji Xao Long tiba-tiba saja muncul di belakang Fang An yang sedang terbang berlari menghindari awan merah tersebut, setelah itu tanah dibawahnya bergerak lalu membentuk patung yang sangat besar.


"Tetua Ji Xao Long?"


Fang An jelas terkejut hingga berhenti terbang, namun Ji Xao Long dengan sebelah tangannya melepaskan energi kearah Fang An seraya berkata, "Menjauhlah dari sini!" ucapnya dan kemudian tubuh Fang An terhempas jauh oleh energi yang dilepaskan oleh Ji Xao Long.

__ADS_1


Patung yang membentuk sosok Bodhisatva raksasa itu melompat ke udara hingga membuat tanah pijakannya langsung menjadi cekungan kawah, sedangkan patung raksasa itu mengepalkan tangannya lalu segera meninju wajah Awan Merah itu hingga wajah itu langsung hancur dan kembali menjadi awan hitam.


"Berani sekali kamu mempermainkan ku dengan tubuh tiruan lemah seperti itu, dan sekarang kamu ingin mencelakai muridku? Hari ini aku tidak akan melepaskan mu!" kata Ji Xao Long dengan amarah yang memuncak dan tatapan ingin membunuh melepaskan aura tajam ke arah Er Guo.


Er Guo hanya bisa berdecak kesal, sebenarnya dia sudah tahu jika tubuh tiruan dari teknik membelah dirinya tidak akan mampu melawan Ji Xao Long, dan karena dia sudah menggunakan teknik itu, secara alami kekuatannya saat ini juga sudah menurun.


"Sekarang aku sudah tidak mungkin bertahan jika kembali bertukar serangan dengannya!" batin Er Guo seraya melirik Fao Zunzi yang sekarang justru pergi mengejar Fang An.


"Kenapa dia tidak melakukan tugasnya? Sialan kamu Fao Zunzi, seharusnya kamu segera mengambil Inti Petir Merah itu daripada mengurusi bocah lemah!" 


Ji Xao Long tidak lagi mengulur waktu, dia segera membuat segel tangannya dan kemudian tubuhnya menghilang dan muncul lagi tepat di hadapan Er Guo seraya melepaskan serangannya.


"Bang!"


Suara dentuman yang menggetarkan akademi tercipta dari serangan Ji Xao Long yang dilawan oleh Er Guo, hanya saja kemampuan Er Guo saat ini sudah tidak lagi setara dengan Ji Xao Long, hal itu membuat Er Guo tidak lagi mampu mengimbangi kecepatan serangan Ji Xao Long.


"Pukulan Seribu Buddha."


Ji Xao Long melepaskan kembali tinjunya yang langsung berubah menjadi ribuan energi kepalan tangan ke arah Er Guo, pukulan yang begitu banyak itu memaksa Er Guo untuk menciptakan pelindungnya.


Ribuan kepalan tangan itu langsung menghantam Perisai Pelindung Er Guo secara bertubi-tubi, dan setelah itu perisai pelindung Er Guo pun retak hingga akhirnya hancur berkeping, dan tubuh Er Guo langsung menjadi samsak dari sisa kepalan tangan yang masih banyak.


***


Fang An yang berhasil menstabilkan tubuhnya setelah didorong oleh Ji Xao Long kini melihat ke arah Fao Zunzi yang sepertinya sangat bernafsu ingin membunuhnya.


Dia terlihat sangat murka dan aura membunuhnya sangat kuat, setelah menerima semua serangan Wang Lao Yi yang menggunakan tubuh Fang An hingga membuatnya mengalami banyak luka sayatan hingga pakaiannya pun tercabik-cabik oleh sayatan angin tajam, Fao Zunzi sudah memutuskan untuk membalas semuanya berkali-kali lipat.


Wajah Fang An terlihat lebih buruk saat melihat Fao Zunzi yang melesat kearahnya, rencananya dalam menahan Fao Zunzi agar tidak jadi mengambil Inti Petir Merah memang berhasil, namun sebagai gantinya kini, justru dia akan menjadi sasaran dari amarah Fao Zunzi.


Fang An segera mengepakkan sayapnya serta menggunakan Teknik Langkah Petir nya agar bisa lolos dari kejaran Fao Zunzi, dengan sekali kibasan sayap Petir nya, tubuhnya langsung melesat dan hanya menyisakan angin di bekas tempat dia menghilang.


Walau memiliki kecepatan yang sangat luar biasa, namun kecepatan itu masih bisa dikejar oleh Fao Zunzi yang memiliki kemampuan Xu Hun.


"Jangan kamu pikir kamu bisa lolos dariku begitu saja bocah!" ucap Fao Zunzi dan kemudian dia mengeluarkan salah satu Cakram merahnya lalu melemparnya ke arah Fang An.


Bing Xuyue dapat merasakan jika Fang An sedang dalam bahaya, dia dan semua murid-murid lainnya sempat terkejut saat merasakan kekuatan Fang An yang menurun, hanya saja mereka semua tetap terkejut dengan sayap petir kemerahan yang ada di punggung Fang An.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Apakah kita hanya bisa menonton Fang An yang berjuang sendirian untuk akademi ini?" tanya Sao Yi Feng.


"Apa yang bisa kita lakukan sekarang? Kekuatan kita sangat jauh sekali dibawah orang tua itu, bahkan kita akan langsung mati hanya dengan satu serangannya!" jawab Lin Hang.


Bing Xuyue mengepalkan kedua tangannya serta menggigit bibirnya hingga berdarah, keinginan untuk membantu Fang An tentu ada, namun dia sadar jika kekuatannya justru hanya akan membuat Fang An semakin berada dalam bahaya jika dirinya pergi menyusulnya.


Di puncak gunung sendiri, Fang An menggunakan pedang birunya menepis setiap Cakram yang datang lalu kembali terbang untuk menjaga jarak dari kejaran Fao Zunzi, sedangkan Fao Zunzi yang semakin marah mulai menggunakan ketujuh Cakramnya secara bersamaan lalu melemparnya ke arah Fang An.

__ADS_1


Fang An jelas tidak akan sanggup jika harus menahan semua serangan Cakram merah yang datang secara serempak, dirinya sudah berada di dalam lingkaran serangan Cakram Merah.


"Matilah!" seru Fao Zunzi lalu dia mengendalikan Cakram itu menyerang tubuh Fang An.


Fang An mencoba menggunakan Tekni Suara Seribu Gunturnya, namun serangannya sama sekali tidak efektif, jadi jalan satu-satunya hanyalah bertahan dengan Pedangnya.


Beberapa Cakram memang berhasil dia tahan, namun Cakram-cakram yang terlempar kembali lagi ke arah Fang An hingga tiga Cakram langsung menyayat lengan serta punggung hingga ke perutnya.


Fang An yang mulai mendapatkan banyak luka melihat salah satu Cakram yang mengarah ke lehernya, dia dengan sisa kekuatannya mengangkat pedang untuk menahan Cakram itu, namun tubuh Fang An langsung terpental jauh hingga menabrak batu di puncak gunung.


"Fang An, izinkan aku mengambil alih tubuhmu!" kata Feng Huang dengan suara khawatir.


"Kalau guru mengambil alih tubuhku, waktu guru di dunia ini akan semakin berkurang!" kata Fang An yang mulai melemah dengan darah yang terus mengalir dari luka-lukanya.


Saat ini Wang Lao Yi sendiri belum bisa mengambil alih tubuh Fang An, sebab dia sudah menggunakan kekuatannya untuk menahan Awan Merah, jadi butuh waktu lagi bagi Wang Lao Yi untuk memulihkan energinya.


"Hahaha! Sekarang kamu sudah tidak bisa lari lagi, terimalah nasibmu dan bersiaplah menemui ajalmu!" kata Fao Zunzi dengan Cakram-cakram nya yang melayang di atasnya.


Fang An dengan nafas lemahnya hanya bisa menatap Fao Zunzi tanpa berbicara sepatah katapun, dia berdiri dengan menggunakan Pedangnya sebagai pegangan.


"Sekarang matilah kau bocah sialan!"


"Tujuh Cakram Darah Langit Penghancur."


Fao Zunzi benar-benar ingin menghancurkan tubuh Fang An dengan Cakram merahnya, dia melempar Cakramnya yang mulai menciptakan pusaran angin besar lalu ketujuh Cakram yang melayang di udara itu dilepaskan ke arah Fang An.


"Roarr!"


Baru saja Fao Zunzi melepaskan Cakramnya, tiba-tiba saja Singa Es datang dan menghadang Ketujuh Cakram itu yang membawa energi penghancur.


Cakram-cakram yang berputar kencang dengan suara desingan yang keras tiba-tiba saja mulai berputar pelan saat kabut putih dingin yang sangat tebal menyelimuti seluruh Cakram.


"Singa Es, pergilah dari sini!" kata Fang An yang berusaha untuk mengusir Singa Es.


Fang An sadar jika serangan Fao Zunzi itu sangat kuat, energi penghancur nya juga sangat besar, bahkan dengan kekuatan Singa Es saat ini sekalipun tidak akan cukup untuk menahannya.


Singa Es nyatanya tidak menghiraukan perintah tuannya, dia justru menambahkan kembali Energinya sekaligus melepaskan perisai pelindung di tubuh Fang An.


"Oii, Singa Es, apa yang kamu lakukan? Cepat keluarkan aku dan segera kamu pergi dari sini!" kata Fang An yang semakin panik lalu berusaha memukul perisai Es dengan sisa kekuatannya.


Singa Es hanya menatap Fang An dengan sinar mata yang sayup, walau Fang An tidak pernah memahami setiap ucapan Singa Es saat dia berbicara, namun dari sorot mata Singa Es, Fang An seperti mendapatkan pesan yang mendalam dari Singa Es, dan pesan tersebut seolah-olah adalah pesan perpisahan.


"Singa Es tolong jangan lakukan itu, Singa Es..!" seru Fang An dengan sekuat tenaganya untuk menghancurkan Perisai Es pelindung.


Singa Es berbalik dan kemudian dia melepaskan serangan aneh yang tidak pernah Fang An lihat sebelumnya, kumpulan kabut putih yang sebelumnya menyelimuti Cakram mulai bergerak dan berubah menjadi pusaran kabut dingin, namun akibat seluruh kabut bergerak ke pusarannya, Cakram-cakram itu kembali berputar kencang dan kemudian melesat ke tempat Singa Es dan Fang An berada.

__ADS_1


Pusaran kabut dingin itu segera menggulung semua Cakram merah, namun karena ada pusaran lain di belakang Cakram, hal itu membuat satu pusaran kabut es harus melawan tujuh pusaran Cakram.


"Singa Es aku mohon pergilah..!" teriak Fang An dan kemudian cahaya putih di ujung benturan pusaran bercahaya sangat terang hingga cahaya itu menelan tubuh Fang An dan Singa Es, setelah itu ledakan penghancur yang sangat besar pun tercipta hingga menghancurkan sepertiga dari puncak gunung.


__ADS_2