SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
bocah penggombal


__ADS_3

***


"Adik Fang!"


"Kakak Luo, bagaimana kondisi ayah?"


"Ayahmu sedang beristirahat, luka dalam nya sudah aku obati, seharusnya besok sudah membaik walau tidak sepenuhnya!"


Fang An bernafas lega mendengar hal itu, dia melihat ke arah Gu Yao He dan Gu Fei Ming yang datang bersama dengan Mu Yuan.


"Fang An, aku tahu jika kamu ingin sekali menyelamatkan ibumu, namun jika kamu mau mendengarkan saranku, sebaiknya jangan dulu terburu-buru," kata Mu Yuan.


"Tapi paman, aku khawatir nanti mereka memindahkan ibuku! Aku yakin mereka pasti mendengar kabar ini entah dari siapa nantinya, yang jelas mereka pasti akan memindahkannya sehingga akan sulit untuk menemukannya lagi!"


"Begini saja, aku akan mengutus beberapa anggota ku yang ahli menyamar untuk pergi kesana mencari informasi serta mengamati kekuatan mereka!" kata Mu Yuan.


"Apakah paman yakin?" Fang An merasa tidak terlalu yakin.


"Kamu tidak perlu meragukan kinerja anggota ku, mereka sudah sangat terlatih dan sering melakukan tugas ini, jadi sebelum ada kabar dari mereka, sebaiknya kita jangan dulu bertindak gegabah!" ucap Mu Yuan.


"Itu benar Fang An, Markas cabang Bayangan Bulan tidak mungkin sama seperti di Sekte Gunung Pohon Persik, mereka semua yang ada disana pasti gabungan para Kultivator dari berbagai kelompok, sekali kita masuk, maka lawannya nanti bukan satu atau dua orang saja, melainkan semua yang ada di sana akan menjadi lawan kita, karena itu butuh strategi khusus sebelum pergi ke Markas cabang mereka itu!" kata Gu Yao He.


"Lebih baik kamu dengarkan ucapan gurumu dan orang itu, selagi menunggu, sebaiknya kamu segera tingkatkan kemampuanmu dengan menggunakan Darah Kuno yang masih belum kamu gunakan, sekalian latih Inti Petir Putih mu agar semakin terbiasa!" ucap Feng Huang.


Fang An terdiam saat semuanya memberikan saran, dia berpikir untuk beberapa saat sekaligus mengingat-ingat lagi pertarungan dirinya melawan Fu Hai.


"Baiklah paman, aku akan menyerahkan semua itu kepada paman!" kata Fang An.


Mu Yuan tersenyum lebar mendengar hal itu setelah itu dia meminta para pelayannya menyiapkan kamar untuk Gu Yao He, Gu Fei Ming, Luo Ying dan Fang An, sedangkan dirinya akan menemui anggotanya yang akan segera melaksanakan tugas sesuai yang direncanakan.


"Kenapa Wang Lao Yi tidak berbicara sama sekali? Apakah dia sedang tidur di dalam cincin itu?" tanya Feng Huang.


"Entahlah guru, nanti setelah tiba di dalam kamar, aku akan mencoba memanggilnya!" jawab Fang An yang berjalan mengikuti seorang pelayan untuk diantar ke kamarnya.


"Nona Muda!"


Saat sedang berjalan menuju ke kamar, mereka berpapasan dengan Mu Yi Ling dan pelayan itu langsung membungkuk seraya menyapanya.


Mu Yi Ling menatap Fang An sekaligus menghentikan langkahnya seraya berkata, "Kamu? Kenapa kamu berada disini?" tanya Mu Yi Ling yang masih ingat dengan Fang An walau sebenarnya dia sudah agak lupa, hanya saja warna rambut Fang An itu yang masih membuatnya ingat akan anak laki-laki yang dulu pernah ia temui saat masih berusia 12 tahun dan Fang An 13 tahun.


Fang An menoleh ke belakangnya di kira gadis itu berbicara kepada orang lain, namun dia tidak melihat siapa-siapa sehingga dia menatap kembali gadis itu seraya menunjuk dirinya sendiri.


"Kau bicara padaku?" tanya Fang An.


"Em!? Iya aku bicara padamu Tuan muda Fang!" kata Mu Yi Ling.


"Maaf apakah kita saling kenal?" tanya lagi Fang An.

__ADS_1


"Hah? Apa kamu benar-benar tidak mengenaliku?" tanya Mu Yi Ling yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Fang An.


"Ini aku Mu Yi Ling yang dulu pernah terjebak di dalam rumah bersamamu saat Klan mu di serang malam itu! Apa kamu ingat?" tanya lagi Mu Yi Ling seraya mengingatkan akan kejadian saat malam penyerangan.


"Owh iya aku ingat! Maaf tapi kamu benar-benar sangat berbeda dengan saat itu, sekarang kamu sangat cantik sehingga aku tidak bisa mengenalmu Nona Mu!" kata Fang An seraya tersenyum malu dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Fang An sungguh tidak menduga jika gadis kecil yang dulu pernah datang ke rumahnya itu sekarang sudah menjelma sebagai seorang gadis cantik yang sangat mempesona, padahal mengingat usianya yang seharusnya berusia 14 tahun, namun postur tubuhnya seperti sudah dewasa, dan tingginya hampir sama seperti tinggi badan Fu Lie Wei.


"Ehem! Hentikan gombalan mu Fang An, jangan lagi kamu bicara yang macam-macam kepada seorang gadis!" kata Feng Huang.


"Tapi aku berkata apa adanya kok guru, Nona Mu Yi Ling memang sangat cantik, walau masa kecilnya juga cantik, tapi sekarang dia semakin cantik, lihat saja betisnya yang panjang, sungguh sangat menggoda!" jawab Fang An.


"Matamu itu setajam anak panah, jauhkan pandanganmu dari kaki gadis itu!" bentak Feng Huang yang menganggap jika Fang An sudah semakin liar kepada wanita setelah pertemuannya dengan gadis di dalam Hutan Sesat.


Wajah Mu Yi Ling memerah, antara senang dan malu jadi satu saat Fang An menyebut dirinya cantik, ini untuk pertama kalinya ada seorang pria yang berani mengatakan jika dirinya cantik, padahal pria muda di Klan nya tidak satupun yang berani menyapa walau itu hanya sedikit menggombal padanya.


"Tuan Muda Fang..!"


"Kita ini adalah teman, dari orang tua kita dan juga Klan kita, jadi panggil saja aku Fang An!" kata Fang An.


Mu Yi Ling mengangguk lalu dia menatap pelayan tersebut dan bertanya kepada pelayan itu, "Bibi mau membawa dia kemana?" tanya Mu Yi Ling.


"Saya disuruh ayah nona menyiapkan kamar untuk semua tamunya dan mengantarnya ke kamar mereka!" jawab pelayan tersebut.


Mu Yi Ling mengangguk lalu berkata, "Bibi pergi saja, biar aku yang mengantarnya ke kamar!" kata Mu Yi Ling.


"Tapi nona..!"


"Ti..tidak nona, saya tidak berani! Kalau begitu saya pergi duluan," kata pelayan itu lalu dia pergi meninggalkan Mu Yi Ling bersama dengan Fang An.


"Ini sudah hampir tengah malam, kenapa kamu belum tidur?" tanya Fang An.


"Aku masih belum ngantuk! Tapi bukankah waktu itu kamu pergi bersama dengan Gurumu ke mana ya aku lupa..!"


"Akademi Puncak Angin Surga!" kata Fang An.


"Ah iya itu maksudku! Bagaimana, apakah kamu sudah sampai disana?" tanya Mu Yi Ling seraya berjalan pelan dengan Fang An.


"Belum! Aku masih berada di sekitar sini selama lebih dari dua tahun ini, aku ingin berlatih lebih kuat dan setelah itu baru akan pergi ke Akademi Puncak Angin Surga, namun setelah semua urusan Klan ku selesai!" kata Fang An dengan wajah agak murung.


"Aku juga sedih saat mendengar jika Klan mu diserang dan ibumu di culik!"


Fang An hanya diam lalu dia menghela nafas panjang dan menatap Mu Yi Ling seraya berkata, "Kemampuanmu sudah mencapai tahap Yu Zhe Tingkat 7, sepertinya kamu berlatih cukup keras!" kata Fang An.


"Tidak juga! Jika dibandingkan denganmu, aku ini masih belum ada apa-apanya, sebenarnya aku ingin meminta ijin sama ayah untuk ikut serta dalam kompetisi pencalonan murid baru di Sekte Gunung Pohon Persik, tapi ayah tidak setuju!" kata Mu Yi Ling.


"Sekte Gunung Pohon Persik?" Fang An terkejut lalu menatap Mu Yi Ling seraya mengepalkan tangannya, namun setelah itu dia mengendorkannya kembali.

__ADS_1


"Bakatmu cukup bagus, dan kamu juga sangat cantik, memang lebih baik kamu melatih bakatmu pada seorang guru besar!" ucap Fang An.


"Itulah keinginanku! Aku dengar Wakil Penatua di Sekte Gunung Pohon Persik adalah seorang wanita cantik yang masih muda, dia sudah mencapai tahap Yu Zhu elit di usia 25 tahun, dan kabarnya dia sudah melakukan retret di suatu tempat untuk menembus ke tahap Yu Jing! Aku ingin berguru padanya," kata Mu Yi Ling.


"Wanita cantik? Tapi tadi yang ada hanya sapi Tua si Fu Hai, apa bukan dia wakil Penatuanya?" batin Fang An.


"Semoga keinginanmu bisa tercapai!" kata Fang An lalu mereka berhenti di depan kamar yang pintunya sudah terbuka.


"Apakah besok kamu akan kembali ke Kota?" tanya Mu Yi Ling.


"Belum, sepertinya aku akan tinggal beberapa hari disini sekaligus menunggu ayahku benar-benar pulih! Memangnya kenapa?" tanya Fang An.


"Tidak apa-apa, aku hanya senang saja bisa memiliki teman untuk diajak ngobrol!" kata Mu Yi Ling dengan tersenyum hangat.


"Aku sangat lelah sekali, maaf aku harus istirahat dulu, sampai besok dan selamat malam!" kata Fang An.


Mu Yi Ling mengangguk lalu Fang An masuk ke kamarnya dan menutup pintunya, sedangkan Mu Yi Ling hanya tersenyum-senyum sendiri lalu melangkah pergi dengan langka kaki riang.


"Dasar bocah penggombal! Akibat perbuatanmu, gadis itu sepertinya ingin kamu tetap berada disini!" kata Feng Huang yang muncul setelah pintu kamar di tutup.


"Apa yang guru bicarakan? Lebih baik kita bahas mengenai cara menggunakan Darah Kuno saja dari pada hal yang tidak berguna!" kata Fang An.


"Kalau kamu ingin menggunakan Darah kuno itu sebaiknya jangan disini, labih baik malam ini kamu melakukan latihan di Alam Jiwa sekaligus menaikkan tingkat Kultivasi mu!" kata Feng Huang.


Fang An mengangkat cincin milik Wang Lao Yi lalu memanggilnya, "Guru Wang! Guru Wang! Apakah kamu mendengarku?" panggil Fang An, namun tidak ada jawaban sama sekali.


"Aneh!"


Fang An mencoba sekali lagi namun tetap tidak ada respon dan setelah itu dia mencoba mengeluarkan Wang Lao Yi dari dalam cincin itu.


Cahaya berkedip dari dalam cincin lalu kabut mulai muncul dan muncullah sosok Wang Lao Yi yang melayang di udara.


"Guru! Kenapa kamu tidak menjawab saat aku memanggilmu?" tanya Fang An.


"Aku tidak mendengar panggilan mu Fang An, lagi pula jika aku masuk ke dalam Cincin, aku tidak mengetahui atau mendengar apapun jika sudah masuk!" kata Wang Lao Yi.


"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Fang An.


"Begini Fang An, Cincin itu adalah Cincin penyimpanan yang sudah terlepas segelnya, jadi cincin itu sudah sepenuhnya jadi milikmu, dan sekali aku masuk, maka yang bisa mengeluarkannya hanya kamu, hal ini sama seperti saat kamu memasukan dan mengeluarkan benda dari Cincin penyimpanan!" kata Wang Lao Yi.


"Jadi begitu, pantas saja Guru tidak bersuara sama sekali, apakah tidak ada cara lain agar nanti guru bisa berkomunikasi denganku saat berada di dalam Cincin ini?" tanya Fang An.


"Ada, tapi aku butuh waktu untuk melakukannya, setidaknya butuh waktu semalaman!" jawab Wang Lao Yi.


"Kita memiliki banyak waktu, dan selagi menunggu guru, aku akan berlatih bersama guru Feng di dalam Alam Jiwa!" kata Fang An.


"Hem baiklah!" kata Wang Lao Yi seraya melirik Feng Huang yang memunggunginya.

__ADS_1


Setelah Wang Lao Yi setuju, Fang An meletakkan cincin itu di dekatnya lalu dia sendiri segera bermeditasi, Feng Huang segera masuk kembali ke bandul kalungnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Wang Lao Yi.


Melihat Fang An sudah mulai bermeditasi, Wang Lao Yi masuk kembali ke dalam Cincin untuk membuka ruang dari dalam agar nantinya dia bisa berkomunikasi dengan Fang An, hanya saja selama Proses itu berlangsung, Fang An tidak boleh mengenakan cincin itu karena akan menggangu proses pembukaan Ruang, dan malam itu terasa lebih tenang di luar namun tidak di Alam Jiwa.


__ADS_2