
***
Ketika malam sudah tiba, Fang An ditemani oleh Yan Hang pergi ke salah satu paviliun yang ada di gunung tingkat 6, di sana mereka sudah ditunggu oleh salah satu gadis anggota Bunga Es.
"Tunggu dulu! Yang boleh masuk hanya dia, sedangkan kamu menunggu disini saja," kata gadis tersebut yang hanya mengizinkan Fang An untuk masuk ke dalam Paviliun, sedangkan Yan Hang harus menunggu di luar.
Yan Hang tidak bisa berbuat apa-apa sehingga dia hanya bisa menatap punggung Fang An yang masuk kedalam Paviliun tempat Kelompok Bunga Es, tentu saja ada rasa kesal di dalam hati Yan Hang, karena dirinya seperti nyamuk saja.
Fang An di antarkan ke belakang paviliun, disana banyak bunga-bunga indah yang tumbuh, ada juga satu bunga aneh yang seluruh batang, daun hingga kelopak bunganya adalah Es, dan di samping Bunga Es tersebut Bing Xuyue sedang menyalurkan energi kabut putih ke bunga itu.
Gadis yang mengantarkan Fang An segera undur diri meninggalkan Fang An dan Bing Xuyue di taman itu, sedangkan Fang An dengan perasaan gugup menghampiri Bing Xuyue yang masih menatap Bunga Es seraya menyalurkan energi kabut putih dinginnya ke seluruh batang bunga.
"Bunga ini sebenarnya sudah sekarat, dia layu dan hampir mati, jadi aku membantunya untuk bertahan dengan membekukannya!" kata Bing Xuyue tanpa menoleh ke arah Fang An.
Fang An yang sudah sampai di sebelah Bing Xuyue memandangi Bunga beku itu lalu berpindah memandangi wajah cantik Bing Xuyue dari samping, jantungnya berdebar lebih kencang, namun Fang An tetap berusaha untuk bersikap normal.
"Sebenarnya kamu ingin membicarakan apa hingga memanggilku ke sini?" tanya Fang An yang langsung ke inti permasalahannya.
Sebenarnya Fang An tidak pernah merasa gugup seperti ini saat berhadapan dengan seorang gadis, tapi entah kenapa Fang An seperti tidak mampu menahan dirinya sehingga dia menjadi lebih gugup dan berharap segera pergi dari hadapan Bing Xuyue agar perasaannya bisa lebih baik.
"Aku ingin bertanya padamu! Apakah sebelum kamu berangkat ke sini ibu sempat menemuimu lagi?" tanya Bing Xuyue.
"Ibumu, apakah maksudmu Bibi Bing Rong?"
Bing Xuyue mengangguk dan kemudian dia menghentikan penyaluran energinya terhadap Bunga Es tersebut. Bing Xuyue berbalik dan kemudian mata indahnya menatap Fang An sehingga membuat Fang An seperti membeku di bawah tatapan mata Indah milik Bing Xuyue.
"I i i iya!" jawab Fang An.
"Apakah ibu mengatakan sesuatu padamu sebelum kamu berangkat kesini?" tanya lagi Bing Xuyue.
Fang An berusaha mengingat-ingat kembali apakah Bing Rong pernah mengatakan sesuatu atau tidak, dan setelah itu dia ingat jika Bing Rong pernah mengatakan sesuatu padanya.
"Ibumu hanya bilang padaku jika di akademi ada seseorang yang sedang menunggu kedatanganku! Selain dari itu tidak ada pesan yang lain lagi," jawab Fang An.
"Apakah kamu tahu siapa yang dimaksud oleh ibu?" tanya lagi Bing Xuyue.
"Aku tidak tahu!" jawab Fang An dengan menggelengkan kepalanya.
Bing Xuyue berjalan ke arah sebuah ayunan dan dia duduk disana sembari menawarkan Fang An untuk duduk di ayunan yang berada di sebelahnya.
Dengan patuhnya Fang An menuruti perintah Bing Xuyue, dia duduk di ayunan sebelah lalu kemudian Bing Xuyue kembali mengajaknya mengobrol.
"Kamu pasti penasaran kenapa aku hanya ingin bicara berdua saja denganmu bukan?" tanya Bing Xuyue yang dijawab dengan anggukan oleh Fang An.
"Sebenarnya aku agak sulit untuk mengatakannya padamu, karena aku dulu juga bertanya-tanya apa yang Ayah, Ibu dan Eyang lihat darimu sehingga mereka ingin kamu dan aku dijodohkan!" kata Bing Xuyue.
Fang An seperti di sengat lebah mendengar ucapan Bing Xuyue, dia sampai bangkit seraya bertanya kepada Bing Xuyue. "Dijodohkan! Bibi Bing Rong ingin menjodohkan kita?" tanya Fang An dengan ekspresi tidak percaya.
"Iya, tapi apakah kamu benar-benar tidak mengetahuinya?" tanya Bing Xuyue yang sama terkejutnya saat tahu jika ternyata Fang An belum mengetahuinya.
__ADS_1
Bing Xuyue mengira jika Fang An mungkin sudah tahu, hanya saja dia mungkin masih malu untuk membukanya di depan umum, oleh karena itu Bing Xuyue memintanya untuk datang, sedangkan sisanya Bing Xuyue ingin berbicara akan bakat Fang An.
Kini wajah Bing Xuyue yang memerah karena malu setelah tahu jika ternyata Fang An benar-benar tidak mengetahui akan perjodohan tersebut, hanya saja Bing Xuyue sangat pintar dan tahu bagaimana caranya untuk menyembunyikan rasa malunya.
"Aku mengatakan ini padamu bukan berarti aku menyukaimu! Walau aku tidak menolak atas keinginan Eyang serta kedua orang tuaku, bukan berarti aku menaruh perasaan padamu," kata Bing Xuyue.
Fang An hanya terdiam tanpa menjawab apapun, walau sebenarnya hatinya sangat bahagia saat tahu jika ternyata gadis disampingnya itu akan dijodohkan dengannya, akan tetapi hati serta perasaanlah yang menentukannya.
Berbeda lagi dengan Fang An, Bing Xuyue justru menggigit bibirnya setelah mengatakan hal itu, dia sebenarnya tidak ingin berkata hal yang menyakiti perasaan Fang An, namun demi harga dirinya, Bing Xuyue harus menyampaikan sesuatu yang akan membuat pemuda yang akan menjadi calon pendampingnya itu akan berusaha agar bisa mendapatkan hatinya.
"Nona tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, aku juga tidak akan memaksa perasaan siapapun untuk menerima ku, namun bukan berarti aku akan menyerah begitu saja, mengingat Bibi Bing Rong dan Paman Bing Zao Ling serta sesepuh Bing Chen ingin menjodohkan kita, aku akan berusaha untuk memenuhi keinginan mereka! Saat ini mungkin Nona Bing belum bisa menerima ku, itu karena kita baru bertemu dan belum saling mengenal satu sama lain, tapi aku juga bukan tipe pria yang mudah menyerah, aku akan berusaha untuk membuatmu memiliki perasaan padaku, selama aku berada disini, akan aku lakukan apapun agar kamu bisa diterima di dalam hatimu, dan suatu hari nanti aku akan membawamu pergi ke Benua Daratan Hijau untuk bertemu dengan Ayah dan juga Ibuku!" kata Fang An.
Bing Xuyue terkejut mendengar kelancaran Fang An saat menyampaikan niatnya dengan tegas, padahal baru beberapa menit yang lalu dia terlihat gugup, namun sekarang perasaan gugup itu seperti sirna setelah pernyataan Bing Xuyue padanya, padahal dia mengatakan itu hanya untuk menutupi rasa malunya sekaligus harga dirinya sebagai seorang gadis, dan tentu saja alasan berikutnya sudah tepat sasaran, yaitu membuat pemuda tersebut lebih bersemangat dan berjuang untuk mendapatkan hati serta cintanya.
Fang An menghela nafas lega setelah menyampaikan apa yang seharusnya dia sampaikan serta mampu menekan rasa gugup yang mengendalikan tubuhnya, setidaknya dia sudah tahu jika gadis disampingnya itu adalah calonnya, hal itu membuat Fang An teringat akan ucapan Bing Rong yang mengatakan jika dia memiliki anak gadis dan berharap memiliki menantu seperti dirinya.
"Aku memang bukan tipe gadis yang pilih-pilih akan pasangan hidupku, namun demi masa depan ku, aku tentu berharap memiliki pasangan yang setidaknya lebih tinggi tingkat Kultivasinya dariku, apakah kamu bisa melampauiku?" tanya Bing Xuyue.
"Itu mudah saja! Jika kekuatan adalah syarat yang kamu berikan padaku, maka kapanpun kamu mau, aku siap untuk bertanding dengan siapapun yang kamu inginkan," jawab Fang An.
"Walau kamu harus melawan Hun Wang atau melawan ku?" tanya lagi Bing Xuyue.
"Menurut mu?" Fang An justru balik bertanya.
Bing Xuyue menatap Fang An untuk melihat keseriusan di wajahnya, dan dia melihat Fang An sepertinya bersungguh-sungguh dengan ucapannya.
"Sekitar dua bulan lagi akan diadakan pertandingan kompetisi perebutan peringkat di Arena Akademi, jika kamu berhasil menduduki salah satu posisi 15 rangking teratas, aku anggap kamu sudah memenuhi syarat!" kata Bing Xuyue.
"Jangan kebanyakan bermimpi! Mungkin kamu sudah berhasil mengalahkan Lin Ying di pertandingan tadi siang, namun Lin Ying bukanlah orang yang terkuat disini, masih ada Lin Hang dan Sao Yi Feng, tidak mungkin bagimu untuk bisa melawan salah satu dari mereka!" kata Bing Xuyue.
"Mungkin saja tidak, namun keberuntungan bisa saja berpihak padaku! Lagi pula tidak ada salahnya jika berandai-andai dulu!" jawab Fang An.
Bing Xuyue tersenyum mendengar ucapan candaan Fang An dan kemudian dengan tersenyum hangat Bing Xuyue pun berkata, "Jika kamu memang mampu merebut posisi Lima besar atau mungkin hingga di posisi pertama, maka aku akan mengakuimu sebagai calon pasanganku," jawab Bing Xuyue.
"Benarkah? Kalau begitu aku akan memegang perkataan mu itu, jadi mari kita ikat perjanjian ini," kata Fang An yang menjulurkan jari kelingkingnya kepada Bing Xuyue.
Bing Xuyue jelas terkejut karena ternyata Fang An menganggap serius semuanya, padahal dia sudah tahu seberapa besar kemampuan Lin Hang dan Sao Yi Feng.
Walau dia ragu dan takut terjadi apa-apa terhadap Fang An, Bing Xuyue tetap menerima jari kelingking Fang An, namun hatinya dipenuhi dengan perasaan cemas, dia takut jika Fang An akan benar-benar melakukannya hingga membahayakan dirinya sendiri, apalagi dia pasti akan berlatih keras hingga memaksa tubuhnya mencapai batas hanya demi bisa menduduki Rangking Lima Besar.
Masalahnya Fang An justru tersenyum dan bersikap tenang seolah-olah dia sangat yakin jika dirinya akan mampu melakukannya, menurutnya jika hanya ingin mendapatkan posisi Ranking Lima Besar atau di posisi pertama, itu tidak akan sulit, yang sulit hanyalah untuk mendapatkan hati Bing Xuyue agar dia tidak merasa dipaksa untuk menerimanya.
Fang An melirik kesalah satu tempat yang agak jauh darinya, dan disana ada seseorang yang sedang memperhatikan dirinya dan Bing Xuyue, sosok tersebut tidak lain adalah Hun Wang.
Tanpa terasa mereka sudah cukup lama mengobrol di taman itu, dan setelah merasa malam semakin larut, Fang An akhirnya berpamitan kepada Bing Xuyue.
"Ini sudah sangat larut malam, aku harus segera kembali ke Paviliun!" kata Fang An.
Bing Xuyue mengangguk dan kemudian dia bangkit setelah Fang An berniat untuk melangkah pergi, dan setelah itu Bing Xuyue mengantarkan Fang An hingga kedepan Pintu Paviliun.
__ADS_1
Yan Hang yang juga terlihat asik mengobrol dengan gadis yang menyambut dirinya di pintu masuk segera bangun setelah melihat Bing Xuyue dan Fang An muncul. "Ketua Fang, Nona Bing!" Yan Hang bersikap Formal kepada mereka, tentu saja semua itu untuk membuat Bing Xuyue dan gadis yang sempat mengobrol dengannya melihat jika Fang An adalah ketua yang sangat di hormati, padahal jika tidak ada mereka, Yan Hang tidak akan memanggil Fang An dengan sebutan ketua.
"Sampai jumpa besok pagi Nona Bing!" kata Fang An yang segera berpamitan kepada Bing Xuyue.
Bing Xuyue hanya tersenyum seraya mengangguk tanpa menjawab sepatah katapun, dan setelah itu Fang An dan Yan Hang segera pergi untuk kembali ke Paviliun mereka.
"Kalian berdua berbicara apa?" tanya Yan Hang setelah mereka sudah berada sangat jauh dari Paviliun milik Bing Xuyue.
"Kenapa aku harus memberitahukan mu?" jawab Fang An.
"Ayolah Fang An, ceritakan padaku! Apakah dia mengatakan suka padamu?" tanya lagi Yan Hang yang sangat penasaran.
"Kamu ini bicara apa? Mana mungkin Nona Bing akan…!"
Fang An belum selesai berbicara dan tiba-tiba saja dia merasakan ada sebuah serangan yang akan mengenai mereka berdua.
Fang An segera mencengkram lengan Yan Hang yang membuat pemuda gemuk itu terkejut dan kemudian tubuh Yan Hang ditarik ke samping, Fang An mengalirkan elemen apinya di tangan lalu segera menangkis beberapa bongkahan es yang hampir mengenai dirinya dan juga Yan Hang.
Yan Hang jelas terkejut saat melihat pecahan es yang berserakan di tangga batu, dia melihat ke belakang dan ternyata disana ada Hun Wang sedang berdiri dengan posisi sebelah telapak tangan diarahkan kepada mereka berdua.
"Hebat juga kamu bisa menyadari seranganku!" kata Hun Wang.
"Maaf Senior, saat ini aku sedang tidak ingin bertarung!" kata Fang An.
"Hah! Aku juga malas jika harus bertarung dengan bocah lemah seperti mu, aku hanya ingin memperingatkanmu untuk tidak lagi berani mendekati Nona muda Bing Xuyue, jika tidak maka aku akan membekukan tubuhmu lalu menghancurkannya hingga menjadi potongan es!" kata Hun Wang.
"Aku tidak bermaksud untuk mendekatinya, namun takdir lah yang sudah membuat kami bertemu, mungkin ini adalah jodoh!" kata Fang An sehingga membuat wajah Hun Wang merah karena marah.
"Jodoh katamu! Bahkan seujung rambutmu tidak pantas berjejer dengan sehelai rambut Nona muda!" kata Hun Wang.
"Senior, aku tahu jika sebenarnya tugas mu adalah menjaga dan melindungi calon istriku, tapi kenapa kamu sepertinya sangat tidak suka walau kamu sudah mengetahuinya, apa jangan-jangan kamu menyukai calon ku? Jika iya aku ingin tahu apa reaksi paman Bing Zao Ling dan Bibi Bing Rong serta Sesepuh Bing Chen jika mengetahui hal ini ya?"
"Tutup mulutmu!"
Hun Wang yang semakin di bakar amarah serta api cemburu yang membara langsung melepaskan serpihan es tajam ke arah Fang An, dan Fang An dengan tangan gesitnya menepis semua serangan tersebut hingga suara pecahan es serta energi didengar oleh para murid termasuk Bing Xuyue.
Hun Wang langsung menyadarinya dan segera menghentikan serangannya karena dia takut Bing Xuyue akan keluar, setelah itu Hun Wang kembali berbicara sebelum pergi meninggalkan Fang An dan Yan Hang.
"Sekitar dua bulan lagi akan diadakan Kompetisi perebutan peringkat, aku berharap bisa bertanding melawan mu disana! Jika itu benar-benar terjadi, maka itu adalah hari sial untuk mu!" kata Hun Wang kemudian dia segera melompat dan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Benar-benar pemuda yang sombong!Tapi apa benar jika Nona Bing itu adalah calon istrimu?" tanya Yan Hang.
"Lupakan saja, sebaiknya kita segera kembali!" ucap Fang An dan kemudian dia bersama Yan Hang meninggalkan tempat itu dengan menuruni anak tangga yang terbuat dari batu.
Bing Xuyue yang sudah tiba di tempat Fang An menahan serangan Hun Wang memperhatikan sisa pecahan es di bawah, tatapannya menjadi jauh lebih dingin setelah merasakan sisa jejak energi milik Hun Wang.
"Hun Wang, kamu benar-benar melewati batasanmu!" gumam Bing Xuyue.
Walau dia sangat kesal terhadap Hun Wang, namun dia belum bisa memberikan hukuman, sebab Hun Wang adalah salah satu murid berharga di Sekte Teratai Bunga Es nya, dan tanpa persetujuan dari kedua orang tuanya serta Eyangnya, Bing Xuyue tidak bisa semena-mena memberikan hukuman kepada penjaganya yang sangat menyebalkan bagi Bing Xuyue.
__ADS_1
Namun Fang An tidak memiliki ikatan apapun, dan jika suatu saat nanti Fang An bisa memberikan pelajaran kepada Hun Wang, maka itu adalah sebuah perwakilan bagi Bing Xuyue kepada Hun Wang, dan Fang An tidak akan mungkin disalahkan dalam hal itu.