SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Wanita cantik bergaun biru


__ADS_3

***


Perjalanan mendaki gunung dengan menuruni gunung sangatlah berbeda, perjalanan Fang An dan Luo Ying serta Singa Es jauh lebih cepat ketika mereka mendaki Gunung Hunsu.


Dalam waktu setengah hari saja mereka sudah sampai di kaki gunung, dan mereka kembali menatap hamparan Hutan Sesat.


Singa Es mengibas-ngibaskan ekornya saat melihat hamparan hutan yang sudah menjadi rumahnya, walau tidak seluruh hutan adalah wilayah kekuasaannya, namun habitat Singa Es memang di dalam hutan, jadi dia sangat merindukan nuansa serta aroma di dalam hutan.


"Ayo kita cari Tikus Api dan menangkapnya sebanyak mungkin!" kata Fang An dengan penuh semangat lalu dia dan Luo Ying serta Singa Es langsung memasuki Hutan Sesat.


"Dimana kita bisa menemukan Tikus Api ini? Apakah kita harus menelusuri seluruh hutan yang luas ini?" gumam Luo Ying.


"Kakak tenang saja, kita pasti bisa menemukannya, lagi pula kita tidak akan tersesat karena ada Singa Es di sini! Benarkan Singa Es?"


"Grrr!"


Singa Es mengangguk membuat Fang An sangat senang karena Singa Es sangat memahami ucapannya.


Dengan didampingi Singa Es, tentu tidak akan ada Anim Beast yang berani mendekat, para Anim Beast tentu dapat merasakan akan keberadaan Singa Es yang memiliki kekuatan Bumi 2, dengan naluri yang kuat, para Anim Beast akan langsung menjauhi Fang An dalam jarak 10 meter, sebab mereka tidak mau berurusan dengan Singa Es.


Fang An dan Luo Ying tentu akan mengambil kesempatan untuk mencari tanaman herbal yang ada di dalam hutan, sebab Hutan Sesat sangatlah subur, berbagai jenis tanaman herbal pasti akan tumbuh di dalamnya, seperti Rumput Daun Trisula, pastinya akan ada banyak lagi tanaman herbal lainnya.


"Adik aku akan melihat kesana untuk mencari tanaman, siapa tahu nanti aku bisa bertemu dengan Tikus Api," kata Luo Ying.


"Baik kakak, aku juga akan mencari ke arah sana!" kata Fang An.


"Jangan terlalu jauh kalau pergi, jika kamu kebingungan segeralah kembali kesini!" kata Luo Ying.


Fang An mengangguk, dia tentu tidak akan khawatir sebab ada Singa Es yang bersamanya, sedangkan Luo Ying sendiri sudah terbiasa keluar masuk hutan, jadi dia tahu bagaimana cara kembali.


Keduanya segera berpencar untuk mencari Tikus Api sekaligus mencari tanaman herbal yang berguna.


Singa Es juga membantu Fang An mencari keberadaan Tikus Api, namun dia tidak pergi jauh dari Fang An, paling jauh hanya tiga meter saja.


"Aku penasaran, seperti apa kemampuan Tikus Api ini!" kata Feng Huang.


"Apakah di tempat guru juga ada tikus Api?" tanya Fang An.


"Tidak ada! Kalau untuk Anim Beast biasanya adalah Serigala Api Biru, dan kemampuannya berada di Tahap Langit," jawab Feng Huang.


"Api biru?" Fang An baru kali ini mendengarnya terlebih lagi dia tidak pernah melihat Api Biru.


"Api dan Petir memiliki jenis dan warna yang berbeda-beda, bukankah sudah pernah aku jelaskan sebelumnya padamu jika semua jenis Elemen itu memiliki kekuatan yang berbeda-beda dalam satu jenis nya," kata Feng Huang.

__ADS_1


"Iya aku masih ingat, hanya saja ini cukup mengejutkan bagiku," ucap Fang An.


Fang An dan Singa Es terus melakukan pencariannya, Fang An tidak menyadari jika dirinya sudah terlalu jauh pergi dan dia semakin dalam memasuki Hutan.


Singa Es tiba-tiba saja terdiam dengan wajah dan tatapan serius, reaksi ini biasanya dia tunjukkan jika merasa ada ancaman berbahaya.


"Hati-hati Fang An, aku merasakan ada kekuatan besar di depan sana!" kata Feng Huang.


Fang An segera memahami situasinya, dia dan Singa Es secara perlahan-lahan maju untuk mengetahui siapa yang ada di depan.


Setelah berjalan cukup jauh, Fang An melotot dengan tatapan tidak percaya melihat pemandangan di hadapannya.


Fang An melihat seorang wanita cantik sedang bertarung dengan seekor Anim Beast berbentuk Ular bersayap.


"Anim Beast Bumi 3, dan gadis itu adalah seorang Yu Zhu elit," kata Feng Huang.


Fang An menelan ludahnya saat mengetahui jika Anim Beast yang dihadapi oleh wanita cantik itu berkekuatan Bumi 3, kekuatan itu jelas sangat besar bagi dirinya untuk di lawan.


Namun Anim Beast Bumi 3 memang pantas untuk berhadapan dengan seorang Yu Zhu elit, sebab kekuatan keduanya setara.


Fang An memperhatikan pertarungan wanita bergaun biru langit itu yang memegang sebilah pedang bergagang putih serta ada ukiran di pedangnya.


Wanita cantik tersebut menggunakan gerakan yang sangat cepat menyerang Ular bersayap itu dengan pedangnya, namun Ular tersebut menciptakan perisai pelindung di sekitar tubuhnya sehingga serangan sayatan pedang si wanita cantik tidak bisa menembusnya.


Sang ular mengibaskan ekornya ke arah si Wanita dengan sangat kuat, sedangkan si wanita menahan serangan yang sangat cepat itu dengan pedangnya, namun kibasan ekor sang Ular terlalu kuat sehingga tubuh sang Wanita bergaun biru itu terlempar hingga menabrak beberapa batang pohon hingga patah.


"Owh, kemampuannya berada di tahap Yu Zhu elit, namun dia memiliki kemampuan seorang Yu Jing, sepertinya wanita itu tidak sesederhana yang terlihat," ucap Feng Huang yang juga memperhatikan pertarungan itu dari dalam kalung.


Fang An tidak berbicara atau bertanya, dia lebih tertarik memperhatikan pertarungan sengit di udara dengan rasa terpukau dengan kemampuan si Wanita cantik itu.


Ular bersayap juga terbang ke udara sehingga keduanya melanjutkan pertarungan mereka di udara.


Dentuman demi dentuman terdengar saat keduanya saling membenturkan serangan mereka di udara, gelombang kejut dari dentuman itu menyebabkan hembusan angin kencang yang menerpa pepohonan.


Wanita dan Ular itu sama-sama terlempar mundur di udara, namun si wanita dengan cepat menstabilkan kondisinya lalu dia mulai membuat segel dari pedangnya.


Sekitar Empat pedang tiba-tiba saja muncul di hadapan si wanita itu kemudian dengan menggerakkan pedang di tangannya, keempat pedang itu melesat dan mulai menyerang ular itu dengan sangat sengit.


Pedang-pedang itu saling menyerang sang Ular dengan gerakan yang sangat indah, seolah-olah keempat pedang itu sedang menari di udara, namun tarian pedang tersebut terasa sangat mematikan.


Sang Ular sangat terpojok dengan serangan itu, sampai-sampai badannya terkena sayatan pedang, padahal sisiknya sangatlah tebal dan kuat, namun semua itu terlihat tidak berarti di mata pedang si wanita itu.


Dengan tatapan mata murka, sang Ular mengibaskan sayapnya yang disertai dengan suara raungan keras dari sang Ular, dan alhasil keempat pedang itu terhempas dan sebuah cahaya biru juga melesat ke arah si wanita itu.

__ADS_1


Si wanita menggerakkan pedangnya sehingga muncul sebuah gambar segel berbentuk lingkaran lalu sebuah cahaya putih melesat dari tengah-tengah lingkaran.


Kedua cahaya energi itu saling bertabrakan di udara sehingga suara ledakan keras terdengar hampir ke seluruh hutan, bahkan Luo Ying pun mendengar suara ledakan tersebut.


Hembusan angin kencang dari gelombang kejut yang dihasilkan membuat beberapa pohon harus tumbang, bahkan Fang An dan Singa Es berusaha mencari tempat aman dari gelombang kejut tersebut.


"Pertarungan yang sangat luar biasa, seperti inikah kekuatan Yu Zhu dan juga Yu Jing?" gumam Fang An seraya menyipitkan kedua matanya berusaha melihat pertarungan keduanya yang sama-sama kuat.


Ular bersayap itu ternyata sudah bergerak lebih dulu setelah efek ledakan sudah mulai berkurang, dengan sangat cepat sang Ular sudah muncul di hadapan si Wanita lalu dia melepaskan kibasan ekor nya ke tubuh si wanita yang belum siap.


Suara teriakan keras si wanita terdengar oleh Fang An dan kemudian dia melihat tubuh si wanita itu terhempas sangat jauh sekali, sedangkan sang Ular meraung keras lalu bergerak dengan kecepatan tinggi mengejar si Wanita itu yang terhempas.


"Nyawa kakak itu dalam bahaya! Singa Es, ayo kita susul dan menyelamatkan kakak itu!" kata Fang An kemudian dia mengalirkan petir ke kedua kakinya lalu dengan menggunakan Langkah Petir, dia melesat dengan kecepatan tinggi mengejar si Wanita itu dan disusul oleh Singa Es.


Singa Es tentu tidak bisa menyusul kecepatan Fang An yang menggunakan Teknik Langkah Petir nya, namun dia juga tidak ketinggalan jauh.


Fang An tiba di tempat jatuhnya si wanita itu, dan dia melihat si wanita itu yang muntah darah dengan duduk satu kaki serta pedangnya sebagai pegangannya.


"Apa yang ingin kamu lakukan Fang An?" tanya Feng Huang.


"Apapun, yang penting aku bisa menyelamatkan kakak itu!" kata Fang An.


Di saat yang bersamaan Singa Es juga tiba di samping Fang An, kemudian dia melihat Ular Bersayap itu sudah hampir sampai dan bersiap menyerang si Wanita itu yang sudah kehabisan energinya.


"Singa, bantu aku menyelamatkan kakak itu!" kata Fang An kemudian dia mengulurkan tangannya lalu dengan cepat mengumpulkan Qi dari Elemen Petir nya.


Bola petir berwarna biru keunguan berukuran sebesar kepalan tangan anak kecil segera terbentuk, dia mengangkat bola petir itu kemudian berseru kepada Singa Es.


"Cepat selamatkan kakak itu!" ucap Fang An dan dia juga melesat dengan menggunakan Teknik Langkah Petir nya dan muncul tepat di depan sang Ular Bersayap itu.


Ular Bersayap jelas terkejut dengan kemunculan Fang An yang entah dari mana datangnya, hanya saja sang Ular itu tidak sempat bereaksi saat Fang An mulai mengarahkan Bola Petir nya itu ke wajahnya.


"Petir Dewa Penghancur."


Fang An segera melepaskan bola petir nya sebelum dirinya jatuh kebawah, dan sang Ular yang tidak sempat menghindar langsung terkena ledakan bola petir yang menutupi seluruh tubuhnya.


Ledakan yang disertai dengan suara gemuruh sekaligus sambaran petir yang menyambar ke segala arah berhasil membuat Ular itu kesulitan untuk bergerak.


Fang An sadar jika serangannya tidak akan berarti apa-apa bagi sang Ular itu, dia hanya membuat pengalihan sementara agar Singa Es bisa membawa kabur si Wanita itu yang sudah kehabisan energi.


Sebelum sang Ular berhasil terbebas dari kurungan ledakan Petir Dewa Penghancur, Fang An langsung menggunakan Langkah Petir nya untuk kabur menyusul Singa Es.


Setelah bergerak cukup jauh, akhirnya Fang An bisa bernafas lega dan dia melihat Singa Es yang membawa si Wanita cantik bergaun biru itu di punggungnya berlari ke arah sebuah goa.

__ADS_1


Setelah berhasil bersembunyi di dalam goa, Fang An segera menurunkan Wanita bergaun biru itu yang sudah tidak sadarkan diri, dia melihat ada bekas lebam di dada si wanita itu.


Tanpa rasa ragu sedikitpun, Fang An melepaskan baju bagian atas wanita itu untuk memeriksa luka dalamnya yang cukup parah, setelah mengetahui jika luka itu tidak terlalu parah, Fang An langsung membuat obat untuk mengobatinya.


__ADS_2