
Lin Hang memperhatikan Fang An dari atas sampai bawah, dia juga tahu jika kemampuan Fang An saat ini berada di tahap Yu Zha Tingkat 1, hanya saja Lin Hang merasakan aura dari tubuh Fang An yang membuatnya merinding.
"Aku tidak berniat mencari masalah dengannya senior, dia sendiri yang ingin merebut Bola hitam ini, padahal Bola ini sudah berada di tanganku! Mengingat ini adalah latihan serta perburuan, jadi siapa cepat dia yang dapat, jadi Bola hitam ini sekarang adalah milikku," kata Fang An yang memberikan penjelasan kepada Lin Hang.
"Lin Ying, perbuatanmu sudah mempermalukan kelompok kita! Apakah kamu memiliki pembelaan lain agar aku tidak menyalahkanmu?" kata Lin Hang seraya bertanya kepada adiknya.
"Kakak jangan terlalu percaya padanya! Sebenarnya Bola hitam itu sudah menjadi incaranku, namun tiba-tiba saja bocah ini muncul dan merebutnya dariku," jawab Lin Ying.
"Apakah kamu sudah mendapatkannya lebih dulu sebelum anak ini?" tanya lagi Lin Hang.
"Tidak! Tapi aku yang lebih dulu melihatnya," jawab Lin Ying.
"Kembali ke dalam kelompok kita!" kata Lin Hang dengan tatapan dingin.
"Tapi kakak!"
"Aku bilang kembali ke dalam kelompok!" bentak Lin Hang.
Lin Ying langsung menundukkan kepalanya lalu dia melirik ke arah Fang An dengan tatapan penuh dendam setelah itu dia berbalik dan pergi meninggalkan Lin Hang serta Fang An.
"Sekali lagi aku minta maaf karena telah menyinggung adikmu senior!" kata Fang An seraya menangkupkan kedua tangannya.
"Hem! Maaf saja sebenarnya tidak cukup untuk menghilangkan rasa malu kelompok Pedang Bintang ku!" kata Lin Hang.
Fang An mengerutkan dahinya mendengar ucapan Lin Hang lalu dia bertanya kepada Lin Hang, "Apa maksud senior?" tanya Fang An.
"Kamu tahu, kelompok Pedang Bintang ku adalah salah satu kelompok yang menduduki posisi peringkat kedua teratas di akademi, dan kamu baru saja telah membuat nama besar kelompok ku jadi bahan cibiran kelompok-kelompok yang lain, jadi ucapan kata maaf bukan solusi yang tepat untuk menutupi rasa malu ini," kata Lin Hang.
"Walau senior sudah tahu jika aku tidak salah?" tanya Fang An.
"Apapun alasanmu itu tidak berpengaruh, benar dan salahnya masih bisa dibicarakan baik-baik dan bukan langsung saling serang, walaupun itu adalah adikku yang menyerang terlebih dahulu!" kata Lin Hang.
"Jadi apa yang senior inginkan dariku?" tanya lagi Fang An.
"Kamu harus bersedia menerima tantangan yang akan aku berikan padamu, tantangannya adalah, kamu harus bertarung satu lawan satu dengan adikku di arena akademi!" kata Lin Hang.
"Bertarung, apa yang akan aku dapatkan jika aku menang melawan adikmu?" tanya Fang An.
"Jika kamu menang, kamu bisa masuk ke dalam kelompok ku! Tapi jika kamu kalah, kamu harus menyerahkan Gulungan yang ada di dalam Bola hitam itu padaku!" jawab Lin Hang.
"Maaf Senior, bukannya aku tidak setuju akan itu, namun kalah ataupun menang sepertinya tidak ada yang menguntungkan untuk ku," jawab Fang An.
"Apakah kamu tidak suka jika bergabung dengan kelompokku yang kuat ini?" tanya Lin Hang.
"Bukannya tidak suka, namun aku sudah memiliki kelompokku sendiri yang baru dibentuk, namanya adalah Kelompok Petir Langit!" jawab Fang An.
Lin Hang terkejut mendengarnya, dia tidak tahu dan tidak menduga jika murid yang baru datang kemarin sudah membentuk kelompoknya sendiri.
"Siapa ketuanya?" tanya Lin Hang.
__ADS_1
"Aku sendiri, dan anggotaku adalah para murid baru yang datang bersama ku kemarin!" jawab Fang An.
"Owh jadi begitu! Tidak masalah, kalau begitu aku tidak akan mempermasalahkan hal ini lagi jika kamu mau menyerahkan Bola hitam itu sekarang padaku!" kata Lin Hang.
"Kakak dan adik sama saja!" batin Fang An seraya tersenyum mengejek.
"Ada apa, apakah kamu tetap tidak mau menyerahkan Bola hitam itu? Baiklah jika demikian, aku akui akan keberanianmu! Tapi ingat baik-baik pesanku, jangan dulu merasa senang karena sudah memiliki anggota kelompok sendiri, sebab kelompokmu tidak akan mampu bertahan, paling lambat dua tahun, dan paling cepat satu tahun, dan aku akan tetap menunggu mu di Arena Akademi besok, jika kamu tidak datang besok, maka aku akan mengutus anggota ku untuk membubarkan Kelompok Petir Langit mu, ingat itu!" kata Lin Hang.
"Lin Hang! Apakah kamu sudah tidak memiliki harga diri lagi sehingga memberikan sebuah ancaman kepada Junior baru ini?"
Suara seorang pemuda datang dari arah belakang Fang An, dan Fang An segera berbalik dan menemukan sesosok pemuda berusia 20 tahun, tubuhnya berotot, dan tingginya sama dengan tinggi tubuh Lin Hang.
" Sao Yi Feng, sebaiknya kamu tidak mencampuri urusan ku!" kata Lin Hang.
Lin Hang adalah salah satu murid yang sangat disegani oleh semua murid di akademi, apalagi yang paling tergila-gila dengan penampilannya adalah para gadis-gadis.
Tubuhnya yang ramping serta ideal dan wajahnya yang sangat tampan membuat para gadis saling berebutan untuk mendapatkan perhatiannya.
Disamping memiliki penampilan yang mampu membuat para gadis terbuai, Lin Hang juga sangat hebat dan juga kuat, dia memiliki kemampuan Puncak Yu Zha serta keahliannya dalam menggunakan Pedang nya.
Hanya saja setiap sesuatu pasti akan memiliki lawan serta saingan, dan Lin Hang memiliki saingan yang bernama Sao Yi Feng.
Sao Yi Feng sendiri adalah Ketua Kelompok Api Suci yang menduduki peringkat di posisi pertama, kemampuannya juga berada di tahap Puncak Yu Zha.
Sejak awal pertarungan Fang An melawan Lin Ying, Sao Yi Feng sudah memperhatikan semuanya serta mendengar semua pembicaraan antara Lin Hang dan Fang An.
Setelah mendengar pesan ancaman dari Lin Hang, Sao Yi Feng langsung datang menghampiri Fang An untuk mengolok-olok rivalnya, tujuannya tentu untuk membuat Lin Hang semakin malu.
Fang An yang awalnya tidak tahu akan siapa pemuda tersebut langsung mengetahui identitasnya setelah pemuda tersebut menyebutkan nama Kelompok Api Suci, mengetahui tingkat kemampuan pemuda tersebut, Fang An langsung bisa menebak jika pemuda tersebut adalah ketua Kelompok Api Suci.
"Terima kasih banyak senior!" kata Fang An.
Sebenarnya Fang An tidak membutuhkan bantuan atau perlindungan dari siapapun jika nantinya dia harus berhadapan dengan Lin Ying maupun dengan Lin Hang, hanya saja Fang An ingin memiliki banyak teman dari orang-orang berbakat seperti Sao Yi Feng, Lin Hang dan yang lainnya agar kelak dia bisa meminta bantuan mereka di masa depan.
Oleh karena itu Fang An menerima semua tawaran mereka, baik itu berupa bantuan maupun tantangan, dan Fang An akan berusaha mengatur kemampuannya sendiri agar tidak terlalu mencolok, kecuali jika dia tidak memiliki pilihan lain atau sedang dalam bahaya.
"Yi Feng, kenapa kamu ingin melindungi kelompoknya?" tanya Lin Hang.
"Tidak ada, aku hanya tertarik saja, lagi pula kemampuan bocah ini sangat besar, aku yakin walau adikmu memiliki kemampuan Yu Zha Tingkat 4, anak ini pasti akan dengan mudah untuk mengalahkannya!" jawab Sao Yi Feng.
"Kamu pasti memiliki niat lainnya terhadap Kelompok ku, tidak mungkin seseorang mau membantu orang lain yang bermasalah dengan saingannya kecuali ada niat busuk di baliknya, apakah kamu berencana ingin mempermalukan kelompokku?" tanya Lin Hang yang langsung memahami akan rencana Sao Yi Feng.
"Kecurigaan mu terlalu berlebihan kepada ku Lin Hang!" jawab Sao Yi Feng dengan tersenyum licik kepada Lin Hang.
"Kamu memang pantas untuk dicurigai! Tapi aku juga tidak peduli akan rencanamu, yang jelas dua bulan lagi aku akan merebut posisimu itu di kompetisi perebutan peringkat!" kata Lin Hang kemudian dia menatap Fang An seraya berkata, "Besok kami akan menunggu kehadiranmu di Arena Akademi!" kata Lin Hang kemudian dia berbalik dan pergi dari hadapan Fang An.
"Senior Sao Yi Feng! Saya ucapkan terima kasih banyak atas semuanya!" kata Fang An.
"Panggil saja aku Yi Feng, semua murid juga memanggil ku begitu, dan mengenai hal itu, aku hanya merasa tertarik saja padamu yang berani bertarung melawan Lin Ying!" jawab Sao Yi Feng.
__ADS_1
"Itu hanya sebuah kesalah pahaman saja," kata Fang An.
"Salah paham! Hahaha, aku ini sangat mengenal sifat Lin Ying dan Lin Hang, mereka berdua adalah kakak beradik yang tidak suka di provokasi, karena itu aku sengaja memberikan tambahan provokasi padanya, namun sepertinya dia menyadarinya!" ucap Sao Yi Feng.
Fang An mengangguk setelah mengetahui akan sifat kakak beradik tersebut, setidaknya dia sudah mengetahui beberapa informasi agar bisa mengetahui sifat-sifat para murid terkuat di akademi, hal ini juga sangat berguna bagi Fang An agar bisa menjalin hubungan dengan mereka, sebab di masa depan mereka pasti akan menjadi orang-orang yang hebat.
"Owh iya, aku belum tahu nama lengkap mu, siapa sebenarnya namamu?" tanya Sao Yi Feng.
Walau sebelumnya Tetua Xhang Gugu sudah mengatakan jika dia adalah murid Fang, namun nama lengkapnya belum ada yang tahu.
"Namaku Fang An!" jawab Fang An.
"Fang An! Nama yang bagus, kalau begitu aku akan kembali mengejar beberapa bola lagi, karena hari sudah hampir siang dan waktunya sebentar lagi akan habis, sampai jumpa lagi nanti di akademi Fang An!" kata Sao Yi Feng kemudian dia pergi meninggalkan Fang An.
Fang An menatap Bola hitam yang sudah berhasil dia dapatkan, sekarang dia ingin tahu akan apa isi dari Bola hitam tersebut.
"Ini adalah Elemen Petir! Tapi kenapa warnanya Hitam?"
Fang An sangat kebingungan, apalagi dia tidak pernah mendengar Feng Huang mengatakan jika ada Petir Hitam, walau Feng Huang tidak menjelaskan secara keseluruhan akan warna kelima Inti Petir.
Fang An ingin membuka segel Bola hitam tersebut, namun dia teringat akan pertandingan besok dengan Lin Ying dimana pertarungan tersebut adalah untuk memperebutkan Bola hitam yang memiliki Elemen Petir berwarna hitam.
Fang An akhirnya menyimpan Bola hitam tersebut di dalam Cincin penyimpanan Bumi nya, setelah itu dia bergegas pergi ke anggotanya untuk membantu mereka mendapatkan Bola Kehidupan.
***
Latihan menangkap Bola Kehidupan berakhir saat siang hari, dan semua murid segera keluar dari Dunia sihir aneh tersebut.
Bagi murid-murid yang berhasil mendapatkan Bola Kehidupan, mereka keluar dengan wajah yang di penuhi dengan senyuman, sedangkan bagi yang tidak dapat, mereka keluar dengan wajah terlipat.
Seluruh anggota Kelompok Petir Langit berhasil mendapatkan Bola kehidupan mereka masing-masing, berkat saling kerjasama antar sesama anggota, akhirnya mereka keluar dengan hasil yang tidak mengecewakan.
Semua murid kembali berkumpul di Halaman Aula, dan setelah itu keempat tetua keluar untuk memberikan selamat kepada murid-murid yang berhasil mendapatkan Bola Kehidupan.
"Latihan untuk hari ini sudah selesai, bagi yang berhasil mendapatkan dua Bola Kehidupan ataupun lebih, kalian bisa pergi ke dalam Kamar Aula Menara pelatihan untuk berlatih teknik yang sudah kalian dapatkan, bawa Kunci energi kalian jika ingin memasuki Kamar Aula Menara pelatihan!" kata Lao Yang He.
"Berarti aku juga bisa, karena aku berhasil mendapatkan dua Bola Kehidupan!" kata Fang An.
"Kalau begitu tunggu apalagi? Cepat pergi ke dalam agar segera bisa berlatih, kami akan menunggumu di Paviliun!" kata Gui Lang.
"Benar sekali, kamu harus menjadi lebih kuat karena kamu tidak hanya ketua kami, melainkan kamu adalah harapan masa depan kami semua!" kata Ji Xao Long.
"Pergilah ketua, dan segera menjadi lebih kuat agar besok kamu bisa menghajar senior itu di Arena Akademi!" kata Zang Mei.
Fang An mengangguk dan kemudian dia segera pergi menyusul para murid yang memasuki Menara Aula, sedangkan murid lainnya yang hanya berhasil mendapatkan satu Bola Kehidupan serta yang tidak berhasil mendapatkannya segera di bubarkan.
Kejadian pertarungan antara Fang An yang di ketahui sebagai ketua kelompok baru yang bernama Kelompok Petir Langit melawan Lin Ying adik dari ketua Kelompok Pedang Bintang mulai tersebar ke telinga semua murid-murid, terutama kabar akan Fang An yang berani menerima tantangan dari Lin Hang yang akan mengadakan pertandingan antara adiknya melawan Fang An.
Tentu saja banyak yang beranggapan jika Fang An terlalu bodoh dan ceroboh karena sebagai pendatang baru sudah berani menerima tantangan dari seniornya, apalagi senior yang akan menjadi lawannya berasal dari salah satu kelompok yang menduduki posisi Rangking dua teratas.
__ADS_1
Namun tidak sedikit juga yang memuji keberanian Fang An, bahkan sampai membuat murid-murid yang penasaran tidak sabar ingin segera melihat pertarungan besok.