SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Pedang Sekte Gunung Pohon Persik


__ADS_3

***


"Sudah satu tahun lebih Fang An meninggalkan rumah, apakah dia belum sampai di Akademi Puncak Angin Surga?" tanya Fang Yin


Fang Xian dan Fang Yin duduk di ruang tamu sembari membicarakan putra mereka yang sudah lama pergi.


"Tiga hari lagi usia putra kita sudah 15 tahun, andai dia berada disini aku ingin membuatkan makanan kesukaannya!" ucap lagi Fang Yin.


"Kamu jangan terlalu mengkhawatirkannya Yin'er, biarkan dia belajar tentang liarnya kehidupan di luar rumah! Lagi pula Panglima Meili sudah menjelaskan jika Putra kita sangatlah hebat, aku yakin ini berkat bimbingan dari guru misteriusnya itu," kata Fang Xian.


"Kamu berkata demikian karena kamu tidak merasakan betapa khawatirnya hati seorang ibu kepada putranya yang berada di tempat yang tidak kita ketahui."


Fang Xian tersenyum seraya menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Aku ini juga ayahnya, tentu aku juga memikirkan putra kita, namun aku sangat bangga padanya karena dia sudah menunjukkan bakatnya saat menghancurkan Benteng para pemberontak," ucap Fang Xian.


Menurut Fang Xian, Putranya memang seharusnya mempelajari dari kehidupan di luar, jika tetap berada di rumah, dia yakin Fang An tidak akan memiliki kemajuan sedikitpun, apalagi Fang Yin selalu memanjakannya.


Saat Fang An keluar meninggalkan rumah, usianya sudah 13 tahun lebih, dan sekarang sudah lebih dari satu setengah tahun Fang An keluar, sedangkan tiga hari lagi adalah hari kelahirannya serta usianya akan genap 15 tahun.


Kabar terakhir akan keberadaan Fang An saat itu, dia berada di Benteng para pemberontak, itu terjadi hampir satu bulan setelah dia keluar, dan menurut perhitungan Fang Xian, seharusnya Fang An sudah berada di Akademi Puncak Angin.


"Saudara Fang Xian! Apakah kamu ada di rumah?"


Suara Fang Zui terdengar memanggil dari luar rumah. Fang Xian segera keluar dan menemuinya seraya mengajaknya masuk.


"Saudara Zui, mari silahkan masuk kedalam!" kata Fang Xian.


Fang Zui tersenyum lalu dia dan Fang Xian masuk ke dalam dan Fang Yin segera menyambutnya.


"Saudara Fang Zui!" sapa Fang Yin.


Fang Yin segera masuk kedalam karena dia tidak mau mengganggu obrolan kedua laki-laki itu seraya menyuruh pelayan untuk membuatkan minuman untuk tamunya.


"Kamu habis dari mana?" tanya Fang Xian.


"Aku dan Sesepuh Fang Zoli baru pulang dari rumah istri mendiang Fang Yu Jie, kami berdua membantu putranya agar bisa masuk ke pelatihan," kata Fang Zui.


Fang Xian menghela nafas panjang, perasaannya di penuhi banyak rasa hutang Budi kepada Fang Yu Jie.


Fang Yu Jie meninggal akibat terkena racun saat berusaha melindungi Fang An, walau dia juga sempat diselamatkan, namun racun di dalam tubuhnya tidak bisa dihilangkan.


Fang Yu Jie dan Fang An memang terkena racun yang sama, hanya saja Fang An masih memiliki Kertas Mantra Sihir pemberian Bing Rong.

__ADS_1


Berbagai cara sudah digunakan oleh Fang Zui dan Fang Xian untuk meringankan efek Racun yang diderita oleh Fang Yu Jie, namun semuanya sia-sia.


Pada akhirnya Fang Yu Jie meninggal dunia, dia meninggalkan istri dan seorang putra yang saat ini sudah berusia 7 tahun, dan Fang Xian serta Fang Zui berjanji akan menanggung kebutuhan keluarga Fang Yu Jie yang ditinggalkan hingga kelak putranya sudah dewasa.


"Saudara Fang Xian, pesanan Kertas Mantra Sihir Qi dan Ling akhir-akhir ini semakin meningkat, dan pasar cabang di kota Chang Lan di bagian timur juga semakin banyak pelangganya, dengan begini kita harus menambah stok Kertas Mantra Sihir Qi dan Ling, jika perlu tambah anggota kita dengan merekrut beberapa orang untuk bergabung dengan kita," kata Fang Zui menjelaskan.


"Iya, tapi tidak mudah untuk mencari orang-orang yang bisa membuat Kertas Mantra Sihir, apalagi orang-orang di luar Klan Fang, belum lagi akhir-akhir ini Klan Hun sepertinya sudah mulai menunjukkan taring mereka," kata Fang Xian.


"Itu dia masalahnya! Klan Hun sepertinya juga memiliki rencana untuk merekrut anggota baru dari luar Klan, dan sepertinya Sekte Gunung Pohon Persik juga ikut membantunya," ucap Fang Zui.


Dalam segi usaha bisnis antara Klan Hun dan Klan Fang, Klan Fang yang memiliki kemajuan pesat, semua itu tidak luput dari keahlian Fang Zui yang sangat ahli di bidang bisnis pemasaran, belum lagi dukungan penuh dari Klan Mu serta keamanan perlindungan dari pemerintah Chang.


Saat ini Klan Hun dan Sekte Gunung Pohon Persik serta sekutunya sama sekali tidak bisa menyentuh ataupun mengganggu Klan Fang, baik dari segi bisnis maupun keamanan, sebab Klan Fang sudah memiliki banyak dukungan dari berbagai Faksi.


Belum lagi Klan Fang memiliki ahli manajemen yang lebih berpengalaman dalam mengelola bisnis mereka.


"Silahkan diminum selagi hangat saudara Zui!" kata Fang An saat pelayan meletakkan minuman hangat yang memiliki aroma sedap.


"Bagaimana akan kabar Fang An, apakah kamu sudah mendapatkan kabar darinya?" tanya Fang Zui.


Fang Xian meletakkan cangkir minumannya setelah selesai meminum sedikit seraya menggelengkan kepalanya lalu menjawab, "Belum! Tapi aku sangat yakin dia akan baik-baik saja!" jawab Fang Xian.


Fang Xian hanya tersenyum namun dengan perasaan yang sangat bangga kepada putranya.


"Owh iya aku lupa! Bukankah hari ini pesanan kita sudah tiba?" kata Fang Xian yang teringat akan sesuatu.


"Benar juga kenapa aku jadi lupa! Seharusnya pesanan Pil dari Gu Fei Ming sudah tiba tadi pagi, tapi aku tidak mendapatkan laporan apapun, apa sebaiknya kita pergi mengeceknya?"


"Sebaiknya begitu! Ayo kita ke gudang pasar!" ajak Fang Xian.


Keduanya dengan tergesa-gesa keluar dan pergi ke arah pasar, mengingat mereka telah memesan Pil yang sangat berharga dari Gu Fei Ming, apalagi mereka bekerja sama dengan Alkemis muda itu, keuntungan mereka semakin meningkat pesat.


"Apakah tadi pagi ada barang yang datang?" tanya Fang Zui kepada salah satu anggota pengurus gudang.


"Belum ada Penatua!" jawab orang tersebut.


"Ini aneh, bukankah seharusnya ada tiga orang yang datang menyerahkan barang beberapa kotak Pil! Tapi kenapa mereka belum datang juga?" kata Fang Xian.


"Sebaiknya kita susul mereka, aku khawatir mungkin terjadi sesuatu kepada mereka!" kata Fang Zui.


"Kalau begitu kita bawa beberapa orang Yu Zhe dan dua Yu Zhi untuk menemani kita," kata Fang Xian kemudian dia segera pergi ke tempat pelatihan untuk membawa beberapa anggota petarung.

__ADS_1


Sekitar 8 orang yang dibawa oleh Fang Xian, enam Yu Zhe dan dua Yu Zhi, total semuanya ada sepuluh dengan Fang Xian dan Fang Zui.


Mereka semua segera menaiki kuda dan melaju cepat keluar dari kota untuk menyusul tiga orang pengantar barang yang tidak kunjung tiba.


Mereka semua terus menelusuri jalan hingga perjalanan mereka sudah sampai di jalan sepi yang hanya ada rumput ilalang di sekitar mereka.


"Kita tunggu mereka disini saja," kata Fang Xian kemudian mereka segera turun dan berniat berteduh di bawah satu pohon yang tidak terlalu tinggi.


Salah satu orang ingin buang air kecil dan dia berjalan ke arah semak-semak rumput ilalang, saat akan berniat buang air kecil, tiba-tiba saja dia melihat sebuah kaki yang masih mengenakan sepatu kain hitam tergeletak di balik rumput.


Dengan rasa penasaran dia menarik kaki sebelah itu dan alangkah terkejutnya dia saat mengetahui jika itu adalah mayat.


"Ketua ada mayat disini!" serunya.


Fang Zui dan Fang Xian serta yang lainnya langsung bergegas untuk melihatnya kemudian Fang Zui dan Fang Xian langsung mengenali mayat itu.


"Bukankah dia itu adalah pengantar Pil yang seharusnya tiba tadi pagi? Cepat kalian telusuri tempat ini, mungkin ada mayat lain selain orang ini!" kata Fang Zui kemudian semua anggota berpencar.


Setelah beberapa saat mereka akhirnya menemukan dua mayat lagi, dan ketiga mayat itu sama-sama mati dengan leher menganga.


"Ini bukan pembunuhan biasa, sepertinya ini adalah perampokan," kata Fang Xian kemudian dia memeriksa ketiga mayat itu untuk mencari barang pesanan mereka.


"Sial, sepertinya ini pembunuhan berencana, para pembunuh itu pasti sudah tahu jika ketiga orang ini sedang membawa barang berharga," kata Fang Xian lalu dia mencoba untuk meneliti bekas sayatan pedang di leher mereka bertiga.


"Sayatan pedang ini sangat hebat, di seluruh daratan ini yang ahli dalam ilmu senjata tajam hanya Sekte Gunung Pohon Persik dan Kelompok Pisau Terbang," kata Fang Xian.


"Sekte Gunung Pohon Persik, ini pasti ulah mereka! Ayo cepat kita segera kembali," kata Fang Zui yang merasa perasaan tidak enak.


Mereka segera berbalik dan berniat menuju ke kuda mereka, namun tiba-tiba saja suara menggema menghentikan langkah mereka.


"Hahaha… Ini dia yang ku tunggu-tunggu! Akhirnya Ketua Klan Fang serta Wakilnya datang dengan sendirinya," kata suara tersebut kemudian beberapa orang segera datang dan muncul begitu saja di hadapan mereka.


Beberapa sosok yang muncul itu rata-rata memakai pakaian serba hitam serta menutup wajah mereka dengan kain hitam sehingga wajah mereka tidak dikenali.


Fang Xian merasakan ada tiga Yu Zhi dan satu Yu Zha, ini membuat Fang Xian dan semuanya menjadi lebih serius, "Siapa kalian?" tanya Fang Xian.


"Kamu tidak perlu tahu Fang Xian! Lebih baik kamu serahkan nyawamu padaku," ucap salah satu dari mereka kemudian dia mencabut pedangnya dan langsung menyerang Fang Xian.


Fang Xian langsung mengenali pedang serta jurus yang digunakan oleh mereka lalu dengan memasang kuda-kuda dia menyambut serangan tersebut.


"Pedang Sekte Gunung Pohon Persik?" kata Fang Xian seraya melepaskan serangannya.

__ADS_1


__ADS_2