
***
Menurut informasi yang disampaikan oleh Xang Wuhai dan Wo Shian, kekuatan Anggota Kelompok Barisan Kedua tidaklah kuat, walau mereka terbagi menjadi dua kelompok, mereka tidak dikawal oleh murid yang berkemampuan Yu Zha.
Walau menurut Xang Wuhai itu akan sangat mudah bagi kelompok Fang An, namun yang harus diwaspadai adalah anggota kelompok barisan yang terakhir.
Kelompok barisan terakhir hanya ada satu kelompok yang beranggotakan 7 orang, akan tetapi, Xang Wuhai meminta kepada anggota Fang An dan yang lainnya untuk tidak menganggap remeh mereka bertujuh.
Xang Wuhai tidak menjelaskan akan kekuatan barisan yang terakhir, namun Fang An terlihat tenang walau belum mengetahui kemampuan barisan tersebut.
Setelah bergerak maju cukup lama, Fang An bisa melihat daun pintu gerbang berwarna putih di kejauhan, dan dengan penuh semangat, Fang An dan yang lainnya mempercepat langkahnya, hanya saja setelah semangat mereka sudah mendidih, tiba-tiba saja dua bilah pisau melesat dan menancap di hadapan kelompok Jian Kang.
Jian Kang beserta anggotanya spontan langsung berhenti, dan kemudian pisau lainnya juga melesat menghadang kelompok Gui Lang.
Tang Chin dan Yan Hang juga ikut berhenti, begitu juga dengan Fang An dan Zang Mei, walau kelompok mereka berdua tidak ada yang menghadang, namun mereka tidak ingin meninggalkan teman-teman mereka.
"Hahaha! Kalian memang calon murid baru yang sangat hebat, bisa melewati Kelompok Barisan pertama itu sangat luar biasa," kata seorang wanita berusia 17 tahun dan di belakangnya ada enam anggota wanita dengan kemampuan yang berbeda-beda.
"Jangan menganggap remeh mereka Cia Ling! Ingatlah jika salah satu dari mereka memiliki kemampuan Yu Zha," seorang pemuda bertubuh tinggi dengan wajah tampan datang dengan berjalan santai, dan di belakangnya juga ada enam anggota dengan kemampuan yang berbeda-beda.
"Aku tau itu! Tapi aku juga sangat yakin jika mereka pasti sudah kelelahan setelah menghadapi anggota Xang Wuhai dan Wo Shian," kata gadis tersebut yang bernama Cia Ling.
"Empat Yu Zhi, empat Yu Zhe dan Empat Yu Zao! Fang An, serahkan saja mereka kepada kami, kalian terus saja bergerak untuk menghadapi Kelompok Barisan Terakhir!" kata Tang Chin.
"Apakah kalian yakin?" tanya Fang An dengan ragu.
"Tentu saja! Kami tiga kelompok akan bekerja sama melawan mereka, lagi pula total jumlah kami lebih banyak, dan kami memiliki Lima Yu Zhi termasuk diriku, jadi percayakanlah kepada kami," jawab Tang Chin.
Fang An menatap Jian Kang, Ying Huo, Gui Lang, Qiao Yi, Tang Chin dan Yan Hang, mereka semua beserta anggotanya mengangguk kepada Fang An agar Fang An percaya jika mereka pasti mampu.
Setelah melihat keyakinan pada diri mereka semua, Fang An dan Zang Mei beserta anggotanya segera pergi meninggalkan ketiga kelompok itu, dan kini dua kelompok senior sudah sepenuhnya siap untuk memulai pertarungan mereka.
"Kita juga harus berjuang!" kata Fang An kepada Zang Mei dan anggotanya, dan mereka semua sama-sama mengangguk lalu mempercepat gerakan mereka menuju ke arah Pintu Gerbang.
"Hem! Kalian tidak berpikir untuk melewati kami bukan?"
Fang An dan anggotanya segera berhenti setelah mendengar seruan suara seorang pemuda, dan setelah itu ada beberapa gerakan cepat yang memancarkan cahaya beberapa warna melesat ke arah mereka, hal itu membuat suara gemuruh seperti badai angin, setelah itu tiga sosok muncul di hadapan Fang An dan di susul dengan tiga sosok lain yang juga tiba disana.
"Tiga Yu Zha dan tiga Yu Zhi!" Zang Mei seperti merasa sesak nafas melihat keenam sosok yang muncul dihadapannya.
Satu pemuda berkemampuan Yu Zha Tingkat 2, dan dua pemuda berkemampuan Yu Zha Tingkat 1, lalu ada dua pemuda yang memiliki kemampuan Puncak Yu Zhi dan yang terakhir adalah seorang pemuda berkemampuan Yu Zhi Tingkat 7.
"Jadi kekuatan ini yang dikatakan oleh Senior Xang Wuhai dan Wo Shian!" gumam Fang An.
Sebelumnya Xang Wuhai dan Wo Shian berpesan kepada Fang An agar berhati-hati dan tidak meremehkan mereka, namun menurut informasi Kelompok Barisan Terakhir ada tujuh anggota, sedangkan yang ada dihadapan Fang An ada enam sosok saja.
"Maaf Senior! Kami tidak bermaksud untuk meremehkan senior, hanya saja kami tetap harus masuk ke Akademi, dan akan menghadapi apapun ujian yang akan menghalangi kami!" kata Fang An.
"Jawaban yang bagus, aku yakin kamu pasti Murid Fang yang memiliki kemampuan Yu Zha itu bukan?"
Fang An menatap ke arah sosok suara yang berasal dari arah pohon, dan dia melihat seorang pria berusia sekitar 18 tahun bertubuh besar dengan rambut pendek namun rambut agak berdiri, dan dia sedang bersandar di pohon itu.
Sosok itu juga memegang sebilah pedang besar yang memiliki ukiran unik dan warnanya kemerahan, sedangkan kemampuan sosok itu dapat Fang An rasakan jika dia berada di tahap Yu Zha Tingkat 3, dan itu adalah yang terkuat dari semuanya yang sudah Fang An lawan hingga yang saat ini berada di hadapan Fang An.
Pemuda bertubuh besar itu segera melompat turun dan telah tiba di samping keenam kelompok senior dihadapan Fang An, dan keenan senior itu segera menangkupkan kedua tangan mereka memberi hormat kepada pemuda itu.
"Senior Yang Qing!" kata mereka semua, dan sosok yang di panggil Yang Qing itu berjalan melewati mereka dan berdiri berhadap-hadapan dengan Fang An.
Tubuh Zang Mei dan anggota di belakangnya tidak berhenti gemetar saat merasakan tujuh kekuatan kuat yang tidak mungkin mampu untuk dihadapi olehnya, hanya saja Fang An terlihat seperti tidak merasa takut sama sekali melihat ketujuh barisan kuat di hadapannya.
__ADS_1
"Memang benar, namaku adalah Fang An!" jawab Fang An.
"Tetua ini terlalu berlebihan menyuruh kami berempat untuk memberikan ujian kepada kalian, padahal kemampuan mu baru berada di tahap Yu Zha Tingkat 1," kata Yang Qing dengan menghela nafas panjang.
"Aku akui kemampuan ku tidak sekuat kalian, dan aku juga tidak mengerti kenapa para Tetua ini memberikan ujian seperti ini kepada kami, jelas ini terlalu berat, apalagi untuk mereka!" kata Fang An.
Alis Yang Qing merajut mendengar ucapan Fang An, dia merasa Fang An seperti tidak takut sama sekali, karena dia mengatakan jika ujian ini terlalu berat bagi anggotanya dan bukan dirinya.
"Sepertinya kamu memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi, apa kamu pikir kemampuanmu itu akan mampu untuk bersaing denganku?" tanya Yang Qing.
"Aku tidak berani mengatakan jika aku cukup percaya diri untuk bersaing dengan senior! Hanya saja demi bisa memasuki Akademi dan juga demi teman-temanku, walau aku harus meruntuhkan gunung sekalipun akan aku lakukan!" kata Fang An.
"Aku anggap itu sebagai tantangan, kalau begitu aku sendiri yang akan menghadapi dirimu, dan yang lain tidak perlu ikut campur! Jika kamu menang, maka kamu dan semua calon murid bisa masuk tanpa halangan, namun jika kamu sampai kalah, maka serahkan semua token kalian dan kembalilah kalian ke Gerbang luar!" kata Yang Qing.
Ucapan Yang Qing terdengar oleh semuanya termasuk oleh Tang Chin dan yang lainnya beserta para senior yang mereka hadapi, itu karena Yang Qing sengaja mengumumkan dengan menggunakan suara gelombang Qi nya agar mereka semua berhenti bertarung.
Zang Mei sendiri semakin merasa khawatir, walau sejak awal dia memiliki harapan kepada Fang An, namun kali ini lawan yang akan dihadapinya memiliki tingkat kemampuan lebih tinggi dari pada Fang An.
"Aku terima tantangan itu!" jawab Fang An yang membuat Zang Mei dan semuanya yang sudah datang berkumpul terkejut.
Yang Qing tersenyum lebar saat Fang An menerima tantangan darinya, dia yakin jika Fang An sudah kehilangan akalnya karena berani menerima tantangan dari lawan yang lebih kuat darinya, bahkan semua para anggota seniornya juga berpikir jika Fang An sudah menerima keputusan yang akan membuatnya menyesal.
Yang Qing memancarkan aura merah sekaligus melepaskan Energinya yang membuat hembusan angin kuat dan disertai dengan getaran tanah di sekitarnya.
"Keluarkan senjata mu!" kata Yang Qing.
Fang An menatap Pedang besar kemerahan di tangan Yang Qing, dari yang terlihat, pedang itu seperti Pusaka Bumi, dan pusaka itu tidak bisa dilawan dengan menggunakan Pusaka Spiritual nya.
Fang An mengulurkan tangan kanannya dan kemudian sebilah Pedang Biru besar muncul di tangannya, hal itu membuat Yang Qing dan semuanya yang ada disana terkejut kecuali Tang Chin dan Yan Hang yang sudah pernah melihat Pedang Biru tersebut.
"Pedang itu sepertinya pernah aku lihat! Modelnya serta auranya sama dengan Pedang Langit yang dimiliki oleh Wang Lao Yi Sang Penguasa Bayangan Pedang dari Sekte Pedang Langit di Benua Daratan Tandus!" kata Ji Xao Long.
"Semakin dipikirkan anak itu semakin misterius, mengingat dia berasal dari Benua Daratan Hijau, namun teknik yang dikuasainya serta senjata yang dimilikinya justru berasal dari Benua Daratan Tandus!" ucap Xhang Gugu.
"Sebaiknya kita amati saja dulu!" kata Han Yuwei.
Di sisi lain Hun Wang dan Bing Xuyue juga sama terkejutnya dengan kemunculan Pedang yang mereka yakini sebagai Pusaka Langit, sebab pusaka itu sangatlah langka dan hanya sedikit yang memilikinya, apalagi di Sekte Teratai Bunga Es hanya memiliki satu Pusaka Langit saja, sedangkan di Benua Daratan Hijau sama sekali tidak memiliki Pusaka sekelas Pusaka Langit.
Pandangan Bing Xuyue sedikit berbeda melihat itu, walau dia tidak terlalu yakin, namun menurutnya Pemuda berambut putih itu tidak sesederhana seperti yang ia pikirkan saat ini.
Fang An saat ini juga melepaskan aura biru dan merahnya, namun aura merahnya memancarkan hawa panas yang membuat wilayah suhu di sekitarnya terasa lebih hangat, belum lagi hembusan angin panas juga menyebar ke segala arah.
"Sepertinya pemuda itu masih berbelas kasih kepada kita!" kata Xang Wuhai kepada Wo Shian yang melihat pertarungan itu dari arah Pintu Gerbang.
Mereka berdua sudah lebih dulu tiba di pintu gerbang sejak Fang An dan semuanya dihadang oleh Kelompok Barisan Kedua hingga kelompok Yang Qing juga keluar, melihat aura dan pedang besar di tangan Fang An, mereka berdua baru sadar jika Pemuda itu masih menyembunyikan rahasia lainnya yang mungkin dapat dengan mudahnya untuk mengalahkan Xang Wuhai dan Wo Shian.
"Kamu cukup menarik sekali Murid Fang, kalau begitu mari kita mulai!" ucap Yang Qing dan kemudian dia melepaskan Energinya seraya maju melesat dengan pedang merahnya.
Fang An juga melepaskan energinya dan kemudian dia juga maju mengayunkan pedang birunya, dan kedua pedang itu langsung saling berbenturan hingga menciptakan suara benturan besi yang sangat keras, belum lagi gelongbang kejut yang dilepaskan membuat semua yang berada disana segera menjaga jarak.
Percikan api sesekali terlihat saat kedua pedang itu berbenturan, dan mereka berdua menunjukkan kecepatan mereka masing-masing di pertarungan tersebut.
"Dia masih belum menggunakan kecepatan yang sesungguhnya!" ucap Xang Wuhai yang memperhatikan gerakan serta kecepatan Fang An.
Xang Wuhai jelas tidak akan lupa dengan kecepatan yang sudah ditunjukkan oleh Fang An saat melawan Wo Shian, andai Fang An menggunakan kecepatan itu, kemungkinan besar Yang Qing tidak akan memiliki kesempatan untuk menang, walau kemampuan Yang Qing berada di atas Fang An.
"Tebasan Sayatan Darah."
Yang Qing melepaskan tiga kali tebasan jarak jauh, dan seketika itu juga tiga energi pedang merah seperti darah melesat ke arah Fang An.
__ADS_1
Fang An memiringkan kepalanya melihat tiga darah yang menuju ke arahnya, dia mengayunkan pedangnya ke samping dan kemudian melepaskan satu serangan kuat.
"Pedang Pusaran Langit."
Energi Pedang yang sangat kuat melesat dengan cepat menabrak ketiga energi pedang Darah itu hingga menciptakan ledakan Qi yang menyebar dan menutupi kedua Petarung itu.
Fang An dan Yang Qing sama-sama melepaskan tebasan pedang mereka, namun kali ini dari jarak dekat, hal itu membuat keduanya kembali saling beradu dengan sengit.
"Sudah kubilang kemampuan murid baru itu lebih kuat dari yang kita lihat!" gumam Xang Wuhai.
Hal itu juga dapat dirasakan oleh Yang Qing, kemampuan Fang An yang baru berada di tahap Yu Zha Tingkat 1 nyatanya mampu mengimbanginya, hal itu membuat Yang Qing merasa tidak percaya.
Yang Qing melompat mundur beberapa meter dan kemudian Aura merahnya berubah menjadi Zirah Petarung yang menutupi tubuhnya, setelah Zirahnya sudah sempurna, dia kembali maju dengan kecepatan tiga kali lipat dari sebelumnya.
Bisa terlihat dengan jelas oleh mereka, saat Yang Qing menciptakan Zirah Darah Petarungnya, kecepatannya semakin meningkat pesat.
Fang An sama sekali tidak terkejut ataupun panik, dia justru mengumpulkan elemen petir di kakinya dan kemudian dalam sekali hentakan kaki saja, Fang An langsung menghilang dan muncul kembali tepat di hadapan Yang Qing sekaligus menyambut serangan Pedangnya.
"Dia sudah menggunakan kecepatannya!" gumam Xang Wuhai.
"Tebasan Gelombang Darah."
Yang Qing kembali melepaskan teknik pedangnya, dan gelombang darah segera muncul dan bersiap untuk menggulung tubuh Fang An.
"Pedang Langit Runtuh."
Fang An mengangkat Pedangnya dan kemudian dengan cepat menancapkan Pedangnya ke Tanah, dan seketika itu juga tanah langsung terbelah lebar, dan dari atas, sebuah energi tak terlihat jatuh menghancurkan gelongbang darah itu seraya membawa masuk kedalam tanah yang terbelah.
Fang An melepaskan pedangnya dan kemudian dia mengumpulkan elemen petirnya di kaki sekaligus mengumpulkan elemen petir dan apinya di kepalan tangannya, dan saat Yang Qing ingin melepaskan serangannya kembali, tiba-tiba saja Fang An sudah berada di hadapannya.
"Cepat sekali!"
Yang Qing jelas terkejut dan dia belum sempat menyerang ataupun ingin mundur, Fang An justru sudah melepaskan serangannya.
"Berakhir sudah!"
"Pukulan Inti Api dan Petir."
"Bamm"
Yang Qing mengarahkan pedangnya ke dadanya untuk menahan serangan Fang An, namun serangan itu terlalu kuat sehingga pukulan itu membuat tubuhnya terpental karena terkena dorongan dari Pedangnya sendiri.
Zirah Darah Petarungnya langsung hancur seketika itu juga, dan pedang nya yang sudah terlempar dari tangannya juga terlihat retak, sedangkan Yang Qing yang terpental hingga membentur batu besar kini duduk berlutut dengan memuntahkan seteguk darah segar.
"Kekuatan dan kecepatannya jauh lebih besar dari kekuatanku, ini sungguh tidak masuk di akal!" batin Yang Qing seraya mengusap bekas darah yang ada di bawah bibirnya.
Semua murid yang ada di Akademi hanya terdiam dan tercengang, sebab Fang An mampu membuat Yang Qing seperti itu dengan kemampuannya yang hanya berada di tahap Yu Zha Tingkat 1, bahkan Fang An sama sekali tidak menerima luka sedikitpun.
Hun Wang semakin mengepalkan kedua tangannya melihat pertarungan yang tidak masuk akal itu, dia justru semakin bersemangat ingin segera menghadapi pemuda yang mungkin akan menjadi rivalnya jika tetap dibiarkan berkembang.
"Cukup murid Fang, aku mengaku kalah! Aku akui kamu memiliki teknik yang unik serta sangat kuat!" kata Yang Qing yang sudah bangkit dan menghampiri Fang An.
"Senior terlalu memuji, aku yakin senior masih menyembunyikan kemampuan yang lebih kuat bukan?"
"Hahaha! Tebakan mu memang benar, aku memang memiliki beberapa teknik rahasia yang lebih kuat lagi, namun aku juga yakin jika kamu pun memiliki teknik rahasia yang belum kamu keluar kan!" kata Yang Qing seraya mengarahkan tangannya ke Pedangnya yang tergeletak agak jauh darinya dan seketika itu juga, Pedang tersebut melesat dengan sendirinya ke tangan Yang Qing.
"Sekarang sesuai dengan janjiku, karena kamu berhasil mengalahkanku, kamu dan semua murid baru lainnya bisa masuk ke dalam! Aku ucapkan Selamat Datang di Akademi Puncak Angin Surga kepada kalian semua!" kata Yang Qing.
Yan Hang, Tang Chin dan semuanya langsung bersorak gembira serta meneteskan air mata mereka, akhirnya perjuangan berat mereka selama berada di gerbang luar Akademi hingga perjalanan untuk memasuki Akademi kini sudah terbayarkan, dan tentu saja rasa haru dan bahagia itu terarah ke punggung seorang pemuda berambut putih.
__ADS_1
Sebelumnya mereka sempat tidak suka serta iri kepada Fang An, bahkan beberapa diantaranya sempat bermusuhan hingga melakukan pertarungan, namun mereka berdamai dan menjadi teman baru, dan pemuda berambut putih itulah yang akhirnya membawa mereka berhasil menjadi murid Akademi yang sebenarnya.