
***
"Ketua Kelompok Angin timur dan Ketua Kelompok Gunung Api segera naik ke arena!" kata Han Yuwei.
Para murid-murid mulai bersorak saat melihat dua ketua kelompok yang akan bertanding di arena, mereka berdua adalah kelompok baru yang akan bertarung untuk bisa memasuki daftar Rangking.
Kedua ketua yang sudah berada di atas arena sama-sama memiliki kemampuan Yu Zha Tingkat 2, mereka berdua segera memulai pertarungan saat Han Yuwei berseru untuk memulai pertandingan tersebut.
"Murid-murid di tahun ini benar-benar memiliki bakat dari pada di zaman kita! Kecuali yang terakhir!" kata Sao Yi Feng saat melihat pertarungan kedua ketua kelompok di arena.
"Aku rasa memang begitu, sekarang banyak anak-anak berbakat yang ikut mendaftar untuk menjadi murid Akademi, walau mereka sudah mendengar akan penyerangan tahun lalu, namun mereka bukannya semakin takut untuk datang menjadi murid akademi malah semakin bersemangat!" jawab Lin Hang.
"Semua itu karena Pahlawan muda yang telah berhasil mengalahkan satu orang Yu Jing dan seorang Ahli, hal itulah yang membuat mereka ingin menjadi murid-murid Akademi agar bisa seperti Fang An yang masih memiliki kemampuan Yu Zha sudah mampu mengalahkan seorang Ahli!" ucap Huang Yan.
"Mereka dan kita semua tidak bisa di bandingkan dengannya, dia seorang diri memiliki kekuatan lebih dari kita semua, mungkin jika kita berlima bergandengan tangan untuk melawannya, sepertinya kitalah yang akan kalah!" kata Sao Yi Feng.
Bing Xuyue hanya terdiam memperhatikan pertandingan di arena sekaligus mendengarkan Obrolan teman-temannya yang membicarakan Fang An, hatinya sebenarnya masih merasakan sakit atas kepergian Fang An, namun dia tetap menahannya walau harus berpura-pura tenang, dan dengan menahan siksaan rasa kehilangan serta tidak bisa membantu calon jodohnya hingga harus pergi meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya, Bing Xuyue yang terlihat tegar namun bersikap dingin sudah bekerja keras agar bisa membalaskan dendam kepada Pita Merah.
"Saudari Bing! Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Meng Lin saat melihat ekspresi wajah Bing Xuyue yang semakin dingin.
Bing Xuyue menoleh ke arah Meng Lin seraya mengangguk pelan kemudian dia kembali menatap pertandingan di arena dengan ekspresi dingin.
Meng Lin tahu jika sebenarnya Bing Xuyue sedang memikirkan kematian Fang An, karena semua murid-murid sudah tahu jika Bing Xuyue dan Fang An telah dijodohkan oleh orang tua mereka.
Han Wang saat ini menggantikan posisi Bing Xuyue memimpin Kelompok Bunga Es, dan kekuatan Han Wang sudah berada di tahap Yu Zha Tingkat 8, mungkin butuh sedikit waktu lagi untuk menembus ke tahap Puncak Yu Zha.
Kelompok Pedang Bintang juga digantikan oleh Lin Ying, dan kelompok Api Suci digantikan oleh Ling Kang, dan kedua kelompok tersebut masih berada di urutan lima teratas yang salah satunya adalah Kelompok Petir Langit yang masih menduduki peringkat pertama.
Di kursi para Penatua, mereka berempat terlihat masih mengamati jalannya pertandingan, namun perasaan mereka masih was-was dan sesekali melirik ke arah lorong hitam yang mengarah ke tempat Inti Petir Merah tersegel di dalam gunung.
Tidak hanya karena Energi Murni Inti Petir Merah yang mulai terasa berkurang, namun mereka merasakan jika ada seseorang yang berada di dalam lorong tersebut, padahal jalan kesana sudah ditutupi oleh segel, jadi mustahil rasanya jika ada orang lain yang memaksa masuk.
Hanya membutuhkan beberapa waktu saja pertandingan akhirnya selesai, dan kelompok Angin Timur lah yang berhasil memenangkan pertandingan dan sekarang sudah bisa masuk ke kandidat untuk mendapatkan Rangking.
"Pertandingan berikutnya adalah Pertandingan Ketua Kelompok Giok Naga melawan Kelompok Tanah Suci!" kata Han Yuwei dan kemudian kedua ketua kelompok sama-sama naik ke arena.
Kelompok Giok Naga adalah kelompok yang pernah dipimpin oleh Shin Han, namun setelah Shin Han memutuskan untuk mengundurkan diri menjadi ketua dan memilih untuk bergabung dengan Kelompok Petir Langit, posisi ketua Giok Naga di gantikan oleh Yin Sao.
__ADS_1
"Pertandingan dimulai!" kata Han Yuwei dan kemudian Yin Sao dengan gadah besarnya langsung melesat dengan cepat menyerang lawannya.
Shin Han hanya menghela nafas dalam-dalam melihat Yin Sao yang sudah memiliki peningkatan serta mencapai tahap Yu Zha, dia tahu jika Yin Sao memiliki daya tahan tubuh lebih besar serta kekuatannya berada di atas rata-rata.
Tubuhnya yang besar serta otot-otot yang menonjol keluar sama sekali tidak membuat kecepatannya berkurang, justru kecepatan Yin Sao jauh lebih cepat daripada ketika dia masih berada di tahap Yu Zhi.
Disaat semua mata tertuju ke arah pertandingan, Xhang Gugu diam-diam memeriksa ke dalam lorong dengan menggunakan kekuatan Spiritualnya, dia merasa seperti mengenali energi yang terpancar dari dalam lorong gelap tersebut, dan disaat dirinya akan memasuki lorong tersebut, tiba-tiba saja hembusan energi angin keluar dari dalam lorong hingga membuat Xhang Gugu harus melepaskan energi pelindung.
Xhang Gugu segera kembali ke tubuhnya dan kemudian dia bangkit seraya berkata, "Hentikan dulu Pertandingan ini!" kata Xhang Gugu yang membuat semua mata tertuju ka arahnya.
Setelah selesai menghentikan pertandingan, Xhang Gugu segera berbalik dan menatap ke arah lorong hitam.
"Siapapun yang berada di dalam, aku minta segera keluar, jika tidak aku Sang Pelindung akan bertindak sesuatu padamu!" kata Xhang Gugu.
Semua mata kini menatap ke arah lorong gelap itu dengan rasa penasaran, sedangkan Xhang Gugu mengalirkan Qi nya dan dia melepaskan energi berwarna hijau ke dalam lorong gelap tersebut.
Setelah energi itu melesat masuk, tiba-tiba saja energi itu kembali ke arah Xhang Gugu sehingga Xhang Gugu langsung menepisnya.
"Siapa yang ada di dalam sana? Cepat keluar sebelum lorong ini aku hancurkan!" seru Xhang Gugu.
Xhang Gugu mulai memancarkan aura yang sangat kuat dan berniat mengarahkannya ke dalam lorong tersebut, namun belum sempat Xhang Gugu melepaskan auranya ke dalam lorong gelap itu, tiba-tiba saja ada percikan sambaran petir biru yang keluar dan menjalar melewati dinding lorong sebelum akhirnya keluar dan menyambar ke arah arena.
Yin Sao dan lawannya segera melompat menghindari sambaran petir itu sehingga sambaran petir itu menghantam arena hingga berlubang, sedangkan Yin Sao dan lawannya baru bernafas lega karena berhasil menghindari sambaran petir yang sangat menakutkan.
"Petir ini..?"
Yan Hang, Tang Chin, Sao Yi Feng dan beberapa orang lainnya sangat mengenal petir Biru itu termasuk dengan Bing Xuyue.
"Bukankah ini adalah petir milik Ketua kita?" tanya Jian Kang.
"Tidak salah lagi, ini memang petir milik Fang An!" jawab Yan Hang.
"Tepi kenapa petir ini masih ada, bukankah seharusnya ikut lenyap dengan pemiliknya?" tanya Ying Huo.
"Sepertinya tidak seperti itu, aku yakin jika sebenarnya dia masih hidup!" ucap Tang Chin dan kemudian mereka melihat cahaya dari dalam lorong yang bergerak menuju ke luar.
Semakin lama cahaya itu semakin dekat, dan mereka mulai bisa melihat jika sebenarnya cahaya itu adalah manusia yang diselimuti oleh Petir biru.
__ADS_1
"Fang An! Apakah itu kamu?" tanya Xhang Gugu dan yang lainnya ikut memperhatikan sosok yang tubuhnya diselimuti oleh elemen petir.
"Tetua Xhang dan yang lainnya, bagaimana kabar kalian semuanya?"
Sosok bercahaya itu berbicara seraya berjalan keluar dari dalam kegelapan, dan setelah sosok itu keluar dari lorong gelap itu, mereka semua dibuat terkejut saat mengetahui akan siapa sosok bercahaya itu sebenarnya.
"Ketua Fang! Jadi ketua masih hidup?" seru Zang Mei saat melihat sosok pemuda berambut putih mengenakan pakaian berwarna putih cerah.
Hampir semua mata tidak berkedip setelah mengetahui sosok tersebut, mereka seperti melihat sosok hantu di siang bolong.
"Fang An! Bagaimana mungkin kamu masih bisa hidup setelah mengalami luka separah itu serta jatuh ke dalam Inti Petir Merah yang tersegel?" tanya Xhang Gugu.
Fang An yang sudah menarik kembali Elemen Petir nya mulai terlihat jelas, tubuhnya terlihat lebih tinggi dan wajahnya berubah lebih dewasa.
Semua murid-murid tercengang dan mulai mengenali sosok pemuda di hadapan mereka, bagi murid-murid baru, mereka baru pertama kali melihat sosok pemuda yang dikenal sebagai pahlawan yang telah gugur.
Namun sekarang sosok yang dinyatakan gugur itu telah kembali setelah setahun lamanya dia dinyatakan gugur oleh Xhang Gugu, bahkan batu nisannya saja masih menancap di atas puncak gunung.
Mata Bing Xuyue berkaca-kaca memendung air matanya, namun tetap saja dia tidak kuasa menahannya sehingga dia meneteskannya, dan itu disadari oleh Fang An.
Tubuh Fang An tiba-tiba saja mengeluarkan kilatan Petir kecil dan kemudian tubuhnya menghilang lalu muncul kembali di hadapan Bing Xuyue.
Fang An langsung mengusap air mata Bing Xuyue yang sedang menatapnya, sembari mengusap air mata Bing Xuyue, Fang An tersenyum seraya berkata, "Air matamu adalah permata yang tidak seharusnya kamu keluarkan Yue Yue! Tenanglah aku baik-baik saja!" kata Fang An dan kemudian dia memeluk tubuh Bing Xuyue.
Bing Xuyue sempat terkejut karena Fang An memeluknya, untuk pertama kalinya dia di peluk oleh seorang pria, walau dia dan Fang An sudah dijodohkan, namun ini untuk pertama kalinya dia di peluk oleh seorang pemuda yang akan menjadi calon jodohnya.
Secara perlahan-lahan akhirnya Bing Xuyue membalas pelukan Fang An dengan hati merasa lebih tenang, kehangatan yang Fang An berikan sempat membuat perasaan hati Bing Xuyue yang bergejolak berubah dan ikut larut dalam kehangatannya.
"Kamu sudah membuatku sangat khawatir!" kata Bing Xuyue dengan suara lembutnya.
Fang An tersenyum dan kemudian dia melepaskan pelukannya seraya memandang wajah Bing Xuyue yang sangat cantik seraya berkata, "Maafkan aku karena telah membuatmu khawatir!" ucapnya lalu dia menoleh kearah teman-temannya serta melihat Sao Yi Feng dan yang lainnya.
"Kalian berlima sudah mencapai tahap Yu Zhu? Sepertinya dalam setahun ini kalian telah berlatih keras!" kata Fang An.
"Jika dibandingkan dengan dirimu yang sudah mencapai tahap Yu Zhu elit, jelas kekuatan kami ini masih tertinggal sangat jauh!" jawab Sao Yi Feng.
"Fang An, sebenarnya apa yang terjadi denganmu saat berada di dalam Segel Inti Petir Merah, apalagi kamu terjebak di sana selama hampir setahun, jika itu orang biasa selain dirimu, mungkin orang itu sudah hancur menjadi debu!" kata Xhang Gugu yang sangat penasaran akan apa yang sebenarnya telah Fang An alami selama setahun berada di dalam Segel Inti Petir Merah.
__ADS_1