
***
Fang Xian yang sudah sembuh dari luka dalamnya kini ikut berkumpul bersama dengan Gu Yao He dan kedua muridnya, Mu Yuan, Mu Sha, Fang Zui, dan Fang An yang baru tiba bersama Mu Yi Ling.
Mu Sha menyipitkan matanya saat merasakan energi Fang An, dia masih ingat saat terakhir kali melihat Fang An yang saat itu hanyalah seorang anak kecil memiliki kemampuan Yu Zhe, namun hanya dalam waktu dua tahun saja, anak kecil itu sudah tumbuh besar dan memiliki kemampuan Yu Zhi.
Mu Yuan melebarkan matanya saat melihat Fang An datang bersama Putrinya, dia mulai memasang senyum penuh makna lalu menatap Fang Xian yang sepertinya juga terkejut dengan kedatangan keduanya secara bersamaan.
"Bagaimana kondisimu Ayah?" tanya Fang An.
"Aku sudah lebih baik! Lupakanlah tentang diriku, bagaimana denganmu sendiri, kata Tuan Mu Yuan kamu juga terluka saat bertarung melawan Fu Hai?" tanya Fang Xian.
"Aku hanya mendapatkan luka ringan dan sekarang sudah pulih sepenuhnya!" jawab Fang An.
"Maafkan ayah An"er! Karena keegoisan ayah kamu hampir celaka!" kata Fang Xian dengan perasaan penuh penyesalan.
Biasaunya Fang Xian selalu bersikap penuh kehati-hatian, dia selalu memikirkan akibat dari tindakan yang belum dia lakukan, namun hanya karena ini menyangkut orang yang dicintainya, Fang Xian sudah tidak bisa berpikir jernih, dia tidak mau membebani siapapun baik itu orang luar maupun orang dalam.
Untuk pertama kalinya Fang Xian melakukan tindakan ceroboh yang tidak hanya membahayakan dirinya sendiri, melainkan hampir membuat Fang An celaka.
Namun sekarang dia bersyukur karena Fang An berhasil selamat, dan tidak hanya itu, dia sudah mendengar cerita dari Gu Yao He akan Fang An yang berhasil membunuh Fu Shizi serta melukai Fu Hai.
Setidaknya Sekte Gunung Pohon Persik sudah kehilangan satu orang Yu Zha, itu sudah termasuk kerugian besar, belum lagi rasa terhina karena seorang anak berusia 15 tahun yang hanya seorang Yu Zhi berhasil membunuh seorang Yu Zha dan melukai seorang Yu Zhu.
Ini akan menjadi tamparan yang sangat memalukan mengingat betapa kuat dan besarnya pengaruh Sekte Gunung Pohon Persik di Benua Daratan Hijau.
"Adik Fang, kemarilah dan duduk bersama kami!" kata Gu Fei Ming.
Gu Fei Ming yang awalnya tidak terlalu akrab serta cuek kepada Fang An kini berubah sikap setelah menyaksikan sendiri kemampuan Fang An.
Walau dirinya saat ini adalah seorang Yu Zha serta memiliki kemampuan Alkemis, namun saat melihat Fang An yang mampu melukai seorang Yu Zhu adalah hal yang sangat mengejutkan, andai dirinya ditempatkan di posisi Fang An, mungkin dia hanya akan mampu mengalahkan Fu Wang, namun tidak akan bisa melukai Fu Hai walau hanya satu goresan kecil saja.
Kini pandangan Gu Fei Ming sudah berubah dan dia mengakui bakat lain yang dimiliki oleh adik serta murid kakeknya itu.
Fang An tersenyum hangat lalu menghampiri Gu Fei Ming dan Luo Ying lalu di bersama, sedangkan Mu Yuan menyuruh Mu Yi Ling untuk pindah karena mereka akan membahas hal yang penting.
"Paman Mu, apakah sudah ada kabar dari anggota yang paman kirim?" tanya Fang An.
"Mereka baru berangkat semalam, jadi nanti malam mereka akan sampai disana, setidaknya paling lambat Tiga hingga empat hari bagi mereka untuk mengirimkan laporan, sebab mereka harus mencari informasi itu terlebih dahulu sekaligus menyelinap masuk dan bergabung dengan kelompok mereka! Bersabarlah," jawab Mu Yuan.
"Penatua dan Wakil Penatua Fang, bagaimana menurut kalian?" tanya Mu Yuan.
"Apa yang bisa aku lakukan sekarang? Aku sudah melakukan kesalahan sekali, jadi aku tidak berani memberikan saran apapun, semuanya aku serahkan kepada Tuan Mu!" jawab Fang Xian yang sudah tidak lagi berani mengambil keputusan dengan gegabah.
"Kalau begitu jalan satu-satunya adalah menunggu kabar dari anggota ku, setelah itu baru kita susun rencana!" ucap Mu Yuan.
"Ide bagus, aku setuju dengan ide itu!" kata Gu Yao He.
Saat masih mengobrol, tiba-tiba saja suara gemuruh di langit menggetarkan ruangan pertemuan itu, dan setelah itu terlihat sesosok pria berusia hampir 50 tahun mengenakan baju merah masuk dan berjalan ke arah mereka.
__ADS_1
Fang An mengerutkan dahinya karena dia pernah bertemu dengan sosok itu saat dia masih berada di kediaman gurunya.
"Kakak!"
Mu Yuan segera menghampiri sosok tersebut, sedangkan sosok tersebut tersenyum lembut lalu dia melihat ke arah Gu Yao He.
"Senior Raja Pil, aku sudah dengar kalau senior berada disini karena itu aku secepatnya datang!" kata sosok tersebut yang tidak lain adalah Mu Zhi Tian si Kelelawar Merah.
"Iya aku berada disini karena cucu ku juga berada disini, terlebih lagi muridku juga sedang dalam masalah, mana mungkin aku hanya diam berpangku tangan begitu saja!" jawab Gu Yao He.
Mu Zhi Tian menatap Fang An yang duduk di sebelah Luo Ying lalu menyapanya, "Anak muda, kita pernah bertemu sebelumnya di rumah gurumu, aku tidak menyangka akan bertemu denganmu lagi disini!" ucap Mu Zhi Tian.
Fang An bangkit kemudian menangkupkan tangan seraya menyapanya dengan sopan, "Maafkan atas kelancangan saya yang tidak sopan kepada Senior!" kata Fang An.
"Siapa nama murid mu ini senior?" tanya Mu Zhi Tian.
"Nama saya Fang An!" Fang An yang menjawab pertanyaan Mu Zhi Tian kepada Gu Yao He.
"Owh, jadi kamu dari Klan Fang? Jadi Klan Fang sudah memiliki bibit unggul!" ucap Mu Zhi Tian.
Fang Zui dan Fang Xian menghampiri Mu Zhi Tian lalu mereka berdua menyapanya sekaligus memberikan tanda hormat mereka.
"Aku sudah dengar kabar akan Klan kalian dari surat yang dikirim oleh Mu Yuan! Tidak kusangka Sekte Gunung Pohon Persik akan melakukan hal semacam itu!" kata Mu Zhi Tian.
"Tidak seluruh anggota Sekte yang melakukannya Zhi Tian, beberapa Tetua lain ada yang tidak mengetahui kejadian ini, semalam aku sendiri yang menjadi saksi atas pengakuan salah satu tetua disana!" kata Gu Yao He.
Semuanya saling berpandangan setelah Mu Zhi Tian menyebutkan nama Penatua utama Sekte Gunung Pohon Persik, selain dari Gu Yao He dan Mu Zhi Tian, tidak ada yang tahu akan seperti apa watak Fu Jianzi itu.
Gu Yao He hanya menghela nafas panjang, dia menatap langit-langit ruangan seraya bergumam, "Jika benar Fu Jianzi juga ikut terlibat, maka aku sendiri yang akan menemuinya!" gumam Gu Yao He namun gumaman nya di dengar oleh semuanya.
"Iya, hanya kamu dan Taring Penghisap darah yang bisa menandingi Fu Jianzi!" ucap Mu Zhi Tian.
Fu Jianzi dan Gu Yao He serta Taring Penghisap Darah sama-sama memiliki kemampuan puncak Yu Jing Tingkat 9, sedangkan Mu Zhi Tian berada di tingkat 7 dan Chang Hanzi di Tingkat 8.
"Mungkin saja! Tapi aku sudah sedikit ragu, karena menurut kabar yang aku dengar, Fu Jianzi sedang melakukan latihan tertutup selama dua tahun ini, bisa jadi dia melakukan retret yang akan mampu menembus kekuatan di atas Yu Jing yaitu Xu Hun. Jika itu benar, maka tidak satupun dari kita yang akan mampu menandinginya," ucap Gu Yao He sehingga membuat semua yang ada disana menahan nafas masing-masing.
Selama ini belum ada satu orang pun yang pernah mencapai Tahap Xu Hun di seluruh Benua Daratan Hijau, bahkan seorang Yu Jing saja yang mereka ketahui baru ada lima orang saja, jika yang dikatakan oleh Gu Yao He itu benar, maka Fu Jianzi adalah orang pertama yang memiliki kemampuan Xu Hun.
Mungkin ini adalah kabar gembira untuk Benua Daratan Hijau karena akhirnya ada seorang Xu Hun di benua mereka, namun mereka juga takut.
Jika saat ini saja Fu Jianzi sudah berniat menghancurkan Klan Fang, bisa jadi setelah mencapai tahap Xu Hun, dia akan menghancurkan Faksi-faksi besar lainnya seperti Klan Chang, Klan Mu, dan Klan Qin, itu sudah mulai berputar di otak mereka masing-masing sebab Sekte Gunung Pohon Persik akan menjadi Faksi terkuat karena memiliki seorang Xu Hun.
Saat semuanya terdiam, salah satu penjaga pintu masuk kediaman Klan Mu mengatakan sesuatu dari luar.
"Yang Mulia Raja Chang Hanzi datang!" serunya sehingga membuat semuanya terkejut.
"Kenapa Raja Chang datang kesini? Apakah kamu yang mengundangnya?" tanya Fang Zui kepada Mu Yuan.
"Tidak! Aku tidak mengundang siapapun!" jawab Mu Yuan yang juga bingung.
__ADS_1
Mereka semua segera keluar untuk menyambut kedatangan Raja Chang Hanzi, walau Fang An dan Luo Ying tidak merasa senang dengan kehadiran Raja itu, namun mereka juga mengikuti semuanya kecuali Gu Yao He dan Mu Zhi Tian yang keluar paling belakang.
"Selamat datang di kediaman Klan Mu Yang Mulia!" kata Mu Yuan yang langsung menyambut raja itu.
"Ketua Mu Yuan! Maaf atas kedatangan kami yang tidak mengabari mu!" kata Raja Chang seraya tersenyum kepada Mu Yuan kemudian matanya menyapu semua orang di depan rumah itu yang memberikan hormat mereka, namun pandangannya berhenti terhadap dua sosok yang tidak ikut memberikan hormat padanya.
"Raja Pil Gu Yao He dan Kelelawar Merah! Lama kita tidak bertemu," sapa Chang Hanzi.
"Ada perlu apa kamu datang kesini? Jika ingin membicarakan soal politik, kami tidak menerima tamu seperti itu!" kata Mu Zhi Tian.
"Hem… sudah lama tidak bertemu namun sikapmu masih tidak berubah saudara Zhi Tian!" kata Chang Hanzi.
Di belakang Chang Hanzi, ada dua panglimanya dan salah satunya pernah Fang An lihat, mereka adalah Chang Zhang dan satu panglima pria bertubuh kekar yang bernama Chang Whuxi.
"Raja Pil, aku kira kamu tidak mau datang ke tempat ini, apakah kamu masih ingat padaku? Jika kamu masih punya nyali seperti dulu, datanglah kesini dan temui aku!"
Suara seorang wanita terdengar agak tua menggema di langit malam, semuanya menatap langit namun tidak melihat siapa-siapa selain sebuah aura kuat yang menggetarkan tanah.
"Taring Penghisap Darah Mao Lin! Aku kira kamu tidak akan keluar setelah mendengar keberadaan ku disini dari anggota mu!" kata Gu Yao He yang mengetahui akan siapa pemilik suara wanita itu.
"Kalau begitu ayo kita lakukan pertemuan kita seperti dulu, aku sudah lama tidak merasakan Badai Api milik mu!" tantang suara tersebut sembari tertawa kecil.
Gu Yao He tertawa kecil juga dan kemudian seluruh kakinya memancarkan cahaya energi lalu dia berubah menjadi cahaya merah menyala dan melesat bagai kilat ke udara.
Suara gemuruh di langit terdengar hingga ke seluruh Kota Chang, dan setelah itu Cahaya merah di langit malam saling berbenturan hingga menciptakan langit menjadi terang redup secara bergantian.
"Siapa itu Taring Penghisap Darah paman?" tanya Fang An kepada Mu Yuan.
"Taring Penghisap Darah Mao Lin adalah pendiri kelompok Lembah Hantu, biasanya mereka menyebutnya Ketua Agung! Tapi Mao Lin dan Raja Pil adalah dua sosok yang sejak dulu sering bertarung saat pertama kali bertemu, ini sudah menjadi kebiasaan mereka!" kata Mu Zhi Tian yang membantu menjawab pertanyaan Fang An kepada Mu Yuan.
Fang An mengangguk lalu menatap ke langit malam yang sesekali menjadi terang akibat pertarungan dua Yu Jing, dia menatap Raja Chang yang ikut menatap langit lalu berpindah ke Mu Zhi Tian.
"Empat Yu Jing berkumpul di tempat yang sama!" batin Fang An yang tidak menduga akan melihat pertemuan para Yu Jing.
Suara gemuruh dan cahaya di langit terus bergerak menuju ke arah kota, setelah itu Chang Hanzi langsung terbang menyusul keduanya dan di ikuti oleh Mu Zhi Tian.
"Ayo kita juga ikut kesana!" kata Mu Yuan lalu semua orang segera melesat berlari menyusul Raja Chang dan Mu Zhi Tian.
Fang An tentu tidak ingin melewatkan semua itu, dia ingin melihat kehebatan pertarungan antar sesama Yu Jing elit yang sesungguhnya sehingga dia juga berlari, namun setelah berada cukup jauh, tiba-tiba saja tiga pemuda menghadangnya dan tanpa basa-basi salah satu pemuda itu menyerang Fang An.
"Kamu harus merasakan kemarahan ku pemuda Klan Fang! Terimalah ini."
"Cakar Kuku Kelelawar."
Pemuda itu langsung melesat dan menyerang Fang An tanpa alasan yang jelas, sedangkan Fang An yang mengetahui nama pemuda itu dari Mu Yi Ling hanya mengelak sedikit lalu menepis tangan pemuda itu.
"Kenapa kamu menyerang ku?" tanya Fang An kepada pemuda itu yang tidak lain adalah Mu Xao Tang dan dua temannya
"Aku ingin memberimu pelajaran!" jawab Mu Xao Tang lalu kembali menyerang Fang An.
__ADS_1