SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Pembunuh berdarah dingin


__ADS_3

Empat energi kapak hitam berusaha keras mendorong bola petir, namun nyatanya bola petir putih jauh lebih kuat dari yang mereka bayangkan.


Mai Xixi melirik Zao Long dan dua pria lainnya dengan tersenyum licik, dia berpura-pura menambahkan energinya seraya mundur sedikit demi sedikit ke belakang, sedangkan ketiga pria tua sama sekali tidak menyadari akan gerak gerik Mai Xixi.


"Majulah Inti Petir Putih..!" seru Fang An dan kemudian bola petir putih itu mendorong keempat energi kapak seraya melepaskan tekanan kuat dan juga sambaran petir putih yang mengerikan.


"Petir Dewa Penghancur."


Begitu Bola Petir putih itu hampir sampai di hadapan keempat Yu Zha, Fang An langsung berseru keras dan aura mengerikan segera dilepaskan oleh bola itu.


Mai Xixi yang sudah berada di belakang ketiga pria tua segera menghentikan perlawanannya setelah merasakan aura bola petir itu yang seperti akan segera berubah, dan tanpa sepengetahuan ketiga pria itu, dia mengumpulkan energinya dan dengan cepat memukul pundak ketiga rekannya hingga ketiga pria itu terpental ke depan dengan penuh keterkejutan, mereka jelas terkejut akan penghianatan Mai Xixi yang rela menjadikan mereka bertiga sebagai korban.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun di bawah tatapan keterkejutan ketiga rekannya, Mai Xixi langsung bergerak mundur secepat kilat, sedangkan ketiga pria tua langsung terkurung oleh Bola Petir Putih yang tiba-tiba saja berubah menjadi besar.


Mai Xixi yang sudah berada cukup jauh sangat terkejut melihat Bola Petir Putih yang sudah membesar, bola itu berputar sangat kencang seperti putaran gangsing, belum lagi sambaran petir dari langit yang jatuh menyambar bola itu lalu petir di dalam bola serta diluar menyambar apapun hingga hancur.


Putaran yang begitu kencang juga menciptakan badai angin yang membuat seluruh wilayah perkemahan langsung porak-poranda, sedangkan para anggota kelompok Kapak Kematian yang lain berlarian karena takut terkena dampak dari bola itu.


Setelah beberapa saat, bola itu kembali mengecil ke ukuran semula, dan terlihat sangat jelas ketiga pria tua itu yang terbaring dengan pakaian habis serta kulit tubuh mereka yang juga terkelupas seperti habis di kuliti.


Nafas ketiga pria tua itu tersenggal-senggal, namun itu tidak berlangsung lama karena setelah itu sebuah hisapan energi yang sangat kuat kembali muncul dari bola petir dan kemudian ledakan besar segera mengguncang seluruh wilayah Desa Lianxai hingga mencapai Gunung Yizan.


Gelombang energi yang terkirim dalam wujud angin menyebar hingga mencapai perkemahan Klan Fang, belum lagi suara gemuruh Guntur yang menggelegar bercampur dengan suara ledakan serta awan jamur kecil yang membumbung di udara.


Semua penduduk desa serta orang-orang yang ada di perkemahan memperhatikan kumpulan awan yang terus naik serta ada kilatan petir putihnya.


"Ini ledakan kedua, namun ledakan kali ini jauh lebih besar dari sebelumnya!" kata Mu Zhi Tian.


"Apa tidak sebaiknya kita kesana?" tanya Fang Xian.


"Fang An sudah meminta kita untuk tidak kemana-mana apapun nanti yang terjadi di luar perkemahan, kita diminta untuk tetap disini, dan kita turuti saja keinginannya," jawab Chang Hanzi.


"An'er!"


Fang Yin menatap gumpalan awan dengan penuh kekhawatiran, sebelumnya Fang An pernah mengatakan jika tidak jauh dari arah timur ada Markas Kelompok Kapak Kematian, namun dia tidak mengatakan jika akan pergi kesana untuk menyerang markas itu seorang diri.

__ADS_1


Di dalam desa juga lebih heboh, seluruh warga yang melihat itu bukannya semakin takut untuk keluar malah justru datang berbondong-bondong mendatangi lokasi ledakan, padahal kepala desa yang dibantu oleh Bai Xiang sudah berusaha untuk menghentikan mereka agar tidak kesana, namun mereka sama sekali tidak menghiraukannya, sebab mereka yakin jika Pahlawan muda mereka sudah menghancurkan markas Kelompok Kapak Kematian.


Kondisi di lokasi ledakan saat ini masih tertutupi oleh debu dan asap yang berterbangan, sedangkan hari sore semakin menjadi gelap akibat awan hitam yang berkumpul sekaligus awan ledakan yang semakin membuat awan hitam bertambah tebal.


Fang An mengeluarkan Pil Pemulihan diri setelah selesai menggunakan Teknik Petir Dewa Penghancur dari Inti Petir Putih nya, walau saat ini Fang An sudah mulai bisa mengendalikan Inti Petir Putih, namun tetap saja Fang An masih merasakan dampak dari efek penggunaan Inti Petir Putih.


Nafas Fang An sedikit memburu, untung saja tidak seperti sebelumnya yang langsung ambruk setelah menggunakan Inti Petir Putih.


Untuk meringankan efeknya Fang An memasukkan lagi Pedang Langit nya ke dalam cincin penyimpanan nya dan kemudian dia terbang ke atas.


Sejak awal Fang An sudah tahu jika Mai Xixi sempat meloloskan diri, oleh karena itu dia tidak ingin Mai Xixi pergi lebih jauh lagi, sebab dia pasti akan membangun kekuatan kelompoknya kembali, dan tanpa Mai Xixi sadari jika Fang An saat ini sudah berada di udara menatap dirinya yang tercengang melihat tubuh ketiga rekannya yang hancur di dalam ledakan bola petir.


"Anak muda itu memiliki teknik penghancur sekuat ini, andai aku tidak segera mundur, aku pasti akan ikut hancur di dalam ledakan tadi!" gumam Mai Xixi yang merasa lega karena berhasil selamat dari maut.


Sisa anggota yang masih selamat juga tidak berani mendekati bekas ledakan itu, bahkan Spirit Beast mereka saja semakin menjaga jarak karena merasakan aura dari Inti Petir Putih, hal ini membuktikan jika Inti Petir Putih memang memiliki kekuatan yang membuat Spirit Beast sekalipun tidak berani untuk menunjukkan kekuatan mereka secara sembarangan.


Mata Mai Xixi melihat ke sekelilingnya mencari keberadaan Fang An, namun dia tidak melihat keberadaannya sehingga berpikir jika Fang An kemungkinan besar sudah pergi.


"Akhirnya anak muda itu pergi juga, sekarang aku akan mengumpulkan anggota ku yang tersisa dan membawa mereka pergi sejauh mungkin untuk membangun kekuatan Kapak Hitam kembali!" kata Mai Xixi lalu dia berniat memanggil sisa anggotanya yang masih hidup.


Tepat saat dia masih kebingungan, salah satu Spirit Beast menatap ke atas sehingga membuat Mai Xixi juga ikut menatap ke langit, dan alangkah terkejutnya ketika melihat Fang An yang ternyata berada di udara menatap dirinya dengan tatapan tajam.


"Sial, ternyata anak muda itu bisa melayang seperti seorang Yu Zhu, jika seperti ini sia-sia semuanya!" kata Mai Xixi dengan tatapan tidak percaya.


"Mau kabur kemana kamu? Jangan kamu pikir aku tidak tahu jika kamu berhasil lolos dari seranganku tadi!" ucap Fang An.


Tenggorokan Mai Xixi bergulir menelan ludahnya di bawa tatapan dingin pemuda itu, saat ini dia melihat pemuda itu seperti seorang Yu Jing yang dapat dengan mudahnya mengambil nyawanya hanya dengan satu kibasan tangannya saja.


"Tuan Muda, tolong ampuni nyawaku! Aku janji tidak akan lagi membentuk kelompok lagi!" kata Mai Xixi.


"Benarkah? Kalau begitu baiklah, aku akan mengampuni sisa anggota mu, namun tidak untukmu!" kata Fang An lalu tangannya mengepal dan cahaya merah menyala serta kilatan petir biru yang mulai menyelimuti kepalan tangannya.


"A.A apa maksud Tuan muda?" tanya Mai Xixi yang mulai ketakutan.


"Aku sudah beberapa kali melihat orang-orang jahat sepertimu, menurut pendapatku orang-orang jahat seperti dirimu tidak pantas untuk diberikan kesempatan kedua, yang ada hanya akan semakin melakukan kejahatan yang lebih besar lagi, jadi jalan satu-satunya adalah mengirim orang-orang sepertimu ke alam baka menemui Raja Akhirat!" ucap Fang An yang matanya kembali memancarkan cahaya biru terang.

__ADS_1


Mai Xixi menggigit bibirnya mendengar keputusan yang diucapkan oleh Fang An, sebab yang diucapkan oleh Fang An memang sama seperti yang ia rencanakan, hal ini membuat Mai Xixi berpikir keras agar tidak mati dibunuh oleh pemuda yang masih melayang di udara.


"Baik aku mengaku jika yang kamu katakan itu memang benar, silahkan jika kamu ingin membunuhku!" ucap Mai Xixi dengan ekspresi yang meyakinkan Fang An jika dirinya benar-benar pasrah untuk di habisi.


Fang An menaikkan sebelah alisnya, baru kali ini dia berhadapan dengan lawan yang dengan mudahnya menyerah saat nyawanya sudah berada di dalam genggamannya, namun itu tidak membuat Fang An mengurungkan niatnya.


Fang An turun secara perlahan dengan tangan yang masih diselimuti oleh energi api dan petir, tepat saat kakinya akan mendarat di atas tanah, tiba-tiba saja Mai Xixi melemparkan kapak Hitam nya ke arah Fang An.


Fang An tentu sempat terkejut dengan serangan tiba-tiba itu, namun dia dengan mudahnya menepis kapak hitam itu dan kemudian dia melihat ke arah Mai Xixi yang sudah kabur dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Desa.


"Mau lari dariku? Tidak semudah itu!" ucap Fang An lalu tubuhnya mulai memancarkan kilatan cahaya sebelum akhirnya dia melesat jauh lebih tinggi dari kecepatan Mai Xixi.


Dengan menggunakan Teknik Langkah Petir nya, dengan sangat mudahnya Fang An sudah menyusul Mai Xixi bahkan sampai melewatinya lalu menghadangnya.


Mai Xixi jelas kaget karena gerakan Fang An yang lebih cepat dari dirinya, dan secara bersamaan, para warga desa yang ingin melihat bekas ledakan juga berada tepat di belakang Fang An.


"Kenapa mereka berada disini?" Fang An terkejut melihat para penduduk desa yang semakin banyak berdatangan.


Melihat penduduk desa yang semakin rame di belakangnya, Fang An jelas sangat khawatir, dan demi menghindari hal yang tidak dia inginkan, Fang An dengan kecepatan Langkah Petir nya melesat ke arah Mai Xixi dan meraih kerah bajunya lalu dia membawa Mai Xixi pergi ke arah timur.


Mai Xixi benar-benar seperti tikus yang dibawa oleh seekor kucing untuk dimangsa, dengan ketidakberdayaannya, dia hanya bisa diam saat Fang An menyeret kerah bajunya dan membawanya pergi jauh melewati bekas perkemahan nya.


"Fang An, jangan bunuh dia, aku ingin mengetahui sedikit informasi tentang kabar Sekte Pedang Langit ku saat ini!" kata Wang Lao Yi.


"Baik guru, aku akan membiarkan dia tetap hidup hingga guru mendapatkan informasi yang guru inginkan, setelah itu aku akan membunuhnya!" jawab Fang An.


Wang Lao Yi menghela nafas panjang, dia tahu jika sebenarnya Fang An terkena dampak dari nafsu membunuh, walau terlihat seperti biasa saja, namun sebenarnya Fang An sudah di kuasai oleh Hawa Nafsu nya untuk membunuh sehingga dia akan seperti seorang pembunuh berdarah dingin yang haus darah.


Fang An membawa pergi Mai Xixi menuju ke arah Air Terjun yang airnya berbau belerang, begitu sampai disana, dia segera pergi ke belakang air terjun dan benar saja disana memang ada goanya.


Fang An segera memasuki goa itu sekaligus membawa Mai Xixi ke dalamnya, sebab dia tidak akan meninggalkan Mai Xixi di luar, yang ada wanita itu justru akan kembali kabur.


Fang An segera melemparkan Mai Xixi ke salah satu batu hingga tubuh Mai Xixi menghantam keras ke batu itu, setelah itu dia mengulurkan tangannya dan cahaya petir ungu segera keluar membentuk sebuah tali sekaligus mengikat tubuh Mai Xixi.


"Untuk saat ini kamu aku biarkan tetap hidup, namun dengan syarat kamu harus menjawab beberapa pertanyaan nantinya!" kata Fang An sehingga membuat Mai Xixi menghela nafas lega mendengarnya.

__ADS_1


__ADS_2