
Semua murid lebih memilih untuk melihat pertandingan di kubu merah dari pada di kubu biru, karena para ketua di kubu merah memiliki keahlian yang tinggi serta Teknik-teknik Penghancur yang mengerikan, sedangkan di kubu biru, walau pertarungan mereka tidak kalah sengitnya dengan Monster di kubu merah, namun pertarungan kubu biru tidak se epik dari kubu merah.
Setelah pertarungan pertandingan dari kubu biru selesai, berikutnya adalah dari kubu merah, yaitu pertarungan antara Huang Yan ketua kelompok Rantai Putih melawan Meng Lin Ketua Kelompok Kipas Baja.
"Aku pikir adalah giliranmu melawan Lin Hang!" kata Yan Hang.
Fang An menggelengkan kepalanya, dia tidak begitu terburu-buru untuk segera bertanding, karena dia pasti akan berhadapan juga dengan Lin Hang mengingat pertandingan di kubu merah hanya tersisa dirinya yang akan melawan Lin Hang.
Di atas arena yang setengahnya sudah hancur karena pertandingan Sao Yi Feng berhadapan dengan Bing Xuyue, sudah ada empat sosok yang berdiri disana.
Huang Yan dengan Rantai Sabit putihnya berhadapan dengan Meng Lin yang memegang kipas besi di tangannya, dan kedua ketua kelompok itu sudah sama-sama melepaskan Qi mereka.
Begitu Han Yuwei menyuruh mereka untuk memulai pertarungan, kedua ketua kelompok itu langsung melesat untuk saling serang dan diikuti oleh rekan mereka masing-masing.
Benturan keras yang menyebabkan ledakan kuat melepaskan gelombang kejut besar yang membuat retakan di arena yang tersisa semakin melebar.
Huang Yan dengan Rantai Sabit putihnya dengan lihainya memainkan rantai tersebut sehingga rantai itu seperti memiliki kemampuan yang bisa memanjang dengan sendirinya, bahkan sabit di rantai tersebut bisa digerakkan dengan leluasa walau yang digerakkan adalah pangkal ujung rantainya.
Hanya saja serangan kejaran Rantai itu mampu dihindari oleh Meng Lin sekaligus melepaskan serangan kipas besinya yang bisa mengeluarkan jarum-jarum hitam yang sangat banyak ke arah Huang Yan.
Huang Yan jelas tahu jika semua jarum-jarum yang keluar dari dalam kipas Meng Lin memiliki racun, walau racun yang ada di jarum itu tidak mengancam nyawa, namun racun tersebut mampu untuk membuat Huang Yan kehabisan Energi karena racun itu berfungsi untuk menekan Qi nya agar tidak bisa digunakan.
Keduanya memang memiliki perbedaan posisi Ranking, namun dari segi kemampuan, keduanya memiliki kemampuan yang seimbang.
Suara ledakan dari benturan saling bersahut-sahutan dari pertarungan mereka yang ada di arena, sangat sulit untuk bisa melihat secara langsung karena kecepatan mereka dalam bergerak tidak akan bisa ditangkap oleh mata telanjang.
Pertarungan mereka yang begitu sengit berlangsung tidak begitu lama, karena mereka berempat akhirnya akan menggunakan Teknik terkuat mereka masing-masing untuk mengakhiri pertarungan.
Huang Yan mengalirkan Qi dalam jumlah yang sangat banyak ke Rantai Sabit putihnya dan kemudian pusaran energi di sekitar tubuhnya berputar sangat cepat, di sisi lain, Meng Lin juga mengeluarkan kipas yang lain sehingga dia memegang dua kipas besi lalu mengalirkan Qi nya ke kipas nya.
Pusaran energi dari kedua belah pihak membuat kerikil-kerikil dan batu berukuran tanggung ikut berputar dan setelah itu mereka berdua secara bersamaan melepaskan teknik serangan mereka masing-masing.
"Teknik Rantai Sabit Kematian."
__ADS_1
"Teknik Kibasan Kipas Kembar."
Rantai Sabit Huang Yan berputar seperti pusaran angin dan kemudian melesat ke arah Meng Lin dengan membawa pusaran angin di belakang yang diikuti oleh batu kerikil yang ikut melesat mengikuti Sabit Putihnya.
Meng Lin menyilangkan tangannya yang memegang kipas besi dan kemudian dengan seluruh kekuatannya, dia melepaskan dua kibasan kipas besi itu sehingga terciptalah badai angin yang dipenuhi oleh jarum-jarum hitam kecil kemudian badai tersebut seperti diserap dan berubah menjadi ribuan jarum yang membentuk jarum hitam besar.
Meng Lin mengibaskan kembali kipasnya dan kemudian jarum hitam besar kedua juga terbentuk lalu kedua jarum itu melesat ke arah Sabit yang menuju ke arahnya.
Kedua Teknik itu segera saling berbenturan satu sama lain, hal itu menciptakan sebuah gelombang kejut besar yang kembali membuat kerusakan yang lebih parah di arena.
Satu Jarum hitam langsung hancur setelah terkena putaran sabit putih, namun jarum hitam yang kedua segera menyusul dan menahan putaran Sabit tersebut.
Semakin lama kerusakan akibat benturan itu semakin meluas dan pada akhirnya kedua serangan yang saling beradu itu mencapai batas sehingga membuat sebuah ledakan besar yang sama seperti ledakan pertarungan antar Sao Yi Feng melawan Bing Xuyue.
Semua murid langsung terdiam saat ledakan besar itu menutupi seluruh arena, semuanya menunggu siapa yang akan mampu bertahan dari ledakan sebesar itu.
Tepat saat asap dan debu mulai menipis, ternyata Huang Yan dan Meng Lin sama-sama terhempas dan terbaring di pinggiran sisa arena yang belum sepenuhnya hancur, sedangkan kedua rekan masing-masing dari mereka sudah terbaring karena terkena imbas dari ledakan.
"Mereka sama-sama tumbang! Lalu siapa yang akan jadi pemenangnya, apakah ini akan dianggap seri?" kata salah satu murid.
Lao Yang He segera berpindah tempat dan muncul di arena untuk memeriksa kondisi keempat Petarung yang semuanya terbaring, Lao Yang He memastikan mereka satu persatu dan ternyata mereka benar-benar tidak sadarkan diri.
Lao Yang He menoleh ke arah Xhang Gugu seraya menggelengkan kepalanya, yang artinya tidak ada satupun yang menang atau kalah, yaitu hasilnya seri.
Xhang Gugu menghela nafas panjang dan kemudian dia berniat untuk mengumumkan pemenangnya, namun belum sempat dia mengumumkannya, Huang Yan tiba-tiba sadar, namun dia benar-benar kehabisan Qi.
Huang Yan berusaha bangkit dan dia melihat ke arah Meng Lin yang masih belum sadar, sedangkan Lao Yang He segera menghampiri Huang Yan.
"Murid Huang, bagaimana kondisimu?" tanya Lao Yang He.
"Qi ku habis, dan tulang lengan kiri ku patah, sepertinya aku tidak akan sanggup bertanding kembali di babak terakhir karena tulang lengan ini tidak akan pulih dalam waktu singkat!" jawab Huang Yan.
"Tapi kamu sudah sadar dan bangkit sebelum Tetua Xhang Mengumumkan hasil pertandingan mu melawan Meng Lin, karena kamu yang lebih dulu sadar dan mampu bangkit, maka pemenangnya adalah dirimu!" kata Lao Yang He.
__ADS_1
Huang Yan merasa senang mendengarnya, akhirnya dia masih memegang posisi ketiga, hanya saja dia tidak bisa menunjukkan rasa senangnya karena tulang lengan yang patah membuatnya tidak akan bisa ikut bertanding lagi di babak final.
"Sekarang adalah pertandingan yang terakhir, yaitu pertandingan Fang An Ketua Kelompok Petir Langit berhadapan dengan Lin Hang Ketua Kelompok Pedang Bintang! Karena ini adalah Pertandingan terakhir serta permintaan Lin Hang sendiri, jadi mereka akan tetap bertarung walau arena sudah hampir hancur!" kata Xhang Gugu.
Mengingat pertandingan terakhir adalah pertandingan di luar rencana, jadi pertandingan tersebut akan tetap dilaksanakan walau arena sudah lebih dari setengahnya yang hancur.
Pertandingan itu adalah sebuah permintaan serta tantangan dari Lin Hang untuk Fang An, oleh karena itu pertandingan mereka adalah pertandingan di luar perencanaan, belum lagi mereka berdua memang dua calon kandidat pemenang untuk masuk ke babak final.
"Aku minta kedua peserta untuk segera ke arena!" ucap Xhang Gugu dan kemudian Lin Hang langsung melompat dengan gayanya yang menurut para gadis-gadis sangat keren.
"Berhati-hatilah Ketua!" kata Zang Mei dan juga Ying Huo.
Fang An mengangguk dan kemudian tubuhnya mulai mengeluarkan percikan petir lalu Fang An tiba-tiba saja menghilang dari hadapan para anggotanya.
Semua murid-murid melihat cahaya di udara dan cahaya itu berasal dari tubuh sosok seorang pemuda berambut putih yang turun dengan kecepatan tinggi ke arena, begitu tubuhnya mendarat di arena, ledakan sambaran petir menyebar keseluruh arena.
"Kecepatan Ketua Petir Langit memang sangat luar biasa, dia tidak hanya sangat cepat seperti petir, namun juga sangat kuat, tapi apakah dia akan mampu mengalahkan Senior Lin Hang?" kata para murid-murid yang mulai mengakui kemampuan Fang An dalam hal kecepatan serta mulai mempertanyakan akan kemampuan Fang An yang akan melawan seniornya yang memiliki kemampuan separuh dari tingkat kemampuan yang dimiliki Fang An.
Fang An memang sangat kuat dan memiliki kecepatan yang tidak diragukan lagi, hanya saja kemampuannya yang baru mencapai tahap Yu Zha Tingkat 5, dia harus berhadapan dengan Lin Hang yang merupakan murid senior paling kuat dan berada di tahap Puncak Yu Zha Tingkat 9.
"Keluarkan dan tunjukkan semua kemampuan yang kamu miliki murid Fang?" kata Lin Hang berbicara seraya menunjuk Fang An dengan pedang hitamnya.
"Mohon bimbingannya Senior!" kata Fang An dan kemudian dia mengeluarkan Pedang biru besarnya dari dalam cincinnya.
"Baiklah kalau kalian berdua sudah siap, pertandingan terakhir silahkan dimulai!" kata Han Yuwei.
Tubuh Lin Hang dan Fang An sama-sama mengeluarkan aura masing-masing dan kemudian Qi mereka menyelimuti tubuh mereka lalu membentuk Zirah Petarung masing-masing.
"Mulai!"
Fang An dan Lin Hang bergerak maju secara hampir bersamaan, dan kemudian mereka berdua saling membenturkan kedua pusaka mereka sehingga sebuah dentuman keras yang disertai dengan gelombang kejut yang membuat semua murid yang berada di lantai bawah harus menahan gelombang kejut itu dengan sihir segel mereka masing-masing, jika tidak menahannya, maka para murid pasti akan terhempas oleh gelombang kejut yang sangat kuat.
***
__ADS_1
Kepada para teman-teman pembaca semuanya, tolong jangan mencantumkan Nomor hp kalian di kolom komentar, takutnya ada oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengatas namakan diri saya untuk melakukan penipuan, jika kalian ingin bertanya secara langsung kepada saya, kunjungi profil aku saya disini, dan jika kalian sudah berteman dengan saya di akun ini, kalian bisa mengirim Pesan di akun profil saya, dan disana semua pesan kalian akan aman karena hanya saya saja yang bisa membaca sekaligus membacanya, atau kalian bisa kunjungi Group adicipto, karena semua informasi mengenai SS 2 ada di pengumuman Pin, terima kasih.