SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Trauma


__ADS_3

***


"Apakah dia belum datang?"


"Belum kakek!"


Bai Xiang memperhatikan delapan ekor laba-laba besar hitam serta kedelapan penunggangnya, belum lagi ada sepuluh orang yang tidak menaiki Spirit Beast.


"Lang'er, bersembunyilah jika mereka datang ke tempat ini!" kata Bai Xiang.


"Tapi kakek mau melakukan apa?" tanya Bai Lang.


"Aku akan mengulur waktu hingga temanmu itu datang!" jawab Bai Xiang.


Bai Xiang sendiri adalah seorang Kultivator, namun hanya berada di tahap Yu Zhe Tingkat 4, dan dia juga menguasai beberapa ilmu pengobatan biasa, namun mengerti akan beberapa bahan rempah-rempah yang langka.


Bai Lang dan Bai Xiang terus memperhatikan ke delapan belas Kelompok Kapak Kematian yang menyeret beberapa warga yang menolak membukakan pintu mereka, tentu saja mereka ingin menjarah barang berharga milik para Warga.


"Beraninya kalian menutup pintu saat kami datang! Apakah kalian sudah bosan hidup?"


Seorang pria berbadan kekar yang duduk di atas Spirit Beast nya melotot seraya mengarahkan kepak nya ke arah para warga yang ketakutan.


"Ampun Tuan! Tolong jangan ambil barang-barang berharga saya," salah seorang wanita menangis meminta belas kasihan mereka seraya berlutut.


"Plaakkk!"


Tamparan keras segera mendarat di pipi wanita itu hingga tubuh wanita itu berputar dan jatuh dengan posisi miring, sedangkan orang yang menamparnya menghampirinya dan membentaknya dengan menjambak rambut wanita itu seraya mengalungkan kapaknya ke leher sang wanita yang mulutnya berdarah akibat terkena tamparan.


"Siapa yang menyuruhmu bicara ha?" tanyanya kepada wanita itu yang masih menangis dengan pipi memar serta wajahnya yang ketakutan.


Semua warga yang melihat itu hanya bisa menundukkan kepalanya tanpa bisa berbuat apa-apa, sedangkan Bai Xiang yang melihat agak jauh juga juga hanya bisa diam.


"Siapa saja yang berani bersuara tanpa kami minta, maka nasibnya akan sama seperti wanita ini!" ucap pria tersebut dengan menekan kapaknya.


Semuanya segera menutup mata karena tidak sanggup melihat akan apa yang akan terjadi, sedangkan wanita tak berdaya itu sangat panik dan ketakutan dengan menangis sejadi-jadinya sebelum akhirnya kapak itu langsung menggorok lehernya, dan suara tangis wanita itu langsung terhenti.


Hanya suara erangan sesaat sebelum akhirnya pria itu melepas rambut wanita itu yang sudah dia gorok lehernya, dan wanita tersebut menggelepar dengan leher yang sudah menganga dan darah terus keluar dan akhirnya wanita itu tak bergerak lagi.


Air mata wanita itu masih ada yang keluar walau dia sudah mati, sedangkan Bai Lang yang tidak mampu menyaksikan pembunuhan itu menutup matanya rapat-rapat dengan kedua telapak tangannya.

__ADS_1


"Kakak.!" Seorang pemuda kurus memanggil wanita yang sudah tak bernyawa itu dengan suara sedih, namun dia juga tidak bisa mendekati mayat kakaknya karena dia juga ditahan oleh beberapa warga, sebab jika dia dibiarkan takutnya pemuda kurus itu juga akan dibunuh oleh kelompok keji itu.


"Kalian cepat geledah semua rumah dan ambil semua barang-barang berharga!" kata Pria kekar yang duduk di atas Spirit Beast nya.


Kesepuluh anggota di bawahnya segera memasuki setiap rumah, secara bergiliran dari satu rumah kerumah yang lain, sedangkan para warga hanya bisa pasrah dengan isak tangis dan juga saling berdekapan dengan keluarga masing-masing.


Tiga orang penunggang Spirit Beast melihat kearah Bai Xiang dan Bai Lang berada, dan mereka bertiga segera menghampiri Bai Xiang.


"Lang'er, pindahlah kebelakangku!" kata Bai Xiang.


Bai Lang segera menurut dan dia berpindah agak jauh di belakang Bai Xiang, sedangkan ketiga penunggang Spirit Beast sudah sampai di hadapan Bai Xiang.


"Hai kakek tua! Kamu pedagang disini kan?" tanya salah satu penunggang Spirit Beast dengan nada kasar.


"I..iya tuan!" jawab Bai Xiang.


"Mana hasil jualanmu hari ini, cepat serahkan ke kami, jika tidak nasibmu dan juga pemuda di belakangmu itu akan berakhir sama seperti wanita itu!" bentaknya.


"Jangan tuan, jangan sakiti kami! Baik kami akan menyerahkan hasil jualan kami hari ini!" kata Bai Xiang lalu dia mengeluarkan kantong kecil dan melemparkannya ke arah mereka.


Salah satu dari mereka segera menangkapnya lalu mengeluarkan isi dalam kantong itu, dan ternyata isinya hanya beberapa koin perak dan dua koin emas.


Kaki Bai Lang gemetar saat melihat kapak orang itu mengarah ke leher kakeknya, masih trauma akan wanita yang mati di gorok oleh salah satu dari mereka dengan menggunakan kapak.


"Tapi tuan, hanya itu saja yang kami dapatkan hari ini, sebab tidak ada orang yang mengunjungi pasar hari ini!" jawab Bai Xiang.


"Benar-benar sudah bosan hidup! Hai kalian cepat periksa barang dagangannya!" kata pria itu kepada kedua rekannya.


Kedua penunggang Spirit Beast itu langsung melompat turun, mereka berdua mengacak-ngacak barang dagangan Bai Xiang seraya mencari sesuatu yang menarik untuk mereka ambil.


Namun mereka tidak menemukan apa-apa selain bahan-bahan untuk membuat obat, hal ini membuat pria yang mengarahkan kapak ke leher Bai Xiang menjadi geram.


"Dasar pedagang tua tidak berguna, lebih baik kalian berdua mati saja!" ucapnya lalu segera mengayunkan kapaknya ke leher Bai Xiang.


"Tidak jangan bunuh kakek ku!" seru Bai Lang saat melihat pria itu mulai mengayunkan kapaknya.


Bai Xiang yang hanya bisa pasrah tersenyum kepada Bai Lang dan dia menutup mata menunggu kapak itu memotong lehernya.


Saat kapak itu hampir sampai di leher Bai Xiang, tiba-tiba saja suara gemuruh dari arah pintu masuk desa terdengar seperti badai angin yang akan datang.

__ADS_1


Semuanya segera menoleh ke arah sumber suara gemuruh tersebut termasuk pria yang ingin menebas leher Bai Xiang, mereka semua melihat tiga cahaya di gelapnya malam melesat dengan kecepatan kilat menuju ke arah mereka.


Para penunggang Spirit Beast segera berbaris karena merasakan kekuatan yang sangat besar sedang menuju ke arah mereka.


Sebuah cahaya kilat tiba-tiba saja melesat melewati barisan Spirit Beast tanpa bisa terlihat jejaknya, dan kemudian pria yang ingin membunuh Bai Xiang tiba-tiba saja terhempas menabrak gerobak jualan hingga hancur.


Hal itu membuat semuanya terkejut bukan main, dan setelah itu mereka melihat seorang anak muda berambut putih sudah berdiri memunggungi Bai Xiang.


Pria yang terhempas di gerobak itu kembali bangkit dengan mengalami beberapa luka goresan kecil di lengannya.


"Siapa kamu!" tanya dua orang yang berada di hadapan Fang An.


"Aku adalah teman orang yang ingin kamu bunuh!" jawab anak muda itu dengan kedua kepalan tangannya memunculkan kilatan kecil kecil.


"Teman, akhirnya kamu datang juga!" kata Bai Lang yang merasa bahagia karena Fang An benar-benar datang untuk menolongnya.


"Kalian berdua mundurlah, serahkan semuanya pada kami!" kata anak muda itu yang tidak lain adalah Fang An.


"Baru berada di tahan Yu Zhi saja kamu mau melawan kami? Jangan mimpi! Lebih baik kamu jadi makanan Spirit Beast kami saja!" kata salah satu pria itu lalu dia dan Spirit Beast nya langsung melesat ke arah Fang An.


Baru saja maju beberapa meter, Singa Es tiba-tiba saja muncul di hadapan laba-laba tersebut dan kemudian dengan sekali cakar, tubuh laba-laba itu langsung berubah menjadi Es.


"Spirit Beast Bumi 3..!"


Para kelompok Kapak Kematian sama-sama terkejut saat mengetahui jika Singa Putih itu adalah Spirit Beast Bumi 3.


"Groarrr..!"


Singa Es meraung keras dan kemudian kabut dingin segera menyebar ke segala arah, sedangkan para Spirit Beast Laba-laba itu langsung menjauhi Singa Es.


Fang An menatap kearah para warga yang masih ketakutan itu dan kemudian dia melihat sesosok mayat wanita yang terbaring di tanah, hal itu yang membuat


"Kalian benar-benar kelompok para binatang! Siang Es, habisi saja semua Spirit Beast itu!" seru Fang An dan di jawab dengan auman dari Singa Es.


Para Kelompok Kapak Kematian mengangkat kapak mereka masing-masing setelah mendengar teriakkan Fang An, hanya saja mereka semua tiba-tiba saja tidak mampu berdiri, mereka merasa seperti ada gunung besar di pundak mereka.


Saat melihat ke atas, mereka melihat ada pria tua sedang melayang di udara, dan kakek tua itu menatap mereka semua dengan mata bercahaya merah.


"Seorang Yu Zhu!" kata salah satu dari mereka yang menyadari kekuatan sosok tersebut, dan sosok tersebut tidak lain adalah Gu Yao He.

__ADS_1


__ADS_2