
***
Para calon murid baru yang sudah lolos dari pertandingan di tahap Yu Zao sebanyak lima belas murid, dan di tahap Yu Zhe juga lima belas. Saat ini putaran pertandingan sudah masuk ke tahap Yu Zhi, dan ini adalah tahap terakhir dan juga terkuat.
Pertandingan antar Yu Zhe berlangsung hingga sepertiga malam, dan salah satu pemenangnya adalah Yan Hang, dan kini sudah tiba saat-saat pertandingan yang terakhir untuk mencari calon murid berbakat dan akan berkesempatan untuk masuk ke babak kedua.
"Semuanya, kini sudah tiba bagi calon murid yang memiliki kemampuan Yu Zhi untuk bertanding, di pertandingan kali ini kami akan memanggil nama-nama murid yang terpilih, dan sebelum itu aku Fa Ling ingin meminta kepada salah satu murid yang kami tunggu selama tiga tahun ini untuk masuk lebih dulu ke arena!" kata seorang pria paruh baya yang menghentikan kalimatnya seraya menatap kesemua kursi penonton.
Semua calon siswa saling berpandangan satu sama lain dan juga sangat penasaran akan siapa calon siswa yang di maksud itu, begitu juga dengan Yan Hang yang melihat kesana kemari, namun pandangannya justru menemukan keberadaan Tang Chin dan rombongannya yang sudah berada di kursi batu tidak jauh darinya.
Tang Chin tersenyum ramah kepada Yan Hang saat Yan Hang melihat kearahnya, sikapnya benar-benar berubah dari yang awalnya tidak peduli kini justru tersenyum ramah, dan Yan Hang yakin semua itu disebabkan oleh kekalahannya melawan Fang An.
Yan Hang membalas senyuman Tang Chin dan kemudian dia berbicara kepada Fang An. "Kira-kira siapa murid yang di maksud oleh ketua Fa Ling?" tanya Yan Hang.
Fang An hanya terdiam, hati kecilnya sedikit bergerak dan menatap Fa Ling yang masih berdiri di atas dengan tatapannya yang menyapu seluruh calon murid baru, dia yakin jika murid yang di maksud oleh Fa Ling adalah dirinya.
"Aku minta kepada murid Fang untuk turun ke arena, karena kamu adalah murid yang terlambat datang serta kemampuanmu saat ini tidak cocok untuk bertanding dengan calon murid disini!" kata Fa Ling.
"Murid Fang? Apakah yang ketua Fa maksud adalah dirimu?" tanya Yan Hang yang terkejut mendengarnya.
Jangankan Yan Hang, bahkan Tang Chin dan rombongannya juga sama terkejutnya walau mereka sudah tahu kemampuan Fang An, lagi pula kemampuan Fang An memang tidak cocok untuk bertanding dengan para murid baru, sebab kemampuan Fang An sudah jauh lebih tinggi dari semua calon murid yang ada.
Yan Hang dan Tang Chin berserta rombongannya saja yang mengenal Fang An, sedangkan yang lainnya sama sekali tidak tahu siapa nama murid Fang yang dimaksud.
"Murid Fang, sekali lagi aku minta padamu untuk turun ke arena!" kata Fa Ling.
Fang An yang awalnya ingin menolak untuk bangkit akhirnya tidak memiliki pilihan lain lagi, dia bangkit dari tempat duduknya sehingga semua mata tertuju kepada pemuda berambut putih itu.
"Itu anak yang di maksud?" kata salah satu murid yang usianya dua tahun lebih tua dari Fang An.
"Hanya telat tiga tahun, kenapa ketua Fa bilang jika kemampuan anak itu tidak cocok untuk bertanding dengan kita?"
Pembicaraan mulai terdengar di setiap para murid yang memiliki kemampuan Yu Zhi, di samping itu usia Fang An juga masih terlihat seperti baru berusia 15 hingga 16 tahun.
Fang An yang diikuti oleh Singa Es melangkah turun ke arena pertandingan tanpa mempedulikan para murid yang membicarakan dirinya, dan dari semua murid yang memiliki kemampuan Yu Zhi, hanya Tang Chin saja yang diam.
Fang An segera memasuki arena pertandingan dan kemudian dia menghadap ke arah para ketua seraya menangkupkan kedua tangannya memberi hormat kepada mereka, sedangkan tatapan Fa Ling tertuju kepada Singa Es.
"Murid Fang, seharusnya kamu menjadi murid sejak tiga tahun yang lalu, dan kami terus menunggu kedatanganmu, andai bukan karena permintaan Dewi Feniks Es, mungkin kami sudah menolak dirimu," kata Fa Ling.
"Maaf atas keterlambatan saya ketua, ada masalah di dalam Klan saya yang harus saya selesaikan dulu, itu sebabnya saya menunda perjalanan saya!" jawab Fang An.
"Maaf Ketua Fa, kenapa anak ini tidak diijinkan untuk bertanding dengan kami? Jangan bilang ketua akan meloloskan anak ini tanpa melakukan pertandingan apapun?" tanya salah satu pemuda berpakaian hitam dan hijau dengan rambut panjang terikat kebelakang.
"Itu memang benar Murid Lang, dia akan diloloskan tanpa bertanding dengan siapapun dan ini sudah disepakati oleh para tetua," jawab Fa Ling.
"Kami menolak dan tidak menyetujui keputusan itu! Bagaimanapun juga murid Fang harus tetap bertanding, jika tidak kami semua akan menantangnya untuk melihat apakah dia layak lolos atau tidak!" seru salah satu gadis berusia 15 tahun.
__ADS_1
"Dengarkan dulu penjelasan ku, kemampuan Murid Fang memang tidak cocok untuk kalian, aku minta kalian jangan bertindak ceroboh!" kata Fa Ling yang kembali mengingatkan semua calon murid yang protes.
Fa Ling memang tidak berniat untuk memberitahukan kepada para calon murid jika kemampuan Fang An berada di tahap Yu Zha, jika tidak akan banyak kecemburuan dari para murid, terlebih lagi para murid yang memiliki kemampuan puncak Yu Zhi pasti akan menantang Fang An dengan cara bergandengan tangan, sebab mereka akan menganggap Fang An sebagai ancaman.
"Maaf Ketua dan teman-teman semua! Kedatanganku ke tempat ini bukan untuk mencari permusuhan dengan kalian, jika memang keputusan para tetua membuat kalian tidak senang, aku secara pribadi ingin meminta maaf," kata Fang An.
"Ketua! Maaf jika saya lancang, tapi saya ingin menantang Murid Fang itu, jika saya kalah, saya siap untuk di eliminasi dan akan masuk di minggu depan!" kata salah satu pemuda kepada Fa Ling.
"Apa kamu yakin dan tidak menyesal?" tanya Fa Ling.
"Sangat yakin Ketua!" jawab pemuda tersebut.
"Ketua saya juga ingin menantangnya!"
"Saya juga!"
Satu persatu para murid berkemampuan Yu Zhi mulai mengajukan diri untuk menantang Fang An, hal ini membuat Fa Ling dan para tetua hanya menggelengkan kepala mereka.
Mereka sengaja meloloskan Fang An agar hal seperti sekarang ini tidak terjadi, namun ternyata hal yang di khawatir justru semakin membuat para calon siswa merasa iri merasa tertantang, dan saat ini sudah lebih dari dua puluh calon siswa berkemampuan Yu Zhi yang sudah menantang Fang An.
Fa Ling menoleh ke arah tiga Tetua yang duduk di kursi mereka, ketiga tetua itu mengangguk pelan, mereka terpaksa menyetujui keinginan para calon murid itu, jika sampai di tolak, takutnya situasinya akan semakin kacau.
"Murid Fang, bagaimana tanggapanmu, apakah kamu menerima tantangan mereka?" tanya Fa Ling.
"Jika para Tetua mengijinkan, maka saya tidak memiliki alasan lagi untuk menolak tantangan mereka!" jawab Fang An.
"Itu karena mereka belum tahu, andai Tuan muda juga tidak tahu seperti mereka, pasti Tuan muda akan ikut menantangnya seperti di saat berada di Desa Hundi," kata salah satu gurunya.
"Guru Yang, sudah kubilang jangan lagi memanggil ku Tuan muda, aku adalah murid mu, jadi panggil saja namaku secara langsung!" ucap Tang Chin.
Semenjak dia dikalahkan oleh Fang An serta mendapatkan beberapa pencerahan dari Fang An, Tang Chin sadar jika selama ini sikapnya telah kelewat batas, bahkan Tang Chin yang sudah sadar langsung memanggil ketiga pelindungnya dengan panggilan guru dan meminta mereka untuk tidak lagi memanggilnya Tuan muda.
Tentu saja ketiga gurunya merasa senang karena Tang Chin sudah berubah dan mengakui mereka bertiga sebagai gurunya, hanya saja kebiasaan mereka memanggil Tang Chin dengan panggilan Tuan muda sangat sulit untuk diubah dan butuh waktu bagi ketiganya untuk bisa memanggil Tang Chin dengan panggilan nama ataupun memanggilnya dengan panggilan murid.
Yan Hang hanya menggelengkan kepalanya, dia tentu memiliki pemikiran yang sama seperti Tang Chin sehingga Yan Hang sangat menyayangkan kecerobohan mereka.
"Kalau begitu biar aku yang lebih dulu menghadapinya!" kata seorang pemuda berusia 17 tahun.
Tanpa memperdulikan para murid lainnya yang memprotes dirinya, pemuda itu langsung melompat dari kursinya dan kemudian tubuhnya mendarat dengan sangat keras di arena pertandingan, beberapa retakan langsung melebar setelah pemuda itu jatuh berdiri di lantai batu arena.
Pemuda itu tersenyum sinis menatap Fang An kemudian dia berbalik dan menangkupkan kedua tangannya kepada para tetua, setelah itu dia berbalik sekaligus mengeluarkan sebilah Pedang Spiritual nya yang berbentuk sebilah Pedang kayu.
"Namaku Jian Kang, aku yang akan mengalahkan mu agar para tetua tahu siapa yang sebenarnya paling layak lolos tanpa bertanding dengan siapapun!" ucap Jian Kang.
"Sings Es, kembalilah ke tempat Yan Hang," kata Fang An kepada Singa Es nya.
Setelah Singa Es kembali ke tempat Yan Hang, Fang An berbalik seraya menangkupkan tangannya. "Namaku Fang An, aku juga tidak mengharapkan semua ini, namun jika kamu memaksa ingin melawanku, aku dengan senang hati menerimanya!" jawab Fang An.
__ADS_1
"Cuih! Dasar bocah sombong, aku akan membuatmu malu di hadapan para Tetua serta calon murid yang lainnya," kata Jian Kang lalu dia menempelkan Kertas Mantra Sihir Ling ke pedangnya setelah itu dia mengalirkan energi dari Spirit Root nya lalu melesat maju menyerang Fang An.
"Spirit Root Elemen Tanah ya!" kata Fang An yang memperhatikan pedang Jian Kang mulai ditutupi oleh debu sehingga pedang tersebut terlihat seperti pedang tanah.
"Tebasan Pedang Seribu Debu."
Jian Kang yang melesat dengan menggunakan kemampuan lari yang didukung oleh elemen tanahnya langsung melepaskan serangan ke arah Fang An, dimana di setiap serangannya akan melepaskan debu yang mampu membuat goresan besar di lantai batu.
Semua dapat merasakan tingkat kemampuan Jian Kang yang sudah berada di tahap Yu Zhi Tingkat 8, hal itu membuat Tang Chin menepuk jidatnya sendiri.
Tang Chin yang berada di tahap puncak Yu Zhi saja tidak mampu untuk menyerang Fang An, justru dia dapat dikalahkan dengan sangat mudah oleh pemuda berpakaian biru dan berambut putih itu.
Fang An sendiri dengan sangat mudahnya menghindari setiap serangan yang sangat mematikan jika sampai mengenainya, hanya saja serangan tersebut tidak hanya bisa dibaca, bahkan Fang An dapat melihat kelemahan serangan Jian Kang.
Semua yang melihat gerakan Fang An yang menghindari setiap serangan Jian Kang hanya bisa terpana, sebab tubuh Fang An terlihat seperti sangat ringan dan tubuhnya seperti kapas yang bergerak dengan lembut menghindari setiap serangan Jian Kang.
Fang An menggunakan teknik yang ia pelajari dari Wang Lao Yi, yaitu teknik serangan tanpa pedang, teknik itu adalah salah satu seni beladiri yang mendukung teknik meringankan tubuh, jadi Fang An akan bisa bergerak seperti sebuah kapas yang ringan yang mengambang seperti diangkat oleh angin.
Jian Kang yang semakin kesal karena setiap serangannya sama sekali tidak bisa menyentuh tubuh Fang An kini mengeluarkan Kertas Mantra Sihir Ling nya kembali, kali ini dia menambahkan energi pada pedangnya agar bisa melukai Fang An.
Serangan Jian Kang kembali ditingkatkan hingga mencapai batasnya, setiap serangannya semakin kuat dan mampu membuat retakan di arena, hanya saja semua serangannya tetap tidak bisa menyentuh tubuh Fang An.
"Maafkan saya senior!"
Kata Fang An yang tiba-tiba saja menangkap pedang Jian Kang dengan tangan kosong, hal itu membuat Jian Kang terkejut dan juga tidak percaya jika Fang An dapat menangkap pedangnya dengan begitu mudahnya.
Bahkan semua siswa juga sama terkejutnya kecuali Tang Chin dan kelompoknya, sedangkan Yan Hang langsung bangkit seraya berseru keras, "Beri dia pelajaran Fang An!" seru Yan Hang sehingga membuat semua tatapan tertuju padanya.
Jian Kang berusaha menarik kembali pedangnya, namun pedangnya itu tidak bisa dilepaskan dari tangan Fang An, dan Fang An dengan gerakan sedikit pelan menarik tangan kirinya yang sudah mengepal lalu dengan cepat mendorong maju ke arah perut Jian Kang.
Saat hampir menyentuh perut Jian Kang, Fang An merubah tangannya yang mengepal menjadi sebuah tapak lalu dengan mulusnya mengenai perut Jian Kang sehingga tubuh Jian Kang terlempar jauh hingga keluar dari arena.
Semuanya menjadi hening saat melihat Jian Kang yang sudah keluar dari arena, Jian Kang hanya merasakan sedikit sakit di bagian perutnya, dan dia berdiri mematung menatap Fang An yang masih berdiri di dalam arena, bahkan pedang Jian Kang masih berada di tangan Fang An.
Fang An sengaja merubah tangannya karena tidak ingin melukai Jian Kang, karena itulah Jian Kang tidak mengalami luka serius setelah terkena pukulan tapaknya.
Yan Hang langsung bersorak gembira memecahkan keheningan di tempat itu, sedangkan yang lainnya yang sama sekali tidak memiliki permusuhan dengan Fang An langsung bertepuk tangan termasuk Tang Chin.
"Tidak masuk akal! Bagaimana bisa serangan seperti itu bisa melemparnya hingga keluar dari arena?"
Para calon siswa Yu Zhi yang masih tidak percaya saling berbicara karena mereka merasa aneh saja kepada Fang An, sedangkan Fa Ling yang ingin mengumumkan kemenangan Fang An tiba-tiba saja terhenti saat seorang pemuda lebih dulu berseru kepada Fang An.
"Sekarang giliran ku yang akan melawannya!" ucap pemuda tersebut dan kemudian dia melompat lalu mendarat tepat di hadapan Fang An.
Fang An melemparkan pedang milik Jian Kang kembali kepada Jian Kang, sedangkan Jian Kang dengan wajah malu karena kalah berjalan ke kursinya, dan Jian Kang hanya bisa diam dibawah tatapan kecewa para calon murid yang mendukungnya.
"Namaku Ying Huo dari Desa Peiwe, aku ingin menantang mu!" kata pemuda itu yang mengenalkan dirinya sendiri bernama Ying Huo.
__ADS_1