SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Kutukan


__ADS_3

***


Taman Kota Funsu biasanya hanya digunakan untuk orang-orang yang ingin menikmati indahnya bunga-bunga serta monumen yang ada disana. Namun saat ini Taman Kota sudah terlihat prajurit bersenjata lengkap mulai berjaga-jaga.


Di tengah-tengah taman ada panggung kayu dengan ada sosok perempuan paruh baya yang diikat tangannya ke kayu melintang, kondisi wanita paruh baya itu sangat berantakan dengan rambut yang acak-acakan.


Banyak warga yang berkumpul disana untuk menyaksikan sebuah hukuman eksekusi mati, berbagai obrolan kecil terdengar dari para penduduk kota di sana, ada yang merasa kasihan, namun ada juga yang mengatakan jika wanita paruh baya itu sangat bodoh karena berani mengaku-ngaku sebagai Istri Walikota.


"Para warga ku sekalian! Hari ini adalah hari untuk melakukan hukuman kepada orang yang berani mencoreng nama baik ku. Ini sebagai pelajaran kepada kalian agar tidak berani mencoba-coba melakukan hal yang sama seperti wanita ini!" kata Xia Ding yang berdiri di atas sebuah panggung lebih tinggi dari panggung eksekusi.


"Jing Chiyi, lebih baik kamu mengaku saja kalau kamu itu berbohong dengan mengaku-ngaku sebagai istriku, jika kamu mengakui itu, aku akan meringankan hukuman ini agar kamu bisa bertemu dengan kedua anakmu itu!" kata Xia Ding kepada Jing Chiyi.


"Kamu adalah laki-laki berhati binatang! Aku tidak keberatan jika kamu tidak mau mengakuiku sebagai istrimu, tapi kamu tidak bisa mengingkari kedua darah dagingmu sendiri Xia Ding," jawab Jing Chiyi dengan suara lemah.


"Kamu ini benar-benar sangat keras kepala! Baiklah jika kamu masih bersikeras, kamu akan aku kirim ke akhirat setelah itu kedua anakmu akan segera menyusulmu," kata Xia Ding kemudian dia berseru kepada algojonya.


"Segera lakukan eksekusi ini!" kata Xia Ding kepada algojonya yang memiliki tubuh besar dan kekar dengan golok besarnya.


"Bajingan kamu Xia Ding! Demi langit dan bumi aku mengutuk mu mati dengan cara yang paling menyedihkan, bahkan jasadmu akan direndahkan bahkan lebih rendah dari bangkai Binatang!" 


"Jdarrr!"


Tepat saat Jing Chiyi menyelesaikan kutukannya, tiba-tiba saja langit yang cerah seketika itu langsung mendung serta sambaran petir juga muncul dengan melepaskan suara Gemuruh Guntur yang sangat keras hingga mengejutkan semua orang yang ada disana. 


"Ini tanda-tanda jika kutukan wanita itu akan menjadi kenyataan! Jangan-jangan wanita itu memang istrinya."


Semua orang segera menjadi riuh akibat suara Guntur keras setelah Jing Chiyi menyelesaikan kutukannya, dan anehnya secara bersamaan angin tiba-tiba saja berhembus kencang seolah-olah akan datang badai besar.


"Hanya perubahan cuaca saja, apa yang perlu dikhawatirkan ha? Cepat penggal kepalanya!" seru Xia Ding.


Dua orang segera mendorong Jing Chiyi sehingga dia jatuh berlutut di hadapan semua orang, hal itu membuat semua orang merasa sangat kasihan dan ingin menolongnya, namun apalah daya. Mereka hanyalah rakyat biasa, walaupun ada beberapa Kultivator disana, namun kekuatan mereka tidak cukup mampu untuk menentang kekuatan yang dimiliki oleh Xia Ding.


"Hu'er! Li'er! Maafkan ibu, mulai hari ini kalian harus mengandalkan diri kalian sendiri untuk tetap hidup. Ibu menyayangi kalian, selamat tinggal!" batin Jing Chiyi yang sudah pasrah dan siap untuk di penggal.


Algojo segera mengangkat goloknya tinggi-tinggi dan bersiap untuk mengayunkan goloknya ke leher Jing Chiyi, hembusan angin kencang itu sama sekali tidak mempengaruhi gerakan sang Algojo, sedangkan orang-orang yang tidak sanggup untuk menyaksikan hal itu memalingkan wajah mereka.


Tepat saat Algojo itu mengayunkan goloknya, tiba-tiba saja sambaran petir biru menyambar goloknya sehingga golok itu terlepas dari tangan Sang Algojo.


Semua orang jelas terkejut melihat hal itu, bahkan Xia Ding juga sama terkejutnya, sedangkan Jing Chiyi yang menutup mata segera melirik ke arah Sang Algojo yang kedua tangannya melepuh setelah terkena sambaran petir biru.

__ADS_1


"Tuan, ini bukan sambaran petir biasa! Sepertinya ada orang yang memiliki kemampuan mengendalikan petir dan berusaha mengganggu proses hukuman mati ini," kata sosok wanita berkemampuan Yu Jing.


"Benarkah? Kalau begitu cepat kalian cari orang itu! Berani-beraninya dia mengacau di tempat ini," kata Xia Ding yang sangat marah.


"Baik!"


Ketiga Yu Jing segera melesat ke udara sedangkan sepuluh orang berkemampuan Yu Zhu langsung mengelilingi Xia Ding. Di langit tepatnya di bawah kumpulan awan hitam, Ratu Sayap Biru muncul dan dengan persepsi jiwa Spiritualnya, dia juga mulai melacak sumber kekuatan yang mungkin sedang bersembunyi di balik awan.


"Tuan Xia Ding! Ah bukan, apakah aku harus memanggilmu Walikota? Kamu sungguh manusia yang tidak ingat daratan. Bisa-bisanya kamu ingin menghukum mati istrimu sendiri hanya demi sebuah jabatan! Kamu sungguh sangat tercela. Sepertinya kematian saja tidak akan cukup untuk menebus semua dosa-dosamu!" suara seorang pria yang terdengar masih sangat muda menggema di seluruh taman kota.


Ratu Sayap Biru yang masih memeriksa kekuatan yang sedang bersembunyi mulai merasakan keberadaan beberapa sosok kuat, dia segera mengibaskan tangannya dan cahaya biru segera melesat lalu merobek sebuah ruang hampa di udara.


"Keluarlah kalian, aku tahu kalian berada disana!" kata Ratu Sayap Biru.


Semua orang termasuk Xia Ding menoleh ke arah robekan ruang hampa itu, dan setelah itu, empat sosok segera keluar dari dalamnya.


Keempat sosok tersebut adalah Ji Xao Long, Jendral Jia Xang, Bing Xuyue, dan Sao Yi Feng.


Mata Ziao Shan yang saat ini berada tidak terlalu jauh terbuka lebar-lebar saat melihat sosok sepuh yang memiliki sayap putih di punggungnya. "I..i.itu tetua Ji Xao Long! Kenapa harus dia yang datang?" kata Ziao Shan.


"Ternyata memang kamu yang memimpin ini!" ucap Ratu Sayap Biru namun dengan perasaan yang mulai merasa khawatir, sebab dia tahu akan siapa sosok sepuh tersebut.


"Itu dulu! Sekarang sudah tidak lagi," jawab Ratu Sayap Biru.


"Pemuda itu lagi rupanya, aku pikir siapa tadi yang berbicara," kata Xia Ding yang mengira jika suara pemuda tadi itu adalah suara Sao Yi Feng.


"Jdarrr!"


Saat tatapan semua orang termasuk para Kultivator teralihkan kepada keempat sosok di langit, tiba-tiba saja petir kembali menyambar, dan petir itu menyambar tepat disamping Jing Chiyi, setelah itu se sosok pemuda berambut putih sudah berdiri tepat di bekas sambaran petir tersebut, dan kini dia berdiri di samping Jing Chiyi.


Jelas kemunculan sosok pemuda berambut putih itu mengejutkan semua orang, termasuk ke sepuluh Kultivator berkemampuan Yu Zhu, bahkan ketiga Yu Jing yang berada cukup jauh di udara juga tidak kalah terkejutnya.


"Ka..kamu!" Jing Chiyi jelas mengingat pemuda itu, walau sudah ada banyak perubahan, namun ciri khas rambut putihnya tetap dia ingat.


"Bibi, aku datang untuk menolongmu!" kata Fang An yang tersenyum lembut kemudian dia memutuskan semua tali yang mengikat kedua tangan Jing Chiyi.


"Kenapa kalian semua diam saja? Cepat hentikan dan tangkap pemuda itu!" seru Xia Ding.


Kesepuluh pengawal Xia Ding ditambah dengan puluhan prajurit segera bergerak maju untuk menyerang serta menangkap pemuda berambut putih itu, sedangkan pemuda itu tetap terlihat tenang seraya berbicara kepada Xia Ding. "Bersiaplah, karena aku akan segera membuat perhitungan denganmu!" kata pemuda itu yang tidak lain adalah Fang An.

__ADS_1


Ketiga Yu Jing juga segera melesat turun, namun gerakan mereka segera dihentikan oleh Bing Xuyue, Jendral Jia Xang serta Sao Yi Feng.


Ketiga Yu Jing itu jelas sangat marah karena ketiga sosok yang hanya memiliki kemampuan Yu Zhu berani menghadang mereka. "Kalian cari mati!" seru Wanita berkemampuan Yu Jing itu lalu dia melepaskan aura merah untuk menekan ketiganya.


"Dia berasal dari Selatan!" gumam Jendral Jia Xang.


"Tahan dulu! Kami memang menghadang kalian, namun yang akan melawan kalian sebenarnya bukanlah kami!" kata Sao Yi Feng.


"Aku tidak peduli!" jawab Wanita itu namun gerakannya tiba-tiba saja ditahan oleh sebuah kekuatan yang berasal dari arah Ji Xao Long.


Para pasukan serta kesepuluh Pengawal yang ingin menangkap Fang An tiba-tiba saja di hadang oleh beberapa sosok berkemampuan Yu Zhu dan Yu Zha, kemunculan para pemuda yang memiliki kemampuan tidak biasa itu jelas mengejutkan Xia Ding, belum lagi dari arah luar, para pasukan mulai menerobos masuk, pasukan-pasukan tersebut terdiri dari pasukan Kuda Hitam, pasukan beberapa kelompok dari beberapa wilayah dan juga para pasukan milik gubernur.


"Kalian bertiga?" Mata Xia Ding tertuju ke arah tiga sosok pemuda yang tidak asing, mereka adalah Zhang Wei, Xia Feihu dan Xia Longli yang berjalan ke arah Fang An.


"Ibu..!"


Xia Feihu dan Xia Longli segera berlari saat melihat Jing Chiyi, dan mereka langsung saling berpelukan karena sudah cukup lama terpisah.


"Saudara Zhang, aku serahkan mereka padamu, bawa mereka pergi ke tempat yang aman, dan mengenai ibumu, biar saudari Meng Lin dan Zang Mei yang menyelamatkannya!" kata Fang An.


"Baik saudara Fang!" jawab Zhang Wei dan kemudian dia membawa ibu dengan kedua anaknya itu pergi melewati para prajurit.


Seluruh warga yang sebelumnya berkumpul kini sudah pergi dengan cepat ketika kemunculan Ji Xao Long di langit, mereka sadar jika sebentar lagi perang besar akan segera terjadi sehingga mereka dengan cepat pergi tanpa ada yang menyuruh mereka.


"Xia Ding! Tunggu aku menyelesaikan mereka bertiga terlebih dahulu!" ucap Fang An dengan nada dingin dan kemudian Fang An berubah menjadi cahaya lalu menghilang dari tempat tersebut dan muncul kembali di tempat Bing Xuyue dan yang lainnya berada.


Kemunculan Fang An yang seperti hantu itu membuat ketiga Yu Jing itu terperangah, sebab kecepatan itu biasanya hanya dimiliki oleh seorang berkemampuan Yu Jing elit.


"Terima kasih atas bantuan kalian bertiga, sekarang kalian bantu yang di bawah saja, dan biarkan aku yang mengurus mereka bertiga!" kata Fang An.


"Hati-hati!" kata Bing Xuyue yang dijawab dengan anggukan oleh Fang An.


Bing Xuyue, Sao Yi Feng dan Jendral Jia Xang segera turun dan berkumpul dengan yang lainnya untuk menghadapi kesepuluh pengawal Xia Ding, sekarang di langit hanya tersisa ketiga Yu Jing bersama Ratu Sayap Biru yang akan melawan Ji Xao Long dan Fang An.


"Jadi kamu yang akan melawan kami bertiga? Kamu terlalu banyak bermimpi anak muda!" kata Ziao Shan kemudian dia mulai melepaskan Energinya dan disusul oleh kedua rekannya.


"Iya, aku terlalu bermimpi untuk bermain-main dengan kalian! Majulah kalian sekaligus," kata Fang An setelah itu tubuhnya mulai diselimuti oleh dua petir yang berbeda serta sebilah pedang biru besar juga muncul di tangan Fang An.


"Terlalu sombong! Akan aku hancurkan tubuhmu," seru wanita Yu Jing itu lalu dia melepaskan serangan selendang merah yang bisa memanjang serta mengandung energi merah menyala.

__ADS_1


__ADS_2