
Keempat Yu Jing secara bersamaan melepaskan energi mereka, seketika itu juga badai angin tercipta serta getaran hebat juga membuat banyak retakan lebar.
Mu Zhi Tian mengeluarkan pedang lenturnya, dan Mao Lin mengeluarkan cambuknya sedangkan Chang Hanzi menggunakan dua kipas putihnya lalu Gu Yao He, dia sama sekali tidak mengeluarkan Pusaka nya.
Mereka secara bersamaan maju melepaskan serangan ke arah Fu Jianzi, sedangkan Fu Jianzi hanya dengan sebelah tangannya mampu menepis semua serangan yang datang.
Gu Yao He mengumpulkan gelang apinya lalu dia melepaskan Teknik Naga Dua Api nya, seekor Naga Api berkepala dua segera meraung keras lalu Naga Itu menyemburkan Api yang sangat besar ke arah Fu Jianzi.
Fu Jianzi hanya tersenyum tipis lalu dia mengangkat tangan kanannya dan menjatuhkannya seperti sedang membelah Angin.
Semburan Api bagai lautan itu langsung terbelah oleh ayunan tangan Fu Jianzi, lalu dia mengibaskan tangannya satu kali ke arah Naga Api berkepala dua dan Naga tersebut langsung berubah menjadi Api dan menghilang di udara.
Mao Lin melihat itu juga melepaskan Teknik Taring Naga Menghisap Darah nya dan menyerang Fu Jianzi, namun lagi-lagi serangan Naga Hitam nya juga berakhir sama seperti Naga Api.
Dua kekuatan Puncak Yu Jing saja tidak bisa memberikan dampak apapun atau bahkan menyentuh pakaian Fu Jianzi, apalagi dengan Chang Hanzi dan Mu Zhi Tian, mereka semua sudah mengerahkan seluruh Teknik yang mereka miliki, namun nyatanya Fu Jianzi sama sekali tidak berpindah dari tempatnya.
Semua serangan kuat hanya di tepisnya dengan sangat mudah, hal ini membuat keempat Yu Jing sadar jika mereka tidak akan pernah mampu untuk menumbangkan Fu Jianzi.
"Apakah kalian sudah selesai? Sekarang adalah giliran ku!" ucap Fu Jianzi lalu dia melebarkan kedua sayapnya dan kemudian dengan kecepatan yang sangat luar biasa, Fu Jianzi langsung bergerak dan muncul begitu saja di hadapan Mu Zhi Tian.
"Cepat sekali..!"
Mu Zhi Tian syok melihat kemunculan Fu Jianzi di depannya, sedangkan Fu Jianzi mengayunkan telapak tangannya dengan pelan dan seketika itu juga, energi besar langsung menindih Mu Zhi Tian dan dia jatuh dengan keras ke tanah.
Suara benturan keras serta tanah langsung retak ketika tubuh Mu Zhi Tian tertindih oleh energi yang sangat kuat.
Mu Zhi Tian menahan nafasnya, walau dia tidak mengalami luka serius, namun saat ini tubuhnya tidak bisa bangkit seperti ada tekanan yang hanya tertuju padanya.
Gu Yao He dan Mao Lin bergerak cepat menyerang Fu Jianzi dan disusul oleh Chang Hanzi, namun Fu Jianzi melesat dan muncul kembali seperti hantu tepat di hadapan Chang Hanzi.
"Apa..!?"
Chang Hanzi tidak sempat bereaksi sebelum akhirnya tangan Fu Jianzi mulai di kibaskan lalu tubuh Chang Hanzi terhempas begitu saja membentur tanah.
Sama seperti Mu Zhi Tian, kini Chang Hanzi juga tidak bisa bergerak seolah-olah ada gunung yang sangat besar sedang menindih tubuhnya.
Fu Jianzi kembali melesat dengan kecepatan yang tak kasat mata, dia muncul kembali di tengah-tengah antara Gu Yao He dan Mao Lin, hal itu membuat Gu Yao He dan Mao Lin langsung mengarahkan serangannya ke arah Fu Jianzi, hanya saja Fu Jianzi langsung melepaskan Aura Petarungnya sehingga menciptakan gaya Gravitasi yang sangat berat.
Gu Yao He dan Mao Lin langsung jatuh, tubuh mereka tidak mampu terbang setelah terkena tekanan yang sangat kuat, dan dalam waktu singkat saja, empat orang Yu Jing yang paling disegani dengan cepat sudah dikalahkan.
"Bagaimana, apakah kalian masih sanggup untuk melawan?" tanya Fu Jianzi dengan nada menyindir.
__ADS_1
"Ka..kau memang sangat kuat Fu Jianzi, kami berempat akui kemampuanmu!" kata Chang Hanzi dengan suara berat.
"Raja Chang! Ini belum setengah dari kemampuanku yang aku gunakan!" kata Fu Jianzi.
"Jadi seperti ini kekuatan seorang Xu Hun itu? Benar-benar jarak yang sangat jauh!" batin Mao Lin.
"Sebenarnya aku tidak ingin melakukan ini mengingat hubungan persahabatan kita dulu, namun aku terpaksa harus menghilangkan batu kerikil yang menghalangi jalanku, jadi terpaksa kalian berempat harus aku singkirkan!" ucap Fu Jianzi lalu telapak tangannya mulai memancarkan cahaya merah terang.
"A..ap..apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Gu Yao He dengan suara terbata-bata serta agak kesulitan untuk bernafas akibat tekanan itu.
"Aku akan menyingkirkan kalian berempat sekaligus dengan Tebasan Pedang Membelah Samudra! Setelah itu aku akan melenyapkan Klan Fang, dan Faksi-faksi lain yang tidak berpihak kepada Sekte Gunung Pohon Persik!"
Chang Hanzi terkejut mendengar niat Fu Jianzi yang baru saja diucapkan, kecurigaannya ternyata memang benar jika Fu Jianzi berniat untuk menguasai Benua Daratan Hijau dan menjadi satu-satunya Faksi terkuat dengan menyingkirkan Faksi-faksi lain yang tidak berpihak padanya.
Walau ingin berusaha mengingatkan Fu Jianzi, namun Chang Hanzi sama sekali tidak bisa berbicara dengan lancar sehingga hanya bisa mengutuk Fu Jianzi dalam hati.
Sebuah pola segel mulai terbentuk di hadapan Fu Jianzi, lalu cahaya merah di telapak tangannya mulai memanjang dan membentuk sebilah pedang energi.
Suara seperti lonceng terdengar dari Pola Segel di hadapan Fu Jianzi, Pola Segel itu memiliki ukuran kurang lebih tiga meter persegi, bentuknya melingkar dan di tengah-tengah ada seperti sebuah garis merah, sedangkan di pinggirnya ada gambar menyerupai daun buah persik.
Seluruh tempat itu mulai bergetar, sedangkan Fu Jianzi yang masih melayang dengan kedua sayap merahnya mengarahkan ujung energi merah yang berwujud Pedang Energi itu ke tengah-tengah gambar segel.
Saat ujung Pedang Energi itu menembus Segel, Pedang tersebut berubah menjadi besar lalu Fu Jianzi mulai mengangkatnya dan memperhatikan keempat Yu Jing yang tidak bisa bergerak.
"Raja Pil! Kamu duluan yang lebih dulu akan aku singkirkan!" ucap Fu Jianzi lalu dia langsung melepaskan tebasan dari udara.
Pedang merah besar itu berubah menjadi sangat panjang dan segera menebas lurus dari langit menuju ke Gu Yao He, sedangkan Gu Yao He berusaha untuk melepaskan diri dari tekanan itu, hanya saja semua usahanya sia-sia.
"Inilah yang sebelumnya aku rasakan jika akan ada sesuatu besar yang tidak kami ketahui!" gumam Gu Yao He dan akhirnya dia tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu Pedang Energi Merah itu jatuh untuk menghancurkan tubuhnya.
Wajah Gu Fei Ming mulai terbayang oleh Gu Yao He, dia tersenyum samar dengan menutup matanya. "Setidaknya aku sudah memiliki beberapa penerus ku!" batin Gu Yao He.
"Senior, berusahalah untuk pergi dari sana!" seru Mu Zhi Tian.
"Raja Pil!" Chang Hanzi hanya bisa berseru.
"Gu Gu!" Mao Lin akhirnya memanggil nama panggilannya ke pada Gu Yao He.
Tidak satupun yang dapat bergerak untuk keluar serta ingin sekali menolong Gu Yao He, hanya saja apalah daya karena yang menekan mereka adalah kekuatan yang tidak bisa di jangkau.
Pedang energi merah besar dan panjang itu juga membuat seluruh alam seperti berhenti bergerak, namun getaran serta guncangan tetap dirasakan.
__ADS_1
Tanpa halangan apapun yang bisa menghalangi Pedang Energi Merah, Pedang itu dengan cepat jatuh ke arah Gu Yao He.
Semua sudah berpikir jika hari ini tidak akan ada harapan lagi yang bisa menyelamatkan mereka, dan Gu Yao He adalah korban pertamanya.
"Pedang Menopang Langit."
"Tang..!"
Saat semuanya sudah yakin jika Gu Yao He akan mati, tiba-tiba saja seorang anak muda datang dan menahan Pedang Energi Merah besar itu dengan Pedang Biru nya.
Semuanya jelas terkejut dan melihat ke arah pemuda berambut putih yang menahan tebasan Pedang energi milik Gu Jianzi.
"Fa..Fang An! Kenapa kembali lagi kesini?" tanya Gu Yao He yang terkejut dengan kemunculan Fang An.
Singa Es langsung mendarat di dekat Gu Yao He lalu dia melepaskan Energinya untuk menetralkan tekanan milik Fu Jianzi, dan akhirnya Gu Yao He bisa kembali bernafas lega dan dengan cepat dia bangkit.
Tanpa menjawab pertanyaan Gu Yao He, Fang An langsung menghentakkan pedangnya dan membelokkan Pedang energi itu jauh sehingga pedang itu jatuh ke tempat yang berbeda.
"Hem..!?"
Fu Jianzi juga tidak kalah terkejut saat serangannya berhasil dibelokkan oleh seorang pemuda, dia menatap pemuda itu dengan keheranan.
"Singa Es, cepat bantu ketiga sesepuh lainnya!" kata Fang An kepada Singa Es.
Singa Es bergegas menolong Mu Zhi Tian, dan dua lainnya, sedangkan Gu Yao He yang sudah berhasil keluar dari tekanan itu kembali bertanya kepada Fang An.
"Fang An, kenapa kamu kembali lagi kesini?" tanya Gu Yao He.
"Aku hanya ingin membantu guru dan yang lainnya, lagi pula semua ini disebabkan oleh Klan ku, tidak benar jika kalian harus celaka demi Klan Fang ku!" ucap Fang An.
"Tapi lawan yang saat ini kita hadapi jauh lebih kuat Fang An!"kata Gu Yao He.
"Aku tahu itu guru, tapi guru tenang saja, aku akan mencoba untuk menahannya agar semuanya bisa memiliki waktu untuk pergi lebih jauh!" jawab Fang An.
Sebenarnya bukan Fang An yang nekat untuk kembali, namun kedua Guru Spiritualnya yang memaksa Fang An untuk segera kembali, sebab kedua guru spiritual nya yakin jika Gu Yao He dan yang lainnya tidak akan bisa menang.
Tentu saja kedua guru spiritual Fang An sudah memiliki alasan serta rencana, jika tidak mana mungkin dia akan menyuruh Fang An kembali, sebab kali ini lawannya sudah jauh berbeda.
Melihat Fang An yang begitu yakin untuk berurusan dengan Fu Jianzi, Gu Yao He hanya bisa menghela nafas panjang lalu dia mengeluarkan empat butir Pil dan memberikan tiga butir Pil itu kepada Mu Zhi Tian dan dua lainnya.
"Fang An, kami akan membantumu!" kata Gu Yao He lalu para Yu Jing dan ditambah dengan Singa Es sama-sama bersiap untuk kembali melawan Fu Jianzi.
__ADS_1