
***
"Anak berambut putih! Kamu pasti anak dari Klan Fang itu bukan? Kebetulan sekali kamu datang sendiri padaku! Aku dengar kamu tadi membunuh salah satu Yu Zhu, apakah kamu pikir kamu bisa melawanku dengan kemampuanmu itu hah?" kata Fu Jianzi.
Fang An menoleh ke atas lalu dia melangkah maju dan menangkupkan tangan seraya menjawab dengan sopan.
"Saya tidak memiliki kemampuan untuk melawan sesepuh! Kedatangan saya kesini tidak hanya berniat untuk menolong guru saja, melainkan ingin melakukan perjanjian kesepakatan terhadap sesepuh!" kata Fang An.
"Perjanjian kesepakatan! Apa maksudmu?" tanya Fu Jianzi.
"Bukankah sesepuh menginginkan benda berharga milik Klan kami?" tanya Fang An.
Fu Jianzi mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Fang An, dia turun mendekati Fang An, sedangkan Gu Yao He dan ketiga Yu Jing lainnya di tambah dengan Singa Es segera melindungi Fang An.
"Apa kamu ingin mempermainkan ku? Jika kamu memang memilikinya, cepat serahkan padaku, dan kamu serta yang lainnya akan aku bebaskan!" kata Fu Jianzi.
"Saya tidak memilikinya, namun saya tahu dimana benda berharga itu berada!" jawab Fang An.
"Benarkah? Jangan bilang jika hanya kamu saja yang mengetahuinya sedangkan yang lainnya tidak?"
Fang An tersenyum lebar lalu dia meminta gurunya untuk mundur sebab dia ingin berbicara dengan Fu Jianzi secara langsung.
"Fang An! Apa yang akan kamu rencanakan?" tanya Gu Yao He.
"Hanya ingin melakukan kesepakatan saja guru," jawab Fang An lalu dia maju mendekati Fu Jianzi sedangkan Singa Es tetap mendampingi Fang An.
Gu Yao He benar-benar bingung akan apa yang sebenarnya Fang An rencanakan, sebab dia tahu jika barang yang diinginkan oleh Fu Jianzi ada pada Fang An, namun Fang An justru mengatakan jika dia tidak memilikinya dan hanya tahu di mana benda itu di simpan.
"Memang benar sekali, hanya saya saja yang mengetahuinya, sedangkan ayah dan ibu serta semua anggota Klan Fang tidak ada yang tahu!" jawab Fang An.
Fu Jianzi mengeluarkan kembali Pedang energinya dan diarahkan ke Fang An membuat Singa Es bergerak cepat untuk menghalanginya, namun Fang An menahannya.
"Kalau kamu berani mempermainkanku, maka aku akan membunuhmu serta seluruh Klan Fang!" kata Fu Jianzi.
"Mana berani saya mempermainkan sesepuh," jawab Fang An.
"Kalau begitu beritahu aku dimana benda itu berada!" kata Fu Jianzi.
"Begini Sesepuh, benda ini berada di tempat rahasia yang tidak bisa aku beritahukan kepada siapapun, tapi saya akan mengambil Batu Mustika Ungu itu untuk saya serahkan kepada sesepuh, karena itu beri saya waktu tiga bulan lagi, dan saya berjanji akan mengeluarkan Batu Mustika Ungu itu sendiri kepada Sesepuh!" kata Fang An.
Mendengar itu, Fu Jianzi tidak lagi meragukan ucapan Fang An, sebab Fang An sendiri yang menyebutkan nama Batu Mustika Ungu, itu artinya Fang An memang mengetahuinya.
__ADS_1
"Tapi bagaimana kamu bisa tahu?" tanya Fu Jianzi.
"Saya menemukan sebuah catatan serta kisah cerita asal usul batu itu, karena itu saya tahu jika batu itu sebenarnya adalah Spirit Core Divine Beast yaitu milik Feniks Petir Ungu!"
Fang An menceritakan akan dari mana batu itu berasal, sekaligus menceritakan kisah sejarah pertarungan besar antar Sekte di Benua Bintang Terang hingga Spirit Core Feniks Petir tiba di Benua Daratan Hijau.
Fu Jianzi semakin percaya dengan semua itu, sebab cerita yang Fang An sampaikan sama persis seperti yang disampaikan oleh sosok misterius yang dipanggil sebagai Ketua Agung.
Padahal tidak semua cerita yang Fang An sampaikan itu semuanya benar, salah satu cerita kebohongan yang dibuat oleh Fang An yaitu tentang catatan yang ditinggalkan oleh leluhurnya.
Mu Zhi Tian, Mao Lin dan Chang Hanzi juga sama terkejutnya setelah mendengar kisah dari cerita Fang An, selama ini mereka hanya mendengar nama Divine Beast dari dongeng semata, dan ternyata dari cerita Fang An, akhirnya mereka percaya jika Divine Beast itu memang benar-benar ada.
"Baik aku percaya padamu, aku akan menunggumu tiga bulan purnama untuk mengambil Spirit Core Divine Beast itu dan membawanya ke Sekte ku, aku akan menunggumu di sana!" kata Fu Jianzi.
Fang An hanya mengangguk saja, sedangkan Fu Jianzi melebarkan kembali sayap merahnya lalu secara perlahan mulai melayang seraya berkata, "Ingat jangan berani menipuku, jika tidak seluruh Klan mu akan aku musnahkan!" kata Fu Jianzi lalu dia berbalik dan dengan sekali kepakan sayap, dia langsung menghilang dari hadapan Fang An dan yang lainnya.
"Rencana mu berhasil guru!" kata Fang An seraya menghela nafas lega.
Rencana akan penawaran kesepakatan itu adalah ide Wang Lao Yi, sedangkan yang memberikan kisah serta cerita adalah Feng Huang.
"Sudah ku bilang bukan, otak lebih berguna untuk mengalahkan kekuatan sebesar orang tua itu, walau dia baru mencapai Tahap Xu Hun Tingkat 1, namun kemampuan seorang Xu Hun tidak bisa dibandingkan seperti seorang Yu Jing! Jika kemampuan tidak bisa lagi memenangkan Pertarungan, maka jalan satu-satunya adalah dengan menggunakan akal serta siasat!" kata Wang Lao Yi.
Waktu tiga bulan yang direncanakan itu seharusnya sudah cukup bagi Klan Fang untuk mencari tempat persembunyian, sedangkan Fang An akan meluangkan waktu tiga bulan itu untuk berlatih serta akan berusaha menembus tahap Yu Zha.
"Kamu tahu akan Spirit Core Divine Beast itu?" tanya Mao Lin kepada Gu Yao He.
"Aku juga tidak tahu, dan baru kali ini juga aku mengetahuinya!" jawab Gu Yao He dengan berpura-pura tidak tahu.
Gu Yao He khawatir andai mereka mengetahui Fang An sebenarnya memiliki Spirit Core itu, sudah pasti salah satu dari mereka akan mencoba merebutnya dari Fang An.
Oleh karena itu Gu Yao He akan berusaha merahasiakannya agar tidak terjadi sesuatu kepada Fang An, sebab dia sendiri juga sudah memiliki harapan besar terhadap muridnya itu di masa depan.
"Ayo guru dan para sesepuh, kita kembali menyusul mereka!" kata Fang An lalu dia menaiki punggung Singa Es dan mereka segera terbang meninggalkan tempat itu.
***
Seluruh rombongan Klan Mu serta Fang An dan yang lainnya tiba di kediaman Klan Mu, mereka segera beristirahat karena sudah sangat lelah, sedangkan Fang An lebih memilih menemani ibunya.
Gu Yao He sendiri juga segera kembali sendirian ke Gunung Hunsu guna mengambil ramuan obat untuk membuat penawar Racun Bunga Hati Malam di tubuh Fang Yin.
Di Klan Mu cerita akan Fang An yang memiliki kemampuan Yu Zhi di usia 15 tahun mampu bertarung melawan Yu Zhu serta mengalahkan mereka mulai dibicarakan di berbagai sudut, para pemuda di Klan Mu yang seusia bahkan sedikit lebih tinggi usianya dari Fang An tidak berani untuk membusungkan dada saat berpapasan dengan Fang An.
__ADS_1
Mu Xao Tang yang dulu memiliki kebencian kepada Fang An saat ini sudah merubah sikapnya terhadap pemuda yang dianggap sebagai saingannya, dia sudah merasakan sendiri kemampuan Fang An saat itu, terlebih lagi dia juga menyaksikan pertarungan Fang An yang melawan ketiga Yu Zhu seorang diri.
Dari sini Mu Xao Tang baru sadar jika dia sudah berani menendang besi keras, untung saja saat itu Fang An masih memandang Mu Yuan yang selalu membantu Klan Fang, jika tidak Mu Xao Tang tidak tahu lagi harus melakukan apa jika sampai Fang An menyimpan dendam atas ucapannya yang sudah merendahkan ibu Fang An serta Klan Fang.
Setelah tiga hari berada di rumah Mu Yuan, kondisi Fang Yin agak membaik. Gu Fei Ming membuatkan obat pemulihan tenaga, namun untuk Qi Fang Yin masih belum kembali, sebab racun di dalam tubuhnya masih belum di keluarkan, dan mereka harus bersabar menunggu Gu Yao He membuatkan penawar yang membutuhkan waktu cukup lama untuk menyelesaikan obat penawar Racun Bunga Hati Malam.
Saat ini Fang An dan Fang Zui serta Fang Xian berkumpul di ruang tamu untuk membicarakan masalah Fang An yang melakukan Perjanjian dengan Fu Jianzi.
"Mencari tempat teraman? Dimana kami harus menemukannya?" tanya Fang Zui setelah mendengar rencana Fang An.
"Benua Daratan Hijau ini sangat luas paman, pasti ada sebuah tempat tersembunyi paling aman dari kejaran Sekte Gunung Pohon Persik!" kata Fang An.
"Tempat tersembunyi ya?" Mu Yuan berpikir keras.
"Ayah, hanya ini yang Fang An bisa lakukan untuk melindungi sisa anggota Klan kita, saat ini kita seperti gerombolan binatang yang tidak memiliki rumah dan hanya bisa berlari dari kejaran para pemburu!" kata Fang An dengan rasa kecewa.
"Kamu sudah melakukan hal yang benar An'er! Andai saat itu kamu tidak melakukan perjanjian itu, mungkin kita semua saat ini tidak akan bisa berkumpul disini," kata Fang Xian.
Fang Zui tersenyum seraya memperhatikan Fang An yang semakin lebih dewasa, anak itu dulunya adalah harapan besar seluruh anggota Klan Fang, dan kini Fang An benar-benar melakukan akan apa yang sudah diharapkan, artinya Fang An tidak mengecewakan harapan seluruh anggota Klan Fang.
"Aku tahu tempat yang aman!" Mu Yuan yang sejak tadi berusaha berpikir keras seraya mengingat-ingat tempat paling aman akhirnya mengingat akan tempat yang cocok serta aman.
"Dimana itu paman?" tanya Fang An.
"Di Gunung Yizan sebelah timur, disana ada bekas pemukiman yang terabaikan, sedangkan pemilik tempat sudah lama pergi karena tidak sanggup, sebab rumah mereka terlalu jauh dari kota sehingga mereka terpaksa pindah ke desa yang agak dekat dengan kota!" kata Mu Yuan.
"Apa paman yakin itu tempat teraman?" tanya Fang An.
"Tentu saja! Jika kalian tinggal disana, aku yakin Sekte Gunung Pohon Persik tidak akan mencari kesana sebab mereka semua sudah tahu jika tidak akan ada satu orang pun yang akan mau tinggal di tempat itu! Percayalah padaku!" kata Mu Yuan.
"Berapa hari perjalanan kesana?" tanya Fang An.
"Kurang lebih 50 hari!" jawab Mu Yuan.
"Masih dekat ternyata," batin Fang An, namun saat ini dia juga tidak memiliki pilihan lain.
"Kalau begitu setelah Guru ku kembali kesini memberikan obat penawar untuk ibu, kita akan segera berangkat!" kata Fang An.
"Aku juga akan kembali ke kota untuk menyampaikan semua ini kepada sisa anggota kita agar bersiap-siap," ucap Fang Zui.
Fang An dan Fang Xian setuju dan setelah semua disepakati, Fang Zui segera kembali ke kota Chang Lan untuk memberitahukan seluruh anggota Klan Fang yang tersisa sekaligus dirinya dan istrinya juga akan pergi bersama dengan anggotanya.
__ADS_1