
Melihat Fang An yang muncul di arena dengan pedang birunya di punggungnya, Tian Chin dan Yan Hang langsung melompat kegirangan, dan tanpa pikir panjang, mereka berdua langsung melompat dari lantai tiga turun ke arena.
"Akhirnya kamu datang juga Fang An, aku pikir kamu tidak akan datang disaat-saat penting seperti ini!" kata Tian Chin.
Fang An tersenyum lembut seraya berkata, "Mana mungkin aku tidak segera datang, aku tidak akan melupakan acara penting seperti ini," jawab Fang An.
Zang Mei dan yang lainnya juga ingin turun, jelas mereka sangat senang karena ketua mereka sudah datang, sedangkan para anggota yang masih baru, mereka terus memperhatikan sosok ketua mereka yang baru kali ini mereka melihatnya setelah dua bulan tidak terlihat.
Tang Chin dan Yan Hang menjelaskan aturan pertandingannya kepada Fang An, dan setelah Fang An mengetahuinya, dia menoleh ke arah sudut merah dimana sudah ada beberapa ketua kelompok yang berkumpul disana.
"Jangan bilang kamu akan memilih sudut merah? Kalau kamu memilih sudut merah, maka salah satu dari kami tidak akan mungkin berani ikut bertanding mendampingimu, karena kemampuan mereka disana sangat mengerikan!" kata Tian Chin.
"Tenang saja, jika kalian tidak berani mendampingiku, maka aku sendiri yang akan bertarung melawan mereka untuk merebut rangking pertama," jawab Fang An.
"Apakah kamu yakin? Kemampuan mereka sangat menakutkan, terlebih lagi kelima ketua yang memiliki posisi Rangking terkuat, jelas-jelas kemampuan mereka tidak mungkin untuk dilawan," kata Tian Chin.
"Aku berani melakukan pilihan ini karena aku memang sangat yakin terhadap kemampuanku, jadi percayakanlah padaku!" ucap Fang An.
"Bagaimana kalau ternyata kamu kalah?" tanya Tang Chin.
"Kalau aku kalah, maka aku tidak pantas untuk menjadi ketua kalian, artinya aku benar-benar tidak akan bisa membuat Klan ku di masa depan mendapatkan posisi paling disegani!" jawab Fang An.
Fang An sudah menganggap jika Kelompok nya itu seperti Klan nya yang harus dijaga dan diperjuangkan agar kelak kelompoknya juga memiliki posisi yang paling kuat, sama seperti keinginannya terhadap Klan nya.
"Kalian berdua, silahkan kembali ke tempat kalian karena pertandingan akan segera dimulai, dan untuk kamu Fang An, silahkan kamu pilih di kubu mana kamu akan bertarung!" kata Xhang Gugu.
Tang Chin dan Yan Hang segera memberi hormat sebelum akhirnya mereka berdua melompat kembali ke lantai tiga ,sedangkan Fang An berjalan ke sudut merah.
"Senior Sao dan Senior Lin!" sapa Fang An terhadap kedua seniornya.
Sao Yi Feng tersenyum seraya mengangguk, sedangkan Lin Hang hanya memasang wajah masam dengan tatapan sinis, hanya saja Fang An tidak mengambil hati atas sikap Lin Hang tersebut.
Fang An segera menghampiri Bing Xuyue seraya menyapanya, "Nona Bing, seperti yang telah aku janjikan, aku akan merebut posisi terkuat, jika perlu posisi paling utama untuk mu!" kata Fang An.
"Ucapanmu harus kamu buktikan, tapi ingat, jika sampai aku berhadapan denganmu, aku tidak akan menahan diri untuk melawan mu," ucap Bing Xuyue.
"Kerahkan semuanya, aku juga ingin tahu kekuatan calonku yang sebenarnya!" jawab Fang An tanpa ragu.
Bing Xuyue tersenyum mendengarnya, baru kali ini dia menunjukkan senyum nya, padahal orang yang mampu membuatnya tersenyum hanyalah ibunya saja yaitu Bing Rong, namun entah mengapa Fang An ternyata mampu membuat Bing Xuyue tersenyum padanya.
Fang An sendiri tidak menyadari jika di sebelahnya Shin Han sedang menatapnya dengan tatapan dingin, permusuhan yang tidak dimengerti oleh Fang An membuat Fang An yang menyadari tatapan permusuhan itu merasa bingung, sebab dirinya sama sekali tidak mengenal Shin Han sang Ketua Giok Naga.
"Baiklah, sekarang kalian dari kubu masing-masing silahkan ambil nomor urut pertandingan kalian, nanti nomor itu akan diambil secara acak untuk berhadapan dengan nomor yang akan ditarik keluar oleh ku," kata Lao Yang He.
Kedua kubu sama-sama berjalan untuk mengambil nomor urut mereka masing-masing, sedangkan Fang An mencabut nomor urut 9 yang ada pita merahnya.
"Nomor 9 ya!" gumam Fang An lalu setelah dia selesai mencabut nomornya, dia ingin pergi namun Xhang Gugu menegurnya.
"Murid Fang! Satu nomor mewakili dua orang, dan di pertandingan nanti kalian memiliki dua orang sebagai petarung, pilih salah satu anggota terkuatmu untuk menemanimu bertarung!" kata Xhang Gugu.
"Jadi pertandingan ini ada dua orang yang akan berhadapan dengan lawan dua orang juga?" tanya Fang An.
"Benar sekali, karena ini adalah pertandingan antar kelompok dan bukan perorangan," jawab Xhang Gugu.
"Kalau begitu atas nama kelompok Petir Langit, saya akan bertarung seorang diri saja," jawab Fang An.
"Apakah kamu yakin?" tanya Xhang Gugu.
"Sangat yakin tetua!" jawab Fang An.
"Kalau begitu kembalilah ke tempatmu," ucap Xhang Gugu.
Fang An menangkupkan kedua tangannya dan kemudian segera melompat ke lantai tiga dan berkumpul dengan anggota kelompoknya, sedangkan murid-murid yang lain mulai membicarakan keputusan Fang An yang akan bertarung seorang diri.
Perbincangan para murid-murid sama sekali tidak dihiraukan oleh Fang An, dan setelah semuanya selesai, Ji Xao Long mulai mengumumkan aturan pertandingan.
__ADS_1
Pertandingan akan di bagi dua secara bergantian, setelah kubu biru bertarung maka giliran kubu merah, dan begitu seterusnya hingga akhir nanti.
"Sayang sekali aku tidak akan bisa bertarung melawan gadis-gadis dari kelompok Petir Langit itu!" kata Yin Sao.
"Biarlah, setidaknya keputusan bodoh ketuanya itu akan membuat Kelompok Petir Langit nya akan menanggung rasa malu nantinya," ucap Li Xian.
Semuanya menunggu Ji Xao Long yang akan memanggil para petarung ke arena, dan setelah beberapa saat, Ji Xao Long mengambil dua lot angka dari Lao Yang He.
"Pertandingan pertama adalah dari kubu Merah, yaitu pertarungan antara nomor 3 melawan nomor 6, silahkan kedua peserta naik ke arena bersama rekannya!" kata Ji Xao Long.
Setelah pengumuman tersebut, dua murid segera naik ke arena dan disusul oleh dua murid lainnya, ternyata itu adalah Kelompok Tirai Emas yang menduduki posisi ke 7 melawan kelompok Rantai Putih yang menduduki posisi ketiga yaitu Huang Yan dan rekannya.
"Pertandingan dimulai!" seru Han Yuwei.
Kedua peserta langsung saling melepaskan energi mereka masing-masing sehingga ledakan energi langsung membuat badai di arena dan setelah itu mereka berempat sama-sama maju menyerang.
Ketua melawan ketua, dan rekan perwakilan melawan rekan perwakilan, dan pertandingan pertama tersebut langsung membuat para murid berseru mendukung kelompok yang diandalkan oleh mereka masing-masing.
"Huang Yan!"
Fang An menyebut nama Huang Yan setelah Tang Chin menjelaskan akan kekuatan serta posisi Huang Yan kepada Fang An, dan dari penilaian Fang An, kemampuan bertarung Huang Yan memang sangat kuat.
Itu sangat wajar sebab lawannya adalah Kelompok Tirai Emas yang memiliki Posisi Rangking 7, sedangkan kemampuan ketuanya berada di tahap Yu Zha Tingkat 6.
Jadi wajar saja jika ketua kelompok Tirai Emas mulai kewalahan melawan Huang Yan dan rekannya, karena kemampuan Huang Yan berada di tahap Yu Zha Tingkat 8.
Hanya dalam waktu singkat saja, Huang Yan dan rekannya sudah membuat ketua Kelompok Tirai Emas terlempar hingga keluar dari arena.
"Kelompok Rantai Putih berhasil mempertahankan posisinya!" kata Han Yuwei.
Sorak sorai segera menggema meneriaki kemenangan Huang Yan, walau hasilnya sudah bisa di tebak, namun tetap saja mereka sangat senang mendengarnya.
"Berikutnya adalah kubu biru yang akan bertarung, nomor urut 5 melawan nomor urut 8, silahkan kalian naik ke arena!" kata Ji Xao Long.
Kedua peserta bersama rekannya segera naik ke arena lalu seruan Han Yuwei segera memulai pertarungan mereka, walau pertandingan kali ini adalah pertarungan antar Ranking bawah, namun tetap saja pertarungan tersebut cukup sengit, sebab masing-masing ketua sama-sama memiliki kemampuan Yu Zha Tingkat 3.
Yang Qing dengan Pedang merah darahnya bersama rekannya yang memiliki kemampuan Yu Zhi menggunakan seluruh keahlian mereka untuk mengalahkan Kelompok Awan Berkabut.
Keduanya terlihat berimbang, hanya saja Yang Qing langsung terhempas hingga hampir keluar dari arena setelah terkena serangan tombak putih milik lawannya.
Untung saja Yang Qing menancapkan Pedangnya ke arena sehingga dia tidak keluar dari arena, setelah itu dia langsung mengeluarkan Kertas Mantra Sihirnya dan kembali menyerang.
Kali ini serangan balik yang dilancarkan oleh Yang Qing berhasil mendesak lawannya hingga serangan Pedang darahnya mampu membuat sang lawan terjatuh dan Yang Qing langsung mengarahkan Pedangnya ke wajah lawannya.
Kelompok Awan Berkabut langsung menyerah, dan Yang Qing yang menjadi ketua Pedang Darah akhirnya berhasil merebut posisi ke 34.
Yang Qing dengan nafas yang tersengal-sengal karena energi nya hampir terkuras habis hanya menunjukkan senyum kecilnya karena berhasil naik ke posisi yang lebih tinggi, dia ingin sekali melompat karena senang, namun energinya benar-benar terkuras sehingga dia berjalan keluar arena seraya menatap ke arah Fang An yang tersenyum padanya.
"Berikutnya adalah pertandingan dari kubu Merah, yaitu Nomor 9 melawan Nomor 4, kedua peserta segera masuk ke arena!" kata Ji Xao Long.
"Giliran ku ya!" ucap Fang An lalu dia melihat ke arah arena yang saat ini sudah ada dua sosok murid yang berdiri disana.
Kelompok Singa Hitam adalah salah satu kelompok yang menduduki peringkat ke 10, kemampuan ketua kelompok tersebut berada di tahap Yu Zha Tingkat 7, sedangkan rekannya memiliki kemampuan Yu Zha Tingkat 2.
"Hati-hati Fang An!" kata Tian Chin.
Fang An tersenyum seraya menepuk pundak Tang Chin dan kemudian dia melompat dari lantai tiga menuju ke arena, hal itu membuat para murid-murid mulai mencibiri kebodohan Fang An yang akan bertarung seorang diri.
"Ini tidak benar! Tetua, mana mungkin kami berdua bertarung melawannya yang hanya seorang diri!" kata Ketua Singa Hitam.
Xhang Gugu ingin mengatakan sesuatu, namun Fang An lebih dulu menjawabnya. "Senior tidak perlu ragu, maju saja kalian berdua, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk melawan kalian berdua sekaligus!" kata Fang An.
"Anak ini benar-benar sangat bodoh sekali, apa yang ada di pikirannya saat ini? Melawan dua orang Yu Zha sekaligus dengan kemampuan segitu, bukankah itu terlalu percaya diri!" kata para murid-murid yang lain.
"Ehm! Murid Lang, ini sudah menjadi keinginannya, karena itu lawan saja, jika dia kalah, itu sudah menjadi konsekuensi yang harus ditanggung sendiri oleh murid Fang!" kata Xhang Gugu.
__ADS_1
Ketua kelompok Singa Hitam hanya mengangguk, namanya adalah Lang Kwe, dia memiliki senjata berupa Pedang hitam panjang yang diberi nama Singa Malam.
"Kalau begitu baiklah, tapi jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu padamu! Ayo kita serang dia Mai Yun!" kata Lang Kwe kepada gadis di sebelahnya.
Lang Kwe mengarahkan Pedang Singa Malam nya ke arah Fang An, begitu juga dengan Mai Yun, mereka berdua secara bersamaan melepaskan energi mereka masing-masing sehingga ledakan energi berupa angin menyebar dan kemudian keduanya langsung bergerak melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Fang An.
Fang An menghirup nafas dalam-dalam setelah itu dihembuskannya angin keruh serta hangat dari kerongkongannya, sedangkan semua murid-murid memperhatikan pertarungan tersebut dengan rasa penasaran mereka.
"Tebasan Angin Malam."
"Tebasan Pedang Kegelapan."
Lang Kwe dan Mai Yun langsung melepaskan tebasan mematikan mereka dari jarak dekat, sedangkan Fang An yang sudah mengumpulkan elemen petirnya di kedua telapak kakinya langsung menghentakkannya dan kemudian tubuhnya menghilang.
Lang Kwe dan Mai Yun hanya menebas angin kosong, dan energi pedang hitam mereka berdua hanya menghantam arena hingga retak, sedangkan Fang An sudah menghilang dari hadapan mereka.
Lang Kwe segera membuat Zirah Petarung nya saat merasakan Qi milik Fang An dari arah belakang, dengan kekuatan spiritualnya, dia berhasil melompat jauh sehingga tidak sempat untuk menyeret Mai Yun.
"Pukulan Inti Api dan Petir."
Fang An melepaskan pukulannya ke arah Mai Yun sehingga membuat gadis itu terkejut dan belum siap untuk bertahan, namun sayang dia harus menerima pukulan Fang An hingga tubuhnya terhempas keluar dari arena.
Melihat hal itu, Lang Kwe sangat marah, padahal Mai Yun hanya mengalami luka ringan saja, karena Fang An hanya melepaskan sepertiga dari kekuatannya.
"Kamu akan merasakan kemarahanku!" kata Lang Kwe dengan mata merah yang dipenuhi oleh amarahnya.
Lang Kwe mengeluarkan Kertas Mantra Sihir Zhi Kelas 2 nya, itu adalah Kertas Mantra Sihir yang memiliki sihir yang sangat kuat sekali, dan setelah membuka segelnya, Energi hitam segera berkumpul di seluruh tubuh Lang Kwe sekaligus dengan pedangnya.
Zirah Petarung berwarna hitam nya juga semakin menebal, dan setelah itu tumbuh Lang Kwe seperti sangat ringan sehingga dia bisa bergerak lebih cepat dari sebelumnya dalam melepaskan serangannya kepada Fang An.
"Tebasan Pedang Kegelapan."
Lang Kwe mengangkat pedangnya dan kemudian energi hitam yang berkumpul segera dilepaskan ke arah Fang An. Energi hitam tersebut berubah wujud menjadi Singa Hitam dan berlari dengan mulut menganga keara Fang An seperti akan memangsa tubuh Fang An.
Fang An mengumpulkan Elemen Petirnya di jarinya dan kemudian dia mengarahkannya ke arah energi Singa Hitam tersebut.
"Sambaran Petir Suci."
Sebuah sambaran petir biru langsung menghantam energi hitam sehingga ledakan di tengah-tengah arena tercipta dan asap tebal menutupi seluruh arena, disaat Singa Hitam itu hancur, tubuh Lang Kwe juga ikut terpental dan pedangnya juga ikut terlempar.
Untung saja Lang Kwe tidak keluar dari arena, namun saat ini para murid belum bisa melihat akan apa yang terjadi karena asap tebal dari ledakan masih belum menghilang.
Saat asap mulai menipis, barulah terlihat kedua sosok di arena, satu sudah berbaring di lantai batu, sedangkan satu lagi berdiri tepat di hadapannya.
"Mustahil, Ketua Petir Langit berhasil mengalahkan Lang Kwe!" para murid jelas terkejut melihatnya.
Beberapa murid masih keheranan hingga tidak ada yang bisa berkata-kata lagi saat melihat Fang An yang berhasil menumbangkan Lang Kwe yang memiliki kemampuan Yu Zha Tingkat 7, padahal dirinya berada di tahap Yu Zha Tingkat 5.
"Aku menyerah!" ucap Lang Kwe yang menyadari jika dirinya memang tidak mampu untuk terus bertarung melawan Fang An.
Xhang Gugu hanya menggelengkan kepalanya, dari awal dia sudah tahu jika Fang An akan dapat dengan mudahnya mengalahkan Lang Kwe dan Mai Yun seorang diri.
"Kelompok Petir Langit berhasil merebut peringkat ke 10 milik Kelompok Singa Hitam!" kata Xhang Gugu.
Situasi hening untuk beberapa saat, sebelum akhirnya suara tepuk tangan dari arah kelompok Petir Langit terdengar dan disusul oleh semuanya, sedangkan Fang An menghampiri Lang Kwe lalu membantunya berdiri.
"Apa kamu baik-baik saja Senior?" tanya Fang An.
"Aku baik-baik saja, terima kasih karena mengurangi energimu, jika tidak mungkin aku tadi sudah terluka! Tapi apakah hal yang sama juga terjadi terhadap Mai Yun?" tanya Lang Kwe.
"Tenang saja, dia juga tidak mengalami luka serius, sama seperti mu!" jawab Fang An.
"Kamu benar-benar kuat, mungkin ditahun ini, kamu adalah calon Bintang baru di Akademi ini!" ucap Lang Kwe dan kemudian dia mengambil pedangnya lalu dia menangkupkan tangannya dan pergi ke kembali ke Kelompoknya.
Fang An menghela nafas panjang lalu dia menoleh kearah Bing Xuyue, dia melihat Bing Xuyue yang mengangguk padanya lalu setelah itu Fang An melompat kembali ke Kelompoknya untuk menunggu pertandingan berikutnya.
__ADS_1