SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Mengingkari perjanjian


__ADS_3

"Apa maksudmu itu adalah An'er?" tanya Fang Xian.


"Iya, sosok itu adalah putra kita!" jawab Fang Yin.


Mu Yuan menatap sosok berpakaian jubah putih yang lengkap dengan penutup kepalanya di udara, walau merasa lega karena sosok tersebut mampu mematahkan serangan sekuat itu, namun rasanya seperti sangat aneh dan tidak masuk di akal bagi Mu Yuan.


"Aku merasakan dia sudah mencapai tahap Yu Zha Tingkat 1, tapi bagaimana bisa dia hanya berada di tahap Yu Zha Tingkat 1 mampu mematahkan serangan sekuat itu, bahkan Tiga Yu Jing dan satu Beast berkemampuan Bumi 3 saja tidak bisa menahannya?" batin Mu Yuan.


Dalam hal apapun tidak pernah ada kejadian seseorang yang memiliki kemampuan kecil akan mampu mengalahkan lawan yang memiliki kekuatan berkali-kali lipat jauhnya.


Ini seperti seorang Yu Zao melawan seorang Yu Zha, atau diibaratkan seperti seekor semut yang ingin menumbangkan seekor Gajah.


Disamping tidak percaya akan apa yang sudah dilihatnya, tentu Mu Yuan merasa jika ada satu rahasia lagi yang mungkin disembunyikan oleh Fang An.


Beberapa orang sudah ada yang tahu jika Fang An memang memiliki Pedang aneh serta menguasai Teknik Pedang milik seorang Xu Hun, namun itu bukan sebagai jaminan jika Fang An akan mampu untuk menepis kekuatan yang bahkan gabungan empat sosok berkemampuan luar biasa saja tidak bisa menghentikannya.


Nyatanya tidak hanya Mu Yuan dan beberapa orang lainnya yang merasa tidak percaya, bahkan Chang Hanzi dan Mu Zhi Tian serta Mao Lin memiliki pemikiran yang sama setelah merasakan jika kemampuan sosok itu hanya berkemampuan Yu Zha Tingkat 1.


"Maaf aku terlambat Singa Es, apakah kamu dan semuanya baik-baik saja?" tanya sosok itu setelah Singa Es terbang dan berhenti di sampingnya.


"Itu adalah Putra Fang Xian?"


Chang Hanzi dan semuanya baru bisa melihat dengan jelas setelah debu mulai menghilang ketika pemuda itu sedang berbicara kepada Singa Es, walau sudah mengetahui identitas sosok tersebut, masih sulit rasanya bagi mereka untuk percaya jika Fang An lah yang telah menyelamatkan mereka.


Ini memang untuk yang kedua kalinya Fang An muncul sekaligus mematahkan serangan Fu Jianzi, waktu itu Fang An juga pernah datang menolong Gu Yao He yang hampir mati terbunuh oleh Fu Jianzi, dan kali ini serangan Fu Jianzi jauh lebih besar dari yang dulu, dan lagi-lagi pemuda itu bisa mematahkannya.


Singa Es mengangguk seraya mengelus-elus kepalanya kepada Fang An, sedangkan Fang An menoleh ke bawah dimana banyak sekali mayat-mayat dari kedua belah pihak yang bergelimpangan.


Fu Jianzi sendiri juga tidak kalah terkejutnya seperti yang lainnya, karena Fanga An lagi-lagi mampu mematahkan serangannya, bahkan Teknik Formasi Pedang Matahari nya yang paling kuat pun tetap mampu dipatahkan.


Fang An tidak memperdulikan keterkejutan Fu Jianzi yang menatapnya dengan penuh tanda tanya, dia memilih untuk menghampiri ketiga orang tua itu yang mengalami luka dalam.


"Senior dan sesepuh sekalian, Terima Kasih karena sudah berusaha melindungi Klan Fang!" kata Fang seraya menangkupkan kedua tangannya kepada mereka.


"Anak muda! Kamu kembali dengan kekuatan barumu, apakah kekuatan mu saat ini akan mampu mengalahkannya?" tanya Mao Lin seraya menatap Fu Jianzi.

__ADS_1


Fang An tersenyum seraya menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Sesepuh terlalu memandang tinggi diriku yang baru mencapai Tahap Yu Zha, tentu saja kekuatan kecil ini tidak akan pernah bisa untuk melawan kekuatan besar orang tua itu," jawab Fang An.


"Tapi kenapa kamu bisa mematahkan serangannya yang sangat besar itu?" tanya Mu Zhi Tian.


"Ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan kepada kalian!" jawab Fang An tanpa memberikan jawaban yang lebih jelas kepada ketiga Yu Jing elit di hadapannya.


"Hahaha! Mereka benar-benar terkejut dengan aksiku! Padahal aku hanya menggunakan sedikit energi ku saja," kata Wang Lao Yi.


Tentu tidak akan ada yang menyadari jika sebenarnya yang melepaskan serangan Pedang Langit itu adalah Wang Lao Yi yang mengambil alih tubuh Fang An untuk sementara saja, dan itu hanya sebatas untuk mematahkan serangan Fu Jianzi.


Andai dari awal ada yang bisa merasakan kemampuan Fang An saat pertama kali datang, mungkin mereka akan terkejut karena saat dia muncul, tidak ada satupun orang yang sempat memperhatikannya, karena Fang An sebenarnya datang dengan memunculkan sayap putih samar seperti kabut di punggungnya.


Itu adalah Sayap Elemen Angin milik Wang Lao Yi, dan kekuatan Wang Lao Yi saat mengambil alih tubuh Fang An adalah kemampuan Xu Hun Tingkat 1, namun itu hanya bertahan sepersekian detik saja, lebih tepatnya kurang dari lima kedipan mata.


Sejak Fang An berhasil menyelesaikan retret nya dan menembus tahap Yu Zha, Wang Lao Yi dan Feng Huang sudah menjelaskan jika tubuh Fang An sudah mampu untuk menahan beban saat Wang Lao Yi dan Feng Huang mengambil alih tubuhnya.


Karena Feng Huang memiliki resiko terlalu besar jika melakukan pengendalian atas tubuh Fang An, maka hanya Wang Lao Yi lah yang bisa melakukannya.


Begitu Wang Lao Yi merasakan energi besar yang menggetarkan dinding Goa, Wang Lao Yi langsung bisa menebak jika energi dan getaran itu berasal dari sebuah pertarungan besar.


Oleh sebab itu Wang Lao Yi langsung meminta ijin kepada Fang An untuk memasuki tubuhnya agar pergi dengan cepat ke perkemahan.


Begitu Wang Lao Yi berhasil mengendalikan tubuh Fang An, sayap putih samar seperti embun segera muncul di pundak Fang An.


Wang Lao Yi sempat menggerak-gerakan tubuh Fang An yang terasa agak kaku, dan setelah menghembuskan angin keruh dari mulutnya, Wang Lao Yi langsung mengepakkan sayapnya melesat ke arah perkemahan.


Hanya butuh waktu dua kedipan mata bagi Wang Lao Yi untuk tiba di medan pertarungan, setelah itu dia langsung mengeluarkan Pedang Biru nya lalu mengalirkan energi anginnya ke pedangnya hingga Pedang itu bercahaya, setelah itu Wang Lao Yi melepaskan Teknik Pedang Langit nya yang mampu berubah menjadi energi Pedang Angin Raksasa dan langsung mematahkan Pedang Merah milik Fu Jianzi.


Baru saja energi pedang angin raksasa selesai di lepaskan, Wang Lao Yi segera kembali masuk ke dalam cincin nya agar tidak ada yang curiga kepada Fang An.


Jadi Wang Lao Yi mengambil tubuh Fang An hanya dalam waktu Lima kedipan mata saja, setelah itu dia segera kembali ke dalam cincinnya, dengan batas yang begitu singkat itu, Fang An sadar jika gurunya itu benar-benar memiliki kemampuan yang sangat besar, padahal saat ini dia hanyalah sesosok jiwa.


"Sesepuh semuanya, sekarang pulihkan diri kalian terlebih dahulu, kami semua masih membutuhkan kekuatan kalian bertiga!" kata Fang An.


"Apa yang akan kamu lakukan sekarang untuk menghadapinya saat kami sedang melakukan pemulihan?" tanya Mao Lin.

__ADS_1


"Mungkin yang bisa saya lakukan hanyalah mengulur waktu! Sudahlah nanti akan saya pikirkan caranya, sebaiknya para sesepuh segera memulihkan diri, biarlah saya dan Singa Es yang akan mengalihkan perhatiannya!" kata Fang An.


Ketiga orang tua itu saling berpandangan dengan penuh keraguan, namun dengan sisa kemampuan mereka bertiga saat ini juga tidak akan bisa berbuat apa-apa sehingga mereka harus menuruti saran dari Fang An.


Ketiganya segera turun ke arah Mu Yuan untuk melakukan pemulihan diri mereka, sedangkan Fang An menaiki punggung Singa Es lalu mereka menghampiri Fu Jianzi.


"Penatua Fu Jianzi, kenapa anda mengingkari perjanjian kita?" tanya Fang An.


"Mengingkari kamu bilang, kamu pikir siapa yang lebih dulu melakukannya? Kamu sengaja mempermainkan ku dengan melakukan perjanjian, namun nyata kamu justru kabur dengan membawa seluruh anggota Klan Fang mu itu," jawab Fu Jianzi dengan penuh emosi.


"Tidak kusangka jika otak seorang Xu Hun lebih tumpul dari palu! Perlu Penatua ketahui jika sebenarnya aku tidak berniat untuk kabur atau mengingkari janji, namun sebenarnya aku hanya ingin memindahkan anggota Klan ku ke tempat yang lebih aman, sebab aku yakin jika aku memberikan Mustika Ungu itu padamu, kamu akan tetap membantai anggota ku," kata Fang An lalu dia memperhatikan para anggota murid-murid Sekte Gunung Pohon Persik dan kembali menatap Fu Jianzi.


"Melihat penyerangan ini, maka aku semakin yakin jika orang tua seperti dirimu memang tidak akan bisa dipercaya, karena Penatua sendiri yang telah mengingkari janji ini, maka aku juga tidak akan memberitahukan akan dimana Mustika Ungu itu berada!" ucap Fang An.


"Bagus! Kalau begitu aku juga tidak akan segen-segan lagi untuk melenyapkanmu beserta dengan seluruh Klan mu!" jawab Fu Jianzi lalu dia kembali mengeluarkan Energi Pedang Merah nya.


"Ini sangat memalukan sekali, seorang Penatua Sekte Gunung Pohon Persik yang memiliki kemampuan Xu Hun ingin bertarung melawan ku yang hanya memiliki kemampuan Yu Zha, repotasi Sekte Gunung Pohon Persik pasti akan langsung buruk di mata dunia," kata Fang An dengan cibiran serta sindiran.


Fu Jianzi hanya bisa mengepalkan tangannya mendengar ejekan Fang An, dan dia sadar jika dirinya benar-benar melawan Fang An yang hanya seorang anak muda berkemampuan Yu Zha, maka repotasi sekte nya pasti akan buruk di mata dunia.


"Penatua, ijinkan saya yang melawan anak muda ini, saya masih memiliki urusan yang belum selesai dengannya!" kata Fu Hai yang datang menawarkan diri untuk menghadapi Fang An.


"Apa kamu yakin?" tanya Fu Jianzi.


"Tentu saja Penatua, hari ini saya ingin membalas anak muda itu berkali-kali lipat dari yang pernah dia lakukan kepada saya!" jawab Fu Hai.


"Baiklah, kalau begitu kamu harus bisa mengalahkannya, jika perlu habisi dia!" kata Fu Jianzi.


Fu Hai membungkukkan badannya lalu berbalik ke arah Fang An seraya berkata, "Aku yang akan melawanmu satu lawan satu, hari ini aku akan membalas perbuatanmu di malam itu!"


"Sepertinya senior sangat merindukan Petir Dewa Penghancur ku, baiklah aku akan mengobati kerinduan senior," jawab Fang An sehingga membuat kedua mata Fu Hai menjadi merah dan Aura Zirah Petarung Merah segera membungkus seluruh tubuh Fu Hai.


****


Satu bab dulu ya karena hari ini saya ada kesibukan hingga besok malam, ya itu acara Aqiqah Keponakan saya yang baru lahir, mungkin besok malam saya libur satu malam dulu, terima kasih atas pengertiannya. 🙏

__ADS_1


__ADS_2