SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Kelompok Kapak Kematian


__ADS_3

"Paman! Paman pergi duluan saja, nanti jika semua barang sudah dibeli, paman bisa pulang duluan, nanti saya akan menyusul paman!" kata Fang An kepada Fang Wu Hong.


"Apa Tuan muda yakin?" tanya Fang Wu Hong.


"Iya!" jawab Fang An.


Fang Wu Hong segera pergi dengan ketiga anggotanya serta membawa kereta barang untuk melanjutkan perbelanjaan, sedangkan Fang An kembali mengobrol dengan Bai Lang.


"Bagaimana kabar semuanya, apakah kalian masih saling berkomunikasi?" tanya Fang An.


Bai Lang menggelengkan kepala seraya menjawab, "Sejak kami berpisah saat itu, kami sudah tidak tahu bagaimana kondisi yang lainnya."


"Owh! Tapi apakah kamu tinggal di desa ini?" tanya Fang An.


"Tidak! Kami berasal dari desa sebelah, kami kesini hanya berdagang saja," jawab Bai Lang.


"Aku tidak menduga jika kamu dan kakekmu menjual bahan-bahan obat, apakah ini memang usaha kalian?"


"Iya, sejak dulu usaha kakek adalah jualan bahan obat, dia juga menguasai sedikit ilmu pengobatan!" jawab Bai Lang.


"Anak muda! Sebenarnya aku juga tidak menyangka anak muda sepertimu mengetahui akan Ginseng Api ini, apakah kamu juga menguasai ilmu pengobatan!" tanya Bai Xiang.


"Hanya sedikit!" jawab Fang An.


"Sedikit? Aku rasa tidak! Hanya orang-orang yang memiliki ilmu pengobatan tinggi yang bisa mengetahui khasiat Ginseng ini, aku yakin kamu pasti bukan seorang tabib, melainkan seorang Alkemis, apa aku salah?"


Fang An hanya tersenyum menanggapi perkataan Bai Xiang, walau demikian Bai Xiang sangat yakin jika Fang An adalah seorang Alkemis.


Ginseng Api adalah Ginseng yang sangat sulit untuk ditemukan, tidak hanya tempat tumbuhnya yang tidak lazim, bahkan buah Ginseng nya pun membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa diambil.


Khasiat Ginseng Api sendiri sangat bermanfaat bagi seorang Kultivator yang memiliki Spirit Root Elemen Api, hanya dengan mengkonsumsi Ginseng nya saja bisa menambah daya panas dari Spirit Root Elemen Api, apalagi jika diracik menjadi sebuah Pil.


Untuk meracik Ginseng Api menjadi Pil dibutuhkan beberapa bahan tambahan lainnya agar khasiat dari Buah Ginseng Api benar-benar keluar.


Jika berhasil memurnikan Pil dari campuran bahan Ginseng dan beberapa bahan lainnya, maka Pil itu bisa membuat Spirit Root Elemen Api naik satu tingkat.


Fang An jelas sangat menginginkan Ginseng itu untuk membuat Pil yang nanti bisa menaikkan tingkat Spirit Root Elemen Api nya, dengan demikian dia pasti bisa memurnikan Pil Naga Ying dan Yang.


Hanya saja harga yang diberikan oleh Bai Xiang sangatlah tinggi, hal ini yang membuat Fang An tidak bisa berbuat apa-apa.


"Owh iya, sebenarnya dari mana kalian mendapatkan Ginseng Api ini?" tanya Fang An.


"Kami mendapatnya dari Gunung Yizan, dan hanya ada satu buah saja yang tumbuh di dalam kawah lava!" jawab Bai Lang.

__ADS_1


"Gunung Yizan? Apakah kalian sudah dari sana?" tanya Fang An.


"Iya, sepuluh hari yang lalu kami berada disana, kebetulan kami saat itu melewati Gunung itu lalu kakek teringat jika saat dia masih muda dulu dia pernah melihat tanaman Ginseng Api yang sudah berbuah ratusan tahun, kami segera mengeceknya dan ternyata tanaman Ginseng Api ini masih ada!" kata Bai Lang.


"Jadi hanya satu ya!" gumam Fang An dengan lemas.


"Iya hanya satu saja!" kata Bai Lang yang mendengar gumaman Fang An.


"Anak muda, Ginseng ini sangatlah langka, karena itu aku menjualnya dengan harga yang cukup tinggi, namun karena kamu sudah menyelamatkan Cucuku, maka Ginseng ini aku berikan padamu sebagai tanda terima kasih kami, terimalah!" kata Bai Xiang.


Fang An jelas terkejut mendengarnya, dia menatap Ginseng merah menyala itu lalu kembali menatap sang kakek kemudian menggelengkan kepalanya.


"Tidak! Kalian berdua sudah susah-susah turun ke kawah lava untuk mengambil Ginseng ini, aku benar-benar tidak bisa menerima ini," kata Fang An.


"Apa yang kamu katakan? Ginseng ini memang sangat langka dan memiliki nilai tinggi, namun Ginseng ini tidak ada apa-apanya dengan nyawa Cucuku, andai kamu tidak menyelamatkan Cucuku saat itu, mungkin aku tidak akan sanggup hidup hingga saat ini tanpa keberadaan Cucuku, jadi aku mohon terimalah Ginseng ini!" kata Bai Xiang.


"Teman! Demi aku tolong ambillah Ginseng itu, hanya ini yang bisa kami berikan sebagai tanda terima kasih kami," kata Bai Lang.


"Apa kalian yakin?" Fang An mencoba kembali bertanya akan niat mereka.


"Tentu saja!" jawab Bai Xiang tanpa keraguan.


"Baiklah aku terima Ginseng ini, namun tolong terima juga ini sebagai bayarannya!" kata Fang An seraya memberikan seratus Ziyuan kepada mereka.


"Tidak-tidak! Kamu tidak perlu membayarnya, tolong hargai niat kami!" kata Bai Xiang dan Bai Lang.


"Terima kasih!" kata Fang An lalu dia menerima Ginseng Api itu dan dengan hati-hati dia menyimpannya di dalam Cincin penyimpanan nya.


"Sebenarnya kamu mau kemana?" tanya Bai Lang.


"Aku dan paman ku yang tadi itu ingin pergi ke Gunung Yizan juga, hanya saja kami kehabisan perbekalan sehingga mampir untuk berbelanja disini!" jawab Fang An.


"Pergi ke Gunung Yizan juga? Sebenarnya kenapa kalian para Kultivator pergi kesana?" tanya Bai Xiang.


"Maksud kakek, apakah selain kami ada orang lain yang pergi kesana sebelum kami?" tanya Fang An.


"Iya! Saat kami selesai mengambil Ginseng itu, kami sempat beristirahat di bekas Pemukiman, setelah itu muncul beberapa Kultivator yang salah satunya memiliki sayap merah aneh di punggungnya!"


"Seorang Kultivator yang memiliki sayap merah?" Fang An terkejut mendengarnya, dia berharap semoga itu bukan Fu Jianzi.


"Sepertinya apa ciri-ciri orang bersayap itu?" tanya Fang An.


"Dia seorang pria tua dengan mengenakan pakaian warna biru, dan lima orang lainnya yang juga mengenakan pakaian berwarna biru, namun kelima sosok lainnya tidak memiliki sayap!" jawab Bai Lang.

__ADS_1


"Mustahil..!" kepala Fang An berdenyut keras dan terasa nyeri, dari ciri-cirinya sudah sangat jelas jika mereka adalah orang-orang dari Sekte Gunung Pohon Persik.


"Kalau tidak salah dari pakaian yang mereka kenakan, seharusnya mereka berasal dari Sekte Gunung Pohon Persik!" kata Bai Xiang yang semakin memperkuat perkiraan Fang An.


"Fang An, sepertinya rencana mu sudah diketahui oleh mereka!"


Tiba-tiba saja Feng Huang berbicara kepada Fang An setelah mendengar obrolan mereka sejak tadi.


"Apa itu mungkin guru? Tapi kami sudah menutup rapat rencana ini dan meminta kepada semuanya untuk tidak berbicara kepada siapapun akan rencana rahasia ku ini, bagaimana bisa hal ini bocor ke telinga mereka?" tanya Fang An.


"Ada dua kemungkinan Fang An! Yang pertama mungkin ada penyusup yang sudah memantau Klan Mu serta memata-matai kalian, dan yang kedua, kemungkinan besar ada pengkhianat di klan Fang atau mungkin di Klan Mu!" kata Wang Lao Yi.


"Keterlaluan! Jika begini sia-sia semua rencana ku!" kata Fang An seraya memijat keningnya.


Bai Lang dan Bai Xiang saling berpandangan dan menatap Fang An yang diam dan memijat keningnya dengan heranan.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Bai Lang.


"Ah iya aku baik-baik saja!" jawab Fang An.


"Teman! Sebelum kamu pergi dari desa ini, apakah bisa aku minta bantuanmu sekali lagi?" tanya Bai Lang.


Fang An menaikan sebelah alisnya mendengar itu seraya bertanya, "Bantuanku? Bantuan apa yang kalian butuhkan dariku?" tanya Fang An.


"Begini! Desa Lianxai ini adalah pusatnya dari beberapa desa kecil lainnya sebagai penghubung dengan jalur perdagangan sebagai perantara, desa ini cukup ramai dan penduduknya sangat ramah! Hanya saja semuanya berubah setelah kemunculan Kelompok Kapak Kematian yang tiba-tiba saja datang dan menjarah hasil bumi di desa ini!" kata Bai Xiang.


"Kelompok Kapak Kematian?" Fang An sebelumnya sempat mendengar akan kelompok itu dari Gu Yao He.


"Iya Kelompok Kapak Kematian! Kelompok ini adalah kelompok kecil namun sangat beringas dan sadis, mereka menjarah semua harta benda dari para penduduk serta menyita banyak barang dagangan, karena itu pasar ini agak sepi, dan terlebih lagi sudah banyak korban yang mati di tangan para kelompok ini! Jadi jika kamu tidak keberatan, tolong bantu desa ini melewati masalah ini, sebab jika tidak segera diselesaikan, jangankan para penduduk asli Desa ini, bahkan kami pun tidak akan bisa melanjutkan usaha dagang kami jika hal ini terus berlanjut! Bagaimana apakah kamu bersedia?" tanya Bai Xiang.


Fang An terdiam dan berusaha berpikir untuk memutuskannya, memang kedengarannya masalah yang menimpa Desa Lianxai sangat serius, hanya saja masalah Klan nya juga tidak kalah buruknya dengan Desa Lianxai.


Fang An tentu tidak keberatan untuk membantu Desa Lianxai, namun dia sendiri juga harus secepatnya kembali untuk memberitahukan kepada Gu Yao He serta ayahnya dan juga Mu Yuan akan Sekte Gunung Pohon Persik yang sudah mengetahui rencananya, terlebih lagi kemungkinan besar ada penyusup atau mungkin ada penghianat di dalam rombongan.


"Kapan para Kelompok Kapak Kematian itu akan datang?" tanya Fang An.


"Tidak tentu, walau setiap hari mereka pasti datang, namun waktunya yang tidak bisa di tebak, kadang datang pagi, siang sore, dan bahkan malam!" jawab Bai Xiang.


Fang An semakin kebingungan untuk memutuskannya, dia tidak mungkin menunggu para Kelompok Kapak Kematian itu sampai malam, sebab dia sendiri juga harus menyusun rencana lain untuk Klan nya.


"Fang An! Jarak antara perkemahan mu dengan Desa ini tidak terlalu jauh, Gunakan saja sebuah tanda jika memang kelompok itu datang kesini, mereka bisa menggunakan suara siulan keras sebagai tanda bahaya jika Kelompok itu datang, dan kamu juga masih bisa kembali sekaligus menyusun rencana berikutnya, dan menurutku sebaiknya kamu batalkan saja rencanamu pergi ke Gunung Yizan itu!" kata Feng Huang.


Fang An langsung menuruti nasehat gurunya dan kemudian dia segera menyampaikannya kepada Bai Lang dan kekeknya.

__ADS_1


"Baiklah, tapi aku harus tetap kembali dulu, tapi tenang saja jarak antara tempat peristirahatan kami dengan desa ini tidak terlalu jauh, nanti kalian tinggal kirim sinyal tanda bahaya jika mereka datang! Caranya kalian cukup bersiul keras sebanyak tiga kali, dan setelah itu aku pasti akan langsung datang!" kata Fang An.


Bai Lang tersenyum lebar mendengarnya, dia segera mengangguk setuju dan setelah semua urusan Fang An selesai, dia segera berpamitan untuk kembali karena Fang An ingin segera menyampaikan rencananya yang telah di ketahui oleh Fu Jianzi.


__ADS_2