
Fang An berdiri kaku menatap tanaman yang di tunjukkan oleh Singa Angin itu padanya, alisnya naik turun seperti orang bodoh.
"Ini Pohon ajaibnya yang kamu bicarakan itu?" tanya Fang An.
"Iya itulah pohonnya!" jawab Singa Es.
Fang An hanya menggelengkan kepalanya, sebelumnya Singa itu bilang jika dia telah memakan Buah Merah seperti darah lalu sekarang pohonnya masih berbunga, yang namanya pohon semua orang akan berpikir jika pohon itu adalah sebuah tumbuhan pohon yang besar sekali seperti Pohon besar pada umumnya.
Namun ternyata Pohon ajaib yang di tunjukkan oleh Singa Angin justru seperti tanaman Bunga, bahkan tingginya tidak sampai setinggi lutut kaki Fang An.
Tanaman itu memang masih bisa di bilang sebagai pohon juga, hanya saja tingginya tidak ada bedanya dengan tinggi bunga hiasan.
Batangnya berwarna kemerahan, dan tanaman tersebut memiliki dua jenis warna daun, satu helai daun berwarna merah dan satu lagi berwarna ungu.
Tanaman tersebut memiliki tiga cabang tangkai, dua diantaranya masih menumbuhkan pucuk daun muda dan satu tangkai lagi sudah berbunga, bunganya berwarna kuning kemerahan namun wujudnya tidak seperti bunga-bunga lainnya.
Bunga tersebut memiliki kelopak sebanyak tujuh lembar, dan di tengah-tengah ada buah kecil berwarna kemerahan, namun itu sangatlah kecil, kemungkinan ukuran penuh buah itu mungkin sebesar buah Tomat.
Fang An meneliti setiap helai daun dan juga kelopak bunganya yang unik, daunnya seperti daun kelapa namun lebarnya sama seperti daun ilalang, andai tidak bercabang mungkin taman itu akan terlihat seperti kelapa kecil.
"Ini sungguh sangat unik sekali, hanya saja aku merasakan sesuatu yang aneh dari bunga ini, rasanya seperti memiliki jiwa," gumam Fang An.
"Apa yang akan kamu lakukan terhadap tanaman itu?" tanya Wang Lao Yi.
"Entahlah! Jika aku meninggalkannya disini takutnya tanaman ini akan mati atau parahnya dimakan Anim Beast yang mungkin masih berkeliaran, namun untuk membawanya juga tidak mungkin," kata Fang An kemudian dia menatap Cincin milik Wang Lao Yi.
"Guru, apakah Cincin Ruang dimensi guru bisa untuk menyimpan tanaman ini dan tetap bisa bertahan hidup?" tanya Fang An.
"Ruang dimensi ku ini memang sudah aku ubah agar bisa memasukan apapun, baik itu benda mati, maupun makhluk hidup! Hanya saja jika tanaman unik itu di tanam di Ruang dimensi ku ini, mungkin perkembangannya akan sediki lambat!" jawab Wang Lao Yi.
"Tidak masalah guru, yang penting tanaman ini bisa bertahan hidup," ucap Fang An yang sedikit merasa senang mendengar penjelasan gurunya.
Walau agak kecewa karena kemungkinan perkembangan tanaman itu akan agak lambat, setidaknya tanaman itu masih bisa dia bawa untuk di rawat sendiri, paling tidak dia sudah memiliki tanaman unik lain yang belum di ketahui namanya.
__ADS_1
"Singa Angin, menurutmu berapa tahun lagi tanaman ajaib ini akan berbuah?" tanya Fang An.
"Kalau menurutku kemungkinan besar sekitar Enam puluh tahun lagi pohon ajaib ini baru bisa membayangkan buahnya!" jawab Singa Angin.
"Enam Puluh tahun lagi? lumayan lama juga ternyata," gumam Fang An.
"Karena kamu akan pindah ke Hutan Sesat, bolehkah aku mengambil tanaman ini?" tanya Fang An.
"Silahkan kamu ambil saja tanaman itu," jawab Singa Angin.
"Terima kasih!" kata Fang An dengan tersenyum lebar.
"Jika sudah tidak memiliki urusan lagi, aku akan pergi mengumpulkan seluruh Binatang untuk pindah ke Hutan Sesat!" kata Singa Putih.
"Owh iya silahkan, terima kasih banyak karena telah memberikan ini padaku," jawab Fang An.
"Tidak apa-apa Feng Huang, karena kamu manusia yang sangat baik, jadi kamu sangat pantas untuk mendapatkannya! Kelak jika kamu memiliki masalah dan membutuhkan bantuanku, carilah aku di Hutan Sesat, aku pasti akan membantumu!" ucap Singa Putih.
"Sepertinya tidak ada!" jawab Singa Putih.
"Bagaimana kalau kamu menjadi Spirit Beast ku saja? Dengan demikian kita akan memiliki ikatan jiwa walau kamu dan aku terpisah jauh, apakah kamu tidak keberatan dengan saranku ini?" tanya Fang An.
"Kamu menginginkanku untuk menjadi budak mu? Aku tidak mau!" Singa Putih memalingkan wajahnya seraya mendengus kesal.
"Aku hanya memberikan saran saja, jika kamu tidak mau juga tidak apa-apa! Lagi pula aku tidak pernah menganggap Spirit Beast ku itu sebagai budak ku, andaipun nanti kamu mau untuk menjadi Spirit Beast ku, aku juga tidak akan mengekang dirimu dan kamu bebas hidup di luar tanpa harus mengikutiku," kata Fang An.
"Jika aku menjadi Spirit Beast mu, aku akan selalu dilanda kekhawatiran setiap hari, sebab jika terjadi sesuatu buruk padamu semisal kamu mati, maka akupun juga akan ikut mati, aku tentu tidak ingin mati apalagi aku masih harus merawat keenam anak-anak ku hingga mereka memiliki kemampuan Bumi 2."
"Aku mengerti! Kalau begitu kamu bisa mengumpulkan semua Binatang disini dan segera bawa mereka semua pindah ke Hutan Sesat!" kata Fang An.
Singa Angin mengangguk kemudian dia mundur lalu terbang menjauh dari Fang An, dan kini Fang An duduk memikirkan cara untuk memindahkan Tanaman ajaib itu.
"Fang An, sebenarnya ada sesuatu yang mungkin bisa membantumu untuk mengembangkan tanaman ini dengan cepat, bahkan bisa menghasilkan buah lebih cepat dari yang kamu perkirakan," kata Feng Huang.
__ADS_1
"Sesuatu seperti apa itu?" tanya Fang An.
"Cincin Penyimpanan Alam! Cincin itu juga memiliki Ruang dimensi portal, hanya saja waktu di dalamnya sangat berbeda dengan waktu di dunia luar, jika kamu berlatih di dalam Ruang dimensi portal Cincin penyimpanan Alam itu selama 20 tahun, itu sama saja kamu berlatih disini selama dua tahun," kata Feng Huang.
Fang An jelas terkejut mendengarnya, dia merasa tidak percaya namun yang berbicara itu adalah gurunya sendiri. "Jika memang ada benda seperti itu, dimana aku bisa mendapatkannya guru?" tanya Fang An.
"Benda itu hanya ada dua di Benua Bintang Terang, itupun jika masih berada disana, sebab itu adalah peninggalan dari Sekte-sekte kuno, sedangkan Lian Xiao memiliki Kubus Alam, yaitu sebuah benda pusaka yang terbuat dari emas berbentuk kotak sebesar kepalan tangan orang dewasa, kubus Alam juga memiliki Ruang dimensi portal yang sama dengan waktu seperti Cincin Penyimpanan Alam!" kata Feng Huang.
"Itu artinya Mendiang Sesepuh Lian Xiao pasti menyimpan benda itu di Sektenya bukan?" tanya Fang An.
"Entahlah, sebab sudah sangat lama sekali aku keluar dari Benua Bintang Terang!" jawab Fang An.
"Cincin Penyimpanan Alam, Kubus Alam! Apa masih ada lagi yang lainnya selain kedua benda Pusaka itu?" tanya Fang An.
"Tentu saja masih ada satu lagi, yaitu Bola Dunia Pemisah, benda yang satu ini juga memiliki ukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa, bentuknya bulat dan juga bening seperti kaca, namun bukan terbuat dari kaca, dan benda yang satu ini juga peninggalan sekte kuno," jawab Feng Huang.
Fang An menggaruk kepalanya yang tidak gatal, keberadaan ketiga benda Pusaka Alam itu ternyata sangat misterius sekali, hal ini membuat Fang An tidak memiliki harapan untuk bisa menemukan keberadaan Benda Pusaka Alam itu.
"Sudahlah, sebaiknya aku menyimpannya di Ruang dimensi portal milik Guru Wang saja, aku akan merawatnya sendiri disana!" ucap Fang An lalu dia mencabut tanaman ajaib itu dan kemudian memasukkannya ke dalam Cincin Ruang dimensi portal.
"Tolong tanam itu guru," kata Fang An kepada Wang Lao Yi.
"Murid kurang ajar, bisa-bisanya kamu memerintah gurumu ini!" gerutu Wang Lao Yi.
"Aku hanya minta tolong saja guru!" ucap Fang An dengan terkekeh.
"Baik-baik aku akan menanamnya untuk mu," kata Wang Lao Yi.
"Terima kasih!"
Fang An menghampiri Singa Es dan kemudian dia menaiki punggungnya seraya berkata, "Ayo berangkat Singa Es!"
Singa Es segera melayang di udara dan kemudian dia langsung terbang ke arah selatan dengan kecepatan tinggi, sedangkan Singa Angin juga sudah mengumpulkan para Anim Beast disana untuk pindah ke Hutan Sesat.
__ADS_1