
"Sekarang hanya tersisa dua Petarung dari masing-masing kubu, karena Arena sudah hancur, jadi butuh waktu sebentar untuk membangun arenanya kembali, sembari menunggu arena kembali seperti semula, kalian bisa beristirahat dulu sejenak sekaligus memulihkan kondisi kalian sebelum Babak Final benar-benar akan dimulai!" kata Xhang Gugu.
Fang An dan Bing Xuyue serta dua ketua murid lain dari kubu Biru kembali ke tempat Kelompok mereka masing-masing, sedangkan di arena yang telah hancur, Ji Xao Long mulai membuat ulang Arena dengan menggunakan Elemen Tanah nya.
Ketujuh teman Fang An mulai memberikan banyak pelayanan kepada ketua mereka dengan dibantu oleh anggota yang lainnya, begitu juga dengan Bing Xuyue serta kedua ketua kelompok lainnya.
"Hentikan, kalian tidak perlu melakukan semua ini!" ucap Fang An.
"Ini sudah menjadi tugas kami untuk melayani ketua kami, apalagi kamu akan bertarung di babak terakhir, jadi kamu harus mendapatkan makanan serta asupan lain yang bisa membantu memulihkan stamina mu!" jawab Jian Kang.
"Aku memiliki Pil untuk memulihkan stamina ku, jadi kalian tidak perlu repot-repot melakukan hal konyol seperti ini!" ucap Fang An setelah itu dia melihat sebuah benda kecil yang tergantung di pakaian semua anggota kelompoknya.
"Sebelumnya aku tidak melihat benda itu, apakah itu adalah lencana yang pernah kamu katakan padaku waktu itu?" tanya Fang An.
"Benar sekali, ini adalah lencana petir khusus untuk anggota kita yang telah di pesan oleh saudara Gui Lang, sedangkan untuk seragamnya masih belum selesai!" jawab Tang Chin.
Fang An memperhatikan lencana yang terbuat dari logam berwarna putih dengan logo bergambar Petir, lencana tersebut baru saja tiba sehingga Gui Lang langsung menyuruh semua anggotanya untuk mengenakannya.
"Bagaimana menurut pendapatmu?" tanya Zang Mei.
"Sangat bagus!" jawab Fang An.
Zang Mei dan Gui Lang merasa senang karena Fang An menyukai Lencana yang mereka pesan serta ada logo bergambar Petir nya.
Di tempat lain, Han Wang yang merasa tidak tenang mondar-mandir dengan hati yang sangat gelisah dan sesekali menggerutu sendiri.
"Apa yang kamu lakukan Han Wang? Berhentilah, kamu membuatku tidak bisa berkonsentrasi saja!" kata Bing Xuyue.
"Ah, maaf Nona muda! Tapi aku sangat tidak tenang dan juga tidak habis pikir, bagaimana bisa Fang An memiliki kemampuan sebesar itu? Darimana dia mendapatkan semua teknik hebat serta siapa sebenarnya gurunya yang sudah membuatnya mampu membuka dua kekuatan Alami nya dengan sempurna?" kata Han Wang.
"Jika kamu ingin tahu jawabannya, kamu bisa pergi kesana dan menanyakan langsung kepada orangnya! Pergilah dari hadapanku," kata Bing Xuyue.
Han Wang hanya bisa berdecak kesal setelah Bing Xuyue yang sama sekali tidak memperdulikannya, ditambah lagi dengan Fang An yang memiliki kekuatan yang tidak disangka-sangka.
Dengan perasaan kesal, Han Wang melangkah pergi meninggalkan Bing Xuyue yang sedang berkonsentrasi memulihkan diri, sedangkan Han Wang berdiri di pagar menatap kelompok Petir Langit yang sepertinya sangat bahagia dengan tawa canda seperti orang yang sedang merayakan sesuatu.
Sebelumnya dia sempat berpikir jika Lin Hang pasti akan mengajar Fang An hingga dia kalah, namun yang terjadi justru sebaliknya.
__ADS_1
"Mungkin jika aku dan Nona muda menyatukan kekuatan menyerangnya, dia pasti bisa dikalahkan!" batin Han Wang.
Han Wang yakin jika dirinya bergandengan tangan melawan Fang An, dia pasti akan mampu mengalahkan Fang An, apalagi hanya itu jalan satu-satunya untuk bisa menang dan menduduki posisi Rangking Pertama.
Karena saat ini Bing Xuyue sedang melakukan pemulihan diri, Han Wang akan menunggunya, dan setelah dia keluar, barulah dia akan menyampaikan rencananya tersebut kepada Bing Xuyue.
Tidak butuh waktu lama bagi Lao Yang He untuk menyelesaikan pembuatan arena yang baru, dan sekarang Arena yang sebelumnya sudah hancur dan berubah menjadi kawah kini sudah kembali seperti sedia kala.
"Sudah selesai, jadi pertandingan babak akhir sudah bisa dimulai!" kata Lao Yang He kepada Xhang Gugu.
"Terima kasih Tetua Lao!" kata Xhang Gugu dan kemudian dia berjalan hingga ke pagar seraya berbicara dengan suara yang menggema.
"Para murid yang akan bertanding di babak terakhir ini segera datang ke arena, sudah waktunya pertandingan terakhir akan segera dimulai!" kata Xhang Gugu.
Bing Xuyue membuka matanya mendengar panggilan itu, dia bangkit dan kemudian berjalan keluar dari ruangan, lalu dia disambut oleh Han Wang yang ingin membicarakan sesuatu padanya.
Begitu juga dengan Fang An, dia melihat ke arena yang sudah kembali utuh seperti tidak terjadi sesuatu disana setelah itu dia menghela nafas panjang. "Sudah waktunya!" kata Fang An dan kemudian dia melompat menuju ke atas Arena.
Setelah Fang An yang lebih dulu berada di atas arena, Bing Xuyue dan Han Wang juga memasuki Arena, namun kedua ketua kelompok di kubu biru tidak ikut naik.
"Pertandingan pertama akan dimulai dari kubu merah terlebih dahulu, yaitu Fang An melawan Bing Xuyue dan rekannya! Ini adalah pertandingan terakhir untuk menentukan siapa diantara kalian yang masuk ke Posisi Rangking Pertama!" ucap Xhang Gugu.
"Kemampuan mereka berdua sebenarnya berada di bawahku, namun kekuatan serta Teknik mereka itu yang berada tinggi lebih di atasku!" gumam Sao Yi Feng.
Hanya satu murid yang mungkin tidak melihat pertandingan terakhir tersebut, dia adalah Lin Hang yang masih tidak sadarkan diri.
"Nona Bing, aku sudah menepati sumpahku padamu, sekarang hanya tinggal satu langkah lagi untuk memenuhi semuanya," kata Fang An.
"Aku akui kemampuanmu itu, apalagi sejak awal aku memang tidak pernah meragukan pilihan ibu serta eyangku, mereka selalu mengetahui akan apa yang tidak orang lain ketahui, hanya saja sekarang bukan saatnya kita membicarakan hal ini, dan aku tidak akan menahan diri untuk melawanmu!" kata Bing Xuyue.
"Nona muda! Apakah Nona masih tidak mau untuk melawannya bersama-sama?" tanya Han Wang.
Bing Xuyue menggelengkan kepalanya, sebelumnya dia sudah menolak ajakan Han Wang untuk bekerjasama mengalahkan Fang An, namun Bing Xuyue tidak setuju dengan rencana Han Wang.
Bing Xuyue menolak tawaran Han Wang bukan karena dia merasa paling kuat, sebagai seorang Kultivator kekuatan memang adalah segalanya, namun bagaimanapun juga semua itu dapat dipatahkan oleh perasaan.
"Senior Han, jika anda takut untuk melawanku, sebaiknya anda keluar dari arena ini!" kata Fang An.
__ADS_1
Ucapan Fang An yang terdengar sangat meremehkannya menyulutkan emosinya yang langsung naik ke ubun-ubun Han Wang, dan disaat yang bersamaan, Han Yuwei juga memberikan tanda agar pertandingan segera dimulai.
"Kamu terlalu lancang, terimalah ini!"
"Berhenti Han Wang!" seru Bing Xuyue.
Han Wang yang sudah tersulut amarah tidak lagi memperdulikan peringatan Bing Xuyue, dia langsung menciptakan Zirah Es Petarungnya lalu mengeluarkan senjata berupa Tombak Es.
Tanpa memperdulikan apapun lagi, Han Wang segera melesat dengan kabut dingin yang tebal serta tombaknya yang juga mengeluarkan kabut langsung diputar dan di hujamkan ke arah Fang An.
"Teknik Tombak Pembekuan Es."
Fang An melihat tombak Han Wang yang runcing mengeluarkan serpihan Es lalu mata tombak es lainnya muncul dan secara bersamaan mengarah ke arahnya, hanya saja Fang An tidak terlihat seperti akan menghindar.
"Tidak baik bertarung saat pikiranmu dikuasai oleh amarah!" kata Fang An dan kemudian dia menguluakan tangannya lalu Pernah birunya muncul dan langsung menahan serangan Han Wang.
Han Wang tidak mau kalah begitu saja, dia memelintir gagang tombaknya sehingga mata tombak yang asli menyelinap ke samping dan menerobos masuk hingga hampir mengenai tenggorokan Fang An.
Tentu saja Fang An dapat membaca gerakan tersebut, dia hanya mencondongkan tubuhnya sehingga mata tombak itu hanya melewati lehernya dengan jarak kurang dari dua jari untuk mengenai kulitnya.
Serangan tombak es itu mungkin akan sangat berbahaya jika sampai melukai kulit, bisa saja darah akan langsung membeku lalu seluruh urat akan mati karena menjadi es.
"Itu hampir saja! Tapi masih belum cukup cepat," kata Fang An kemudian dia melepaskan serangan tinjunya ke arah dada Han Wang.
Secara refleks Han Wang langsung menghindar, dan saat dia berhasil mengambil jarak aman, tiba-tiba saja Fang An sudah berada di sampingnya dengan kepalan tangan kirinya yang diselimuti oleh Api dan Petir.
Jelas Han Wang terkejut, padahal dia sudah mengetahui kemampuan Fang An yang mampu bergerak secepat kilat, hal itu membuat jantung Han Wang seperti berhenti berdetak saat Fang An mulai melepaskan tinju ke arahnya.
"Teknik Pukulan Inti Api dan Petir."
Tanpa memiliki keraguan sedikitpun, Fang An langsung melepaskan tinju tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya masih memegang Pedangnya.
Han Wang berpikir jika dirinya pasti tidak akan bisa menghindarinya, sedangkan tinju Fang An yang hampir sampai ke tubuh Han Wang tiba-tiba saja ditarik kembali setelah Fang An merasakan ada energi yang melesat kearahnya.
Energi tersebut ternyata berasal dari energi pedang es milik Bing Xuyue yang menyerang Fang An sekaligus melindungi Han Wang. Walau Bing Xuyue tidak terlalu peduli terhadap Han Wang, namun dia itu tetap anggota murid Sekte nya, hal itulah yang membuat Bing Xuyue bergerak untuk menggagalkan serangan Fang An yang pastinya akan membuat Han Wang mengalami luka parah jika terkena pukulan Fang An.
Fang An segera mundur menghindari energi Pedang Es yang di lepaskan berkali-kali terhadapnya, setelah Bing Xuyue menghentikan serangannya, Fang An menghirup nafas dalam-dalam.
__ADS_1
"Sepertinya ini akan memakan waktu sedikit lebih lama!" gumam Fang An lalu dia pun mulai menciptakan Zirah Petarung nya, semua itu karena Bing Xuyue yang juga mulai ikut menyerang nya.