SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Akhir hidup si Penghianat


__ADS_3

"Apakah Fang An benar-benar tidak tahu jika Lie Wei itu adalah Wakil Penatua musuhnya?" gumam Bing Xuyue.


Karena saat ini Fang An sedang berada di dalam kendali Kekuatannya sendiri, jadi dia belum terlalu mengingat atau mengetahui akan siapa yang dia hadapi.


"Fang An, Ini aku! Apakah kamu tidak mengingatku?" tanya Fu Lie Wei setelah berhasil menghindari beberapa serangan dari Fang An.


"Musnahlah!"


Bukannya mengingat setelah mendengar ucapan Fu Lie Wei, dia justru semakin melepaskan serangan yang lebih besar sehingga Fu Lie Wei yang tidak mampu menghindari serangan itu hampir saja musnah.


Untungnya Fu Jianzi langsung melepaskan energi pelindung dari jarak jauh sehingga Fu Lie Wei hanya terpental dengan beberapa luka bakar di kaki dan lengannya.


"Fang An! Apakah kamu benar-benar ingin membunuhku?" batin Fu Lie Wei dengan hati yang begitu perih saat beberapa kali Fang An ingin membunuhnya.


Saat hatinya masih merasakan sakit karena sikap Fang An yang berubah, tiba-tiba saja Bing Xuyue datang menolongnya serta menyalurkan Elemen es nya untuk meringankan luka bakar yang dialami oleh Fu Lie Wei.


"Nona Bing? Kenapa Nona membantuku?" tanya Fu Lie Wei.


"Sebenarnya aku juga tidak ingin membantu orang yang menjadi musuh Fang An, namun aku merasa tidak memiliki alasan untuk membiarkanmu terluka!" kata Bing Xuyue lalu dia menatap Fang An yang menghampiri Fu Jianzi.


"Nona Lie Wei, Aku ingin bertanya padamu! Apakah kalian berdua memang tidak saling mengenali akan siapa kalian sebenarnya? Lalu kalau boleh aku tahu, apakah sebenarnya kamu memiliki perasaan kepadanya?" tanya Bing Xuyue.


Fu Lie Wei terdiam dengan menahan rasa sakit di hatinya saat Fang An memutuskan untuk memilih bersama dengan Bing Xuyue, namun dia juga tidak ingin memberikan pengakuan palsu kepada Gadis Cantik berambut putih itu.


Fu Lie Wei akhirnya mau memberikan penjelasan akan yang sebenarnya sejak awal dirinya dan Fang An bertemu, dia juga memberikan tahu Bing Xuyue jika memang hubungan antara kedua, namun hubungan itu harus berakhir kandas karena Fang An lebih memilih Bing Xuyue.


Bing Xuyue merasa senang namun juga sedih mendengarnya, tentu dia sangat senang karena Fang An yang lebih memilih dirinya, namun sebagai sesama wanita, Bing Xuyue juga merasakan rasa sakit yang dirasakan oleh Fu Lie Wei.


"Sebenarnya saat ini Fang An sedang di kendalikan oleh kekuatannya yang bangkit karena kematian ibunya! Jadi saat ini dia tidak akan mendengar apapun atau mengenal siapapun, yang dia tahu saat ini hanyalah membunuh dan membalas dendam untuk kematian ibunya, dan pastinya dia tidak akan berhenti sebelum rasa sedihnya menghilang dari hatinya, dan itu sepertinya akan memakan waktu yang cukup lama, takutnya begitu dia sudah sadar, tempat ini mungkin akan menjadi lautan mayat!" kata Bing Xuyue.

__ADS_1


"Aku tidak ingin dia terluka, dan aku juga tidak ingin Sekte ku hancur! Nona Bing, aku minta padamu untuk membantuku menyadarkan Fang An sebelum dia membunuh guruku!" pinta Fu Lie Wei.


"Aku tidak berjanji, tapi aku juga tidak ingin dia terus seperti ini, harus ada yang bisa menyadarkannya sebelum jatuh banyak korban jiwa, mungkin kita berdua bisa melakukannya, ayo kita coba!" kata Bing Xuyue.


Bing Chen yang mendengar itu segera menghampiri mereka berdua, dia akan membantu mereka berdua dengan cara memberikan perlindungan energi pelindung kepada keduanya agar bisa mendekati Fang An dan menyadarkannya.


Bing Chen tentu tidak ingin Fang An terus menyerang secara membabi-buta seperti itu, yang paling dikhawatirkan oleh Bing Chen, andai Fang An berhasil melenyapkan seluruh Aliansi musuh namun kesadarannya belum kembali juga, bukankah target pelampiasan berikutnya adalah anggota Aliansi nya sendiri.


Bing Chen juga berpikir jika kemungkinan besar yang mampu menyadarkan Fang An adalah orang-orang yang memiliki hubungan paling dekat dihati Fang An, sedangkan yang memiliki hubungan paling dekat di hatinya selain keluarganya adalah kedua gadis itu.


"Eyang, tolong bantuannya!" kata Bing Xuyue lalu dia menatap Fu Lie Wei seraya berkata, "Ayo kita lakukan sekarang!" ajak Bing Xuyue dan kemudian mereka berdua langsung terbang ke arah Fang An yang berusaha untuk membunuh Fu Jianzi.


Fu Jianzi benar-benar tidak bisa melawan, dengan sisa kekuatan yang dia miliki saat ini, Fu Jianzi hanya bisa bergerak menghindari serangan dari Fang An yang mampu mengubah batu menjadi abu.


Fu Jianzi benar-benar hampir dibuat mati oleh kemarahan Fang An, kekuatan Fu Jianzi yang dikenal sebagai orang terkuat di Benua Daratan Hijau itu kini seperti seekor semut di hadapan kemarahan Fang An.


"Fang An sadarlah!" seru Fu Lie Wei yang bergerak ke arah Fang An bersama dengan Bing Xuyue.


Tangan Fang An sedikit bergetar dan secara perlahan-lahan dia mulai mundur, di dalam hatinya seperti ada getaran perasaan yang sangat aneh setelah melihat wajah kedua gadis itu.


Tentu jauh di dalam alam lain di dalam tubuh Fang An, jiwa Fang An sedang terperangkap oleh aura gelap kesedihan, sedangkan kedua sosok guru spiritualnya juga tidak bisa menghubungi Fang An seolah-olah ada penghalang yang menyegel jalur kedua jiwa Spiritual itu.


Jiwa Fang An yang sedang duduk menangis di alam lain tiba-tiba saja mendengar panggilan suara gadis yang sangat Familiar di telinganya, baru kali ini dia bisa mendengar panggilan setelah beberapa saat dia dikurung di dalam aura kesedihannya.


"Fang An ini aku Lie Wei, sadarlah Fang An!" suara itu kembali terdengar.


"Fang An, kembalilah!" suara Bing Xuyue juga terdengar oleh Fang An.


"Lie Wei! Yue Yue!"

__ADS_1


Jiwa Fang An mulai memanggil nama kedua gadis itu, sedangkan dirinya yang berada di luar juga ikut menyebut nama kedua gadis itu.


Kepala Fang An tiba-tiba saja terasa sakit karena kesadarannya yang mulai kembali, dia memegang kepalanya erat-erat dan kemudian menjerit sekeras-kerasnya seraya melepaskan elemen petir yang menyambar ke segala arah sehingga tempat pertempuran itu jadi hancur berantakan.


Melihat Fang An yang kesakitan, Fu Lie Wei dan Bing Xuyue secara bersamaan menahan tubuh Fang An dengan cara memeluknya dengan harapan bisa meredakan rasa sakit yang Fang An derita saat ini, andai bukan karena bantuan Bing Chen, mungkin tubuh mereka akan terluka setelah bersentuhan dengan tubuh Fang An.


Teriakan kesakitan itu justru membuat kedua gadis itu tidak tega sehingga kedua-duanya memeluk Fang An dengan erat seraya ikut menangis, sebab rasa sakit yang Fang An rasakan juga dirasakan oleh mereka berdua.


Setelah beberapa saat, energi yang menyelimuti tubuh Fang An mulai menipis, dan setelah itu tubuh Fang An kembali seperti semula, namun saat kembali, Fang An justru langsung jatuh lemas tak bertenaga, itu semua karena efek dari sisa kekuatan yang memberi dampak besar bagi tubuh serta jiwanya.


"Apakah itu yang dinamakan kekuatan Cinta? Ini seperti kata penyair saja, kekuatan Cinta bisa menghancurkan kerasnya batu!" kata Yan Hang.


"Diamlah Kantong Angin!" kata Cia Ling.


"Siapa yang kamu sebut Kantong Angin?" tanya Yan Hang.


"Memangnya siapa lagi di kelompok kita yang seperti Kantong Angin?"


"Kau..!" Yan Hang ingin marah, namun Tang Chin segera menghentikan perdebatan mereka berdua.


Pertempuran juga ikut berhenti setelah Fu Lie Wei dan Bing Xuyue berhasil menyadarkan Fang An, dan semuanya sama-sama melihat ke arah mereka bertiga dimana seorang pemuda di peluk oleh dua wanita cantik.


"Apakah Wei'er dan pemuda itu saling kenal?" batin Fu Jianzi yang juga terkejut saat Fu Lie Wei berhasil menyadarkan Fang An, dia merasa Fu Lie Wei dan gadis satunya lagi itu memiliki hubungan yang tidak biasa terhadap Fang An.


Di tempat lain, Fang Zoli sudah jatuh dengan kondisi perut yang tertancap oleh Pedang milik Fang Zui, Sesepuh Klan Fang itu kini hanya bisa terbaring dengan nafas yang mulai sesak, sedangkan Fang Zui yang juga terluka dengan susah payah menghampiri Fang Zoli.


"Sesepuh! Walau ini sangat berat bagiku, namun hukum tetaplah hukum, tidak ada lagi tempat bagimu di Klan Fang, satu-satunya tempat yang layak bagimu adalah di Alam Baka!" kata Fang Zui.


Fang Zoli hanya membuka tutup matanya, dia tidak bisa menjawab karena mulutnya sudah dipenuhi oleh darah yang sudah mengental.

__ADS_1


Dengan sisa tenaga yang dimiliki oleh Fang Zui, dia mencabut pedang yang tertancap di perut Fang Zoli, setelah itu dia mengangkat pedang itu seraya berkata, "Selamat tinggal sesepuh!" ucap Fang Zui lalu dia memenggal kepala Fang Zoli.


Akhir hidup si penghianat Klan Fang berakhir di tangan Fang Zui, sedangkan pertarungan kini sudah berhenti, hanya saja tidak ada yang menyadari jika sejak awal, Klan Hun sama sekali tidak ikut bertempur, mereka justru menjauhi pertempuran sejak pertempuran pertama kali pecah


__ADS_2