
***
"Mudah-mudahan aku berhasil membuat Pil Api Matahari ini!" gumam Fang An yang sudah mempersiapkan kuali obat serta tiga bahan yang sudah terkumpul.
Ginseng Api, Akar Pohon Magma, dan Daun Dewa Matahari sudah berada di samping kuali. Fang An berusaha mengumpulkan ketiga bahan ini dengan susah payah walau akhirnya dia mendapatkannya dengan cara yang tidak terduga.
Demi bisa menaikkan tingkat Spirit Root Elemen Api nya agar bisa memurnikan Pil ke Tingkat 5, Fang An sudah cukup lama menunggu demi hari ini.
Fang An sudah meminta kepada Tang Chin dan para Anggota Kelompok Petir Langit untuk tidak mengganggunya hingga dia keluar sendiri dari dalam kamarnya, bahkan dia juga berpesan untuk tidak memasuki kamarnya jika mendengar suara aneh seperti ledakan.
Fang An mulai membakar Kuali itu dengan elemen Api nya, dan setelah beberapa waktu, dia mulai memasukkan ketiga bahan yang ada di samping kuali.
Dengan berkonsentrasi penuh, Fang An terus mengatur suhu panas apinya agar ketiga bahan itu larut dengan sempurna di dalam kuali, sebab salah sedikit saja, maka dia akan gagal.
Proses pelarutan ketiga bahan membutuhkan waktu sedikit lama, dan ketiga bahan itu baru larut setelah empat hari empat malam dibakar secara terus-menerus.
Begitu ketiga bahan itu larut dan berbaur dengan Qi yang berputar di dalam kuali, Fang An segera melakukan proses pembentukan Pil nya yang juga membutuhkan waktu sedikit lebih lama, namun juga harus bisa mengontrol suhu panasnya agar tetap stabil.
Fang An menyeka keringat nya, dia mulai kelelahan karena sudah berhari-hari tidak beristirahat dan secara terus-menerus mengeluarkan energi Api nya.
Setelah berhari-hari melakukan proses pembentukan tanpa henti, tepat di hari ke 9, Fang An berhasil membentuk lima butir Pil yang belum sempurna di dalam kuali.
Kali ini energi Fang An benar-benar sangat berkurang, untuk pertama kalinya dia membuat Pil yang membutuhkan proses yang begitu lama, sampai-sampai dia tidak memiliki waktu kesempatan untuk beristirahat guna memulihkan stamina serta energinya yang terkuras.
"Benar-benar sangat sulit, tapi aku tidak bisa berhenti sekarang, jika tidak semuanya akan sia-sia," gumam Fang An dan kemudian dia menggunakan tangan satunya dan mengeluarkan beberapa Pil Pemulihan yang dia miliki untuk membantunya.
Api sempat tidak stabil saat Fang An tidak memfokuskan diri serta menggunakan satu tangan dalam melakukan pembakaran, untungnya dia segera menggunakan dua tangan setelah menelan satu Pil pemulihannya.
Memulihkan diri dengan menggunakan Pil memang tidak sepenuhnya memulihkan energi dan stamina secara keseluruhan, namun setidaknya masih ada sedikit tambahan energi yang bisa membantunya.
Hari-hari terus berlalu sejak Fang An berada di dalam kamarnya, beberapa teman-temannya terkadang datang untuk bertemu dengannya, namun Tang Chin dan Yan Hang menjelaskan jika Fang An belum bisa diganggu, bahkan Bing Xuyue dan para Tetua sekalipun tidak bisa menemui Fang An.
__ADS_1
Selama lima puluh hari Fang An tidak keluar dari dalam kamarnya, sedangkan para anggota kelompok Petir Langit mulai mempertanyakan akan apa yang sedang dilakukan oleh Ketua mereka.
Hari ini seluruh Paviliun Petir Langit diselimuti oleh aura merah yang sangat hangat, bahkan ada aroma obat yang sangat kental yang tersebar hingga tercium hingga ratusan meter jauhnya dari luar Paviliun.
Murid-murid dari kelompok luar Petir Langit serta para guru Pembimbing dan beberapa Ketua tergiur oleh aroma obat itu, mereka segera mencari sumber asal datangnya aroma obat dan ternyata itu berasal dari Paviliun Petir Langit.
Untung saja mereka tidak memiliki niat untuk menerobos masuk ke Paviliun Petir Langit, karena mereka tahu jika itu adalah Fang An yang sedang membuat Pil.
Di dalam kamar, Fang An hampir menyempurnakan pemurnian Pil nya menggunakan seluruh sisa energinya untuk menyelesaikannya, ini adalah tahap akhir yang paling penting.
Walau Fang An harus menghabiskan seluruh energi serta Pil pemulihan yang dimilikinya, Fang An akan tetap menyelesaikannya apapun yang akan terjadi nanti dengan dirinya.
Aura merah yang keluar dari dalam kuali serta aroma obat yang begitu kental membuat Fang An memiliki tambahan energi, dia membakar bagian dalam kuali tersebut hingga akhirnya dentuman keras yang menciptakan gelongbang kejut berkali-kali tercipta.
Gelombang kejut yang cukup kuat itu hampir melemparkan tubuh Fang An, namun Fang An yang memiliki daya tahan tubuh serta kekuatan yang sangat besar mampu menahan gelongbang kejut yang di hasilkan oleh Pil Api Matahari yang hampir selesai.
"Sekarang!"
Lima butir Pil dengan dua warna merah dan putih melayang di dalam semburan api besar yang Fang An lepaskan, dan setelah beberapa saat, cahaya terang segera terpancar dari kelima Pil itu serta ada hembusan badai hangat yang menyebar ke segala arah.
Fang An yang berhasil menyelesaikan pemurnian Pil nya langsung ambruk, dia benar-benar sangat kelelahan hingga merasa jika seluruh tubuhnya hampir tidak bisa digerakkan.
Fang An mengambil sebutir Pil Pemulihan yang tersisa, dia sengaja menyimpan sebutir Pil itu untuk persiapan saat-saat terakhirnya.
Setelah menelan Pil Pemulihannya, Fang An segera duduk bersila seraya menyerap seluruh khasiat Pil tersebut, dan setelah beberapa saat, Fang An sudah mendapatkan kembali setengah dari energinya yang hilang.
"Kamu sungguh sangat gigih Fang An, jujur saja jika itu aku yang mengalaminya, mungkin aku akan menyerah di tengah-tengah proses pembuatan!" kata Wang Lao Yi.
Feng Huang sama sekali tidak berkomentar apapun sehingga suaranya sama sekali tidak terdengar, sedangkan Wang Lao Yi baru kali berbicara, karena sebelumnya Fang An sudah meminta kepada kedua gurunya untuk tidak mengajaknya mengobrol saat dirinya sedang berkonsentrasi membuat Pil Api Matahari.
"Aku sendiri juga tidak menyangka membuat Pil Api Matahari ini akan membutuhkan waktu yang sangat lama serta menguras banyak energi guru, tapi hasilnya juga tidak mengecewakan!" jawab Fang An lalu dia menatap ke arah kelima butir Pil yang masih mengambang di atas kuali obat.
__ADS_1
Lima cahaya terang itu membuat jantung Fang An sedikit berdebar-debar, dia sudah tidak sabar untuk segera meminum Pil Api Matahari yang baru selesai dibuatnya.
Fang An mengulurkan tangannya ke arah kelima Pil itu dan kemudian, kelima Pil itu datang dengan sendirinya ke tangan Fang An.
"Dengan Pil ini, maka Spirit Root Elemen Api ku akan naik satu tingkat, dan aku sudah bisa memurnikan Pil hingga ke tingkat 5," gumam Fang An.
Fang An menyimpan empat butir Pil Api Matahari nya ke dalam Cincin nya dan dia segera menelan satu butir Pil nya lalu segera duduk bermeditasi. Begitu Pil itu masuk kedalam tubuhnya, Fang An langsung merasakan di dalam tubuhnya seperti terbakar.
Keringat mulai membanjiri tubuh Fang An, dan dia dengan tekad yang sangat besar bertahan menahan efek samping dari Pil itu. Secara perlahan-lahan, rasa panas itu mulai menurun dan akhirnya berubah menjadi hangat.
Setelah sepenuhnya rasa panas itu berubah, Fang An segera menekan rasa hangat yang menyebar ke seluruh tubuhnya itu ke satu titik dimana titik itu adalah letak Spirit Root Elemen Api nya berada.
Suara retakan halus mulai terdengar dari dalam tubuh Fang An, dan itu adalah suara Spirit Root Elemen Api nya yang sudah berhasil naik ke Tingkat 5.
Tepat di hari ke 60, Fang An sudah menyelesaikan semuanya, mulai dari pembuatan Pil nya serta menaikkan Spirit Root Elemen Api nya ke Tingkat 5.
Fang An yang sebelumnya sudah hampir kehabisan energi setelah berhasil meningkatkan Spirit Root Elemen Api nya, seluruh energinya kembali dengan sendirinya, bahkan Fang An merasa ada tambahan energi yang membuat staminanya lebih dari kata pulih.
Fang An membuka matanya dan kemudian cahaya merah menyala serta asap keluar dari kedua matanya. Dia menghembuskan nafas keruhnya sehingga asap kering dan panas juga ikut keluar.
"Tubuhku terasa sangat segar sekali, aku seperti merasa baru dilahirkan," gumam Fang An.
"Lalu keempat Pil itu akan kamu apakan?" tanya Wang Lao Yi.
"Owh, itu untuk kakak Gu Fei Ming dan kakak Luo Ying serta kakak Shin He. Aku sudah berjanji akan memberikan Pil Api Matahari ini jika aku berhasil membuatnya," jawab Fang An.
"Benar juga, kenapa aku jadi lupa dengan ketiga kakak seperguruanmu itu, sekarang aku justru sangat penasaran, apa kabar mereka semua yang ada di Benua Daratan Hijau saat ini!" kata Wang Lao Yi.
"Aku juga sama penasarannya guru, aku harus secepatnya kembali kesana! Sekarang aku mau mandi dulu, sudah dua bulan aku tidak keluar, pasti banyak yang ingin bertemu dengan ku selama aku membuat Pil Api Matahari ini!"
Fang An segera bangkit dan kemudian dia pergi mandi karena badannya terasa lengket akibat keringat serta selama dua bulan dia belum mandi, setelah tubuhnya sudah bersih dan merasa segar, Fang An yang sudah mengganti pakaiannya serta merapikan rambut putih panjangnya segera keluar dari dalam kamarnya.
__ADS_1