
***
"Arg!!"
"Siapa yang! Arghh!"
Satu persatu para anggota Pita Merah yang ditugaskan untuk memantau keamanan dari jarak jauh dibunuh oleh para murid-murid Akademi, mereka bergerak secara sembunyi-sembunyi dengan menyembunyikan aura mereka.
Karena Xhang Gugu sudah mendapatkan banyak informasi akan semua situasi di sekitar wilayah Markas Pita Merah, Xhang Gugu segera menyampaikan rencananya yang sudah di atur jauh-jauh hari.
Mengingat jumlah anggota yang dibawa dari Akademi hanya sedikit, jadi butuh strategi untuk bisa memasuki Markas Pita Merah tanpa perlu menciptakan kegaduhan.
Tentu saja cara yang paling efektif adalah menyelinap dan juga menyamar, jika rencana itu sukses, mereka akan lebih mudah melumpuhkan sebagian besar anggota Pita Merah agar jumlah mereka berkurang sebelum pertempuran yang sebenarnya benar-benar terjadi.
Dari jarak sejauh dua kilometer dari arah markas Kelompok Pita Merah, ada beberapa menara yang menjadi pusat pemantauan keamanan, dan setiap menara akan dijaga oleh tiga orang anggota Pita Merah.
Xhang Gugu dan yang lainnya mengamati dari jarak jauh, dia sudah membuatkan pelindung di setiap Spirit Beast nya agar kehadiran mereka tidak diketahui oleh para Pelindung yang ada di dalam Markas.
Fang An dan Bing Xuyue juga berada di atas punggung Spirit Beast bersama yang lainnya, kecuali Lin Hang yang turun bersama beberapa murid yang lainnya, dia sudah berhasil menguasai tiga menara.
"Setelah berhasil melumpuhkan menara penjagaan ini, akan ada segel pelindung di jarak satu kilometer dari pusat markas, nanti aku saja yang akan turun untuk membuka segel itu tanpa terdeteksi oleh mereka!" kata Lao Yang He.
"Fang An, setelah segel berhasil dibuka, kamu pimpin beberapa murid serta bersama beberapa guru pembimbing untuk masuk dan menyamar ke dalam markas, taburkan bubuk pelumpuh ini di setiap air disana!" kata Han Yuwei.
"Serahkan saja kepada kami!" kata Fang An.
"Aku akan turun duluan dan kalian boleh menyusul ku setelah aku memberi kode kepada kalian!" kata Lao Yang He dan kemudian dia turun ke menara lalu dengan kemampuannya yang mampu menyembunyikan energinya, dia bergerak secepat kilat menuju ke arah Segel Pelindung.
"Fang An, kamu harus berhati-hati, karena salah satu dari ketiga Pelindung sudah pernah melihatmu!" kata Xhang Gugu yang mengingatkan Fang An.
"Baik Tetua!" jawab Fang An dan kemudian dia bersama dengan Bing Xuyue dan Sao Yi Feng serta beberapa murid lainnya segera turun ke menara yang sudah ditaklukkan oleh Lin Hang.
Mereka semua segera mengambil pakaian para penjaga yang sudah di lumpuhkan oleh Lin Hang dan kemudian mulai bergerak menyusul Ji Xao Long.
Setelah berjalan sekitar dua ratus meter, Ji Xao Long melepaskan tembakan energi samar yang hanya bisa dilihat oleh para anggota Akademi, itu adalah kode sinyal jika dia sudah berhasil membuka segelnya.
__ADS_1
"Ayo!" kata Fang An dan kemudian mereka segera menuju ke arah Ji Xao Long.
"Berhati-hatilah, jika terjadi sesuatu nanti, segera lepaskan sinyal agar kami segera datang!" kata Ji Xao Long.
Fang An dan sepuluh orang lainnya segera memasuki lingkaran Segel yang sudah dibuka oleh Ji Xao Long, agar tidak ada yang mengenali Fang An, dia menutupi kepalanya dengan kain dan sisa rambut putih panjangnya dia masukkan ke dalam baju di punggungnya.
Karena dia saat ini sedang menggunakan pakaian Anggota Pita Merah, jadi Fang An tidak menggunakan pakaian khasnya yang memiliki penutup kepala.
Sepuluh orang yang tergabung dari beberapa murid dan para guru pembimbing mulai memasuki halaman Pita Merah, banyak anggota Pita Merah yang sedang berlatih serta melakukan aktivitas seperti biasanya.
Saat Fang An dan yang lainnya tiba, dua orang anggota Pita Merah menyapa mereka. "Hai, kalian dari kubu penjaga menara bukan? Bagaimana kondisi di luar, apakah masih aman?" tanya salah satu dari mereka.
"Tenang saja, disana masih aman terkendali!" jawab Sao Yi Feng yang berbicara dengan logat Benteng Putih.
"Kalau begitu kalian beristirahat dulu didalam agar besok kalian bisa menggantikan mereka lagi untuk berjaga!" kata salah satu anggota Pita Merah.
Sao Yi Feng mengangguk dan kemudian dia bersama dengan yang lainnya memasuki Markas Pita Merah dengan tenang karena tidak ada yang mencurigai mereka.
Fang An dan Bing Xuyue melihat keadaan di sekelilingnya sekaligus mencari tempat-tempat yang ada airnya, dia melihat ada beberapa tempat penampungan air di beberapa titik, dan Fang An yakin jika air itu khusus air minum para anggota Pita Merah.
Sao Yi Feng dan yang lainnya mengangguk dan kemudian mereka dibagi menjadi lima dengan beranggotakan dua orang untuk melakukan tugas mereka, sedangkan Fang An dan Bing Xuyue sudah lebih dulu berjalan mendekati penampungan air yang agak jauh dari mereka.
Setelah tiba di tempat penampungan air, Bing Xuyue berencana untuk mengeluarkan bubuk pemberian Han Yuwei, namun belum sempat dia mengeluarkannya, salah satu anggota Pita merah berbicara kepada mereka.
"Hai tunggu!"
Bing Xuyue segera menyimpan kembali bungkusan serbuk itu, dan dia bersama Fang An menoleh ke arah pria paruh baya yang sedang berjalan ke arahnya.
Fang An dan Bing Xuyue sedikit waspada, mereka berdua khawatir jika orang itu mencurigai mereka, namun mereka berusaha menutupinya agar terlihat biasa-biasa saja.
"Kalian jangan meminum air ini dulu karana hanya air ini yang belum di ganti isinya!" kata Pria tersebut sehingga membuat Fang An dan Bing Xuyue bernafas lega.
"Tapi aku sangat kehausan karena air ku sudah habis sejak tadi pagi!" kata Bing Xuyue.
Pria paruh baya itu menaikkan sebelah alisnya mendengar suara Bing Xuyue, walau sekarang Bing Xuyue berpenampilan seperti seorang pria tampan, namun suaranya yang masih terdengar mirip dengan suara perempuan.
__ADS_1
"Suaramu itu..!?"
"Ah, dia itu kehausan, itu sebabnya suaranya sedikit kecil dan mirip dengan suara perempuan!" kata Fang An.
"Owh, kalau begitu tunggu sebentar saja, aku akan mengganti airnya!" ucap Pria tersebut.
Dari yang terlihat Fang An sudah bisa menebak pria paruh baya itu, pria itu pasti yang memiliki tugas akan semua persediaan air di Markas itu.
"Sepertinya rencana yang paling efektif adalah mencari sumber air mereka saja!" batin Fang An.
Pria itu segera membuang sisa air di dalam ember penampungan, setelah itu dia kembali meletakkan di tempat semula lalu pria itu berbalik untuk mengambil air pengganti.
Setelah air kembali di isi, pria itu berbalik seraya berkata, "Silahkan di minum!" ucapnya dan kemudian dia pergi meninggalkan Fang An dan Bing Xuyue.
"Huff! Aku pikir kita sudah ketahuan!" gumam Fang An karena mengira jika penyamaran nya sudah di ketahui.
Bing Xuyue melihat ke sekelilingnya untuk memastikan jika aksinya tidak akan terlihat oleh yang lainnya, dan saat dirasa cukup aman, Bing Xuyue dengan cepat mengeluarkan bungkusan serbuknya dan kemudian dia langsung mencampurnya di dalam penyimpanan air.
"Ayo kita kembali berkumpul dulu agar tidak di curigai oleh mereka!" ajak Fang An dan kemudian dia dan Bing Xuyue segera kembali ke tempat yang telah disepakati.
"Apakah kalian berhasil?" tanya Fang An.
"Seperti yang sudah direncanakan!" jawab Sao Yi Feng.
"Sekarang kita akan mencari sumber air utama mereka!" ucap Fang An.
Sao Yi Feng dan yang lainnya mengangguk dan kemudian berniat untuk pergi kedalam, namun belum sempat mereka melangkah lebih jauh, tiba-tiba saja ada pria tua yang keluar dari dalam markas.
Fang An seperti mengenali wajah pria tua itu, dan ternyata dia adalah Er Guo yang dulu hampir saja membunuhnya saat dia berhadapan dengan Fao Zunzi.
Saat berpapasan dengan Er Guo, Fang An langsung memalingkan wajahnya agar tidak dikenali oleh Er Guo, hanya saja Er Guo terlihat tidak peduli dengan keberadaan mereka sehingga Fang An bisa bernafas lega karena Er Guo tidak memperdulikannya.
Mereka bersepuluh segera berpisah untuk mencari keberadaan sumber air utama, dan kemudian Sao Yi Feng melihat ada sebuah pagar kayu yang melingkar, dan begitu dia dekati, ternyata itu adalah mata air.
Sao Yi Feng tidak membuang-buang waktu, dia segera menaburkan bubuk itu ke kolam yang di pagar, dan setelah itu dia dan temannya secepat mungkin kembali ke tempat semula, dan kini mereka hanya bisa menunggu hasil semua yang mereka kerjakan,
__ADS_1