SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Menyembunyikan kepala di dalam tempurung


__ADS_3

***


Tanpa mengetahui situasi yang akan mengancam Akademi, para murid-murid akademi masih bersorak sorai menyemangati para Peserta yang sedang bertanding di arena akademi.


Pertandingan putaran kedua kali ini adalah pertandingan yang akan menyisakan masing-masing dua pemenang yang akan maju ke babak final, baik itu dari kubu biru, maupun kubu merah.


Saat ini para murid-murid yang ikut bertanding dengan membawa nama kelompoknya mereka masing-masing akan diberikan dua kali kesempatan bertarung, sedangkan lawan yang akan dihadapi tergantung dari nama yang akan di keluarkan oleh para Tetua, karena nama pemenang di putaran pertama sudah dicatat dan nama mereka akan dikeluarkan dua nama sekaligus.


Kedua nama murid yang di ambil nantinya akan saling berhadapan di arena dengan membawa satu rekan masing-masing, setelah itu para pemenang memiliki satu kesempatan lagi untuk kembali bertanding melawan murid berikutnya sebagai penentuan akhir menuju ke babak terakhir.


Jika di pertandingan pertama ternyata kalah, maka tidak akan bisa ikut kembali, yang artinya akan di eliminasi. Sedangkan yang berhasil memenangkan dua pertandingan secara berturut-turut, maka pemenangnya akan masuk ke babak final.


Aturan pertandingan tetap seperti semula, yaitu dua lawan dua, baik itu dari kubu biru maupun kubu merah.


Saat ini di atas arena, Lin Hang dan Lin Ying sedang berhadapan dengan salah satu kelompok yang berhasil memenangkan pertandingan di putaran pertama.


Fang An sudah melihat pertandingan Lin Hang sebelumnya di putaran pertama, Lin Hang memang ahli dalam menggunakan pedang nya, dan Lin Hang sempat menunjukkan Teknik Tebasan Pedang Kegelapan yang sangat kuat.


Kedua sosok yang menjadi lawan Lin Hang dan Lin Ying memiliki kemampuan di tahap Yu Zha Tingkat 7, sedangkan rekannya berada di tahap Yu Zha Tingkat 5, satu tingkat lebih tinggi dari kemampuan Lin Ying, namun tidak bagi Lin Hang yang merupakan seorang praktisi Yu Zha Tingkat 9.


Fang An sudah bisa memprediksi akan siapa yang akan menjadi pemenangnya, hal itu membuat Fang An merasa bosan karena menunggu gilirannya yang entah kapan akan dipanggil oleh Tetua.


Pertandingan antara kedua ketua kelompok itu sebenarnya sangat sengit, dan banyak murid-murid yang kagum melihat pertarungan tersebut, hanya saja Fang An tidak memperhatikannya karena dia sudah tahu kemampuan Lin Hang sebelumnya, jadi yang dilakukan Fang An saat ini hanya berdiri dan sesekali menatap ke arah Bing Xuyue.


"Bibi Bing Rong ini, apa sebenarnya yang dia inginkan dariku? Kenapa tiba-tiba saja dia ingin menjodohkanku dengan putrinya itu? Apalagi dia tidak memberitahukan masalah perjodohan ini sebelumnya dengan ayah dan Ibu ku!" batin Fang An yang masih menatap Bing Xuyue yang sedang menutup matanya sembari duduk di kursinya.


Bing Xuyue seperti merasakan tatapan seseorang yang tertuju ke arahnya, dia membuka matanya dan kemudian menoleh ke arah tatapan mata tersebut.


Fang An langsung mengalihkan pandangannya ke arah arena saat tahu jika Bing Xuyue dapat merasakan jika dirinya diam-diam sedang mengamati Bing Xuyue, Fang An sedikit salah tingkah karena sekarang justru Bing Xuyue lah yang menatapnya.


"Kenapa kamu terlihat gugup seperti itu?" Gui Lang yang keheranan melihat Fang An seperti kebingungan serta wajahnya yang terlihat kaku dapat di baca oleh Gui Lang jika Fang An terlihat gugup lalu menanyakannya.


"Tidak! Apa aku terlihat sedang gugup?" Fang An mengelak seraya balik bertanya.


"Kelihatannya memang seperti itu!" jawab Gui Lang.


Yan Hang dan Tang Chin juga melihat tingkah laku Fang An yang terasa aneh, belum pernah mereka melihat Fang An yang bersikap aneh seperti itu.


"Ada apa dengannya, apakah dia merasa gugup karena berhasil masuk ke pertandingan putaran kedua?" tanya Tang Chin.


"Mungkin!" jawab Yan Hang.


"Semoga dia tidak bertingkah seperti itu saat bertanding nanti, jika tidak bisa-bisa dia akan kalah sebelum bertarung!" kata Tang Chin.

__ADS_1


Selain mereka bertiga yang melihat tingkah laku Fang An yang aneh, yang lain tidak ada yang menyadarinya karena mereka masih menikmati pertarungan Lin Hang yang sangat sengit di arena.


Seperti yang sudah diprediksikan oleh Fang An, Lin Hang berhasil mengeluarkan kedua lawannya seorang diri, sedangkan Lin Ying harus mengalami luka karena tidak mampu menghadapi lawannya yang setingkat lebih tinggi darinya.


Setelah pertandingan Lin Hang yang berhasil menang di pertarungan pertama di putaran kedua itu, selanjutnya adalah giliran Kubu Biru.


Tanpa terasa enam pertandingan sudah selesai, dan kini giliran pertandingan ketujuh, atau lebih tepatnya pertandingan keempat dari kubu merah yang akan bertanding, dan akhirnya yang di tunggu-tunggu oleh Fang An pun datang juga.


"Pertandingan keempat dari kubu merah adalah Fang An Ketua Kelompok Petir Langit melawan Shin Han ketua Kelompok Giok Naga," kata Lao Yang He.


"Ketua, apakah ketua masih ingin bertarung melawannya, kemampuannya sudah jauh lebih tinggi dari waktu itu?" tanya Yin Sao.


"Itu dia yang saat ini aku pikirkan, aku pikir dia hanya akan naik ke tingkat tiga setelah keluar dari kamar latihannya, namun aku tidak menyangka dia justru naik tiga tingkat hanya dalam waktu dua bulan saja!" jawab Shin Han yang mulai ragu.


Kemampuan Shin Han berada di tahap Yu Zha Tingkat 4, karena itu dia ingin menantang Fang An yang waktu itu masih berada di tahap Yu Zha Tingkat 2, Shin Han juga yakin, andaipun Fang An keluar dari kamar latihannya, kemungkinan dia hanya akan naik satu tingkat saja.


Tapi sekarang perkiraannya sudah meleset, Fang An tidak hanya kembali dengan energi yang semakin besar, bahkan sekarang dia sudah satu tingkat lebih tinggi lagi dari dirinya, bahkan Fang An sudah mampu mengalahkan lawannya yang memiliki kemampuan Yu Zha Tingkat 7 dengan sangat mudah.


Saat keduanya saling berpikir dengan penuh keraguan, Fang An sudah melompat dan berdiri diatas arena seraya menatap ke arah Shin Han yang ia ketahui sempat ingin mencari masalah dengannya, bahkan sejak pertama dia keluar dari dalam gunung, tatapan Shin Han justru seperti ingin bertarung dengannya.


Fang An sudah mendengar sendiri alasan Shin Han yang menatapnya dengan tatapan permusuhan, dan sekarang Fang An benar-benar menunggu Shin Han untuk turun bertarung dengan dirinya.


"Senior Shin turunlah! Bukankah kamu ingin bertarung denganku?" tanya Fang An.


Semua tatapan segera tertuju ke arah Shin Han, termasuk Lin Hang yang juga ikut terkejut mendengarnya.


Shin Han mengangguk membenarkan semuanya, dia melihat semua murid-murid yang menatapnya sekaligus menunggunya turun ke arena.


"Lin Hang, aku mungkin sudah tidak bisa lagi bertarung melawan nya karena perbedaan kemampuan kami!" kata Shin Han.


Lin Hang hanya menghela nafas panjang, dia sendiri juga tidak menyangka jika Fang An akan mampu menaikkan kemampuan tiga Tingkat lebih tinggi dalam waktu dua bulan saja, bahkan Lin Ying saja saat ini sudah tidak cocok lagi untuk berhadapan dengan Fang An.


"Shin Han, apakah kamu mau bertanding atau menyerah, segera tentukan keputusanmu!" kata Xhang Gugu.


"Biarlah aku yang menjawabnya!" kata Lin Hang.


"Maaf para tetua, Shin Han sudah tidak ingin bertarung melawan Murid Fang karena perbedaan kekuatan, bagaimana kalau pertandingan ini digantikan oleh kelompok Pedang Bintang saja, biar saya yang bertanding menggantikan Kelompok Giok Naga melawan ketua Petir Langit," kata Lin Hang.


"Tidak bisa Lin Hang, ini sudah menjadi aturan, jika Shin Han tidak mau bertarung, itu artinya dia sudah menyerah, dan Ketua Kelompok Petir Langit akan menjadi pemenangnya! Jika kamu memang ingin bertarung dengannya, nanti di pertandingan kedua saja, aku tidak akan menarik nama kalian agar kalian bisa berhadapan di arena, bagaimana?" kata Xhang Gugu.


Lin Hang mengangguk dengan tersenyum lebar mendengarnya, akhirnya dia akan bertarung juga melawan Fang An, sudah lama Lin Hang ingin menghadapi Fang An yang sudah membuat Kelompoknya malu, dan sekarang dia memiliki kesempatan itu untuk membalasnya.


"Kamu melakukan semua itu pasti karena masih dendam terhadap Murid Fang bukan?" tanya Sao Yi Feng.

__ADS_1


"Bukan urusanmu!" jawab Lin Hang dengan ketus.


Fang An sama sekali tidak protes atas permintaan Lin Hang, dia sendiri sebenarnya juga berharap bisa berhadapan dengan Lin Hang sekaligus merebut posisi Kelompok Pedang Bintang yang menduduki posisi Rangking kedua terkuat dari tiga ranking terkuat.


"Kelompok Petir Langit Menang tanpa bertanding, dengan ini Murid Fang akan menunggu panggilan berikutnya!" kata Xhang Gugu.


Fang An menangkupkan kedua tangannya ke arah para Tetua lalu segera kembali ke Kelompoknya, siapa sangka dia akan menang tanpa bertarung.


"Ketua kelompok Giok Naga itu ternyata adalah seorang pengecut!"


Perbincangan hangat mulai terdengar di setiap sudut penonton, bagi mereka Shin Han adalah seorang pecundang yang lari dari tantangan, hal itu mulai dibanding-bandingkan dengan Fang An yang berani bertarung melawan senior-seniornya yang memiliki kemampuan lebih tinggi dari dirinya, namun hasilnya Fang An berhasil memenangkan pertarungannya.


"Dia benar-benar seorang murid paling pemberani dan memiliki bakat paling mengerikan, dia pantas untuk dijuluki sebagai murid paling pemberani di Akademi ini!" kata salah satu murid yang merasa bangga kepada Fang An serta memuji keberaniannya.


Shin Han yang merasa malu akhirnya pergi dari tempat itu, dia dan kelompoknya melewati Kelompok Petir Langit sehingga Zang Mei dan Qiao Yi serta gadis-gadis dari kelompok Petir Langit mencibir mereka.


"Dasar payah! Katanya ingin menghajar ketua kami di arena, tapi sekarang justru takut sendiri sebelum bertarung! Kemana perginya sifat angkuh kalian kemarin kepada kami?" kata Qiao Yi kepada Shin Han, namun tatapannya tertuju ke arah Li Xian dan Yin Sao yang pernah menggoda para gadis-gadis dari anggota Petir Langit.


"Kamu berani menghina ku karena ada ketua kalian, jika tidak aku pasti akan membuatmu menanggung rasa malu seumur hidup kalian!" kata Yin Sao.


"Lakukan saja jika kamu masih memiliki nyali!" kata Tang Chin.


"Owh, sudah berani juga ternyata? Apakah kamu mau bertarung melawan ku sekarang?" tanya Li Xian.


"Kenapa tidak? Ayo kita meminta kepada para Tetua agar kita berdua bertarung di arena!" jawab Tang Chin.


"Kalian berdua berhentilah!" kata Shin Han yang langsung membentak Yin Sao dan Li Xian.


"Murid Fang, maafkan atas sikap kedua anggota ku ini! Aku harap kamu tidak mengambil hati ucapan mereka!" kata Shin Han yang mendadak menjadi lembut berbicara kepada Fang An.


"Senior tidak usah khawatir, aku sudah tahu akan sifat mereka berdua yang cepat marah dari Tang Chin, tapi aku minta kepadamu untuk mengatur anggota mu itu untuk lebih menghormati dan menghargai para wanita, karena para Wanita adalah ibu semua manusia, jika berani merendahkan wanita bahkan melecehkannya, itu sama saja seperti merendahkan serta melecehkan ibu kalian sendiri!" kata Fang An yang ucapannya tertuju keara Yin Sao dan Li Xian.


"Owh! Ternyata Ketua Petir Langit sangat menghormati wanita, kalau begitu aku pasti akan mendidik mereka agar belajar menghormati para wanita!" kata Shin Han.


"Bukan begitu juga, tidak semua wanita harus kalian lindungi, wanita yang harus kalian jaga adalah para wanita yang baik dan bukan wanita yang suka melakukan kejahatan besar, baik itu laki-laki ataupun perempuan, selama mereka adalah orang-orang baik, kalian wajib untuk menjaga perasaan serta melindungi mereka!" ucap Fang An.


"Aku mengerti, aku mengerti!" jawab Shin Han.


Yin Sao dan Li Xian hanya saling berpandangan, mereka tidak berani untuk menjawab ataupun memprotes akan apa yang Fang An katakan sehingga mereka hanya bisa diam.


"Kalau begitu kami pamit pergi dulu, sampai bertemu lagi di paviliun!" kata Shin Han seraya menangkupkan tangannya kepada Fang An setelah itu dia membawa seluruh anggotanya pergi dari sana.


"Huuuh! Kemarin mereka bertingkah sombong, sekarang begitu sudah tahu kekuatan ketua kami, mereka justru seperti seekor kura-kura yang menyembunyikan kepala di dalam tempurung!" ledek Yan Hang.

__ADS_1


"Huss diamlah!" kata Fang An.


Mereka semua kini kembali menonton pertandingan dari kubu biru yang sudah di mulai sekaligus menunggu pertandingan Pertama di putaran kedua selesai.


__ADS_2