SANG KAISAR PETIR

SANG KAISAR PETIR
Fang An telah kembali


__ADS_3

***


Pagi hari yang sangat cerah menyemangati para murid-murid Akademi yang akan mengikuti Pertandingan antar kelompok, dimana pertandingan ini akan memperebutkan posisi Ranking masing-masing antar kelompok.


Dengan penuh semangat yang membara, semua kelompok mulai menuju ke Arena Akademi, dan dari semua para anggota kelompok yang terlihat bersemangat, hanya kelompok Petir Langit yang terlihat ragu.


"Bagaimana ini? Pertandingan ini sudah tiba, tapi Fang An belum juga terlihat menyelesaikan latihannya!" kata Qiao Yi.


"Sebenarnya dia pergi latihan apa sedang melakukan retret?" tanya Ying Huo.


"Katanya sih mau pergi latihan, tapi ini benar-benar sangat lama sekali seperti sedang melakukan retret saja!" kata Tang Chin.


Walau sebelumnya Fang An sudah mengatakan jika dirinya akan lama untuk kembali, namun itu benar-benar sangat lama, hanya orang yang akan menaikan tahap kekuatannya saja yang memiliki waktu hingga berbulan-bulan lamanya.


Dengan perasaan khawatir, cemas dan ragu untuk pergi ke arena, namun mereka tidak memiliki alasan untuk tidak pergi ke sana, karena semua kelompok harus berkumpul, apalagi Kelompok Petir Langit adalah Kelompok baru yang harus mengikuti Pertandingan, menang atau kalah mereka tidak bisa untuk tidak ikut.


Biasanya setiap kelompok akan dipilih empat orang untuk bertanding mewakili Kelompok mereka masing-masing, dan salah satunya adalah ketua kelompok, namun terkadang aturan selalu berubah-rubah.


Jika ketua kelompok tidak ikut hadir, maka yang harus menggantikannya adalah salah satu anggota terkuat setelah ketua mereka, dan itu sudah menjadi aturan.


Tang Chin dan seluruh anggota kelompoknya sudah berada di piringan Batu, dan disana sudah ada Zian Fei yang sudah menunggu mereka untuk pergi ke Arena.


Setelah dirasa sudah berkumpul, Zian Fei segera membuka segel Piringan Batu Terbang itu dan mereka segera pergi menuju ke puncak Gunung.


Setibanya di atas, sudah lebih dari seratus kelompok yang sudah ada disana, dari kelompok yang sudah memiliki Rangking hingga yang gagal mendapatkan ranking.


"Akhirnya kita akan segera bertemu di arena Tang Chin! Aku sudah tidak sabar ingin segera bertarung dengan mu di arena."


Tang Chin dan semua anggotanya di hadang oleh Anggota Giok Naga, dan Tang Chin langsung mendapatkan sapaan hangat penuh tantangan dari Li Xian.


"Iya, kalian tunggu saja di arena, baik Tang Chin maupun diriku sudah sangat siap untuk berhadapan dengan mu di arena," kata Zang Mei.


"Gadis yang sangat pemberani! Aku ingin tahu apakah kamu benar-benar galak seperti ini saat diarena nanti?" kata salah satu pemuda yang memikul gadah besar di pundaknya.


Zang Mei menatap pemuda itu yang memiliki ukuran tubuh lebih tinggi dari semuanya, dari yang terlihat pemuda tersebut sangat berotot, mungkin dua kali besarnya otot tubuh milik Li Xian.


"Sudahlah Yin Sao, lebih baik kita segera pergi, nanti kamu pasti akan bisa bermain dengannya di Arena!" kata Li Xian kepada pemuda bertubuh tinggi dan berotot itu.


"Cih!"


Zang Mei berdecak penuh kesal melihat Li Xian, apalagi sosok pemuda tinggi yang bernama Yin Sao, dia benar-benar tidak menyukai tatapan Yin Sao yang sepertinya mengandung hawa Nafsu padanya.


"Kalian berdua! Jangan lagi bermain-main, ayo kita pergi," kata seorang pemuda berusia 19 tahun.


"Maaf, aku hanya ingin menggoda gadis-gadis itu saja ketua, apalagi gadis kecil disana itu! Gadis itu imut dan juga cantik," kata Yin Sao sembari menatap gadis berusia 13 Tahun yang berada di samping Tang Chin.


Tang Chin langsung menutup pandangan Yin Sao kepada gadis di sampingnya yang tidak lain adalah adiknya yaitu Tang Yuyi.


Yin Sao tersenyum melihat Tang Chin yang menghalangi pandangannya, dia mengedipkan matanya ke arah Tang Yuyi, namun Tang Yuyi sama sekali tidak menanggapinya.


"Dasar mata cabul!" gerutu Tang Yuyi.


Pemuda yang dipanggil Ketua oleh Yin Sao adalah Shin Han, dia tipe orang yang tidak suka banyak bicara, karena itu dia sangat tidak suka melihat Li Xian dan Yin Sao yang masih menggoda para gadis di kelompok Petir Langit.

__ADS_1


"Tang Chin! Apakah Ketua mu sudah kembali?" tanya Shin Han.


"Ketua kami akan segera datang kesini Senior?" jawab Tang Chin dengan sopan.


Walau Shin Han sangat membenci Fang An karena telah menerima ketujuh Belas murid yang sebelumnya menjadi tambang emasnya, namun sebenarnya Shin Han sangatlah baik dan juga ramah.


"Aku harap dia segera tiba karena pertandingan akan segera dimulai, hanya saja biasanya sebelum acara pertandingan di mulai, seharusnya para ketua kelompok yang ingin bertarung melawan salah satu dari dua rangking atas dan bawah akan dipanggil ke arena terlebih dahulu, jika dia tidak muncul, maka mungkin salah satu dari kalian berdua akan menjadi penggantinya!" kata Shin Han.


Tang Chin dan Zang Mei saling berpandangan, mereka berdua memang sudah dikenal sebagai pengurus paling aktif di dalam kelompok, jadi jika Fang An tidak ada, maka yang harus menggantikannya adalah salah satu dari mereka berdua.


Tang Chin dan Zang Mei hanya bisa tersenyum pahit seraya mengangguk kepada Shin Han, mereka berdua juga tahu akan konsekuensi bagi mereka jika menggantikan Posisi Fang An, yang jelas orang yang akan menggantikan Fang An akan melawan Ketua Kelompok yang kemampuannya rata-rata berada di tahap Yu Zha, sedangkan mereka berdua baru berada di tahap Yu Zhi Tingkat 9.


Shin Han melambaikan tangannya mengajak semua anggotanya pergi, dan sekarang hanya Tang Chin dan kelompoknya yang hanya diam memandang kepergian Kelompok Giok Naga berlalu pergi.


"Sudahlah, sebaiknya kita juga kesana, apapun nanti yang terjadi, kita jalani saja," kata Tang Chin dan kemudian kelompok Petir Langit juga pergi ke Aula tingkat tiga untuk menunggu Pertandingan yang akan segera dimulai.


Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya keempat Tetua datang di Aula tingkat 6, disana kursi para Tetua berada.


"Semuanya, hari ini pertandingan yang hanya dilaksanakan setiap Enam bulan sekali sudah tiba, hari dimana kalian akan menunjukkan hasil latihan kalian selama enam bulan ini, dan juga akan membuat nama dan rangking baru bagi setiap kelompok!" kata Xhang Gugu dan kemudian dia mengeluarkan dua lembar kain berwarna merah biru.


"Pertandingan kali ini tidak sama seperti pertandingan enam bulan yang lalu, kali ini setiap kelompok hanya akan di pilih dua orang saja, yaitu ketua dan salah satu anggota terkuatnya, pertandingan ini aturannya masih sama, yaitu ada dua warna kubu yang harus kalian pilih, kubu biru adalah para Ranking 15 ke bawah, sedangkan kubu merah adalah para Ranking 15 teratas termasuk lima rangking terkuat, jadi bagi yang berdiri di kubu biru, itu artinya mereka akan melawan ranking bawah saja, sedangkan siapa saja yang berdiri di kubu merah, itu artinya akan bertarung melawan Rangking teratas, sedangkan kalian bebas memilih, bagi yang sudah menduduki rangking bawah atau yang belum memiliki posisi Rangking, kalian bisa berdiri di kubu merah jika kalian memang mau bertarung merebut posisi Ranking teratas!" kata Xhang Gugu.


"Jadi begitu! Kalau ketua tidak datang, maka kamu akan memilih berdiri di kubu yang mana?" tanya Jian Kang.


"Tentu saja kubu biru! Untuk apa aku harus memilih kubu merah, di sana itu adalah kubu dari kumpulan para monster!" jawab Zang Mei.


"Baiklah, aku rasa kalian sudah mengerti aturannya! Jadi sekarang para Ketua masing-masing kelompok silahkan memulai pilihan kalian, dan bagi pemegang posisi Ranking Lima teratas, kalian harus berdiri di kubu merah seraya menunggu penantang baru yang ingin merebut posisi kalian, dan di akhir, siapa saja yang berhasil masuk ke tahap akhir, maka kalian akan kembali bertarung memperebutkan serta mempertahankan posisi Rangking kalian masing-masing!" kata Xhang Gugu.


Semua para murid wanita berteriak penuh semangat melihat sosok pemuda tampan yang kini melayang di udara dengan aura hitam menyelimuti tubuhnya.


"Lin Hang..!"


Semua para murid wanita tidak henti-hentinya meneriaki nama Lin Hang yang kini melesat ke bawah lalu dengan gaya indahnya, dia mendarat tepat di atas gagang pedangnya yang tertancap di tanah.


Siapapun tentu mengenal Lin Hang, pemuda tampan sekaligus Ketua kelompok Pedang Bintang yang menduduki posisi dua dari lima terkuat.


Setelah Lin Hang mendarat, sebuah ledakan dari salah satu kelompok terdengar oleh semua murid, dan kemudian sebuah cahaya merah melesat ke udara.


"Itu Senior Sao Yi Feng!"


Semuanya melihat kearah sosok pemuda yang tubuhnya ditutupi oleh Api, dan sosok itu adalah Sao Yi Feng, Ketua Kelompok Api Suci yang menduduki peringkat pertama dan terkuat.


Sao Yi Feng segera meluncur ke bawah dan kemudian dia mendarat di sudut kain merah dengan ledakan yang menyebarkan semburan Api di sekitarnya.


Sao Yi Feng dan Lin Hang saling menatap satu sama lain, dan setelah itu suara gemericik besi terdengar ke seluruh area, semua murid melihat ke arah sumber suara tersebut, ternyata se sosok pemuda yang memancarkan aura hijau dengan tangan memegang rantai panjang yang ujungnya ada sabit putih mengkilat sedang ditarik di atas lantai dengan percikan api yang menyala di ujung sabitnya.


"Senior Huang Xan, ketua Kelompok Rantai Putih benar-benar terlihat sangat seram," kata salah satu murid lain yang menatap Huang Xan.


Huang Xan adalah sosok terkuat ketiga setelah Sao Yi Feng dan Lin Hang, dan dia juga yang menduduki posisi ketiga.


Huang Xan berdiri tidak jauh dari tempat Sao Yi Feng dan Lin Hang berada, tatapannya yang terasa kosong menatap ke arah Lin Hang, sedangkan Lin Hang memahami tatapan itu yang mengartikan jika Huang Xan akan berusaha merebut posisi miliknya.


Setelah ketiga sosok kuat itu sudah berdiri di kubu kain merah, udara tiba-tiba saja menjadi sangat dingin, dan kemudian seorang gadis bergaun putih cerah turun dari tingkat 4 dengan menginjak kabut putih di udara, gadis itu terlihat sangat mempesona sehingga setiap mata yang menatapnya akan terpana, baik itu murid laki-laki maupun perempuan.

__ADS_1


"Calon jodoh ketua ini benar-benar memiliki keahlian yang sangat luar biasa sekali!" gumam Yan Hang yang di dengar oleh beberapa anggotanya termasuk Tang Chin.


"Apa maksudmu? Apakah Senior Bing Xuyue itu adalah calon jodoh Ketua kita?" tanya Zang Mei.


"Ah, aku hanya asal bicara saja!" jawab Yan Hang dengan tertawa kecil.


Penampilan Bing Xuyue saat berjalan di udara benar-benar membuat semua yang melihatnya terpukau, bahkan para Tetua juga mengakui bakat Bing Xuyue.


Setelah Bing Xuyue selesai mendarat, kini ada angin yang berhembus pelan, dan kemudian sesosok gadis mengenakan gaun hitam melompat ke arena, gadis tersebut memegang dua buah kipas di tangannya.


Nama gadis tersebut adalah Meng Lin, Ketua Kelompok Kipas Baja yang menduduki ranking kelima teratas sekaligus murid terkuat kelima saat ini.


"Ehm, karena kelima ketua kelompok lima teratas sudah berada di posisi mereka, jadi kini giliran berikutnya, ditambah siapa saja yang berada di ranking bawah yang ingin bertarung merebut posisi teratas, maka silahkan kalian juga ikut masuk ke kubu merah!" kata Xhang Gugu.


"Jika Fang An ada disini, apakah dia akan memilih melawan kubu biru atau kubu merah?" tanya Yan Hang.


"Kau bicara apa? Tentu saja pasti kubu yang Biru!" jawab Gui Lang.


"Bagaimana apakah kamu mau turun?" tanga Zang Mei kepada Tang Chin.


Tang Chin memperhatikan ke sudut merah, disana satu persatu para ketua yang memiliki posisi masing-masing mulai masuk, bahkan ada ketua dari kelompok yang memiliki posisi Ranking bawah juga masuk ke kubu merah, jelas jika ketua tersebut ingin mencoba keberuntungan untuk merebut posisi Lima belas teratas, sedangkan di kubu biru juga mulai banyak ketua kelompok yang berkumpul, mulai yang sudah memiliki Rangking hingga yang belum memiliki Rangking.


"Sepertinya begitu, aku akan turun ke kubu biru!' ucap Tang Chin dan kemudian dia berjalan ke depan untuk melompat.


Saat Tang Chin menarik nafas dalam-dalam dan bersiap menggantikan Fang An untuk turun ke kubu biru, tiba-tiba saja ada sebuah cahaya yang melesat dari Puncak Menara yang berada cukup tinggi di puncak gunung.


Cahaya tersebut melesat ke langit dengan kecepatan tinggi dengan disertai suara gemuruh di langit, hal itu membuat semua murid-murid melihat ke langit dan dengan rasa penasaran serta bertanya-tanya akan apa yang sedang terjadi, mereka semua mulai melihat sebuah cahaya itu melesat turun dengan sangat cepat kebawah.


"Akhirnya dia keluar juga! Aku pikir dia belum menyelesaikan lantihannya" kata Xhang Gugu.


"Apakah itu dia?" tanya Han Yuwei.


"Iya, itu memang dia!" jawab Xhang Gugu.


"Ais, bisa-bisanya dia datang disaat hampir kelompoknya akan memilih pilihan mereka," kata Ji Xao Long.


"Sepertinya dia memang sangat suka memberikan kejutan, mari kita lihat sudah sekuat apa dia sekarang setelah keluar dari latihannya dari dalam Gunung itu," ucap Lao Yang He.


Semua murid-murid yang masih belum tahu akan cahaya apa itu, kini hanya menunggu cahaya itu tiba, bahkan Tang Chin dan semua anggotanya tidak tahu akan apa cahaya itu sebenarnya kecuali seorang gadis bergaun putih yang tidak lain adalah Bing Xuyue.


"Kau muncul juga ternyata!" gumam Bing Xuyue sembari tersenyum menatap ke arah cahaya yang jatuh dari langit membawa suara gemuruh keras.


Hanya dalam waktu sekejap saja, cahaya itu sudah jatuh diatas arena dengan melepaskan ledakan energi yang memancarkan gelombang kejut serta percikan listrik di sekitar arena.


"Apakah aku datang terlambat? Jika belum maka aku Fang An ketua Kelompok Petir Langit sudah tiba serta untuk melaksanakan janjiku merebut posisi Rangking pertama!"


Suara pemuda yang belum kelihatan karena asap tebal serta debu yang disertai dengan kabut energi panas yang bercampur dengan percikan listrik terdengar dari dalam kabut tersebut, semua murid tentu bisa mendengar ucapan suara seorang pemuda tersebut.


"Itu ketua, apakah dia akhirnya sudah keluar dari latihannya?" para anggota kelompok Petir Langit mulai menunjukkan senyum mereka setelah tahu jika ternyata Fang An telah kembali, dan setelah itu mulailah terlihat sosok pemuda berambut putih yang berdiri di tengah-tengah arena, dan para murid akademi langsung mengenalinya.


"Kekuatan anak ini kembali meningkat, bahkan jauh lebih kuat dari saat itu!" kata Sao Yi Feng.


Kelima sosok yang memiliki posisi lima terkuat benar-benar terkejut saat merasakan lonjakan kekuatan yang besar dari tubuh Fang An, tiga diantara mereka tentu sudah tahu tingkat kekuatan terakhir Fang An saat itu, namun kali ini Fang An terlihat sangat jauh berbeda dari sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2